2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Remaja Bali Kini Sudah Mengenal Prasi

tatkala by tatkala
February 8, 2023
in Budaya
Remaja Bali Kini Sudah Mengenal Prasi

Para remaja yang menjadi peserta Wimbakara (Lomba) Ngripta Prasi dalam ajang Bulan Bahasa Bali ke-5 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu, 8 februari 2023.

DENPASAR | TATKALA.CO – Remaja Bali kini sudah mengenal prasi. Lihatlah pada Wimbakara (Lomba) Ngripta Prasi dalam ajang Bulan Bahasa Bali ke-5 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu, 8 Februari 2023.

Para remaja yang menjadi peserta dalam lomba itu tampak begitu leluasa, tidak canggung, berhadapan dengan daun lontar. Mereka mengguaratkan gambar di atas daun lontar itu. Mereka tampak tsudah begitu mengenal prasi, yakni membuat gambar di atas daun lontar.

Keragaman visual dan gaya visual diinterpretasi dengan baik oleh masing-masing peserta. Meski semua peserta menyajikan hasil karya prasi terbaiknya, namun dewan juri memilih tiga terbaik dari yang terbaiik.

Dari adu kepiawaian dalam lomba membuat prasi ini, akhirnya dewan juri menetapkan Ida Bagus Made Astawa Diputra sebagai juara I, dan Kadek Ari Anjasmara serta I Gusti Ayu Widihiasih Putri Ardani sebagai juara II serta Juara III.

Lomba itu memang menjadi daya tarik bagi pengunjung Bulan Bahasa Bali ke-5 saat itu. Pengunjung yang didominasi anak-anak muda itu, sesekali melirik hasil karya yang dibuat diatas dulang oleh para peserta itu.

Tiga dewan juri yang terdiri dari Drs. I Made Suparta, M.Hum, I Wayan Trisnayana dan I Made Susanta Dwitanaya terkadang menghadiri para peserta untuk menyaksikan karya-karya mereka. Indah, dan sangat menarik.

Made Susanta Dwitanaya mengatakan, lomba prasi kali ini mengambil tema tentang laut. Para peserta diajak menginterpretasi cerita tentang Samudra Montana yang diambil dari teks Adiparwa, tetang pengadukan Ksirarnawa atau lautan susu untuk mencari Tirta Amerta.

“Masing-masing peserta menggambar penggalana atau iterpretasi atas kisah naratif tersebut ke dalam selembar daun lontar. Hal itu memang tidak mudah,” ucapnya.

Dalam pembuatan karya prasi, ada tantangannya. Misalnya kepiawaian menggoreskan pengrupak di atas daun lontar yang memiliki serat dan karakter tersendiri. Medianya juga menjadi tantangan, karena membuat gambar di atas bidang kecil, yakni daun lontar dengan panjang 30 Cm dan lebar sekitar 4 Cm.

“Nah, ini yang menjadi sebuah tantangan bagi para peserta, dan itu pula yang menjadikan kekhasan dari sebuah karya prasi yang bersifat naratif itu,” papar seniman seni rupa itu.

Menggambar dengan media daun lontar dengan teknik toreh menggunakan pengupak, memang menjadi tingkat kesulitan dan kerumitan. Para peserta yang menggunakan media lontar itu menaklukan dengan teknik toreh. Media itu berukuran kecil, sehingga mentuntut tingkat kreativitas dan ketekunan masing-masing peserta, memang tampak di sini.

“Karya prasi ini sangat dekat dengan cara mengapresiai sebuah karya, karya prasi itu kecil, bisa digenggam, dan bisa dibaca seperti lontar. Di situ ada kedekatan antara si penikmat karya dengan karya seni itu sendiri,” ungkapnya.

Prasi ini juga terkait dengan aspek aksara, bahasa dan sastra. Prasi itu menjadi sebuah penginterpretasian visual atas teks aksara tersebut, yang nantinya akan digabungkan dengan sebuah gambar aksara, sehingga bertemu dengan karya klasik.

“Ketika melihat peserta berproses,  menjadi sebuah angin segar dari perkembangan seni prasi kedepan. Kumonitas-komunitas anak muda tumbuh menekuni prasi, dan melalui ajang lomba ini bisa menjadi ajang untuk menjaring bakat-bakat baru utamanya anak-anak muda,” sebut dosen seni ini.

Made Suparta yang Dosen ISI Denpasar ini mengatakan, prasi sebuah warisan leluhur yang sangat unik. Karena itu, seni prasi ini dimasukan dalam bidang akademis untuk mempercepat pengembangan budaya membuat prasi.

Sejak tahun 1992, sudah menjadikan seni prasi ini sebagai mata kuliah. “Awalnya ada pada jurusan kriya, kemudian berkembang menjadi mata kuliah di Jurusan Desain Komunikasi Visual hingga sekarang,” ucapnya polos.

Kalau melihat hasil dari sebuah penelitian, mulai tahun 90-an perkembangan prasi sangat mengembirakan. Sentra-sentra atau gudang-gudang pembuat prasi terus bertambah. Ketika di Tenganan sedikit berkurang, justru masyarakat di Sidemen yang intens membuatnya. Rata-rata masih aktif sekarang. Bahkan, hampir ada di seluruh daerah di Bali.

Di Singaraja juga ada, hanya saja banyak yang belum diketahui. Banyak juga yang belum dikenal, karena mereka tidak mau mempromosikan diri. “Secara melembaga, dengan adanya kebijakan Gubernur Bali ini memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan membuat prasi,” ujarnya.

Made Suparta meyakini pembuat prasi kedepan akan terus berkembang. Sebut saja dalam lomba kali ini, pemrasi-pemrasi melakukan objeknya, tokoh tokoh yang ada dalam pigur. Di sini ada gaya Ubud, Kamasan, bahkan ada muncul gaya Tenganan.

“Anatomi sudah banyak muncul, walau ornament agak susah, rumit dan medianya lebih kecil. Ini mungkin karena di sekolah-sekolah sudah ada pembelajaran ekstra membuat prasi mulai dari SD hingga perguruan tinggi, sehingga perkembangan prasi sangat bagus sekali,” sebutnya.

Hal senada juga dikatakan I Wayan Trisnayana. Ia sangat mengapresiasi para peserta dalam ajang ini. Itu sebagai bukti sudah berkembang di masyarakat. Namun, perlu juga lebih digaungkan, sehingga seni prasi ini mendapat lebih perhatian.

 “Saat ini banyak muncul komunitas-komunitas, dan ajang untuk berekpresi seperti lomba prasi kali ini yang menjadi angin segar untuk lebih menggaungkan dan membangunkan semangat anak muda untuk menekuni prasi,” ujarnya.

Selain lomba, usul Trisnayana perlu juga diperlihatkan masa depan prasi ini kemana. Mestinya ada karir yang dibangun menekuni prasi.

“Untuk membangkitkan anak-anak muda menekuni prasi, bisa saja melalui sosial media, sebab milenial paling cepat tertarik dengan hal-hal yang trend di media sosial. Ini perlu mendapat perhatian juga,” kata koordinator komunitas prasi ini. [T][Pan]

Putu Renaisan Juara Baca Puisi Bali Anyar di Bulan Bahasa Bali
Tags: Bulan Bahasa BalilontarPrasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gong Legendaris ISI Denpasar, Berkarya Tanpa Batas Usia

Next Post

1 Bulan 1 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Buleleng — Adakah Pihak yang Cemas?

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
1 Bulan 1 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Buleleng — Adakah Pihak yang Cemas?

1 Bulan 1 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Buleleng -- Adakah Pihak yang Cemas?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co