10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

Angga Wijaya by Angga Wijaya
April 29, 2026
in Pop
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang sekali ada ruang bagi suara lain yang justru paling sunyi, paling lama menyimpan luka, dan paling sulit mengucapkannya. Suara itu adalah suara anak.

Lewat single terbarunya, “Sing Nyidang Ngomong”, Mr. Rayen membuka ruang yang lama tertutup itu. Ia tidak sekadar bercerita tentang pengkhianatan dalam rumah tangga, tetapi menggali sesuatu yang lebih dalam, tentang bagaimana konflik orang tua diam-diam meretakkan batin anak, bahkan ketika tak satu kata pun terucap.

Mr. Rayen, yang memiliki nama asli I Komang Rayendra Umbara, adalah musisi asal Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Ia telah berkarya sejak pertengahan 2000-an dan dikenal sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu yang konsisten mengangkat tema kehidupan sehari-hari, terutama soal keluarga, relasi, dan realitas sosial masyarakat Bali. Ia sempat tergabung dalam Blueberry Band sebelum kemudian menempuh jalur solo.

Dalam perjalanan kariernya, Mr. Rayen telah merilis sejumlah lagu yang cukup dikenal, seperti “Demi Iluh”, “Liunan Masalah”, “Gara-Gara Hoax”, “Percuma”, hingga “Tresna Butuh Materi” yang sempat viral. Album perdananya bertajuk “Demi Iluh” dirilis pada 2018 bersama Mr. Rayen Band dan berisi sepuluh lagu dengan tema sosial dan relasi rumah tangga.

Yang menarik, dalam beberapa tahun terakhir, Mr. Rayen juga dikenal lewat kolaborasinya bersama anak perempuannya, Omang Verly. Duet keduanya menjadi warna tersendiri dalam karya-karyanya, karena tidak hanya menghadirkan harmoni vokal, tetapi juga menghadirkan hubungan ayah dan anak secara nyata di dalam musik. Salah satu yang mencuri perhatian adalah lagu “Tresna Butuh Materi”, di mana interaksi vokal mereka terasa natural dan emosional, sekaligus memperkuat tema cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi ini tidak berhenti sebagai gimmick musikal. Kehadiran Omang Verly justru menjadi bagian dari narasi yang lebih luas dalam karya-karya Mr. Rayen, terutama ketika ia mulai mengangkat tema keluarga dari sudut pandang yang lebih personal. Dalam konteks inilah, “Sing Nyidang Ngomong” terasa seperti kelanjutan yang lebih dalam, sekaligus jembatan menuju proyek berikutnya yang akan memberi ruang lebih besar bagi suara sang anak.

Di balik produksi lagu ini, ada nama-nama yang turut membentuk warna musikal dan visualnya. Aransemen musik digarap oleh Abel Dipayana, sementara penggarapan video klip dipercayakan kepada Andremians sebagai videografer.

Ide lagu ini, menurutnya, bukan sekadar imajinasi. Ia berangkat dari peristiwa nyata yang sempat viral.

“Betul, ide itu muncul dari kisah nyata. Beberapa waktu lalu sempat ada kejadian viral, maaf, perselingkuhan, yang kebetulan terjadi di salah satu tempat usaha kami,” ungkapnya.

Dari sana, ia tidak hanya melihat konflik sebagai drama orang dewasa, melainkan sebagai peristiwa yang meninggalkan jejak panjang pada anak. Di titik ini, “Sing Nyidang Ngomong” mengambil jarak dari lagu-lagu sejenis. Jika selama ini kisah perselingkuhan cenderung berputar pada pelaku, pada rasa bersalah atau pembelaan diri, Mr. Rayen memilih berdiri di sisi yang berbeda. Ia melihat dari posisi seorang ayah.

“Kenapa ada perspektif anak dalam cerita ini, karena saya memandang dari sudut sebagai orang tua, sebagai seorang ayah yang juga merasakan konflik dalam rumah tangga. Entah itu masalah percintaan, faktor ekonomi, atau hal lain yang menimbulkan kegaduhan, sangat berpengaruh pada kesehatan mental anak dan keluarga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa konflik yang terus-menerus terjadi akan meninggalkan dampak serius.

“Konflik orang tua apa pun itu pasti berdampak negatif terhadap perkembangan mental dan kebahagiaan anak,” tambahnya.

Keterlibatan Omang Verly dalam lagu ini, meski hanya muncul sekilas, menjadi bagian penting dalam narasi yang dibangun.

“Omang Verly terlibat dalam klip ini karena tujuannya untuk memberi pesan moral supaya pendengar bisa terhanyut dalam alur cerita ini,” kata Mr. Rayen.

Ia juga ingin menghadirkan sudut pandang yang jarang disentuh. “Biasanya lagu bertema perselingkuhan hanya dilihat dari sudut pandang pelakunya saja. Di lagu ini saya gali lebih dalam. Tak ada satu pun anak yang ingin menyaksikan orang tuanya berpisah,” ucapnya.

Menariknya, ia melibatkan langsung keluarganya dalam video klip. “Yang membedakan dari lagu ini karena diangkat dari kisah yang sempat viral di media sosial. Lagu ini juga menceritakan luka batin yang mendalam. Dalam video klip, saya melibatkan langsung istri dan anak agar lebih bisa menjiwai dan memvisualkan ceritanya,” jelasnya.

Judul “Sing Nyidang Ngomong” sendiri menyimpan makna yang dalam.

“Sing nyidang ngomong bisa diartikan ungkapan perasaan hancur yang tidak bisa diutarakan lagi, karena tekanan batin dan luka yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Di situlah letak kekuatan lagu ini. Ia tidak berteriak, tetapi justru memilih diam. Dalam diam itu, luka menjadi lebih terasa.

Bagi Mr. Rayen, musik tidak hanya soal hiburan. “Lagu ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi sebuah cerita perjalanan hidup. Banyak makna yang bisa kita jadikan bahan renungan, pengendalian diri, ego, dan sebagai bahan introspeksi,” katanya.

Menariknya, “Sing Nyidang Ngomong” bukan karya yang berdiri sendiri. Lagu ini menjadi awal dari rangkaian cerita yang juga akan memberi ruang lebih besar bagi Omang Verly.

“Lagu ini memang berkonsep bersambung. Bakal ada balasan dari sudut pandang sang anak. Di mana nanti Omang Verly akan bernyanyi penuh,” ungkapnya.

Dengan konsep ini, kolaborasi ayah dan anak itu tidak lagi sekadar duet, tetapi berkembang menjadi dialog emosional dalam bentuk karya musik. Sebuah upaya menghadirkan suara anak yang selama ini kerap tersembunyi di balik konflik orang tua.

Pada akhirnya, “Sing Nyidang Ngomong” bukan hanya tentang perselingkuhan. Ia adalah tentang keluarga, tentang luka yang diwariskan, tentang suara yang hilang, dan tentang anak-anak yang tumbuh dalam sunyi yang tidak mereka pilih. Dan mungkin, setelah mendengarnya, kita akan mulai menyadari, di balik setiap konflik orang tua, selalu ada satu suara yang tak pernah benar-benar didengar. Suara yang “sing nyidang ngomong”. [T]

Tags: lagu bahasa baliLagu Pop Balimusikmusik pop bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

Next Post

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

by tatkala
May 14, 2026
0
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

Read moreDetails

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
0
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

Read moreDetails

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
0
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

Read moreDetails

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

Read moreDetails

Lolot Band Rilis ‘Tajir Melintir’: Album ke-11 yang Ringkas dan Mengena

by Dede Putra Wiguna
April 3, 2026
0
Lolot Band Rilis ‘Tajir Melintir’: Album ke-11 yang Ringkas dan Mengena

SETELAH keberhasilan album ke-10 ‘Bali Metangi’ pada 2022, Lolot Band kembali menegaskan eksistensinya lewat rilisan terbaru mereka, ‘Tajir Melintir’. Album...

Read moreDetails

‘Linglung’, Debut Solo Rahtwo Rock Bali yang Enerjik, Jenaka, dan Penuh Warna

by Dede Putra Wiguna
March 29, 2026
0
‘Linglung’, Debut Solo Rahtwo Rock Bali yang Enerjik, Jenaka, dan Penuh Warna

RAHTWO ROCK BALI, musisi yang selama ini dikenal sebagai bagian dari grup Triple X Bali, kini melangkah ke jalur solo...

Read moreDetails

Filla Rilis ‘I’m a Fire’, Langkah Baru Tegaskan Energi dan Eksistensi

by Dede Putra Wiguna
March 21, 2026
0
Filla Rilis ‘I’m a Fire’, Langkah Baru Tegaskan Energi dan Eksistensi

UNIT rock tunanetra Filla kembali menegaskan eksistensinya di kancah musik lewat perilisan single terbaru berjudul I’m a Fire yang kini...

Read moreDetails

‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas

by Dede Putra Wiguna
March 12, 2026
0
‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas

LEWAT single perdana “Langkah Kita”, Vertical Limit menandai langkah awal perjalanan karir bermusik mereka. Band yang digawangi empat remaja ini...

Read moreDetails

Edit Foto dan Ubah Background Foto: Panduan Lengkap Membuat Gambar Lebih Profesional

by tatkala
March 7, 2026
0
Edit Foto dan Ubah Background Foto: Panduan Lengkap Membuat Gambar Lebih Profesional

PERKEMBANGAN teknologi digital membuat kebutuhan akan gambar berkualitas semakin meningkat, baik untuk media sosial, bisnis online, maupun kebutuhan pribadi. Banyak...

Read moreDetails

Kompres Video dan Gabung Foto: Panduan Lengkap Membuat Konten Visual Lebih Menarik

by tatkala
March 7, 2026
0
Kompres Video dan Gabung Foto: Panduan Lengkap Membuat Konten Visual Lebih Menarik

PERKEMBANGAN teknologi digital membuat kebutuhan akan konten visual semakin meningkat. Banyak orang membuat video untuk media sosial, presentasi, promosi bisnis,...

Read moreDetails
Next Post
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia
Pameran

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022
Panggung

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co