13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putu Bagiada | Dari Bupati ke Bhawati, Dari Riuh Politik ke Hening Pengetahuan

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 15, 2021
in Khas
Putu Bagiada | Dari Bupati ke Bhawati, Dari Riuh Politik ke Hening Pengetahuan

Upacara munggah bhawati Putu Bagiada dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di Puri Celukbuluh, kawasan Lovina, Buleleng, Sabtu, bertepatan dengan Tumpek Landep, 13 Februari 2021.

Tak banyak kabar terdengar, Putu Bagiada, yang dikenal sebagai Bupati Buleleng periode 2002-2007 dan periode 2007-2012, kini sudah menyandang status sebagai bhawati untuk kemudian menjalani proses belajar menjadi Sri Mpu, atau sulinggih dari keluarga besar Pasek.

Upacara munggah bhawati dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di Puri Celukbuluh, kawasan Lovina, Buleleng, Sabtu, bertepatan dengan Tumpek Landep, 13 Februari 2021.

“Upacara (munggah bhawati) dilakukan Sabtu malam,” kata Jro Putu Sandiarta, perwakilan keluarga, Minggu (14/2/2021).

Kini mantan Bupati Buleleng yang cukup terkenal pada awal reformasi itu disebut dengan nama Ida Bhawati Pasek Dr Drs Putu Bagiada MM. dan istrinya dipanggil dengan nama Ida Bhawati Pasek Istri Dra. I Gusti Ayu Nyoman Sayang.

Ada tiga nabe atau guru yang mendampingi Ida Bhawati Putu Bagiada dalam menjalani proses belajar, yakni Ida Pandita Mpu Nabe Putra Dwi Tantra sebagai nabe/guru napak, Ida Pandita Mpu Nabe Istri Dwi Daksa sebagai nabe saksi, dan Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Putra Pemuteran sebagai nabe waktra.

Nabe napak sebagai guru yang melahirkan putra, nabe waktra yang memberi pelajaran, nabe saksi yang sebagai pengontrol sejauhmana kurikulum sudah disampaikan kepada sisya oleh guru waktra.

Upacara munggah bhawati Sabtu malam juga dihadiri Ida Bhawati Pitana Mekarsari yang juga mantan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ri.

“Ida Bhawati Dr Drs Putu Bagiada MM. Selamat atas upacara munggah bhawati yang sudah berjalan lancar. Dengan pengalaman sebagai Bupati Buleleng selama 10 tahun, pastilah banyak pengalaman yngg bisa di-sharing kepada umat”. Demikin ucapan selamat yang disampaikan Ida Bhawati Pitana melalui laman facebook.

Jalan Panas Menjadi Bupati

Munggah bhawati yang dilakoni Putu Bagiada tampaknya bakal menambah makin banyaknya deretan mantan pejabat dan kepala daerah yang menjadi sulinggih. Ida Bhawati Pasek Dr Drs Putu Bagiada MM. dikenal sebagai Bupati Buleleng pertama setelah masa reformasi.

Keberhasilan Putu Bagiada sebagai kepala daerah pada “masa-masa politik yang panas” di Bali Utara itu memang dilalui dengan jalan keras dan berliku-liku.   Pada periode pertama, 2002-2007, ia terpilih melalui sidang pemilihan kepala daerah di DPRD Buleleng, Selasa 7 Mei 2002. Sidang itu sendiri berlangsung ricuh.

Dalam sidang itu, Putu Bagiada  yang berpasangan dengan Gde Wardhana memperoleh 25 suara. Mereka mengalahkan pasangan Nyoman Sudharmaja Duniaji dan Nyoman Sudiana yang hanya memperoleh 18 suara. Namun kericuhan terjadi karena Nyoman Sudharmaja yang saat itu sekaligus menjadi pimpinan sidang tak mengakui kemenangan Bagiada-Wardana.

Kemenangan Bagiada-Wardana saat itu memang bisa dianggap mengejutkan. Pasalnya, berdasarkan hitung-hitungan di atas kertas, pasangan Sudharmaja-Sudiana yang diusung Fraksi PDI-P bisa memang dengan mudah, karena jumlah anggota Fraksi PDI-P saat itu lebih dari setengah jumlah keseluruhan anggota DPRD. Tapi nyatanya, Bagiada-Wardana menang perolehan suara.

Sempat terjadi protes diwarnai demo dari massa dan kader PDIP, namun Bagiada-Wardana akhirnya tetap disahkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati.

Pada Pilkada Buleleng 2007, Putu Bagiada mencalon diri lagi menjadi Bupati Buleleng. Kali itu, ia berpasangan dengan kader PDIP Buleleng Made Arga Pynatih. Yang menarik, jika pada periode pilkada pertama ia melawan PDIP, pada pilkada kedua ia justru diusung oleh PDIP.

Pada Pilkada tahun 2007, pemilihan bukan lagi melalui sidang DPRD, tapi sudah mamsuk pada sistem pemilihan langsung. Artinya perjuangan Bagiada tentu lebih berat, namun ia tetap menang. Putu Bagiada-Made Arga Pynatih memperoleh kemenangan dengan 112.033 suara, atau 36,18 persen.

Ia mengalahkan tiga pasangan calon lainnya, yakni Jro Nyuman Ray Yusha-Ni Putu Febri Antari yang meraih 81.373 suara atau 26,28 persen, Nyoman Sugawa Korry-Luh Kerthianing meraih 68.064 suara atau 21,98 persen, dan Made Westra-Ketut Englan meraih 48.102 suara atau 14,56 persen.

Seperti juga pada pilkada sebelumnya, kemenangan Bagiada-Arga Pynatih juga tetap mendapatkan protes dari lawan-lawannya. Suasana politik saat itu menjadi riuh dan panas, bahkan diwarnai dengan kasus-kasus pembakaran tempat publik di sejumlah desa. Meski ada riak protes, Bagiada-Arga Pynatih tetap disahkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati untuk periode 2007 hingga 2012.

Pada Pilkada 2012, meski jabatannya sudah bakal berakhir dan tak boleh mencalonkan lagi sebagai kepala daerah, ia tetap punya urusan dengan dunia politik yang panas dan keras. Pada Pilkada 2012 itu, anaknya, Gede Ariadi dipasang untuk menjadi calon Bupati Buleleng berpasangan dengan Wayan Arta.

Ariadi-Wayan Arta maju dengan diusung Partai Golkar  serta sejumlah partai lain, melawan pasangan Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra yang diusung PDIP. Kita tahu, Ariadi-Arta kalah dalam pilkada itu, dan Agus Suradnyana-Sutjidra melenggang jadi Bupati Buleleng hingga sekarang.

Mulailah apes menimpa Putu Bagiada. Setelah anaknya kalah, ia sendiri menjadi tersandung kasus korupsi usai mengakhiri masa jabatannya sebagai bupati. Setelah usai menjalani masa hukuman, kabarnya tak banyak terdengar, apalagi dalam dunia politik, karena ia lebih suka menyepi di Puri Clukbuluh, sembari belajar masalah agama.

Sesekali namanya disebut-sebut lagi dalam panas dunia politik, misalnya dikutip-kutip dalam urusan dukung-mendukung calon kepala daerah, baik pada Pilkada Buleleng maupun pada Pilgub Bali. Namun tampaknya ia tak tertarik lagi msuk dunia politik.

Putu Bagiada ternyata lebih tertarik masuk dalam hening pengetahuan agama. Setelah belajar “diam-diam” sejak lama, ia pun memutuskan munggah bhawati dan belajar secara serius untuk menjalani proses sebagai sulinggih – orang suci yang akan menyebarkan pengetahuan agama pada umat.

Semoga lancar selalu, Ida Bhawati. [T]

Tags: agamabulelengPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Duku dan Duka | Kisah Kematian Pohon-Pohon

Next Post

Kami, Elegi Riau yang Ditinggal Pergi: Antara Kegelisahan dan Optimisme

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Kami, Elegi Riau yang Ditinggal Pergi: Antara Kegelisahan dan Optimisme

Kami, Elegi Riau yang Ditinggal Pergi: Antara Kegelisahan dan Optimisme

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co