13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Konser Quino The Big Mountain: Tarian Ska dan Musik Reggae Menemani Debur Ombak Pantai Sanur

Satria Aditya by Satria Aditya
December 7, 2022
in Pop
Konser Quino The Big Mountain: Tarian Ska dan Musik Reggae Menemani Debur Ombak Pantai Sanur

Konser Quino The Big Mountain di Pantai Segara Sanur, Bali

DEBURAN OMBAK Pantai Segara Sanur di sisi timur Denpasar, Bali, dengan tenang menyapu pesisir. Sejak pukul 6 sore, wisatawan dan orang-orang datang ke pantai itu.

Wisatawan dan orang-orang itu bisa ditebak, mereka sebagian besar penggemar musik reggae. Ada penggemar berat, ada juga penggemar ikut-ikutan. Yang pasti, pantai itu ramai.

Orang-orang itu terlihat memasuki Segara Seaside, Sanur. Di sana sudah ada panggung yang terbilang cukup kecil dari pada panggung konser biasanya. Namun panggung itulah yang bakal jadi pusat perhatian semua orang.

Kursi dan meja yang sudah sedia memikat orang-orang untuk duduk dan ditemani dengan lampu bohlam kuning yang tergantung melintang dari satu sisi ke sisi lainnya. Orang-orang lalu-lalang menyiapkan acara, mempersilahkan tamu-tamu untuk duduk dan mempersiapkan pesanan mereka.

Waktu sudah menunjukkan pukul 7. Matahari sudah tenggelam. Orang-orang bersiap mengalihkan pandangan mereka ke atas panggung. Mereka bersiap menonton sejumlah band yang mengawali kemeriahan di panggung itu, sebelum panggung diisi penampil utama, Quino The Big Mountain.

Begitulah keriuhan Sanur. Orang-orang bergembira dan deburan ombak senantiasa menerpa kecil ke tepian dalam “Mini Konser Quino The Big Mountain”

Acara pertama dibuka oleh band The Small Axe. Ada yang berbeda dalam konser ini, maklum, ini adalah pertama kalinya saya menonton konser slow reggae seperti ini. Bisa dibilang, musik reggae kali ini tidak membuat denyut jantung makin kencang, seperti misalnya konser-konser di lapangan desa dan kampus-kampus yang tak jarang diwarnai adu jotos antar penggemar.

Musik reggae yang mengalun di Pantai Sanur ini memikat banyak penonton untuk berjingkrak dengan gembira,berdiri atau tetap di tempat duduk, sembari sesekali mengikuti alunan musik-musik yang mereka dengar.

Lagu-lagu dari The Small Axe juga begitu. Orang-orang dapat menikmati lagunya sembari duduk, menikmati bir dan suasana pantai yang sangat tenang.

Selanjutnya panggung diisi oleh Bobi Dinar. Harmonisasi dari Bobi Dinar yang menggaet Gde Kurniawan untuk menjadi gitarisnya sangat padu dengan melodi-melodi Bali. Walau ada lagu yang berbahasa Indonesia, tapi turis-turis asing yang ikut menonton sangat menikmati pertunjukan mereka.

Setelah berselang beberapa lagu dari The Small Axe dan Bobi Dinar, akhirnya Marapu yang hanya membawakan 3 lagu langsung dilanjutkan oleh penampilan utama Quino Big Mountain yang juga berkolaborasi dengan Marapu.

Orang-orang yang menonton memang sengaja menunggu acara utamanya. Depan panggung seketika riuh dan sedikit padat karena orang-orang yang ingin menikmati lagu-lagu Big Mountain. Mereka berjingkrak. Tarian ska dan reggae menjadi satu.

Ada yang masih menenteng sebotol bir, ada yang berjoget dengan teman-teman mereka dan ada yang tidak ingin kehilangan momen sembari live lewat akun facebook atau merekam konser itu.

Konser kali ini memang sangat-sangat seru. Wisatawan selalu datang dan pergi di Bali. Tetapi, karena pandemi kemarin, Bali menjadi sepi wisatawan. Konser inilah yang menjadi salah satu daya tarik agar bali kembali bisa menggaet wisatawan dan memberitahu bahwa Bali tetap baik-baik saja. Yooo man!

Agung Bagus Mantra, founder dari Pregina Art Showbiz Bali, yang menggelar acara ini, menyebutkan acara ini merupakan pertemuan jejaring musik Nasional Internasional.

“Kami menggelar acara ini dengan semangat kebersamaan demi mempromosikan destinasi Bali, dan juga tidak sebatas itu, agar bali dapat menambah jaringan-jaringan musik internasional di dalam ensiklopedianya,” kata Gung Gus Mantra.

Mini Konser ini adalah sebuah kerja dengan semangat bersama yang diadakan oleh Pregina Art Showbiz Bali, Yayasan Pembangunan Sanur, Segara The Seaside, Hatten Wine Bali, yang merupakan sekaligus sebagai ajang Road to Denpasar Festival 2022. [T]

Quino Big Mountain Siap Sapa Penggemar dalam Mini Konser Reggae di Pantai Segara Sanur
Balawan: Musik Tradisi Tetap Perhatikan Unsur Modern Seperti Fashion dan Tata Lampu
REIM Space dan Upaya-upaya Membangun Ekosistem Bermusik di Kota Singaraja | Ekosistem Seperti Apa?
Tags: musikmusik reggaePantai SanurQuino Big Mountainseni musik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Sudharmaja Duniaji: Tokoh Reformasi dengan Karir Politik yang Pahit

Next Post

Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
0
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

Read moreDetails

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

by tatkala
May 14, 2026
0
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

Read moreDetails

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
0
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

Read moreDetails

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
0
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

Read moreDetails

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

by Angga Wijaya
April 29, 2026
0
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

Read moreDetails

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

Read moreDetails

Lolot Band Rilis ‘Tajir Melintir’: Album ke-11 yang Ringkas dan Mengena

by Dede Putra Wiguna
April 3, 2026
0
Lolot Band Rilis ‘Tajir Melintir’: Album ke-11 yang Ringkas dan Mengena

SETELAH keberhasilan album ke-10 ‘Bali Metangi’ pada 2022, Lolot Band kembali menegaskan eksistensinya lewat rilisan terbaru mereka, ‘Tajir Melintir’. Album...

Read moreDetails

‘Linglung’, Debut Solo Rahtwo Rock Bali yang Enerjik, Jenaka, dan Penuh Warna

by Dede Putra Wiguna
March 29, 2026
0
‘Linglung’, Debut Solo Rahtwo Rock Bali yang Enerjik, Jenaka, dan Penuh Warna

RAHTWO ROCK BALI, musisi yang selama ini dikenal sebagai bagian dari grup Triple X Bali, kini melangkah ke jalur solo...

Read moreDetails

Filla Rilis ‘I’m a Fire’, Langkah Baru Tegaskan Energi dan Eksistensi

by Dede Putra Wiguna
March 21, 2026
0
Filla Rilis ‘I’m a Fire’, Langkah Baru Tegaskan Energi dan Eksistensi

UNIT rock tunanetra Filla kembali menegaskan eksistensinya di kancah musik lewat perilisan single terbaru berjudul I’m a Fire yang kini...

Read moreDetails

‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas

by Dede Putra Wiguna
March 12, 2026
0
‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas

LEWAT single perdana “Langkah Kita”, Vertical Limit menandai langkah awal perjalanan karir bermusik mereka. Band yang digawangi empat remaja ini...

Read moreDetails
Next Post
Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata

Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co