25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 8, 2022
in Khas
Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata

Tunggul Harwanto (tengah) pendiri Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Jawa Timur

DI KABUPATEN BANYUWANGI, Jawa Timur, tidak hanya terdapat obyek wisata alam dan budaya, tapi juga obyek wisata literasi. Lokasinya di Rumah Literasi Indonesia (RLI),  di Dusun Gunung Remuk, Desa Ketapang, Kecamatan Kali Puro.

Tempat itu adalah sebuah rumah yang di dalamnya tentu saja berisi berbagai jenis buku dan bahan bacaan, juga sarana belajar, bermain, sarana membaca, serta perlengkapan-perlengkapan lain yang menjadikan rumah itu bukan sekadar rumah untuk diam, tapi rumah untuk bergerak, juga berwisata.

Di Rumah Literasi Indonesia, selain buku dan sarana belajar, juga terdapat kebun sayur dan kolam lobster air tawar. Di sekitar rumah itu terdapat bentang alam yang sungguh asyik ditelusuri untuk kegiatan trekking.

Tunggul Harwanto adalah pendiri rumah itu. RLI dibangun tahun 2014 yang diawali dengan gerakan-gerakan kecil, lalu membesar, dan membesar, sehingga didirikanlah yayasan untuk menaungi gerakan itu. Namanya, Yayasan Rumah Literasi Nusantara yang secara sah berdiri tahun 2018.

Saya sempat singgah di RLI, Minggu, 4 Desember 2022. Saya disambut Mas Tunggul dengan ramah. Begitu masuk rumah itu, sangat terasa napas literasi berhembus dari segala ruangan, bahkan dari alam sekitar di Dusun Gunung Remuk.

Tunggul Harwanto (kiri) bersama saya (penulis)

Tunggul Harwanto adalah alumnus SMA 1 Melaya, Jembrana, Bali. Ia memang memiliki kecintaan pada dunia literasi. Yang unik, ia tak punya latar belakang pendidikan yang khusus bisa disambungkan ke dunia literasi.

Setelah tamat SMA, ia   melanjutkan ke Skolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi mengambil  S1 Jurusan Keperawatan. Kemudian ia melanjutkan pendidikan S2 Jurusan Kedokteran Keluarga di perguruan tinggi di Solo.

Iahun 2014 ia sempat sempat mengajar di Universitas Bakti Indonesia, Jurusan Keperawatan (Ilmu Kesehatan Masyarakat) di Banyuwangi. Namun ia hanya betah mengajar selama setahun, dan memutuskan untuk mengembangkan dunia literasi di rumahnya.

Tonggak ia awal jatuh cinta pada dunia literasi ketika ia terlibat kelas inspirasi selama satu hari yang diadakan oleh sebuah rumah sakit untuk edukasi. Saat itu, Tunggul menjadi relawan pengajar di pelosok Banyuwangi bagian selatan.

“Saya menemukan semangat ketika seharian melihat dan terlibat dalam kelas inspirasi itu,” kata Tunggul.

Apalagi, dalam program itu dipilih menjadi ketua kelas inspirasi. Lalu, dipertemukan dengan Nurul Hikmah, seorang gadis yang punya kecintaan besar pada dunia literasi.

Nurul Hikmah adalah pendiri Rumah Baca, yaitu  Rumah Literasi Banyuwangi, yang sejak awal sudah menyebarkan virus baik pada dunia bacaan. Nurul akhirnya menjadi istri Mas Tunggul.

Tunggu dan Nurul kemudian bahu membahu mengembangkan Rumah Literasi Indonesia. Selama tiga  tahun mereka keliling Banyuwangi pahit dan getir yang mereka rasakan.

“Kami merasakan bagaimana beratnya membuka dan mengkampanyekan taman baca,” kata Tunggul.

Program Wisata Literasi di Rumah Literasi Indonesia, Banyuwangi

Literasi bukan hanya tentang buku yang dibaca tapi tentang mengelola manusia dengan berbagai bacaan. Dengan sabar Tunggul bersama istrinya menemua berbagai macam manusia. Sehingga akhirnya RLI memiliki jaringan pada 57 taman baca di seluruh Kabupaten Banyuwangi.

Program-program yang mereka kembangnya antara lain program Literasik, Desa Literasi, Bookbuster, Inspirasi Sekolah Literasi, Voluntary Capacity Building dan Gerakan1000 Rumah Baca. Masing-mamsing program memiliki kepala program.

Yang istimewa dari Rumah Literasi Indonesia ini adalah sebuah program Wisata Literasi. Dirilis tahun 2017 sampai sekarang sudah tiga sekolah yang melakukan kerjasama dengan RLI untuk menggelar wisata literasi..

Apa itu wisata literasi di Rumah Literasi Indonesia?

Secara umum kegiatan wisata literasi ini mencakup  berberapa kegiatan yakni usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Rumah Sayur, Rumah Lobster dan Trekking.

Di Eumah Literasi Indonesia terdapat kebun sayur, kolam dan tempat melakukan workshop kerajinan serta kegiatan masak-memasak. Anak-anak sekolah yang mengikuti wisata literasi diajak untuk belajar menanam sayur, atau mearawat lobster dalam kolam serta diajak untuk membuat barang kerajinan.

Setelah itu anak-anak diajak trekking untuk melakukan eksplorasi alam di wilayah perkebunan dan perbukitan. Anak-anak membawa buku melakukan pembacaan buku sekaligus membaca alam di alam terbuka. Setelah itu mereka pulang kembali ke rumah literasi, memanen sayur bersama dan menangkap lobster bersama, memasak bersama dan tentu saja diakhiri dengan makan bersama.

Rumah Lobster di Rumah Literasi Indonesia

Jadilah ini memang berwisata dan sekaligus melakukan kegiatan literasi yang memang harus selalu dinamis berjalan, mengenal dan memahami alam.sekitarnya, sembari menanamkan makna literasi yang sebenar-benarnya dengan menu tidak hanya membaca buku saja. 

Dan hal yang lagi-lagi istimewa, RLI selalu berkala mendistribusikan buku-buku bacaan kepada jaringannya di seluruh Banyuwangi.

Untuk hal baik itu ada juga kolaborasi antara gank motor (baca komunitas motor). Dulunya komunitas motor hanya bepergian begitu saja, kadang dengan menggeber motor ke beberapa tempat. Namun RLI melakukan kolaborasi dengan komunitas motor itu.

Komunitas motor itu bepergiaan, melakukan konvoi ke daearah terpencil untuk menyalurkan buku-buku ke seluruh pelosok jaringan RLI.

“Komunitas motor mempunyai peranan sosial dan mendapatkan pengalaman berharga ke daerah -daerah pelosok,” kata Tunggul.

Setelah melihat kegiatan literasi di Rumah Literasi Indonesia saya percaya selain menjadi jendela dunia, buku juga menjadi pintu penghubung semua hal di dunia. [T]

Gol A Gong | Atlet Badminton, Novelis, Duta Baca, Membangun Rumah Dunia
Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok: Literasi Anak-anak dari Buleleng Timur
Membaca Danarto dengan Segala Imajinasinya | Catatan Diskusi Semenjana
Tags: banyuwangiJawa TimurLiterasirumah bacarumah belajarRumah Literasi Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Konser Quino The Big Mountain: Tarian Ska dan Musik Reggae Menemani Debur Ombak Pantai Sanur

Next Post

Di Bondalem, Sampah Organik Jadi Pupuk, Sampah Plastik Barangkali Bakal Jadi Aspal

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Di Bondalem, Sampah Organik Jadi Pupuk, Sampah Plastik Barangkali Bakal Jadi Aspal

Di Bondalem, Sampah Organik Jadi Pupuk, Sampah Plastik Barangkali Bakal Jadi Aspal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co