2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Nyata dan Tidak Nyata Dalam Buku Cerpen “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Anak Agung Wulan Purnama Dewi by Anak Agung Wulan Purnama Dewi
December 29, 2022
in Ulas Buku
Yang Nyata dan Tidak Nyata Dalam Buku Cerpen “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Buku kumpulan cerpen Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci karya Made Adnyana Ole

CERPEN IALAH prosa fiksi yang berisi cerita tentang suatu peristiwa yang dialami oleh tokoh utama dengan bentuknya yang sederhana. Cerpen juga memiliki beberapa ciri yakni, memiliki satu buah konflik yang diikuti dengan satu alur cerita.

Para pengarangtentu saja memiliki gaya dan ciri masing-masing dalam menulis cerpen. Seperti pengarang Made Adnyana Ole, punya gaya tersendiri juga dalam menulis hasil imajinasinya atau khayalannya pembacanya merasa terpengaruh dan mempercayai akan hal itu.

Gaya dan ciri penceritaan Made Adnyana Ole tampak dalam buku kumpulan cerpennya yang berjudul “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”.Buku yang diterbitkan Mahima Institute Indonesia ini terdiri dari sembilan judul cerpen.

Saya menganalisis cerpen ini dengan menggunakkan teori psiko analisis yakni mengambil empat buah judul yang akan dianalisis yakni, Terumbu Tulang Istri (cerpen 1), Gede Juta (cerpen 2), Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci (cerpen 3) dan Siat Wengi (cerpen 4).

Teori psiko analisis sastra memberi perhatian pada pengaruh kejiwaan seseorang dalam berimajinasi yang didukung oleh id (naluri), ego (saya/aku), san superego (norma), sehingga menimbulkan sesuatu yang berlebihan di atas perlakuan yang sebenarnya terjadi dalam dunia nyata. Sehingga membuat seseorang merasa benar dan yakin akan hal yang terjadi dalam pikirannya itu adalah hal yang sebenarnya atau dengan kata lain yakni bukan karakter nyata dari si pelaku. 

Hal itu misalnya, dapat saya temukan pada cerpen 1, Terumbu Tulang Istri. Di situ ada nafsu atau libido dan kepuasan atau puss statisfaction. Cerpen ini dapat ditarik ke dalam psikoanalisis yang saya dapatkan, yakni faktor nafsu atau kepuasan mental yang ditampilkan oleh penulis pada tokoh Kayan. Misalnya ketika Kayan merasa bergairah pada seekor sapi betina atau dalam kata lain, adanya kelainan seksual dengan istilah psikologi yakni parafillia.

Dan tidak diketahui pasti asal kata secara psikologi, antara terumbu karang dan istri. Namun dua hal ini dibuat oleh pengarang sebagai hal yang berhubungan, yakni terumbu karang yang nama istilah lainnya adalah collar reefs dan pasangan hidup atau istri diartikan dalam istilah psikologi yakni life partner.

Tak hanya itu dalam cerpen ini tokoh Kayan juga sangat mengalami bahagia yang berlebihan atau istilah psikologinya yakni euphoria. Kebahagiaan yang muncul dengan tidak mencerminkan keadaan yang sesungguhnya, seperti ketika si Kayan ini yang  merasa bahagia ketika ada orang asing yang mempercayainya bahwa di dalam lautan ada istrinya yang menjadi terumbu karang. Sehingga, oleh tokoh Kayan, ungkapan itu terus ia lakukan kepada wisatawan yang mendekatinya.

Dapat saya temukan pada cerpen 2, Gede Juta, istilah psikologi dari gangguan saraf yakni neurodevelopmental disorders. Itu ditemukan ketika si Gede Juta ini menggelengkan kepalanya secara terus menerus sehingga terjadilah sindrom akibat dari perasaan cemas yang berlebihan akibat ia tak jadi melanjutkan kuliahnya. Ia takut dan cemas ketika ada serangan dari orang asing sehingga ia melarikan diri dari asramanya dan memilih pulang ke kampungya dengan tangan yang kosong serta memilih untuk tak mengungkapkan semuanya, namun setiap pertanyaan ia hanya bisa menjawabnya dengan gelengan kepala atau istilah psikologisnya yakni duck sindrom.

Egosentris atau istilah kata dari juta atau seorang jutawan  muncul karena ia merupakan anak dari seseorang yang  terkenal di kampungnya dengan kekayaannya sehingga diambillah nama tersebut sebagai bagian dari namanya. Ditemukan juga istilah lachesism yakni ketika Gede Juta selamat dari kejadian maut yang menimpa dirinya di asrama tempat ia tinggal ketika di kota. 

Dapat ditemukan pada cerpen 3, Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci, tentang istilah dari phile atau kegemaran atau kecintaan seseorang dengan hal disekitarnya. Dapat dilihat ketika penulis menggambarkan gadis suci yang gemar melukis di setiap tempat suci dengan lukisannya.

Ditemukan juga istilah anxiety disorder atau kecemasan yang berlebih, terlihat ketika setiap warga dan juga polisi yang melihat lukisan dari tempat suci cepat-cepat mereka bergegas untuk bersembahyang. 

Dapat ditemukan dalam cerpen 4, Siat Wengi, tentang istilah psikologi yakni, maladaptive daydreaming atau imajinasi yang berlebihan yakni dilihat dari tokoh Ming Tabo yang selalu berkhayal bahwa dirinya bisa mengalahkan Bendesa dalam sebuah pertempuran gaib atau siat wengi.

Serta istilah sindrom paris atau kekecewaan dengan realita yang sebenarnya yakni, dilihat ketika Bendesa yang meninggal akibat dibunuh oleh ibu Ming Tabo. Eccedentesiast yakni, perasaan perasaan sedih yang disembunyikan dengan wajah yang senang atau tanpa adanya kejadian apapun, dilihat ketika ibu Ming Tabo menyembunyikan kematian ayahnya akibat pembunuhan.

Dan hypophrenia atau respon ketika keadaan yang menimpa dirinya yakni, ketika ibu Ming Tabo menangis dengan bergemetar di sudut ruangan ketika ia meletakkan keris berisi darah di atas meja. Ada juga keadaan di bawah alam sadar, yakni, ketika Ming Tabo mengalami pertempuran yang ia rasakan di bawah alam sadarnya.

Dapat dilihat dari beberapa cerpen tersebut bahwa hampir seluruh ceritanya memainkan peran imajinasi yang dipergunakan untuk meningkatkan emosi dari para pembaca untuk bisa merasakan sebenarnya apa yang dikhayalkan oleh si penulis itu sendiri, sehingga pembaca dapat berfikir bahwa seakan-akan hal itu memang betul terjadi di dunia nyata.

Namun, ada juga beberapa cerpen yang ceritanya kurang bisa dipahami atau tidak masuk ke dalam akal pikiran seperti cerpen Terumbu Tulang Istri. Dalam cerpen tersebut tidak diketahui pasti bahwa si tokoh Kayan ini benar-benar mengalami nafsu dari seekor sapi betina atau tidak.

Dan juga dari cerpen Gede Juta, tiba-tiba saja penyakit saraf muncul ketika ia terus menggelengkan kepalanya namun ada satu hal yang membuat ia tak menggelengkan kepala yakni ketika membantah kemauan si Perbekel, entah apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya saya kurang memahami karena hal itu cukup membingungkan pembaca.

Dapat disimpulkan bahwa kecenderungan tokoh dari beberapa cerpen ini sulit untuk ditebak atau dirasakan dengan kenyataan ataupun realita kehidupan dengan pembaca.

Dalam beberapa cerpen tokoh yang dimunculkan cukup imajinatif misalnya dari cerpen Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci, yakni ketika penulis mampu mempengaruhi tokoh dengan lukisan gadis suci yang seakan-akan membuat masyarakatnya merasakan takut sehingga melakukan persembahyangan. Dapat saya rasakan bahwa maksud dari penulis ini mungkin saja untuk membantu menyadarkan pembaca agar selalu ingat dengan Tuhan tanpa diingatkan terlebih dahulu melalui hal-hal yang terjadi di sekitar tempat suci, seperti yang dilukiskan pada cerpen Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci ini.

Dan juga cerpen Siat Wengi yakni ketika tokoh Ming Tabo mengalami imajinasi yang berlebih yang melebihi keadaan sebenarnya yakni ketika ia terus menerus merasa bisa membunuh si Bendesa namun hal itu hanyalah khayalan.

Dapat diselipkan arti dari cerpen ini bahwa setiap orang jangan melakukan ekspektasi di bawah alam sadar secara berlebihan karena yang ditakutkan nantinya akan benar-benar terjadi seperti yang dialami oleh tokoh Ming Tabo ini.

Dari beberapa cerpen yang ditampilkan saya merasa bahwa kedua cerpen inilah yang tokohnya cukup imajinatif dan ditemukan juga beberapa hal atau makna yang sangat berarti bagi kehidupan masyarakat sekarang ini. [T]

Analisis Psikologi Kepribadian Tokoh Dalam Novel “Hanya Nestapa” Karya Sunaryono Basuki Ks
Refleksi Keluarga Dalam Kumpulan Cerpen “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” Karya I Made Suarbawa
Representasi Laut dalam Kumpulan Puisi “Upacara Terakhir” Karya GM Sukawidana
Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci
Tags: Bukubuku kumpulan cerpenBuku MahimaMade Adnyana Olesastrasastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Analisis Psikologi Kepribadian Tokoh Dalam Novel “Hanya Nestapa” Karya Sunaryono Basuki Ks

Next Post

Penyuluh Bahasa Bali Luncurkan Font Baru Aksara Bali, Ada 9 Pilihan Font

Anak Agung Wulan Purnama Dewi

Anak Agung Wulan Purnama Dewi

Lahir di Denpasar, 19 Desember 2002. Menempuh pendidikkan di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia dengan mengambil jurusan Pendidikkan Bahasa dan Sastra Indonesia. Hobinya adalah menulis, membaca, menyanyi serta memasak.

Related Posts

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails
Next Post
Penyuluh Bahasa Bali Luncurkan Font Baru Aksara Bali, Ada 9 Pilihan Font

Penyuluh Bahasa Bali Luncurkan Font Baru Aksara Bali, Ada 9 Pilihan Font

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co