2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gempabumi Turki Magnitudo Mw 7,7 dan Narasi Tentang Patahan-Patahan

I Made Kris Adi Astra by I Made Kris Adi Astra
February 8, 2023
in Esai, Pilihan Editor
Gempabumi Turki Magnitudo Mw 7,7 dan Narasi Tentang Patahan-Patahan

Kris Adi Astra

Senin 6 Februari 2023 pukul 19:00 saya tiba di kantor. Di ruang analisa gempabumi mata saya terpaku pada berkedip-kedipnya informasi di monitor analisa gempabumi. Hampir semua seismometer di wilayah Indonesia dan negara tetangga berwarna merah gelap. Mengindikasikan adanya perubahan amplitudo yang sangat tinggi di lokasi tempat seismometer ditempatkan. ‘Ada gempabumi dimana?’ saya bertanya kepada rekan yang dinas lebih awal. ‘Di Turki, Bli, Magnitudo 7.7’ jawab rekan kerja saya.

Dengan cepat baris-baris analisa muncul di pikiran saya. Dengan kekuatan magnitude sebesar itu maka gelombang gempabumi akan dengan cepat merambat ke seluruh bagian bumi. Gelombang ini bisa beberapa kali melinkari bagian dalam dan kerak bumi.

Pantas saja indikator di layar merah semua. Meskipun gempabuminya terjadi beberapa jam sebelumnya. Gelombang gempabumi Turki masih traveling dan terus menjelajah Bumi. Tetapi, getarannya tidak dirasakan oleh penduduk di Indonesia.

Hal ini dikarenakan gelombang yang sampai di Indonesia atau daerah yang jauh dari pusat gempa adalah gelombang berfrekuensi rendah. Di daerah pusat gempabumi, gelombang gempabumi memiliki frekuensi tinggi dengan energi yang tinggi sehingga menimbulkan efek yang merusak.

Saya menghubungi rekan saya orang Turki, Chagla. Kami dulu satu kampus di Jerman. Saya menanyakan bagaimana kondisinya dan keluarganya. Dia menjawab aman dan baik karena lokasi kelurganya tinggal di Istanbul, jauh dari pusat gempabumi. Chagla kemudian bertanya, ‘Bagaimana hubungan patahan gempa ini dengan gempabumi di Istanbul? Apakah bisa memicu gempa di Istanbul?‘

Mengutip pernyataan Badan Penanggulanagan Bencana Turki (AFAD) dalam artikel DW, menyatakan bahwa telah terkonfirmasi 3.381 korban jiwa meninggal di Turki dan lebih dari 1.400 korban jiwa di Suriah (update tanggal 7 Februari 2023 pukul 07:27 GMT). 

Dimana sebenarnya gempabumi Turki ini? Apa penyebabnya?

Senin 6 Februari 2023 pukul 09:17:34 GMT wilayah distrik Pazarcik di provinsi Kahramanmaraş diguncang gempabumi berkekuatan magnitude Mw 7,7.  Pusat gempabumi berada di darat dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.

Sembilan jam setelahnya pukul 18:24:49 GMT, muncul gempabumi lanjutan dengan kekuatan magnitudo Mw 7,6. Juga berada di darat dengan kedalaman dangkal 10 kilometer. Menilik kekuatan magnitudonya, pusat gempabumi dan kedalaman gempabumi ini sangat berpotensi merusak. Dampaknyapun terjadi hingga ke Suriah, sebuah negara yang bertetangga dengan pusat gempabumi di Turki ini.

Gempabumi ‘kembar‘ ini diduga dipicu oleh patahan Anatolia Timur, sebuah sumber gempabumi yang memanjang di daratan Turki. Gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan geser, artinya pergeseran lempeng di batas garis sesar bergerak horizontal.

Secara keseluruhan, Turki berada di atas lempeng tektonik Anatolia. Lempeng ini bergerak relatif ke arah barat. Setiap pergerakan yang terakumulasi di batuan akan menyebabkan gempabumi apabila batuan tersebut sudah tidak mampu menahan laju gerakan lempeng tektonik.

Gambar. Peta lokasi gempabumi Turki 6 Februari 2023. Arsiran merah pada peta menunjukan tingkat bahaya gempabumi yang tinggi. Semakin hijau semakin rencah bahaya, semakin merah semakin tinggi bahaya (lihat legenda di kanan bawah). Tanda lingkaran merah dan oranye menunjukan  lokasi-lokasi gempabumi utama dan susulan. Sumber peta: https://geofon.gfz-potsdam.de/eqexplorer/

Di bagian utara Turki membentang patahan panjang yang bernana patahan Anatolia Utara. Kota Istanbul dilewati oleh patahan ini. Inilah jawaban dari pertanyaan Chagla teman saya. Kota tempat keluarganya tinggal juga berada dalam wilayah yang beresiko.

Semua wilayah yang dilewati jalur patahan gempabumi berada di jalur merah, jalur yang memiliki resiko bencana. Faktor resiko akan dilipatgandakan apabila wilayah tersebut padat penduduk. Hal inilah yang terjadi di Kahramanmaraş. Bangunan di kota-kota kolaps, korban tertimbun bangunan.

Faktor bahaya yang tinggi dan dihuni oleh padat penduduk juga banyak ditemukan di belahan dunia lain seperti Afganistan, Asia Tengah, China dan Indonesia. Pada 25 April 2015 gempabumi berkekuatan magnitudo Mw 7.8 mengguncang Gorkha-Nepal. Berjarak 85 kilometer dari pusat kota padat penduduk Kathmandu dan menewaskan 8.964 jiwa.

Pada 21 November 2022, gempabumi dengan kekuatan magnitudo Mw 5,6 mengguncang Cianjur-Jawa Barat. Mengutip data BNPB, per 27 November 2022 tercatat 327 orang meninggal dunia dan total 108.720 orang mengungsi.

Gambar. Peta bahaya gempabumi Cianjur-Jawa Barat dengan sumber gempabumi patahan Cugenang

Dari hasil monitoring dan verifikasi, BMKG kemudian membuat peta bahaya gempabumi untuk wilayah Cugeunang-Cianjur. Dihasilkan 3 zona bahaya gempa bumi yakni Zona Terlarang (Merah), Zona Terbatas (Orange) dan Zona Bersyarat (Kuning).

Zona Terlarang (Merah) memiliki kriteria Zona dengan “sempadan” Patahan Aktif Cugenang 0 – 10 meter ke kanan dan ke kiri tegak lurus jurus patahan, yang merupakan zona kerentanan sangat tinggi akibat deformasi dan getaran gempa.

Pada zona terlarang, BMKG merekomendasikan bahwa zona tersebut dikosongkan. Dalam artian bangunan yang ada direlokasi. Selanjutnya dilarang untuk dibangun kembali. Zona ini meliputi 9 desa yaitu Desa Ciherang, Ciputri, Cibeureum, Nyalindung, Mangunkerta, Sarampad, Cibulakan, Benjot dan Nagrak. Hal ini sangat beralasann mengingat gempabumi berpotensi berulang dan telah terjadi beberapa kali gempabumi serupa dalam sejarah Cianjur. [T]

Dinamika Bumi di Bawah Bali, Picu Gempa Bumi dan Erupsi Gunung Api
Bencana Gempa Seririt & Himbauan Gubernur Soekarmen tentang Tat Twam Asi
Orang-orang Baik pada Duka Bencana – Cerita Kerja Jurnalistik Gempa-Tsunami Palu
Tags: BMKGgempagempa bumiGempa Cianjurgempa turkigempabumi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putu Renaisan Juara Baca Puisi Bali Anyar di Bulan Bahasa Bali

Next Post

Gong Legendaris ISI Denpasar, Berkarya Tanpa Batas Usia

I Made Kris Adi Astra

I Made Kris Adi Astra

Lahir di Penebel, Tabanan, Bali. Bekerja di BMKG. Lulus dari pendidikan di Rheinisch-Westfaelische Technische Hochschule Aachen University, Germany

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Gong Legendaris ISI Denpasar, Berkarya Tanpa Batas Usia

Gong Legendaris ISI Denpasar, Berkarya Tanpa Batas Usia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co