3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gempabumi Turki Magnitudo Mw 7,7 dan Narasi Tentang Patahan-Patahan

I Made Kris Adi Astra by I Made Kris Adi Astra
February 8, 2023
in Esai, Pilihan Editor
Gempabumi Turki Magnitudo Mw 7,7 dan Narasi Tentang Patahan-Patahan

Kris Adi Astra

Senin 6 Februari 2023 pukul 19:00 saya tiba di kantor. Di ruang analisa gempabumi mata saya terpaku pada berkedip-kedipnya informasi di monitor analisa gempabumi. Hampir semua seismometer di wilayah Indonesia dan negara tetangga berwarna merah gelap. Mengindikasikan adanya perubahan amplitudo yang sangat tinggi di lokasi tempat seismometer ditempatkan. ‘Ada gempabumi dimana?’ saya bertanya kepada rekan yang dinas lebih awal. ‘Di Turki, Bli, Magnitudo 7.7’ jawab rekan kerja saya.

Dengan cepat baris-baris analisa muncul di pikiran saya. Dengan kekuatan magnitude sebesar itu maka gelombang gempabumi akan dengan cepat merambat ke seluruh bagian bumi. Gelombang ini bisa beberapa kali melinkari bagian dalam dan kerak bumi.

Pantas saja indikator di layar merah semua. Meskipun gempabuminya terjadi beberapa jam sebelumnya. Gelombang gempabumi Turki masih traveling dan terus menjelajah Bumi. Tetapi, getarannya tidak dirasakan oleh penduduk di Indonesia.

Hal ini dikarenakan gelombang yang sampai di Indonesia atau daerah yang jauh dari pusat gempa adalah gelombang berfrekuensi rendah. Di daerah pusat gempabumi, gelombang gempabumi memiliki frekuensi tinggi dengan energi yang tinggi sehingga menimbulkan efek yang merusak.

Saya menghubungi rekan saya orang Turki, Chagla. Kami dulu satu kampus di Jerman. Saya menanyakan bagaimana kondisinya dan keluarganya. Dia menjawab aman dan baik karena lokasi kelurganya tinggal di Istanbul, jauh dari pusat gempabumi. Chagla kemudian bertanya, ‘Bagaimana hubungan patahan gempa ini dengan gempabumi di Istanbul? Apakah bisa memicu gempa di Istanbul?‘

Mengutip pernyataan Badan Penanggulanagan Bencana Turki (AFAD) dalam artikel DW, menyatakan bahwa telah terkonfirmasi 3.381 korban jiwa meninggal di Turki dan lebih dari 1.400 korban jiwa di Suriah (update tanggal 7 Februari 2023 pukul 07:27 GMT). 

Dimana sebenarnya gempabumi Turki ini? Apa penyebabnya?

Senin 6 Februari 2023 pukul 09:17:34 GMT wilayah distrik Pazarcik di provinsi Kahramanmaraş diguncang gempabumi berkekuatan magnitude Mw 7,7.  Pusat gempabumi berada di darat dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.

Sembilan jam setelahnya pukul 18:24:49 GMT, muncul gempabumi lanjutan dengan kekuatan magnitudo Mw 7,6. Juga berada di darat dengan kedalaman dangkal 10 kilometer. Menilik kekuatan magnitudonya, pusat gempabumi dan kedalaman gempabumi ini sangat berpotensi merusak. Dampaknyapun terjadi hingga ke Suriah, sebuah negara yang bertetangga dengan pusat gempabumi di Turki ini.

Gempabumi ‘kembar‘ ini diduga dipicu oleh patahan Anatolia Timur, sebuah sumber gempabumi yang memanjang di daratan Turki. Gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan geser, artinya pergeseran lempeng di batas garis sesar bergerak horizontal.

Secara keseluruhan, Turki berada di atas lempeng tektonik Anatolia. Lempeng ini bergerak relatif ke arah barat. Setiap pergerakan yang terakumulasi di batuan akan menyebabkan gempabumi apabila batuan tersebut sudah tidak mampu menahan laju gerakan lempeng tektonik.

Gambar. Peta lokasi gempabumi Turki 6 Februari 2023. Arsiran merah pada peta menunjukan tingkat bahaya gempabumi yang tinggi. Semakin hijau semakin rencah bahaya, semakin merah semakin tinggi bahaya (lihat legenda di kanan bawah). Tanda lingkaran merah dan oranye menunjukan  lokasi-lokasi gempabumi utama dan susulan. Sumber peta: https://geofon.gfz-potsdam.de/eqexplorer/

Di bagian utara Turki membentang patahan panjang yang bernana patahan Anatolia Utara. Kota Istanbul dilewati oleh patahan ini. Inilah jawaban dari pertanyaan Chagla teman saya. Kota tempat keluarganya tinggal juga berada dalam wilayah yang beresiko.

Semua wilayah yang dilewati jalur patahan gempabumi berada di jalur merah, jalur yang memiliki resiko bencana. Faktor resiko akan dilipatgandakan apabila wilayah tersebut padat penduduk. Hal inilah yang terjadi di Kahramanmaraş. Bangunan di kota-kota kolaps, korban tertimbun bangunan.

Faktor bahaya yang tinggi dan dihuni oleh padat penduduk juga banyak ditemukan di belahan dunia lain seperti Afganistan, Asia Tengah, China dan Indonesia. Pada 25 April 2015 gempabumi berkekuatan magnitudo Mw 7.8 mengguncang Gorkha-Nepal. Berjarak 85 kilometer dari pusat kota padat penduduk Kathmandu dan menewaskan 8.964 jiwa.

Pada 21 November 2022, gempabumi dengan kekuatan magnitudo Mw 5,6 mengguncang Cianjur-Jawa Barat. Mengutip data BNPB, per 27 November 2022 tercatat 327 orang meninggal dunia dan total 108.720 orang mengungsi.

Gambar. Peta bahaya gempabumi Cianjur-Jawa Barat dengan sumber gempabumi patahan Cugenang

Dari hasil monitoring dan verifikasi, BMKG kemudian membuat peta bahaya gempabumi untuk wilayah Cugeunang-Cianjur. Dihasilkan 3 zona bahaya gempa bumi yakni Zona Terlarang (Merah), Zona Terbatas (Orange) dan Zona Bersyarat (Kuning).

Zona Terlarang (Merah) memiliki kriteria Zona dengan “sempadan” Patahan Aktif Cugenang 0 – 10 meter ke kanan dan ke kiri tegak lurus jurus patahan, yang merupakan zona kerentanan sangat tinggi akibat deformasi dan getaran gempa.

Pada zona terlarang, BMKG merekomendasikan bahwa zona tersebut dikosongkan. Dalam artian bangunan yang ada direlokasi. Selanjutnya dilarang untuk dibangun kembali. Zona ini meliputi 9 desa yaitu Desa Ciherang, Ciputri, Cibeureum, Nyalindung, Mangunkerta, Sarampad, Cibulakan, Benjot dan Nagrak. Hal ini sangat beralasann mengingat gempabumi berpotensi berulang dan telah terjadi beberapa kali gempabumi serupa dalam sejarah Cianjur. [T]

Dinamika Bumi di Bawah Bali, Picu Gempa Bumi dan Erupsi Gunung Api
Bencana Gempa Seririt & Himbauan Gubernur Soekarmen tentang Tat Twam Asi
Orang-orang Baik pada Duka Bencana – Cerita Kerja Jurnalistik Gempa-Tsunami Palu
Tags: BMKGgempagempa bumiGempa Cianjurgempa turkigempabumi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putu Renaisan Juara Baca Puisi Bali Anyar di Bulan Bahasa Bali

Next Post

Gong Legendaris ISI Denpasar, Berkarya Tanpa Batas Usia

I Made Kris Adi Astra

I Made Kris Adi Astra

Lahir di Penebel, Tabanan, Bali. Bekerja di BMKG. Lulus dari pendidikan di Rheinisch-Westfaelische Technische Hochschule Aachen University, Germany

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Gong Legendaris ISI Denpasar, Berkarya Tanpa Batas Usia

Gong Legendaris ISI Denpasar, Berkarya Tanpa Batas Usia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co