2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putu Bagiada | Dari Bupati ke Bhawati, Dari Riuh Politik ke Hening Pengetahuan

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 15, 2021
in Khas
Putu Bagiada | Dari Bupati ke Bhawati, Dari Riuh Politik ke Hening Pengetahuan

Upacara munggah bhawati Putu Bagiada dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di Puri Celukbuluh, kawasan Lovina, Buleleng, Sabtu, bertepatan dengan Tumpek Landep, 13 Februari 2021.

Tak banyak kabar terdengar, Putu Bagiada, yang dikenal sebagai Bupati Buleleng periode 2002-2007 dan periode 2007-2012, kini sudah menyandang status sebagai bhawati untuk kemudian menjalani proses belajar menjadi Sri Mpu, atau sulinggih dari keluarga besar Pasek.

Upacara munggah bhawati dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di Puri Celukbuluh, kawasan Lovina, Buleleng, Sabtu, bertepatan dengan Tumpek Landep, 13 Februari 2021.

“Upacara (munggah bhawati) dilakukan Sabtu malam,” kata Jro Putu Sandiarta, perwakilan keluarga, Minggu (14/2/2021).

Kini mantan Bupati Buleleng yang cukup terkenal pada awal reformasi itu disebut dengan nama Ida Bhawati Pasek Dr Drs Putu Bagiada MM. dan istrinya dipanggil dengan nama Ida Bhawati Pasek Istri Dra. I Gusti Ayu Nyoman Sayang.

Ada tiga nabe atau guru yang mendampingi Ida Bhawati Putu Bagiada dalam menjalani proses belajar, yakni Ida Pandita Mpu Nabe Putra Dwi Tantra sebagai nabe/guru napak, Ida Pandita Mpu Nabe Istri Dwi Daksa sebagai nabe saksi, dan Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Putra Pemuteran sebagai nabe waktra.

Nabe napak sebagai guru yang melahirkan putra, nabe waktra yang memberi pelajaran, nabe saksi yang sebagai pengontrol sejauhmana kurikulum sudah disampaikan kepada sisya oleh guru waktra.

Upacara munggah bhawati Sabtu malam juga dihadiri Ida Bhawati Pitana Mekarsari yang juga mantan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ri.

“Ida Bhawati Dr Drs Putu Bagiada MM. Selamat atas upacara munggah bhawati yang sudah berjalan lancar. Dengan pengalaman sebagai Bupati Buleleng selama 10 tahun, pastilah banyak pengalaman yngg bisa di-sharing kepada umat”. Demikin ucapan selamat yang disampaikan Ida Bhawati Pitana melalui laman facebook.

Jalan Panas Menjadi Bupati

Munggah bhawati yang dilakoni Putu Bagiada tampaknya bakal menambah makin banyaknya deretan mantan pejabat dan kepala daerah yang menjadi sulinggih. Ida Bhawati Pasek Dr Drs Putu Bagiada MM. dikenal sebagai Bupati Buleleng pertama setelah masa reformasi.

Keberhasilan Putu Bagiada sebagai kepala daerah pada “masa-masa politik yang panas” di Bali Utara itu memang dilalui dengan jalan keras dan berliku-liku.   Pada periode pertama, 2002-2007, ia terpilih melalui sidang pemilihan kepala daerah di DPRD Buleleng, Selasa 7 Mei 2002. Sidang itu sendiri berlangsung ricuh.

Dalam sidang itu, Putu Bagiada  yang berpasangan dengan Gde Wardhana memperoleh 25 suara. Mereka mengalahkan pasangan Nyoman Sudharmaja Duniaji dan Nyoman Sudiana yang hanya memperoleh 18 suara. Namun kericuhan terjadi karena Nyoman Sudharmaja yang saat itu sekaligus menjadi pimpinan sidang tak mengakui kemenangan Bagiada-Wardana.

Kemenangan Bagiada-Wardana saat itu memang bisa dianggap mengejutkan. Pasalnya, berdasarkan hitung-hitungan di atas kertas, pasangan Sudharmaja-Sudiana yang diusung Fraksi PDI-P bisa memang dengan mudah, karena jumlah anggota Fraksi PDI-P saat itu lebih dari setengah jumlah keseluruhan anggota DPRD. Tapi nyatanya, Bagiada-Wardana menang perolehan suara.

Sempat terjadi protes diwarnai demo dari massa dan kader PDIP, namun Bagiada-Wardana akhirnya tetap disahkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati.

Pada Pilkada Buleleng 2007, Putu Bagiada mencalon diri lagi menjadi Bupati Buleleng. Kali itu, ia berpasangan dengan kader PDIP Buleleng Made Arga Pynatih. Yang menarik, jika pada periode pilkada pertama ia melawan PDIP, pada pilkada kedua ia justru diusung oleh PDIP.

Pada Pilkada tahun 2007, pemilihan bukan lagi melalui sidang DPRD, tapi sudah mamsuk pada sistem pemilihan langsung. Artinya perjuangan Bagiada tentu lebih berat, namun ia tetap menang. Putu Bagiada-Made Arga Pynatih memperoleh kemenangan dengan 112.033 suara, atau 36,18 persen.

Ia mengalahkan tiga pasangan calon lainnya, yakni Jro Nyuman Ray Yusha-Ni Putu Febri Antari yang meraih 81.373 suara atau 26,28 persen, Nyoman Sugawa Korry-Luh Kerthianing meraih 68.064 suara atau 21,98 persen, dan Made Westra-Ketut Englan meraih 48.102 suara atau 14,56 persen.

Seperti juga pada pilkada sebelumnya, kemenangan Bagiada-Arga Pynatih juga tetap mendapatkan protes dari lawan-lawannya. Suasana politik saat itu menjadi riuh dan panas, bahkan diwarnai dengan kasus-kasus pembakaran tempat publik di sejumlah desa. Meski ada riak protes, Bagiada-Arga Pynatih tetap disahkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati untuk periode 2007 hingga 2012.

Pada Pilkada 2012, meski jabatannya sudah bakal berakhir dan tak boleh mencalonkan lagi sebagai kepala daerah, ia tetap punya urusan dengan dunia politik yang panas dan keras. Pada Pilkada 2012 itu, anaknya, Gede Ariadi dipasang untuk menjadi calon Bupati Buleleng berpasangan dengan Wayan Arta.

Ariadi-Wayan Arta maju dengan diusung Partai Golkar  serta sejumlah partai lain, melawan pasangan Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra yang diusung PDIP. Kita tahu, Ariadi-Arta kalah dalam pilkada itu, dan Agus Suradnyana-Sutjidra melenggang jadi Bupati Buleleng hingga sekarang.

Mulailah apes menimpa Putu Bagiada. Setelah anaknya kalah, ia sendiri menjadi tersandung kasus korupsi usai mengakhiri masa jabatannya sebagai bupati. Setelah usai menjalani masa hukuman, kabarnya tak banyak terdengar, apalagi dalam dunia politik, karena ia lebih suka menyepi di Puri Clukbuluh, sembari belajar masalah agama.

Sesekali namanya disebut-sebut lagi dalam panas dunia politik, misalnya dikutip-kutip dalam urusan dukung-mendukung calon kepala daerah, baik pada Pilkada Buleleng maupun pada Pilgub Bali. Namun tampaknya ia tak tertarik lagi msuk dunia politik.

Putu Bagiada ternyata lebih tertarik masuk dalam hening pengetahuan agama. Setelah belajar “diam-diam” sejak lama, ia pun memutuskan munggah bhawati dan belajar secara serius untuk menjalani proses sebagai sulinggih – orang suci yang akan menyebarkan pengetahuan agama pada umat.

Semoga lancar selalu, Ida Bhawati. [T]

Tags: agamabulelengPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Duku dan Duka | Kisah Kematian Pohon-Pohon

Next Post

Kami, Elegi Riau yang Ditinggal Pergi: Antara Kegelisahan dan Optimisme

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kami, Elegi Riau yang Ditinggal Pergi: Antara Kegelisahan dan Optimisme

Kami, Elegi Riau yang Ditinggal Pergi: Antara Kegelisahan dan Optimisme

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co