5 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 8, 2022
in Khas
Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata

Tunggul Harwanto (tengah) pendiri Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Jawa Timur

DI KABUPATEN BANYUWANGI, Jawa Timur, tidak hanya terdapat obyek wisata alam dan budaya, tapi juga obyek wisata literasi. Lokasinya di Rumah Literasi Indonesia (RLI),  di Dusun Gunung Remuk, Desa Ketapang, Kecamatan Kali Puro.

Tempat itu adalah sebuah rumah yang di dalamnya tentu saja berisi berbagai jenis buku dan bahan bacaan, juga sarana belajar, bermain, sarana membaca, serta perlengkapan-perlengkapan lain yang menjadikan rumah itu bukan sekadar rumah untuk diam, tapi rumah untuk bergerak, juga berwisata.

Di Rumah Literasi Indonesia, selain buku dan sarana belajar, juga terdapat kebun sayur dan kolam lobster air tawar. Di sekitar rumah itu terdapat bentang alam yang sungguh asyik ditelusuri untuk kegiatan trekking.

Tunggul Harwanto adalah pendiri rumah itu. RLI dibangun tahun 2014 yang diawali dengan gerakan-gerakan kecil, lalu membesar, dan membesar, sehingga didirikanlah yayasan untuk menaungi gerakan itu. Namanya, Yayasan Rumah Literasi Nusantara yang secara sah berdiri tahun 2018.

Saya sempat singgah di RLI, Minggu, 4 Desember 2022. Saya disambut Mas Tunggul dengan ramah. Begitu masuk rumah itu, sangat terasa napas literasi berhembus dari segala ruangan, bahkan dari alam sekitar di Dusun Gunung Remuk.

Tunggul Harwanto (kiri) bersama saya (penulis)

Tunggul Harwanto adalah alumnus SMA 1 Melaya, Jembrana, Bali. Ia memang memiliki kecintaan pada dunia literasi. Yang unik, ia tak punya latar belakang pendidikan yang khusus bisa disambungkan ke dunia literasi.

Setelah tamat SMA, ia   melanjutkan ke Skolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi mengambil  S1 Jurusan Keperawatan. Kemudian ia melanjutkan pendidikan S2 Jurusan Kedokteran Keluarga di perguruan tinggi di Solo.

Iahun 2014 ia sempat sempat mengajar di Universitas Bakti Indonesia, Jurusan Keperawatan (Ilmu Kesehatan Masyarakat) di Banyuwangi. Namun ia hanya betah mengajar selama setahun, dan memutuskan untuk mengembangkan dunia literasi di rumahnya.

Tonggak ia awal jatuh cinta pada dunia literasi ketika ia terlibat kelas inspirasi selama satu hari yang diadakan oleh sebuah rumah sakit untuk edukasi. Saat itu, Tunggul menjadi relawan pengajar di pelosok Banyuwangi bagian selatan.

“Saya menemukan semangat ketika seharian melihat dan terlibat dalam kelas inspirasi itu,” kata Tunggul.

Apalagi, dalam program itu dipilih menjadi ketua kelas inspirasi. Lalu, dipertemukan dengan Nurul Hikmah, seorang gadis yang punya kecintaan besar pada dunia literasi.

Nurul Hikmah adalah pendiri Rumah Baca, yaitu  Rumah Literasi Banyuwangi, yang sejak awal sudah menyebarkan virus baik pada dunia bacaan. Nurul akhirnya menjadi istri Mas Tunggul.

Tunggu dan Nurul kemudian bahu membahu mengembangkan Rumah Literasi Indonesia. Selama tiga  tahun mereka keliling Banyuwangi pahit dan getir yang mereka rasakan.

“Kami merasakan bagaimana beratnya membuka dan mengkampanyekan taman baca,” kata Tunggul.

Program Wisata Literasi di Rumah Literasi Indonesia, Banyuwangi

Literasi bukan hanya tentang buku yang dibaca tapi tentang mengelola manusia dengan berbagai bacaan. Dengan sabar Tunggul bersama istrinya menemua berbagai macam manusia. Sehingga akhirnya RLI memiliki jaringan pada 57 taman baca di seluruh Kabupaten Banyuwangi.

Program-program yang mereka kembangnya antara lain program Literasik, Desa Literasi, Bookbuster, Inspirasi Sekolah Literasi, Voluntary Capacity Building dan Gerakan1000 Rumah Baca. Masing-mamsing program memiliki kepala program.

Yang istimewa dari Rumah Literasi Indonesia ini adalah sebuah program Wisata Literasi. Dirilis tahun 2017 sampai sekarang sudah tiga sekolah yang melakukan kerjasama dengan RLI untuk menggelar wisata literasi..

Apa itu wisata literasi di Rumah Literasi Indonesia?

Secara umum kegiatan wisata literasi ini mencakup  berberapa kegiatan yakni usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Rumah Sayur, Rumah Lobster dan Trekking.

Di Eumah Literasi Indonesia terdapat kebun sayur, kolam dan tempat melakukan workshop kerajinan serta kegiatan masak-memasak. Anak-anak sekolah yang mengikuti wisata literasi diajak untuk belajar menanam sayur, atau mearawat lobster dalam kolam serta diajak untuk membuat barang kerajinan.

Setelah itu anak-anak diajak trekking untuk melakukan eksplorasi alam di wilayah perkebunan dan perbukitan. Anak-anak membawa buku melakukan pembacaan buku sekaligus membaca alam di alam terbuka. Setelah itu mereka pulang kembali ke rumah literasi, memanen sayur bersama dan menangkap lobster bersama, memasak bersama dan tentu saja diakhiri dengan makan bersama.

Rumah Lobster di Rumah Literasi Indonesia

Jadilah ini memang berwisata dan sekaligus melakukan kegiatan literasi yang memang harus selalu dinamis berjalan, mengenal dan memahami alam.sekitarnya, sembari menanamkan makna literasi yang sebenar-benarnya dengan menu tidak hanya membaca buku saja. 

Dan hal yang lagi-lagi istimewa, RLI selalu berkala mendistribusikan buku-buku bacaan kepada jaringannya di seluruh Banyuwangi.

Untuk hal baik itu ada juga kolaborasi antara gank motor (baca komunitas motor). Dulunya komunitas motor hanya bepergian begitu saja, kadang dengan menggeber motor ke beberapa tempat. Namun RLI melakukan kolaborasi dengan komunitas motor itu.

Komunitas motor itu bepergiaan, melakukan konvoi ke daearah terpencil untuk menyalurkan buku-buku ke seluruh pelosok jaringan RLI.

“Komunitas motor mempunyai peranan sosial dan mendapatkan pengalaman berharga ke daerah -daerah pelosok,” kata Tunggul.

Setelah melihat kegiatan literasi di Rumah Literasi Indonesia saya percaya selain menjadi jendela dunia, buku juga menjadi pintu penghubung semua hal di dunia. [T]

Gol A Gong | Atlet Badminton, Novelis, Duta Baca, Membangun Rumah Dunia
Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok: Literasi Anak-anak dari Buleleng Timur
Membaca Danarto dengan Segala Imajinasinya | Catatan Diskusi Semenjana
Tags: banyuwangiJawa TimurLiterasirumah bacarumah belajarRumah Literasi Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Konser Quino The Big Mountain: Tarian Ska dan Musik Reggae Menemani Debur Ombak Pantai Sanur

Next Post

Di Bondalem, Sampah Organik Jadi Pupuk, Sampah Plastik Barangkali Bakal Jadi Aspal

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
0
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

Read moreDetails

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
0
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

Read moreDetails

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
0
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails
Next Post
Di Bondalem, Sampah Organik Jadi Pupuk, Sampah Plastik Barangkali Bakal Jadi Aspal

Di Bondalem, Sampah Organik Jadi Pupuk, Sampah Plastik Barangkali Bakal Jadi Aspal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin
Khas

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co