23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bencana Gempa Seririt & Himbauan Gubernur Soekarmen tentang Tat Twam Asi

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 3, 2021
in Esai
Bencana Gempa Seririt & Himbauan Gubernur Soekarmen tentang Tat Twam Asi

Foto Gubernur Soekarmen dari Wikipedia. Foto seruan dari Sugi Lanus, kemungkinan dimuat dalam media Warta Hindu Dharma

Catatan Harian Sugi Lanus, 3 Pebruari 2021


Gempa bumi Seririt, Buleleng, Bali, terjadi pada tanggal 14 Juli 1976. Gempa bumi ini berkekuatan 6.2 Skala Richter dengan episentrum di daratan. Berdasar catatan sejarah yang dikutip dari Daryono, BMKG, gempa bumi Seririt menelan korban tewas sebanyak 559 orang, luka berat 850 orang dan luka ringan 3.200 orang.

SERUAN TAT TWAM ASI

Pada saat terjadi gempa bumi Seririt, Provinsi Bali saat itu dipimpin Gubernur Soekarmen. Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Soekarmen lahir di Blitar, Jawa Timur, 30 Mei 1925 – meninggal di Malang, Jawa Timur, 10 September 1988 pada umur 63 tahun) adalah Gubernur Bali yang pernah memimpin selama dua periode masa jabatan, yaitu antara tahun 1967-1971 dan 1971-1978.

Soekarmen adalah satu-satunya gubernur yang beragama non Hindu (beragama Islam) dan bukan dari etnis Bali, yang pernah memimpin di provinsi dengan mayoritas pemeluk agama Hindu tersebut.

Usai gempa bumi Seririt, Gubernur Soekarmen mengeluarkan “seruan”, mungkin pada zaman sekarang bisa disebut himbauan, atau Surat Edaran.

  • Catatan : Foto selebaran oleh Sugi Lanus. Selebaran ini kemungkinan bagian lampiran dari terbitan Warta Hindu Dharma karena ditemukan di tumpukan Warta Hindu Dharma dan buku-buku tua lainnya.

_______

TAT TWAN ASI

Kiranya anda telah mendengar bahwa pulau Bali Bagian Barat tanggal 14 Juli 1976 ditimpa bencana alam gempa bumi yang mengakibatkan korban jiwa, serta benda yang amat besar.

Kita mengenal Tat Twam Asi yang berarti Itu Adalah Kamu.

Maksudnya ialah Kau adalah Aku, Aku adalah Engkau. Maka dengan demikian, malapetaka yang diderita oleh sebagian saudara-saudara kita yang ditimpa bencana alam itupun berarti pula penderitaan kita, yang patut kita tanggulangi bersama secara moril maupun materiil.

Untuk itu sepatutnyalah kita dengan tulus ikhlas memberikan bantuan menurut kemampuan kita masing-masing dan sesuai dengan seruan Bapak Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali yang kami kutipkan bersama ini.

Semoga anda segera ikut mengirimkan bantuannya kepada alamat yang ditunjuk itu.

_____________________

DEPARTEMEN DALAM NEGERI

PROPINSI DAERAH TINGKAT I BALI

S E R U A N

No. Kesra. I/c/97/76.

Pada tanggal 14 Juli 1976 telah terjadi Bencana Alam Gempa Bumi, yang mengakibatkan korban yang cukup banyak di Kabupaten Buleleng, Jembrana dan Tabanan.

Sebagai rakyat yang mengutamakan kemanu- siaan dan keadilan sebagai Sila-sila dari Pancasila, kami ingin mengajak sejenak untuk merenung, mengingat-ingat dan mencoba turut merasakan penderitaan dari sesama kita. Penderitaan lahir batin sebagai akibat dari Bencana Alam tersebut telah menimpa sebagian dari penduduk pulau Bali yang kita cintai. Wajarlah kita turut meringankan penderitaan mereka dan karena itu kami ajak segenap lapisan masyarakat untuk memberikan sumbangan.

Pemberian sumbangan tersebut kami atur sebagai berikut :

1. Sumbangan dalam bentuk uang dan pakaian.

2. Segenap kegiatan pengumpulan yang telah dan akan dilakukan baik oleh dompet2 dalam harian maupun oleh organisasi2, hasilnya agar disampaikan kepada Team Koordinasi Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Alam Daerah Tingkat I Bali d/a. PALANG MERAH INDONESIA DAERAH BALI dengan alamat.

“Kantor P.M.I. Daerah Bali Jalan Tanjung Bungkak Denpasar Telpun : Nomor 6465”.

3. Team Koordinator Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Alam Daerah Tingkat I Bali secara bertahap mengirimkan hasil pengumpulan sumbangan tersebut kepada Bupati Kepala Daerah yang Wilayahnya terkena Bencana Alam.

Demikianlah.

Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali/

Ketua Team Koordinasi Pelaksanaan Penangulangan Bencana Alam Dati I Bali

t. t. d.

(SUKARMEN).

***

MOMENTUM

Seruan ini, bisa dikatakan, menjadi momentum dikenal luasnya ungkapan TAT TWAM ASI secara luas di Bali. Menyumbang dan membantu sesama adalah wujud bentuk pengejawantahan nilai-nilai TAT TWAM ASI. Dalam kebencanaan Gempa Seririt nilai-nilai TAT TWAM ASI bersemi dan kebencanaan kemudian menjadi salah satu momentum memahami nilai-nilai kemanusiaan yang terdalam.

***

SERUAN TENTANG UPAYA KEAGAMAAN HADAPI GEMPA

Selain seruan tentang Tat Twam Asi dari Gubernur Bali Soekarmen, seruan juga datang dari Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Bali yang berkaitan dengan upcra keagamaan. Seruan Kepada Bimas Hindu Buddha di Bali I Gusti Ktut Kaler — yang juga disebut-sebut sebagai tokoh yang mempopulerkan konsep Tri Hita Karana.

Om Swastyastu!

Bertali dengan terjadinya gempa yang dibeberapa tempat menimbulkan bencana dipulau Bali ini, dengan ini kami menyerukan kepada Saudara2 pemeluk Hindu Dharma, hal2 sbb. :

1. Kami tahu bahwa dimata hati umat Hindu kejadian tersebut tidak saja bernilai selaku kejadian alam, melainkan pula merupakan ka durmanggalan/bernilai niskala.

2. Karena kebencanaan, mungkin banyak diantara saudara2 sedharma yang menjadi panik, bingung, ragu2 dsb.nya.

3. Supaya kepanikan itu tidak menimbulkan ekses lebih jauh, misalnya ditunggangi oleh ”Pedukunan” yang tidak bertanggung jawab, dengan ini kami serukan :

a. bahwa sesuatu tindakan keagamaan (nunas ica, guru piduka dsb.) seyogianya dilakukan dengan hati yang tenang dan mantap. Bukan dengan hati panik dan bingung.

b. Lebih2 pustaka agama memang memberi jangka waktu 42 (empat puluh dua) hari untuk mengadakan aci keagamaan bagi suatu “kadurmanggalan”.

c. Sebab itu sementara ini, kami harap ketenangan segenap saudara2 sedharma/tidak mengambil upaya2 aci besar dalam hubungan itu, kecuali yang kecil2/bersifat ”penunas ican” se-mata2.

d. Tentang aci yang segogianya diadakan di dalam hubungan durmanggala itu, kami akan memberikan siaran2nya, setelah dapat mengkonsultasikannya dengan Parisada Hindu Dharma Pusat dan petunjuk dari para Sulinnggih.

e. Kepada para pamong Desa Adat diharap memberikan tuntunan kepada krama Desanya supaya tetap bersikap selaras dengan isi seruan ini.

4. Demikian untuk mendapat perhatian dari segenap warga umat, serta bantuan dari segala pihak sangat diperlukan, demi keresahan masyarakat segera dapat ditenangkan kembali.

Denpasar, 15 Juli 1976.

Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Bali

u.b.

Kepala Bidang Bimas Hindu dan Buddha,

Cap t.t.d.

(I GUSTI KTUT KALER ).

NIP : 150000157.

Tags: gempa bumisejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

5 Hal Unik Pagerwesi di Buleleng || Akibat Pandemi, Yang Nomor 4 Berubah

Next Post

Ketapel dengan Peluru Harapan

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Ketapel dengan Peluru Harapan

Ketapel dengan Peluru Harapan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co