3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gong Legendaris ISI Denpasar, Berkarya Tanpa Batas Usia

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
February 8, 2023
in Khas
Gong Legendaris ISI Denpasar, Berkarya Tanpa Batas Usia

Para Penabuh Gong Legendaris ISI Denpasar | Dokumentasi ISI Denpasar, tahun 2023

LEGENDARIS ADALAH sesuatu yang melegenda, yang sudah lama tetapi masih terkenal. Berdasar KBBI, arti kata legendaris adalah menurut atau seperti legenda; terkenal seperti dalam legenda (KBBI, 2007:651).

Dalam dunia karawitan, pengertian legendaris bias saja pengerawit senior, pencipta, juga merupakan pengabdi seni yang mendedikasikan diri untuk kemajuan seni dan budaya Bali dalam waktu yang sangat lama.

Merujuk pada pengertian tersebut, maka tercetuslah sebuah gagasan di sejumlah daerah dan lembaga kesenian di Bali untuk membentuk grup gamelan dari para senior, seniman tua yang melegenda dengan nama Gong Legendaris.

Pada lembaga pendidikan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar juga dibentuk grup gamelan legendaris. Gong Legendaris adalah sebuah wadah untuk merangkul seniman-seniman tua yang purna tugas, praktisi, seniman akademisi, dari keluarga besar ISI Denpasar.

Terbentuknya Gong Legendaris ISI Denpasar merupakan jawaban akan kerinduan untuk mengenang kenangan lama dari para maestro era tahun 1980an. Wadah Gong Legendaris ini, juga terkait dengan Program Tri Darma Perguruan Tinggi dalam aspek Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar.

Gong Legendaris ISI Denpasar dinyatakan lahir pada 7 Pebruari 2022. Berdasar wawancara dengan Kaprodi Karawitan, I Nyoman Kariasa, tanggal itu diambil ketika grup itu melakukan pertunjukan pertamanya di Pinda.

Kala itu antusias penonton sangat tinggi untuk menyaksikan perhelatan akbar dari para maestro seni pertunjukan Bali. Terbukti, penampilan dari para maestro mengundang detak kagum para penikmatnya. Hingar bingar penampilan dari para legendaris membius hati setiap yang menikmati pertunjukannya.

Kekaguman akan kepiawaian para senior di kala usia senja itu, serentak memberi arti bahwa pengabdian mereka tanpa batas tak terbendung oleh usia. Gairah mudanya “meronta” untuk menunjukkan eksistensinya di atas stage. Di sini mereka memberi arti bahwa “jalan bakti pengabdian mereka yang patut dicontoh oleh generasi kini. Ketulusan hati dalam pengabdian, akan memberi kedamaian dalam hidup”.

Penampilan yang memukau dari para legenda kesenian ISI Denpasar dalam Grup Gong Legendaris ISI Denpasar, tersebar hingga ke pelosok daerah di Bali. Banyak yang mengagumi akan penampilan para sesepuh seni pertunjukan Bali. Terbukti dari banyaknya rekaman video yang tersebar luas di media sosial dengan beragam komentar baik di dalammnya.

Masyarakat memberikan apresiasi dan menyambut kehadiran mereka kembali di panggung pertunjukan. Mereka pun didaulat untuk tapil dalam rangkaian kegitan di daerah lainnya. Seperti halnya undangan dari Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem.

Untuk menyambut undangan yang ditujukan kepada Grup Gong Legendaris ISI Denpasar, tim telah melakukan persiapan dengan latihan bersama selama empat kali latihan. Latihan berjalan dengan baik. Para legenda hadir saling support mengisi satu sama lainnya.

Dalam proses itu, gelak tawa, kebahagian, keakraban, terjalin dengan eratnya. Di sini dapat dilihat bahwa, mereka juga merindukan untuk berkumpul bersama. Dalam bermain gamelan pun terlihat bagaimana mereka mengikat rasa saling menghargai, mengayomi, merangkul juga dikalangan junior.

Waktu pertunjukan pun tiba. Pada acara yang berlangsung tanggal 4 Februari 2023, sebelum penampilan dari para legenda, acara diawali dengan sambutan selamat datang dari Bendesa Adat Sibetan dan dilanjutkan sambutan Wakil Rektor III ISI Denpasar Prof. Dr. I Komang Sudirga, S.Sn.,M.Hum.

Acara dipandu oleh MC, Ni Wayan Suratni, S.Sn, dan Bapak Dr. I Kadek Suartaya, S.SKar.,M.Si. Setelah itu, para penabuh legendaris diundang menuju stage, memasuki gamelan yang telah di settup sebelumnya.

Penampilan di Desa Sibetan imerupakan gabungan generasi ke generasi penabuh di kalangan ISI Denpasar.

Di dalamnya ada para senior yang memasuki purna tugas; I Nyoman Windha, S.Skar.,MA, I Wayan Suweca, S.SKar M.Si, I Nyoman Sudiana, S.SKar.,M, I Wayan Suweca, SSKar,M.Mus, dan Ni Ketut Suryatini, S.Skar.,M.Si.

Para senior itu  berpadu dengan para dosen tetap ISI Denpasar seperti Prof. Dr. I Wayan Rai,S,,M.A., Prof. Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum., Dr. I Wayan Suarta, S.SKar., M.Si., Dr. I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si., Dr. I Ketut Garwa, S.Sn. M.Sn., Dr. I Made Kartawan, S.Sn., MA, I Nyoman Kariasa, S.Sn., M.Sn., I Gusti Ketut Sudana, S.Skar., M.Si., I Gede Mawan, S.Sn., M.Sn.,  I Kadek Andika Putra, S.Sn., M.Sn., Ni Putu Hartini, S.Sn., M.Sn., Putu Tiodore Adi Bawa, S.Sn., M.Sn., dan I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn.

Ada juga  para pegawai di lingkungan ISI Denpasar. Mereka adalah I Nyoman Japayasa, S.Sn., I Wayan Suena, S.Sn., I Ketut Budiyana, S.Sn.,  Kadek Astawa, S.Sn., dan I Made Rai Widana, S.Sn.

Selain itu, seniman praktisi I Wayan Budana juga ikut berpartisifasi bersama para mahasiswa Pascasarjana ISI Denpasar.

Sebagai materi pembuka ditampilkan Tabuh Kutus Pelayon yang diciptakan oleh alm Bapak I Wayan Beratha tahun 1983. Materi kedua, Tari Sekar Jagat karya Ibu Swasti Wijaya Bandem, tahun 1986, ditarikan oleh mahasiswa Prodi Tari ISI Denpasar.

Penampilan ketiga, Tari Palawakya salah satu tarian yang lahir di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Riwayat tarian ini bermula dari peran I Wayan Paraupan atau yang lebih dikenal dengan Pan Wandres, yang menggarap sebuah tarian yang ditarikan oleh penari wanita secara tunggal dengan lantunan tembang kekawin dengan permainan instrument terompong.

Selanjutnya penampilan ke-empat, dimainkan Tabuh Kebyar Dang Citta Utsada, yang diciptakan tahun 1983 oleh Alm Bapak I Wayan Beratha. Tabuh Kebyar Dang ini, juga ditarikan oleh Dosen Prodi Tari, Gusti Ayu Ketut Swandewi, S.ST., M.Si., Ni Komang Sekar Marhaeni, S.SP., M.Sn., Ni Made Astari, A.A Ayu Mayun Hartati, S.ST.,M.Sn., dan seniman praktisi lainnya.

Dilanjutkan dengan penampilan  Tari Oleg Tamulilingan karya I Ketut Marya alias I Mario yang digarap tahun 1952. Tarian itu tercipta atas permintaan John Coast, budayawan asal Inggris yang sangat terkesan dengan kesenian Bali, untuk dipromosikan ke Eropa dan Amerika Serikat.

Penampilan kelima, Tari Teruna Jaya diciptakan pada tahun 1915 oleh Pan Wandres dalam bentuk Kebyar Legong, kemudian tarian ini disempurnakan oleh I Gede Manik. Dalam penampilan kali ini, tarian dibawakan oleh mahasiswa Prodi Tari.

Penampilan Kebyar Dang Citta  Utsada ISI Denpasar | Dokumentasi ISI Denpasar, tahun 2023

Selain menampilkan tarian, tim ISI Denpasar dalam kesempatan ini juga menampilkan hiburan Bondres atau lawakan yang dibawakan oleh Kaprodi Pendidikan Seni, I Wayan Budiarsa, S.Sn.,M.Sn., bekerja sama dengan Prodi Musik I Ketut Sumarjana, S.Sn., M.Sn., Ni Putu Tisna Andayani, S.S., M.Hum., dan Prodi Pedalangan; Dr. I Gusti Made Darma Putra, S.Sn., M.Sn., dan Sang Nyoman Adi Santika, S.Sn.,M.Sn.

Penampilan Prodi Musik dan Pedalangan ISI Denpasar | Dokumentasi ISI Denpasar, tahun 2023

Dalam penampilan ini diselipkan pesan=pesan tentang ISI Denpasar sebagai salah satu perguruan tinggi seni terbaik dengan akreditasi A yang siap menerima mahasiswa barunya. Juga dalam kesempatan ini, diinformasikan tentang keberadaan prodi masing-masing dengan keunggulan yang dimilki dan peluang kerja yang ditawarkan. Hal ini terkait dengan visi ISI Denpasar menjadi pusat penciptaan, pengkajian, penyaji dan pembinaan seni yang unggul berwawasan kebangsaan demi memperkaya nilai-nilai kemanusiaan sesuai perkembangan zaman. [T]

Rekacipta Seni Pertunjukan Pesona Mandalika | Kini Matching Fund ISI Denpasar Masuki Tahap Evaluasi
”Ngerupa Guet Toya”, Menggambar Garis Air | Dari Pameran Seni Rupa Dosen ISI Denpasar
Ketika Para Guru Besar Menari di Bulan Menari ISI Denpasar
Tags: Gong Legendaris ISI DenpasarISI Denpasarkarawitan balikesenian baliseniman legendaris
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gempabumi Turki Magnitudo Mw 7,7 dan Narasi Tentang Patahan-Patahan

Next Post

Remaja Bali Kini Sudah Mengenal Prasi

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails
Next Post
Remaja Bali Kini Sudah Mengenal Prasi

Remaja Bali Kini Sudah Mengenal Prasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co