23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Analisis Psikologi Kepribadian Tokoh Dalam Novel “Hanya Nestapa” Karya Sunaryono Basuki Ks

Ni Luh Made Anitasari by Ni Luh Made Anitasari
December 29, 2022
in Ulas Buku
Analisis Psikologi Kepribadian Tokoh  Dalam Novel “Hanya Nestapa” Karya Sunaryono Basuki Ks

Buku novel Hanya Nestapa karya Sunaryono Basuki Ks

  • Judul Buku : Hanya Nestapa (Novel)
  • Pengarang : Sunaryono Basuki Ks
  • Penerbit : Buku Arti
  • Tahun : 2008
  • Tebal : viii + 124 halaman

NOVEL INI berlatar peristiwa Bom Bali, 12 oktober 2012. Kisah cinta yang menarik dibalut dengan kengerian akibat peristiwa ledakan bom di Jalan Legian, Kuta. Peristiwa Bom Bali mengagetkan dunia, menggetarkan kehidupan banyak orang. yang tersisa hanya nestapa.Hanya nestapa.

Pada saat terjadi ledakan bom di Kuta yakni di Paddy’s Pub dan Sari Club, tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka. Korban kebanyakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat hiburan.

Tragedi pengeboman kembali terjadi di Jimbaran 1 Oktober 2005. Dalam insiden itu, 23 orang tewas dan 151 lainnya luka-luka. Tampaknya tragedi bom Bali yang terjadi di Kuta menyentuh perasaan sastrawan Sunaryono Basuki Ks. dan menjadikan tema cerita sebuh novel berjudul “Hanya Nestapa”. 

Pengarang mensimulasikan psikologi para korban bom Bali kemudian menuliskannya ke dalam sebuah cerita novel.

Tokoh utama dalam novel Hanya Nestapa adalah Made Budi, salah satu pemilik perusahaan biro perjalanan wisatawan di daerah Kuta. Tokoh tambahan adalah tokoh Komang Widyareni dan Dian yang merupakan kekasih dari tokoh utama yaitu Budi. Tokoh pelengkap adalah Ayah Komang, Bu Dewi, Briant Smith, dan Susan Watson.

Pada awal kisah Novel Hanya Nestapa menceritakan tentang pekerjaan tokoh utama Budi, pemilik perusahaan biro perjalanan wisatawan di daerah Kuta, berasal dari Singaraja, menganut agama Hindu. Ia bersaudara lima, pekerjaan ayah sebagai pegawai negeri, ibu sebagai guru SD.

Perkenalan tokoh Budi dan Komang dimulai saat Komang melamar pekerjaan hingga akhirnya Budi dan Komang menjalin hubungan spesial. Pada tahap tengah ini pengarang melukiskan tentang hubungan Budi dengan Komang Widyareni.

Pada tanggal 14 Oktober 2022 Budi mengajak Komang jalan-jalan pergi ke Pantai Kuta dan membahas acara pernikahan. Budi dan Komang menjadi korban tragedi bom. Ia meninggal. Budi tidak sadarkan diri selama tiga hari di rumah sakit dan melihat sosok Komang menggunakan pakaian pengantin. Budi tidak bisa menerima keadaan setelah peristiwa bom.

Budi memohon maaf kepada ayah Komang dan berinisiatif membiayai semua upacara pengabenan Komang walaupun mereka belum menikah, Pada tahap akhir tragedi bom kembali terjadi di Jimbaran saat tokoh Dian dan Budi makan di Jimbaran

Kondisi psikologis masyarakat Bali, yang diwakili para saksi peristiwa bom, digambarkan oleh pengarang ada yang mengalami rasa ketakutan, panik, kebingungan karena peristiwa bom itu mengerikan.

Dengan rasa marah dan jengkel akibat perbuatan para pelaku, Amrozi dkk. Masyarakat mengutuk terorisme. Di sisi lain kondisi psikologis tokoh Budi terganggu, ia terus merasa bersalah terhadap ayah Komang karena telah meninggalkan Komang saat terjadi tragedi bom Bali.

Sebaliknya, tokoh ayah Komang menganggap Komang tewas dalam tragedi bom tersebut karena merupakan takdir Tuhan. Ia berpendapat, kepergian Komang sebaiknya diikhlaskan dan tidak perlu disesalkan. Bukan karena salah Budi,

Dengan menggunakan analisis psikologis sastra dapat disimpulkan bahwa pengarang novel Hanya Nestapa ini mampu menggambarkan kejiwaan tokoh-tokoh dengan secara mendalam seperti ketika peledakan bom, ketika Budi mengajak Komang jalan jalan. Mereka disimulasikan dalam kondisi terkejut, sedih, marah kebingungan, panik, dan ketakutan.

Dari analisis teori mimpi, kondisi seperti itu dapat diartikan sebagai keinginan tidak sadar yang muncul dalam kesadaran. Mimpi adalah bentuk perealisasian suatu keinginan. Digambarkan oleh tokoh Budi yang dalam keadaan pingsan bermimpi bertemu orang yang dicari.

Ditinjau dari teori psikoanalisis dan teori mimpi Sigmund Freud, yaitu ketidaksadaran itu terdiri atas tiga instansi, id, ego, dan superego. Id digambarkan oleh tokoh Budi yang dirinya merasa senang karena telah menikah dengan tokoh Komang walaupun hanya mimpi.

Ego digambarkan tokoh Budi yang bersikukuh mengatakan dirinya tidak pingsan dan bertemu dengan tokoh Komang yang mengenakan pakaian pengantin. Superego digambarkan oleh tokoh Budi yang menganggap tokoh Komang tidak tahu norma berpakaian. Tokoh Komang berdiri di samping jenazah kakek Budi menggunakan pakaian pengantin,

Pada tahap akhir tragedi bom kembali terjadi di Jimbaran saat tokoh Dian dan Budi makan malam di restaurant di Jimbaran. Latar disebut juga sebagai landas tumpu, menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan (Abrams dalam Nurgiyantoro, 2010:216).

Latar tempat novel Hanya Nestapa banyak ditempatkan di Kuta dan Jimbaran. Latar waktu dalam novel Hanya Nestapa dimulai pada tahun 2002 sampai tahun latar sosial kepercayaan agama Hindu dan kebiasaan orang beragama Hindu dalam bersembahyang sesuai dengan adat agama Hindu.

Kondisi psikologis masyarakat Bali, yang diwakili para saksi peristiwa bom,digambarkan oleh pengarang ada yang mengalami rasa ketakutan, panik, kebingungan. Tak jarang mengakibatkan seseorang bermimpi buruk dan ingatan akan hal tersebut akan terus menerus menimbulkan gangguan, seperti gangguan makan dan gangguan tidur, atau menimbulkan reaksi panik terhadap bau atau suara yang tiba-tiba. Juga bisa menimbulkan masalah hubungan iritabilitas dan gejala fisik,

Bagi sebagian orang yang mengalami tekanan ini menganggap semua itu adalah reaksi normal terhadap pengalaman yang traumatis. Namun, tidak semua orang memiliki reaksi yang sama terhadap trauma, atau pulih dengan cara yang sama, atau dalam jangka waktu tertentu.

Nah, novel Hanya Nestapa ini menggambarkan semua itu dengan baik dan bisa dipahami dengan mudah.[T]

Refleksi Keluarga Dalam Kumpulan Cerpen “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” Karya I Made Suarbawa
Representasi Laut dalam Kumpulan Puisi “Upacara Terakhir” Karya GM Sukawidana
Misteri Cinta dan Kematian Dalam Kumpulan Cerpen “Kisah Cinta dan Dongeng Yang Dimakamkan” Karya I Putu Agus Phebi Rosadi
Tags: Bom BaliBukunovelsastraSastra Indonesiasastrawan baliTragedi Bom Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Babi Guling Tidak Boleh, Ayam Guling pun Jadi di Warung Mbok Eka Banyuning Singaraja

Next Post

Yang Nyata dan Tidak Nyata Dalam Buku Cerpen “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Ni Luh Made Anitasari

Ni Luh Made Anitasari

Lahir di Badung, 30 September 2003. Menempuh Pendidikan di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Dengan konsentrasi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah. Menggemari membaca novel.

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Yang Nyata dan Tidak Nyata Dalam Buku Cerpen “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Yang Nyata dan Tidak Nyata Dalam Buku Cerpen “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co