12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Analisis Psikologi Kepribadian Tokoh Dalam Novel “Hanya Nestapa” Karya Sunaryono Basuki Ks

Ni Luh Made Anitasari by Ni Luh Made Anitasari
December 29, 2022
in Ulas Buku
Analisis Psikologi Kepribadian Tokoh  Dalam Novel “Hanya Nestapa” Karya Sunaryono Basuki Ks

Buku novel Hanya Nestapa karya Sunaryono Basuki Ks

  • Judul Buku : Hanya Nestapa (Novel)
  • Pengarang : Sunaryono Basuki Ks
  • Penerbit : Buku Arti
  • Tahun : 2008
  • Tebal : viii + 124 halaman

NOVEL INI berlatar peristiwa Bom Bali, 12 oktober 2012. Kisah cinta yang menarik dibalut dengan kengerian akibat peristiwa ledakan bom di Jalan Legian, Kuta. Peristiwa Bom Bali mengagetkan dunia, menggetarkan kehidupan banyak orang. yang tersisa hanya nestapa.Hanya nestapa.

Pada saat terjadi ledakan bom di Kuta yakni di Paddy’s Pub dan Sari Club, tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka. Korban kebanyakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat hiburan.

Tragedi pengeboman kembali terjadi di Jimbaran 1 Oktober 2005. Dalam insiden itu, 23 orang tewas dan 151 lainnya luka-luka. Tampaknya tragedi bom Bali yang terjadi di Kuta menyentuh perasaan sastrawan Sunaryono Basuki Ks. dan menjadikan tema cerita sebuh novel berjudul “Hanya Nestapa”. 

Pengarang mensimulasikan psikologi para korban bom Bali kemudian menuliskannya ke dalam sebuah cerita novel.

Tokoh utama dalam novel Hanya Nestapa adalah Made Budi, salah satu pemilik perusahaan biro perjalanan wisatawan di daerah Kuta. Tokoh tambahan adalah tokoh Komang Widyareni dan Dian yang merupakan kekasih dari tokoh utama yaitu Budi. Tokoh pelengkap adalah Ayah Komang, Bu Dewi, Briant Smith, dan Susan Watson.

Pada awal kisah Novel Hanya Nestapa menceritakan tentang pekerjaan tokoh utama Budi, pemilik perusahaan biro perjalanan wisatawan di daerah Kuta, berasal dari Singaraja, menganut agama Hindu. Ia bersaudara lima, pekerjaan ayah sebagai pegawai negeri, ibu sebagai guru SD.

Perkenalan tokoh Budi dan Komang dimulai saat Komang melamar pekerjaan hingga akhirnya Budi dan Komang menjalin hubungan spesial. Pada tahap tengah ini pengarang melukiskan tentang hubungan Budi dengan Komang Widyareni.

Pada tanggal 14 Oktober 2022 Budi mengajak Komang jalan-jalan pergi ke Pantai Kuta dan membahas acara pernikahan. Budi dan Komang menjadi korban tragedi bom. Ia meninggal. Budi tidak sadarkan diri selama tiga hari di rumah sakit dan melihat sosok Komang menggunakan pakaian pengantin. Budi tidak bisa menerima keadaan setelah peristiwa bom.

Budi memohon maaf kepada ayah Komang dan berinisiatif membiayai semua upacara pengabenan Komang walaupun mereka belum menikah, Pada tahap akhir tragedi bom kembali terjadi di Jimbaran saat tokoh Dian dan Budi makan di Jimbaran

Kondisi psikologis masyarakat Bali, yang diwakili para saksi peristiwa bom, digambarkan oleh pengarang ada yang mengalami rasa ketakutan, panik, kebingungan karena peristiwa bom itu mengerikan.

Dengan rasa marah dan jengkel akibat perbuatan para pelaku, Amrozi dkk. Masyarakat mengutuk terorisme. Di sisi lain kondisi psikologis tokoh Budi terganggu, ia terus merasa bersalah terhadap ayah Komang karena telah meninggalkan Komang saat terjadi tragedi bom Bali.

Sebaliknya, tokoh ayah Komang menganggap Komang tewas dalam tragedi bom tersebut karena merupakan takdir Tuhan. Ia berpendapat, kepergian Komang sebaiknya diikhlaskan dan tidak perlu disesalkan. Bukan karena salah Budi,

Dengan menggunakan analisis psikologis sastra dapat disimpulkan bahwa pengarang novel Hanya Nestapa ini mampu menggambarkan kejiwaan tokoh-tokoh dengan secara mendalam seperti ketika peledakan bom, ketika Budi mengajak Komang jalan jalan. Mereka disimulasikan dalam kondisi terkejut, sedih, marah kebingungan, panik, dan ketakutan.

Dari analisis teori mimpi, kondisi seperti itu dapat diartikan sebagai keinginan tidak sadar yang muncul dalam kesadaran. Mimpi adalah bentuk perealisasian suatu keinginan. Digambarkan oleh tokoh Budi yang dalam keadaan pingsan bermimpi bertemu orang yang dicari.

Ditinjau dari teori psikoanalisis dan teori mimpi Sigmund Freud, yaitu ketidaksadaran itu terdiri atas tiga instansi, id, ego, dan superego. Id digambarkan oleh tokoh Budi yang dirinya merasa senang karena telah menikah dengan tokoh Komang walaupun hanya mimpi.

Ego digambarkan tokoh Budi yang bersikukuh mengatakan dirinya tidak pingsan dan bertemu dengan tokoh Komang yang mengenakan pakaian pengantin. Superego digambarkan oleh tokoh Budi yang menganggap tokoh Komang tidak tahu norma berpakaian. Tokoh Komang berdiri di samping jenazah kakek Budi menggunakan pakaian pengantin,

Pada tahap akhir tragedi bom kembali terjadi di Jimbaran saat tokoh Dian dan Budi makan malam di restaurant di Jimbaran. Latar disebut juga sebagai landas tumpu, menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan (Abrams dalam Nurgiyantoro, 2010:216).

Latar tempat novel Hanya Nestapa banyak ditempatkan di Kuta dan Jimbaran. Latar waktu dalam novel Hanya Nestapa dimulai pada tahun 2002 sampai tahun latar sosial kepercayaan agama Hindu dan kebiasaan orang beragama Hindu dalam bersembahyang sesuai dengan adat agama Hindu.

Kondisi psikologis masyarakat Bali, yang diwakili para saksi peristiwa bom,digambarkan oleh pengarang ada yang mengalami rasa ketakutan, panik, kebingungan. Tak jarang mengakibatkan seseorang bermimpi buruk dan ingatan akan hal tersebut akan terus menerus menimbulkan gangguan, seperti gangguan makan dan gangguan tidur, atau menimbulkan reaksi panik terhadap bau atau suara yang tiba-tiba. Juga bisa menimbulkan masalah hubungan iritabilitas dan gejala fisik,

Bagi sebagian orang yang mengalami tekanan ini menganggap semua itu adalah reaksi normal terhadap pengalaman yang traumatis. Namun, tidak semua orang memiliki reaksi yang sama terhadap trauma, atau pulih dengan cara yang sama, atau dalam jangka waktu tertentu.

Nah, novel Hanya Nestapa ini menggambarkan semua itu dengan baik dan bisa dipahami dengan mudah.[T]

Refleksi Keluarga Dalam Kumpulan Cerpen “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” Karya I Made Suarbawa
Representasi Laut dalam Kumpulan Puisi “Upacara Terakhir” Karya GM Sukawidana
Misteri Cinta dan Kematian Dalam Kumpulan Cerpen “Kisah Cinta dan Dongeng Yang Dimakamkan” Karya I Putu Agus Phebi Rosadi
Tags: Bom BaliBukunovelsastraSastra Indonesiasastrawan baliTragedi Bom Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Babi Guling Tidak Boleh, Ayam Guling pun Jadi di Warung Mbok Eka Banyuning Singaraja

Next Post

Yang Nyata dan Tidak Nyata Dalam Buku Cerpen “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Ni Luh Made Anitasari

Ni Luh Made Anitasari

Lahir di Badung, 30 September 2003. Menempuh Pendidikan di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Dengan konsentrasi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah. Menggemari membaca novel.

Related Posts

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails
Next Post
Yang Nyata dan Tidak Nyata Dalam Buku Cerpen “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Yang Nyata dan Tidak Nyata Dalam Buku Cerpen “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co