26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketapel dengan Peluru Harapan

Agus Noval Rivaldi by Agus Noval Rivaldi
February 3, 2021
in Esai
Ketapel dengan Peluru Harapan

Agus Noval Rivaldi

Sudah memasuki tahun 2021, entah tahun 2020 terlewati begitu cepat atau lambat saya tidak bisa menafsirkannya begitu saja. Sebab akan memiliki perbedaan arti jika dibedah menurut beberapa versi yang telah saya lewati. Misalnya jika saya mengingat 2020 dari segi ketika rebah-rebahan, itu akan terasa begitu sangat lama sebab sepanjang 2020 memang terlalu banyak anjuran untuk diam dan mengurung diri di rumah guna sekaligus mengurangi siklus rantai penyebaran Covid-19.

Tapi jika saya pikirkan dari segi kerja-kerja yang saya lakukan, tahun 2020 begitu sangat cepat bagi saya sebab rasanya tidak banyak hal yang saya lakukan untuk sekedar membuat dan meletakkan pencapaian-pencapaian kecil untuk diri. Tidak banyak, dan bahkan hanya sedikit sekali rasanya kerja-kerja yang saya lakukan khususnya terhadap teater.

Tapi saya percaya sekecil apapun pencapaian yang sudah digapai hal itu tetap menjadi penting untuk diingat, jika boleh mengumpamakan sesuatu yang sudah saya lewati selama kurang lebih dua setengah tahun bersama Teater Kalangan perjalanan saya dari waktu ke waktu seperti batu peluru pada ketapel yang dimainkan seseorang. Kadang mengenai sasaran, kadang melenceng, atau bahkan tidak sampai kepada sasaran jadi tidak bisa dikatakan hampir mengenai sasaran ataupun melenceng. Sebab itu tergantung dari seberapa besar gaya otot seorang pemain ketapel untuk menarik pegas pada ketapel yang kemudian akan menghasilkan sebuah energi gerak.

Jika pemain tersebut menarik dengan gaya otot yang besar, akan menghasilkan kecepatan dan energi yang besar juga pada gerak peluru yang ditembak untuk mengenai sasaran. Namun sebaliknya jika energi yang digunakan kecil, dia akan menimbulkan gaya yang kecil dan tidak beraturan bisa jadi bentuknya melengkung seperti air yang keluar dari patung pancuran kodok yang keluar dari mulutnya di kolam-kolam renang.

Jika saya ibaratkan pada sebuah kerja-kerja saya yang telah berlalu, saya curiga jangan-jangan penyebab saya sedikit mencapai hal tersebut karena saya kecil dalam mengambil energi untuk menarik pegas pada ketapel, sehingga jangankan untuk mengenai sasaran sampai saja tidak pada yang pernah saya harapkan sebagai sasaran pada tahun sebelumnya. Kemudian saya mengira-mengira dan menjabarkan apa yang salah pada sebuah permainan tembak sasaran ini, pada alat permainanya kah atau keahlian saya dalam membidik suatu sasaran. Saya rasa hal itu terjadi karena kurang jelinya saya melihat sasaran, atau malah saya tidak mengetahui sasaran saya? Wah, semakin pusing saya bermain tembak ketapel ini.

Baiklah untuk mempermudah saya dalam mengumpamakan diri saya dengan permainan ketapel, saya mempunyai ide untuk menjabarkan hal-hal itu menjadi beberapa bagian :

  • Niat

Dalam permainan ini saya rasa niat adalah hal yang penting untuk selalu kita pelihara agar nantinya menjadi sebuah tindak lanjutan dalam melakukan apapun. Tak terkecuali dalam permainan ketapel ini, tanamkan dalam diri untuk meniatkan diri ingin bermain ketapel. Sehingga sampai pada suatu kesadaran pikiran apa yang harus dilakukan setelah dirasa niat sudah matang ingin bermain ketapel.

  • Menyiapkan Alat-Alat

Ketika niat tadi sudah dirasa matang, maka hal selanjutnya yang patut untuk dipikirkan adalah alat dan bahan-bahan untuk membuat ketapel. Seperti cabang ranting berbentuk “Y”, benang karet, dan alas peluru. Kita harus mempersiapkan segala bahan yang diperlukan, mengumpulkan satu persatu hal tersebut. Entah dengan mencarinya atau membelinya, itu tergantung selera dan kekuatan kita untuk mengira-mengira. Ingat jangan sampai kehilangan niat, niat harus selalu dipelihara di sini, kalau tidak kita hanya akan berandai-andai untuk bergerak membuatnya.

  • Membuat Ketapel

Di sini lah kita diuji untuk mengasah kretifitas serta menjadikan proses ini sebagai taruhan atas niat yang kita rawat di awal tadi, proses ini menjadi penting dan sangat religius saya kira. Kenapa religius? Jika saja nantinya dalam pembuat ketapel kita tidak konsentrasi dan tidak serius, bisa saja nantinya ranting itu patah ketika memahat untuk pengikat karetnya. Artinya kita harus mengulang itu dari awal. Atau karetnya terputus, syukurnya kalau kita membeli lebih, kalau tidak? Ya artinya sama, kita harus mengulang dari awal. Intinya ini harus sangat serius dikerjakan karena menyangkut semuanya, baik kelanjutan proses serta niat di awal tadi. Kita harus menuangkan hati, pikiran, serta tubuh ke dalam proses membuat ketapel dari tahap ke tahap. Makanya saya katakana ini adalah proses perjalanan yang sangat spiritual dan religius.

  •  Menyiapkan Peluru

Proses ini juga penting untuk dipersiapkan dalam proses selanjutnya ketika dirasa ketapel yang sudah dibuat siap untuk dimainkan. Bagaimana kita tahu bahwa ketapel sudah siap untuk dimainkan? Baiklah, saya kira untuk mengira-ngira itu pertama kita bisa lihat dari perasaan kita ketika melihat bentuk ketapel yang kita buat, jika timbul perasaan merasa keren dan bahagia, itu artinya ketapel siap dipakai. Kedua, kita persiapkan peluru baik itu dari batu krikil kecil atau apapun yang sekiranya berbentuk bulat kecil seperti batu misalnya biji-bijian buah. Tembak saja dulu asal-asalan, sampai nanti timbul lagi perasaan merasa keren dan merasa bahagia. Jika sudah, siapkan peluru sebanyak-banyaknya.

  • Menentukan Sasaran

Ini dia, proses yang sangat membingungkan dan kadang membuat kita berpikir ulang bahkan berulang-ulang. Untuk apa membuat ketapel? Ini sedikit filsuf jika berpikir dan balik ke awal niat tadi. Kadang kala kita sangat menggebu-gebu membuat niat untuk sesuatu, tanpa kita tahu sasaran yang mana yang akan menjadi fokus. Katakanlah sekarang misalnya kita membuat ketapel untuk mencari buah, buah yang seperti apa? Apakah mencari buah stroberi kita membutuhkan ketapel? Katakanlah sekarang jika kita memilih buah yang ada di ketinggian pohon. Pohon yang seperti apa? Sebab logiskah kita menembak buah kelapa yang sangat erat itu dengan ketapel?

Maka kita lupakan saja soal mencari buah. Kita ganti untuk berburu hewan, tetapi pertanyaanya tetap sama. Hewan yang seperti apa? Memburu ikan di dalam laut, perlu ketapel? Betapa filsufnya kita mulai berpikir untuk mencari sasaran yang ingin kita tembak. Mari, untuk mempermudah ini kita sama-sama sepakati kegunaan ketapel yang kita buat untuk latihan menembak sasaran saja, agar tidak pusing dengan banyak pertanyaan-pertanyaan filsuf tadi. Sebab ini adalah satu-satunya hal paling mudah untuk menentukan sasaran, kita cukup ambil kemasan air mineral botol yang bekas kemudian isi air sedikit agar tidak mudah jatuh saat tertiup angin, lalu taruh beberapa meter dari tempat anda ingin menembak sasaran. Usahakan tempatnya terbuka dan jauh dari keramaian, misalnya tanah lapang. Jika sudah, selamat bermain!

Kemudian kita mulai bertanya-tanya, apakah korelasi antara tahun 2021 dengan cara membuat ketapel? Hal yang ingin saya sampaikan sekiranya adalah bahwa pada proses pengandaian ini saya mencoba menaruh niat untuk menggapai suatu hal, dan tentu dalam niat-niat tersebut banyak hal pula yang harus dibangun serta dipersiapkan. Kemudian menentukan sebuah impian serta cita-cita yang dirasa begitu absurd jika dipikirkan kembali.

Saya mencoba merealitaskan dan mencoba membuat sasaran itu dari hal-hal yang mudah dan ada. Kemudian menajdikan harapan itu sebagai peluru, membidiknya secara teliti bertaruh dengan niat, bekal, dan harapan yang ada pada tubuh saat ini. Menjelma sebuah ketapel yang kini ditarik oleh pemainnya dan tassssshhh! Kena atau tidak pada sasaran? Mari kita mulai tahun ini dengan menentukan niat dan sasaran. Masalah kena atau tidak, itu urusan alam. Selamat tahun baru, salam dari Teater Kalangan untuk tahun 2021 ini. Semoga kita sama-sama mengenai sasaran.[T]

CATATAN AWAL TAHUN TEATER KALANGAN 2021

Jong Santiasa Putra

Lagi Belajar di Kelas

Manik Sukadana/Teater Kalangan

Sudah Sampaikah di Tujuan?

Tags: TeaterTeater Kalangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bencana Gempa Seririt & Himbauan Gubernur Soekarmen tentang Tat Twam Asi

Next Post

Royyan Julian: Aku Tidak Mau Meromantisasi Madura

Agus Noval Rivaldi

Agus Noval Rivaldi

Adalah penulis yang suka menulis budaya dan musik dari tahun 2018. Tulisannya bisa dibaca di media seperti: Pop Hari Ini, Jurnal Musik, Tatkala dan Sudut Kantin Project. Beberapa tulisannya juga dimuat dalam bentuk zine dan dipublish oleh beberapa kolektif lokal di Bali.

Related Posts

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails
Next Post
Royyan Julian: Aku Tidak Mau Meromantisasi Madura

Royyan Julian: Aku Tidak Mau Meromantisasi Madura

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co