4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 8, 2022
in Khas
Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata

Tunggul Harwanto (tengah) pendiri Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Jawa Timur

DI KABUPATEN BANYUWANGI, Jawa Timur, tidak hanya terdapat obyek wisata alam dan budaya, tapi juga obyek wisata literasi. Lokasinya di Rumah Literasi Indonesia (RLI),  di Dusun Gunung Remuk, Desa Ketapang, Kecamatan Kali Puro.

Tempat itu adalah sebuah rumah yang di dalamnya tentu saja berisi berbagai jenis buku dan bahan bacaan, juga sarana belajar, bermain, sarana membaca, serta perlengkapan-perlengkapan lain yang menjadikan rumah itu bukan sekadar rumah untuk diam, tapi rumah untuk bergerak, juga berwisata.

Di Rumah Literasi Indonesia, selain buku dan sarana belajar, juga terdapat kebun sayur dan kolam lobster air tawar. Di sekitar rumah itu terdapat bentang alam yang sungguh asyik ditelusuri untuk kegiatan trekking.

Tunggul Harwanto adalah pendiri rumah itu. RLI dibangun tahun 2014 yang diawali dengan gerakan-gerakan kecil, lalu membesar, dan membesar, sehingga didirikanlah yayasan untuk menaungi gerakan itu. Namanya, Yayasan Rumah Literasi Nusantara yang secara sah berdiri tahun 2018.

Saya sempat singgah di RLI, Minggu, 4 Desember 2022. Saya disambut Mas Tunggul dengan ramah. Begitu masuk rumah itu, sangat terasa napas literasi berhembus dari segala ruangan, bahkan dari alam sekitar di Dusun Gunung Remuk.

Tunggul Harwanto (kiri) bersama saya (penulis)

Tunggul Harwanto adalah alumnus SMA 1 Melaya, Jembrana, Bali. Ia memang memiliki kecintaan pada dunia literasi. Yang unik, ia tak punya latar belakang pendidikan yang khusus bisa disambungkan ke dunia literasi.

Setelah tamat SMA, ia   melanjutkan ke Skolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi mengambil  S1 Jurusan Keperawatan. Kemudian ia melanjutkan pendidikan S2 Jurusan Kedokteran Keluarga di perguruan tinggi di Solo.

Iahun 2014 ia sempat sempat mengajar di Universitas Bakti Indonesia, Jurusan Keperawatan (Ilmu Kesehatan Masyarakat) di Banyuwangi. Namun ia hanya betah mengajar selama setahun, dan memutuskan untuk mengembangkan dunia literasi di rumahnya.

Tonggak ia awal jatuh cinta pada dunia literasi ketika ia terlibat kelas inspirasi selama satu hari yang diadakan oleh sebuah rumah sakit untuk edukasi. Saat itu, Tunggul menjadi relawan pengajar di pelosok Banyuwangi bagian selatan.

“Saya menemukan semangat ketika seharian melihat dan terlibat dalam kelas inspirasi itu,” kata Tunggul.

Apalagi, dalam program itu dipilih menjadi ketua kelas inspirasi. Lalu, dipertemukan dengan Nurul Hikmah, seorang gadis yang punya kecintaan besar pada dunia literasi.

Nurul Hikmah adalah pendiri Rumah Baca, yaitu  Rumah Literasi Banyuwangi, yang sejak awal sudah menyebarkan virus baik pada dunia bacaan. Nurul akhirnya menjadi istri Mas Tunggul.

Tunggu dan Nurul kemudian bahu membahu mengembangkan Rumah Literasi Indonesia. Selama tiga  tahun mereka keliling Banyuwangi pahit dan getir yang mereka rasakan.

“Kami merasakan bagaimana beratnya membuka dan mengkampanyekan taman baca,” kata Tunggul.

Program Wisata Literasi di Rumah Literasi Indonesia, Banyuwangi

Literasi bukan hanya tentang buku yang dibaca tapi tentang mengelola manusia dengan berbagai bacaan. Dengan sabar Tunggul bersama istrinya menemua berbagai macam manusia. Sehingga akhirnya RLI memiliki jaringan pada 57 taman baca di seluruh Kabupaten Banyuwangi.

Program-program yang mereka kembangnya antara lain program Literasik, Desa Literasi, Bookbuster, Inspirasi Sekolah Literasi, Voluntary Capacity Building dan Gerakan1000 Rumah Baca. Masing-mamsing program memiliki kepala program.

Yang istimewa dari Rumah Literasi Indonesia ini adalah sebuah program Wisata Literasi. Dirilis tahun 2017 sampai sekarang sudah tiga sekolah yang melakukan kerjasama dengan RLI untuk menggelar wisata literasi..

Apa itu wisata literasi di Rumah Literasi Indonesia?

Secara umum kegiatan wisata literasi ini mencakup  berberapa kegiatan yakni usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Rumah Sayur, Rumah Lobster dan Trekking.

Di Eumah Literasi Indonesia terdapat kebun sayur, kolam dan tempat melakukan workshop kerajinan serta kegiatan masak-memasak. Anak-anak sekolah yang mengikuti wisata literasi diajak untuk belajar menanam sayur, atau mearawat lobster dalam kolam serta diajak untuk membuat barang kerajinan.

Setelah itu anak-anak diajak trekking untuk melakukan eksplorasi alam di wilayah perkebunan dan perbukitan. Anak-anak membawa buku melakukan pembacaan buku sekaligus membaca alam di alam terbuka. Setelah itu mereka pulang kembali ke rumah literasi, memanen sayur bersama dan menangkap lobster bersama, memasak bersama dan tentu saja diakhiri dengan makan bersama.

Rumah Lobster di Rumah Literasi Indonesia

Jadilah ini memang berwisata dan sekaligus melakukan kegiatan literasi yang memang harus selalu dinamis berjalan, mengenal dan memahami alam.sekitarnya, sembari menanamkan makna literasi yang sebenar-benarnya dengan menu tidak hanya membaca buku saja. 

Dan hal yang lagi-lagi istimewa, RLI selalu berkala mendistribusikan buku-buku bacaan kepada jaringannya di seluruh Banyuwangi.

Untuk hal baik itu ada juga kolaborasi antara gank motor (baca komunitas motor). Dulunya komunitas motor hanya bepergian begitu saja, kadang dengan menggeber motor ke beberapa tempat. Namun RLI melakukan kolaborasi dengan komunitas motor itu.

Komunitas motor itu bepergiaan, melakukan konvoi ke daearah terpencil untuk menyalurkan buku-buku ke seluruh pelosok jaringan RLI.

“Komunitas motor mempunyai peranan sosial dan mendapatkan pengalaman berharga ke daerah -daerah pelosok,” kata Tunggul.

Setelah melihat kegiatan literasi di Rumah Literasi Indonesia saya percaya selain menjadi jendela dunia, buku juga menjadi pintu penghubung semua hal di dunia. [T]

Gol A Gong | Atlet Badminton, Novelis, Duta Baca, Membangun Rumah Dunia
Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok: Literasi Anak-anak dari Buleleng Timur
Membaca Danarto dengan Segala Imajinasinya | Catatan Diskusi Semenjana
Tags: banyuwangiJawa TimurLiterasirumah bacarumah belajarRumah Literasi Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Konser Quino The Big Mountain: Tarian Ska dan Musik Reggae Menemani Debur Ombak Pantai Sanur

Next Post

Di Bondalem, Sampah Organik Jadi Pupuk, Sampah Plastik Barangkali Bakal Jadi Aspal

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Di Bondalem, Sampah Organik Jadi Pupuk, Sampah Plastik Barangkali Bakal Jadi Aspal

Di Bondalem, Sampah Organik Jadi Pupuk, Sampah Plastik Barangkali Bakal Jadi Aspal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co