14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam Sudharmaja Duniaji: Tokoh Reformasi dengan Karir Politik yang Pahit

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
December 7, 2022
in Khas
In Memoriam Sudharmaja Duniaji: Tokoh Reformasi dengan Karir Politik yang Pahit

Nyoman Sudharmaja Duniaji (tengah) sedang diwawancarai wartawan sekira tahun 2002 | Foto: Istimewa

NYOMAN SUDARMAJA DUNIAJI tutup usia, Minggu, 3 Desember 2022. Semasa hidupnya ia pernah dikenal sebagai politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkemuka di Buleleng. Dan, sebagai politikus, kepergiannya tentu saja meninggalkan sejuta kisah politik—dari kisah politik paling cemerlang hingga kisah kisah politik yang membuatnya terpuruk.

Ia sudah sejak lama menderita sakit diabetes dan kerap bolak-balik ke rumah sakit untuk berobat. Sebulan lalu, kondisinya sempat menurun. Selain menderita diabetes, terakhir ia divonis terserang stroke batang otak. Penyakit itu sempat membuat daya ingatnya menurun. Ia meninggal di RSUD Buleleng saat menjalani perawatan. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Desa Bubunan, Seririt, Buleleng.

Generasi muda di Buleleng, saat ini, termasuk kader muda PDIP, barangkali tidak banyak yang mengenal Nyoman Sudharmaja Duniaji. Tentu saja sejak sekitar dua kali masa Pemilu namanya tak banyak disebut-sebut. Ia tidak menjadi anggota Dewan, tidak menjadi pejabat, dan tidak banyak melakukan kegiatan politik.

Padahal, pada masa politik yang begitu gawat di tahun 1990-an, menjelang lengsernya kekuasaan Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto, nama Sudharmaja Duniaji selalu menjadi pembicaraan. Ia masuk dalam jajaran politisi muda yang turut andil dalam gerakan reformasi.

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) saat itu terbelah dua. PDI Soeryadi yang diakui pemerintah dan PDI Megawati Soekarno Putri (PDI Pro Mega) yang tak diakui pemerintahan Soeharto. Dan, Sudharmaja berada pada barisan PDI Pro Mega dan terus berjuang membesarkan partai. Saat itu tak banyak orang atau tokoh yang berani terang-terangan masuk PDI Pro Mega karena takut pada pemerintahan Orde Baru.

Namun Sudharmaja Duniaji jalan terus. Ketika Orde Baru jatuh, dan PDI Pro Mega berubah menjadi PDI Perjuangan atau PDIP, nama Sudharmaja makin cemerlang sebagai politisi andal dari PDIP. Sebagai ketua DPC PDIP Buleleng saat itu ia mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Buleleng pada Pemilu 1999. Dan saat itu PDIP mendapatkan 31 kursi, termasuk kursi untuk Sudharmaja. Makin naik karir politiknya, ia menjadi Ketua DPRD Buleleng periode 1999-2004.

Saat itu terjadi pergolakan politik di Buleleng. Bupati Buleleng Wirata Sindu yang dianggap produk Orde Baru, digulingkan. Dan digelarlah Pemilihan Bupati pertama pada era reformasi, tahun 2002, untuk memilih pengganti Wirata Sindu.

Pada Pilkada itu, Sudharmaja menjadi calon bupati berpasangan dengan Nyoman Sudiana sebagai calon wakil bupati. Saat itu Pilkada belum dilakukan secara langsung, masih dipilih oleh anggota DPRD.

Peluang menang Sudharmaja yang dicalonkan oleh Fraksi PDIP saat itu sangat besar. Dari 45 anggota DPRD Buleleng hasil pemilu legislatif (pileg) tahun 1999, PDIP menduduki 31 kursi. Artinya, jika semua anggoa Fraksi PDIP memilih calon kepala daerah dari PDIP pastilah Sudharmaja menang.

Tapi kenyataan dalam politik tak segampang hitung-hitungan jumlah kursi. Nasib Sudarmaja ternyata apes. Sejumlah anggota Fraksi PDIP membelot dan memilih calon lain yang bukan dicalonkan oleh Fraksi PDIP. Sehingga, saat kartu suara dihitung, kalahlah Sudarmaja. Pemenangnya adalah pasangan calon bupati dan wakil bupati, Putu Bagiada dan Gede Wardana, yang dicalonkan oleh fraksi lain.

Kekalahan Sudarmaja saat pilkada itu membuat karirnya kian merosot. Apalagi kemudian ia tersandung kasus korupsi penyalahgunaan dana tirtayatra saat menjadi pimpinan DPRD. Karir politiknya hancur.  

Pada Pemilu tahun 2004, ia tetap ikut mencalonkan diri sebagai anggota legislative dari PDIP. Namun angin politik tidak memihaknya. Ia didaftarkan sebagai caleg PDIP di DPRD Bali dengan nomor urut 6. Saat itu PDIP meraih 5 kursi di DPRD Bali, dan Sudharmaja terlempar.

Sejak itulah namanya kemudian jarang disebut-sebut. Sementara dunia politik di Buleleng sudah dipenuhi dengan nama-nama baru sehingga nama Sudharmaja semakin lenyap sampai akhir hayatnya, Minggu 3 Desember ini.

Sosok Panutan

Di mata lima anaknya Sudharmaja Duniaji adalah sosok panutan. Ia dikenang sebagai sosok ayah yang bertanggungjawab dan penyayang. Ia selalu meluangkan waktu untuk keluarga.

“Dulu saat Bapak jadi Ketua DPRD tahun 1999-2004, kalau bicara pekerjaan ya pasti sangat sibuk. Tapi Bapak selalu ada untuk kami,” ujar Mega Paramitha, putri keempat Sudharmaja, di rumah duka di Desa Bubunan, Selasa, 6 Desember 2022.

Kendati sempat tersandung kasus korupsi, Sang Bapak tetap mengingatkan anak-anaknya agar tak salah langkah. Pengalaman Sudharmaja menjadi guru bagi istri dan anak-anaknya.

“Kami anak-anak tidak ada yang meniru jejak Bapak di politik. Karena banyak pelajaran yang kami dapat dari Bapak selaku tokoh politik. Jadi kami tidak memilih jalan itu,” ujarnya.

Apalagi, sebagai tokoh politik, Sudharmaja pernah nyaris kehilangan nyawa akibat ditebas golok di bagian kening. Ia diserang kawanan perampok saat tengah malam.

Atas pengalaman-pengalaman pahit itu. pihak keluarga pun sempat meminta Sudharmaja untuk mundur dari dunia politik. Tapi ia tetap bertahan. Ia teguh pendirian dan berjalan dengan idealismenya. “Kami lihat tekanan politik itu berat. Bapak tetap jalan, hati Bapak tetap untuk PDIP,” kata Mega Paramitha.[T]

Sudarmaja, Sukrawan, Suradnyana, dan Nasib Apes Ketua DPC PDIP di Pilkada
Dari Sukaja Hingga Sukrawan – Barisan Kader PDI-P Korban Pilkada di Bali
Putu Bagiada | Dari Bupati ke Bhawati, Dari Riuh Politik ke Hening Pengetahuan
Tags: bulelengPDIPPilkada BulelengPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berkarya Terus, Karya yang Baik Akan Dikenang, Sekarang atau Setelah Mati

Next Post

Konser Quino The Big Mountain: Tarian Ska dan Musik Reggae Menemani Debur Ombak Pantai Sanur

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Konser Quino The Big Mountain: Tarian Ska dan Musik Reggae Menemani Debur Ombak Pantai Sanur

Konser Quino The Big Mountain: Tarian Ska dan Musik Reggae Menemani Debur Ombak Pantai Sanur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co