2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketapel dengan Peluru Harapan

Agus Noval Rivaldi by Agus Noval Rivaldi
February 3, 2021
in Esai
Ketapel dengan Peluru Harapan

Agus Noval Rivaldi

Sudah memasuki tahun 2021, entah tahun 2020 terlewati begitu cepat atau lambat saya tidak bisa menafsirkannya begitu saja. Sebab akan memiliki perbedaan arti jika dibedah menurut beberapa versi yang telah saya lewati. Misalnya jika saya mengingat 2020 dari segi ketika rebah-rebahan, itu akan terasa begitu sangat lama sebab sepanjang 2020 memang terlalu banyak anjuran untuk diam dan mengurung diri di rumah guna sekaligus mengurangi siklus rantai penyebaran Covid-19.

Tapi jika saya pikirkan dari segi kerja-kerja yang saya lakukan, tahun 2020 begitu sangat cepat bagi saya sebab rasanya tidak banyak hal yang saya lakukan untuk sekedar membuat dan meletakkan pencapaian-pencapaian kecil untuk diri. Tidak banyak, dan bahkan hanya sedikit sekali rasanya kerja-kerja yang saya lakukan khususnya terhadap teater.

Tapi saya percaya sekecil apapun pencapaian yang sudah digapai hal itu tetap menjadi penting untuk diingat, jika boleh mengumpamakan sesuatu yang sudah saya lewati selama kurang lebih dua setengah tahun bersama Teater Kalangan perjalanan saya dari waktu ke waktu seperti batu peluru pada ketapel yang dimainkan seseorang. Kadang mengenai sasaran, kadang melenceng, atau bahkan tidak sampai kepada sasaran jadi tidak bisa dikatakan hampir mengenai sasaran ataupun melenceng. Sebab itu tergantung dari seberapa besar gaya otot seorang pemain ketapel untuk menarik pegas pada ketapel yang kemudian akan menghasilkan sebuah energi gerak.

Jika pemain tersebut menarik dengan gaya otot yang besar, akan menghasilkan kecepatan dan energi yang besar juga pada gerak peluru yang ditembak untuk mengenai sasaran. Namun sebaliknya jika energi yang digunakan kecil, dia akan menimbulkan gaya yang kecil dan tidak beraturan bisa jadi bentuknya melengkung seperti air yang keluar dari patung pancuran kodok yang keluar dari mulutnya di kolam-kolam renang.

Jika saya ibaratkan pada sebuah kerja-kerja saya yang telah berlalu, saya curiga jangan-jangan penyebab saya sedikit mencapai hal tersebut karena saya kecil dalam mengambil energi untuk menarik pegas pada ketapel, sehingga jangankan untuk mengenai sasaran sampai saja tidak pada yang pernah saya harapkan sebagai sasaran pada tahun sebelumnya. Kemudian saya mengira-mengira dan menjabarkan apa yang salah pada sebuah permainan tembak sasaran ini, pada alat permainanya kah atau keahlian saya dalam membidik suatu sasaran. Saya rasa hal itu terjadi karena kurang jelinya saya melihat sasaran, atau malah saya tidak mengetahui sasaran saya? Wah, semakin pusing saya bermain tembak ketapel ini.

Baiklah untuk mempermudah saya dalam mengumpamakan diri saya dengan permainan ketapel, saya mempunyai ide untuk menjabarkan hal-hal itu menjadi beberapa bagian :

  • Niat

Dalam permainan ini saya rasa niat adalah hal yang penting untuk selalu kita pelihara agar nantinya menjadi sebuah tindak lanjutan dalam melakukan apapun. Tak terkecuali dalam permainan ketapel ini, tanamkan dalam diri untuk meniatkan diri ingin bermain ketapel. Sehingga sampai pada suatu kesadaran pikiran apa yang harus dilakukan setelah dirasa niat sudah matang ingin bermain ketapel.

  • Menyiapkan Alat-Alat

Ketika niat tadi sudah dirasa matang, maka hal selanjutnya yang patut untuk dipikirkan adalah alat dan bahan-bahan untuk membuat ketapel. Seperti cabang ranting berbentuk “Y”, benang karet, dan alas peluru. Kita harus mempersiapkan segala bahan yang diperlukan, mengumpulkan satu persatu hal tersebut. Entah dengan mencarinya atau membelinya, itu tergantung selera dan kekuatan kita untuk mengira-mengira. Ingat jangan sampai kehilangan niat, niat harus selalu dipelihara di sini, kalau tidak kita hanya akan berandai-andai untuk bergerak membuatnya.

  • Membuat Ketapel

Di sini lah kita diuji untuk mengasah kretifitas serta menjadikan proses ini sebagai taruhan atas niat yang kita rawat di awal tadi, proses ini menjadi penting dan sangat religius saya kira. Kenapa religius? Jika saja nantinya dalam pembuat ketapel kita tidak konsentrasi dan tidak serius, bisa saja nantinya ranting itu patah ketika memahat untuk pengikat karetnya. Artinya kita harus mengulang itu dari awal. Atau karetnya terputus, syukurnya kalau kita membeli lebih, kalau tidak? Ya artinya sama, kita harus mengulang dari awal. Intinya ini harus sangat serius dikerjakan karena menyangkut semuanya, baik kelanjutan proses serta niat di awal tadi. Kita harus menuangkan hati, pikiran, serta tubuh ke dalam proses membuat ketapel dari tahap ke tahap. Makanya saya katakana ini adalah proses perjalanan yang sangat spiritual dan religius.

  •  Menyiapkan Peluru

Proses ini juga penting untuk dipersiapkan dalam proses selanjutnya ketika dirasa ketapel yang sudah dibuat siap untuk dimainkan. Bagaimana kita tahu bahwa ketapel sudah siap untuk dimainkan? Baiklah, saya kira untuk mengira-ngira itu pertama kita bisa lihat dari perasaan kita ketika melihat bentuk ketapel yang kita buat, jika timbul perasaan merasa keren dan bahagia, itu artinya ketapel siap dipakai. Kedua, kita persiapkan peluru baik itu dari batu krikil kecil atau apapun yang sekiranya berbentuk bulat kecil seperti batu misalnya biji-bijian buah. Tembak saja dulu asal-asalan, sampai nanti timbul lagi perasaan merasa keren dan merasa bahagia. Jika sudah, siapkan peluru sebanyak-banyaknya.

  • Menentukan Sasaran

Ini dia, proses yang sangat membingungkan dan kadang membuat kita berpikir ulang bahkan berulang-ulang. Untuk apa membuat ketapel? Ini sedikit filsuf jika berpikir dan balik ke awal niat tadi. Kadang kala kita sangat menggebu-gebu membuat niat untuk sesuatu, tanpa kita tahu sasaran yang mana yang akan menjadi fokus. Katakanlah sekarang misalnya kita membuat ketapel untuk mencari buah, buah yang seperti apa? Apakah mencari buah stroberi kita membutuhkan ketapel? Katakanlah sekarang jika kita memilih buah yang ada di ketinggian pohon. Pohon yang seperti apa? Sebab logiskah kita menembak buah kelapa yang sangat erat itu dengan ketapel?

Maka kita lupakan saja soal mencari buah. Kita ganti untuk berburu hewan, tetapi pertanyaanya tetap sama. Hewan yang seperti apa? Memburu ikan di dalam laut, perlu ketapel? Betapa filsufnya kita mulai berpikir untuk mencari sasaran yang ingin kita tembak. Mari, untuk mempermudah ini kita sama-sama sepakati kegunaan ketapel yang kita buat untuk latihan menembak sasaran saja, agar tidak pusing dengan banyak pertanyaan-pertanyaan filsuf tadi. Sebab ini adalah satu-satunya hal paling mudah untuk menentukan sasaran, kita cukup ambil kemasan air mineral botol yang bekas kemudian isi air sedikit agar tidak mudah jatuh saat tertiup angin, lalu taruh beberapa meter dari tempat anda ingin menembak sasaran. Usahakan tempatnya terbuka dan jauh dari keramaian, misalnya tanah lapang. Jika sudah, selamat bermain!

Kemudian kita mulai bertanya-tanya, apakah korelasi antara tahun 2021 dengan cara membuat ketapel? Hal yang ingin saya sampaikan sekiranya adalah bahwa pada proses pengandaian ini saya mencoba menaruh niat untuk menggapai suatu hal, dan tentu dalam niat-niat tersebut banyak hal pula yang harus dibangun serta dipersiapkan. Kemudian menentukan sebuah impian serta cita-cita yang dirasa begitu absurd jika dipikirkan kembali.

Saya mencoba merealitaskan dan mencoba membuat sasaran itu dari hal-hal yang mudah dan ada. Kemudian menajdikan harapan itu sebagai peluru, membidiknya secara teliti bertaruh dengan niat, bekal, dan harapan yang ada pada tubuh saat ini. Menjelma sebuah ketapel yang kini ditarik oleh pemainnya dan tassssshhh! Kena atau tidak pada sasaran? Mari kita mulai tahun ini dengan menentukan niat dan sasaran. Masalah kena atau tidak, itu urusan alam. Selamat tahun baru, salam dari Teater Kalangan untuk tahun 2021 ini. Semoga kita sama-sama mengenai sasaran.[T]

CATATAN AWAL TAHUN TEATER KALANGAN 2021

Jong Santiasa Putra

Lagi Belajar di Kelas

Manik Sukadana/Teater Kalangan

Sudah Sampaikah di Tujuan?

Tags: TeaterTeater Kalangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bencana Gempa Seririt & Himbauan Gubernur Soekarmen tentang Tat Twam Asi

Next Post

Royyan Julian: Aku Tidak Mau Meromantisasi Madura

Agus Noval Rivaldi

Agus Noval Rivaldi

Adalah penulis yang suka menulis budaya dan musik dari tahun 2018. Tulisannya bisa dibaca di media seperti: Pop Hari Ini, Jurnal Musik, Tatkala dan Sudut Kantin Project. Beberapa tulisannya juga dimuat dalam bentuk zine dan dipublish oleh beberapa kolektif lokal di Bali.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Royyan Julian: Aku Tidak Mau Meromantisasi Madura

Royyan Julian: Aku Tidak Mau Meromantisasi Madura

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co