1 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Tajun, Komang Lolak Sastrawan yang Anak Buruh itu, Mendunia Lewat Karate

Komang Sujana by Komang Sujana
December 29, 2022
in Persona, Pilihan Editor
Dari Tajun, Komang Lolak Sastrawan yang Anak Buruh itu, Mendunia Lewat Karate

Komang Lolak Sastrawan saat meraih predikat best of best BOB Kelas Internasional Bebas Piala Raja. | Dokumentasi Lolak

PANGGIL SAJA dia Lolak, ia pasti bakal menoleh. Nama aslinya Komang Sastrawan, tapi oleh teman-temannya ia biasa dipanggil dengan nama Lolak.  

Lolak bukan hanya terkenal di kalangan teman-temannya, tapi juga di dunia karate, Tentu saja, karena Komang Sastrawan adalah atlet karate yang memiliki prestasi gemilang. Prestasinya terukir di tingkat lokal sampai internasional.

Lolak sebenarnya punya kesempatan besar untuk menambah prestasi pada Porprov XV tahun 2022 ini. Namun, pada Porprov yang digelar November lalu, ia tidak dipanggil untuk ikut serta menjadi bagian tim karate Buleleng.

Panggil saja dia Lolak. Komang Sastrawan pasti bakal menoleh. Tapi, siapa sebenarnya Lolak ini? Prestasi apa saja yang telah ditorehkannya? Dan bagaimana kisahnya sehingga menjadi salah satu atlet karate terbaik Bali bahkan Indonesia?

Komang Sastrawan adalah atlet karate asal Desa Tajun, Kubutambahan, Buleleng. Ia lahir tanggal 26 Februari 2006, dari pasangan Wayan Sukerta dan Kadek Manisyoni.

Sejak kelas 3 SD, ketika usianya 10 tahun, ia berkenalan dengan dunia olahraga karate. Saat itu ia diajak oleh kakaknya, Kadek Sukreni, untuk melihat langsung latihan karate di Lemkari Dojo Tajun Karate Club (TKC).

Lolak lantas tertarik dengan karate. Ia kemudian bergabung menempa diri di TKC yang dilatih oleh Ketut Suanda.

Kata Ketut Suanda, Lolak pertama kali datang berlatih tidak menggunakan baju karate. Namun, Ketut Suanda tetap menerimanya.

Suatu ketika, Dosen FOK Undiksha, Wasti Danardani, melihat langsung Lolak latihan saat berkunjung ke rumah Ketut Suanda, tempat latihan TKC. Setelah itu Wasti mengatakan bahwa Lolak adalah anak yang berbakat dan akan mampu menjadi atlet karate hebat. Ia lantas berpesan kepada Ketut Suanda agar terus melatih Lolak.

Lolak (kiri) bersama kakaknya Kadek Sukreni (baju merah) saat pertama kali latihan bersama Ketut Suanda (tengah) | Foto: Dok pribadi

Setelah berlatih, tiba saat Lolak masuk arena tanding. Bupati Buleleng Cup 1 tahun 2014 adalah kejuaraan yang pertama kali ia ikuti. Saat itu ia berhasil menjadi juara 1 kumite -30 kg usia dini. Di tahun dan di kelas yang sama Lolak kembali menjadi yang terbaik pada ajang Gubernur Cup 1.

Berkat prestasinya itu, Lolak menjadi salah satu atlet karate junior yang dipertimbangkan dan potensial untuk turun di ajang yang lebih besar.

Mimpinya membela Merah Putih akhirnya terwujud pada kejuaraan Coupe Internationale de Kayl 2016 di Luxemburg Jerman. Lolak yang saat itu menjadi siswa kelas V SDN 2 Tamblang bahkan berhasil membawa dua emas, yaitu juara 1 kata U-11 dan kumite U-12. Ia membuktikan pada dunia bahwa atlet Indonesia yang lahir dari keluarga sederhana di Bali Utara mampu bersaing dengan atlet-atlet negara maju, seperti Jerman, Argentina, dan Uzbekistan.

Perjalanannya untuk membela Indonesia di Jerman tidak mudah. Ia harus mengikuti serangkaian tes di Denpasar, Bali. Setelah lolos, ia selanjutnya mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Jakarta. Kesempatan emas ini berhasil ia tuntaskan dengan meraih juara 1  kumite -50 kg.

Prestasi di tingkat internasional berhasil ia pertahankan saat ia menjadi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kubutambahan. Pada tahun 2018, Lolak berhasil menjadi juara 1 kumite -45 kg di Belgia. Saat itu, ia mampu menundukkan karateka Prancis di final yang secara fisik lebih tinggi darinya.

Juara di Belgia tahun 2018. | Foto Dokumentasi Ketut Suanda

Pada Oktober 2022, Lolak kembali bertanding di tingkat internasional pada ajang World Karate Federation (WKF) di Turki. Dari seluruh pertandingan yang diikuti, menurutnya ini yang paling berkesan. Ia bertanding melawan atlet-atlet terbaik dari 68 negara. WKF layaknya piala dunia karate.

Saat itu Bali mengirimkan tiga atlet karate pada WKF. Lolak salah satunya. Ia adalah satu-satunya putra Buleleng yang mengikuti ajang bergengsi itu. Prestasinya cukup membanggakan. Ia berada pada peringkat 52 kategori kumite -61 kg junior.

Prestasi teranyarnya adalah best of the best (BOB) kelas internasional bebas pada Piala Raja Karate International Open Championship di Yogyakarta. Penghargaan ini ia raih setelah mengalahkan para juara dari kelas berbeda, yaitu juara 1 kategori kumite -55 kg, -67kg, dan +76 kg. Lolak sendiri adalah juara kategori kumite -61 kg junior putra.

Meneladani Kerja Keras Orang Tua

Lolak lahir dari keluarga yang sederhana. Ayah dan ibunya, Wayan Sukerta (44) dan Kadek Manisyoni (45),  berprofesi sebagai buruh harian lepas. Pekerjaannya tidak tetap. Ia kadang sebagai buruh menurunkan pasir. Saat musim cengkih menjadi buruh pemetik cengkeh. Sukarta juga kadang menjadi buruh mencangkul.

Upah yang didapatnya tentu tidak banyak. Rata-rata tidak lebih dari 100 ribu per hari. Cukup tidak cukup ia cukupkan untuk kebutuhan sehari-hari serta membiayai  pendidikan Lolak dan dua kakak perempuannya.

Lolak bersama ibu dan ayahnya | Foto Dokumentasi Lolak

Walaupun hidup berkecukupan, Wayan Sukerta dan Kadek Manisyoni tidak pernah menyerah menjalani pahitnya kehidupan. Menurutnya apapun akan teratasi jika sungguh-sungguh dijalani. Etos kerja inilah yang Lolak teladani.

Terinspirasi Kisah Hidup Kakek

Selain orang tua, dukungan dari kakeknya, Wayan Dana juga sangat berarti bagi Lolak. Ia sempat menuturkan bahwa dulu hidup kakeknya sangat susah. Tahun 1975 kakeknya merantau dari Karangasem Pladung ke Desa Tajun untuk mencoba peruntungan hidup.

Wayan Dana menghidupi keluarga dengan menjadi buruh. Pekerjaannya serabutan. Wayan Dana rela tidak makan untuk kebutuhan anak dan cucunya. Ia tidak ingin kisah  hidupnya yang pahit menular ke cucunya. Oleh sebab itu, dia selalu berdoa dan mendukung penuh Lolak untuk bisa sukses di kemudian hari.

Dukungan dan kisah hidup kakeknyalah yang turut memotivasi dan menginspirasi Lolak untuk berprestasi.

DNA Karate

Perjalanan Lolak meraih berbagai prestasi tidak bisa dilepaskan dari peran Ketut Suanda, pelatih pertamanya saat baru mulai belajar karate. Ketut Suanda adalah Ketua Lemkari, Dojo Tajun Karate Club (TKC). Pelatih bertangan dingin Dan III yang juga wasit nasional inilah yang mengasah kemampuan Lolak mulai sejak umur 10 tahun.

Walaupun sudah merajai berbagai ajang, Lolak sampai saat ini tetap berlatih bersama Ketut Suanda. Ia rutin berlatih bersama anak-anak TKC lain di Wantilan Desa Adat Tajun.

Selain Ketut Suanda, kemampuannya juga karena latihan dari Ketut Suwitra, salah satu pelatih Inkai Buleleng. Sentuhan latihan Ketut Suwitra menurut Lolak sangat berpengaruh terhadap disiplin, ketahanan, dan kekuatan fisiknya.

Menariknya, keduanya, Ketut Suanda dan Kadek Suwitra, juga kakek Lolak sendiri. Ketut Suanda dan Kadek Suwitra adalah saudara dari Made Rediasih, istri Wayan Dana. Sepertinya darah karate Lolak mengalir dari dua kakeknya tersebut.

Keperibadian Low Profile

Dalam kesehariannya Lolak adalah remaja yang berpenampilan biasa-biasa saja. Ia selalu hormat dengan orang tua, pelatih, dan orang-orang yang ditemuinya. Ini ia lakukan karena menurutnya prestasi yang telah diraih adalah hasil kerjasama dari berbagai pihak.

Di mata pelatih dan teman-temannya ia dikenal sebagai karateka yang disiplin, memiliki semangat dan daya juang yang tinggi. Ia selalu semangat berlatih.

Karakter olahragawan sejati inilah yang terus ia pertahankan sehingga prestasinya terus mengalir sampai saat ini.

Inilah daftar prestasi besar yang diraih Komang Lolak Sastrawan.

  1. Juara 1 Bupati Buleleng Cup 1 kategori kumite -30 usia dini tahun 2014.
  2. Juara 1 Gubernur Cup I kategori kumite -30 kg tahun 2014.
  3. Juara 1 kata dan kumite -30 SD Porsenijar tingkat Kabupaten tahun 2015.
  4. Juara 1 kata dan kumite -30 kategori kata perorangan putra Porsenijar SD tingkat provinsi di tahun 2015.
  5. Juara 1  seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat provinsi kata kumite tahun 2016.
  6. Juara 1 O2SN kumite -35 kg tahun di Jakarta tahun 2016.
  7. Juara 1 kata U-11 kejuaraan Coupe Internationale de Kayl di Jerman tahun 2016.
  8. Juara kumite U-12 kejuaraan Coupe Internationale de Kayl di Jerman tahun 2016.
  9. Juara 3 kata O2SN tahun 2018 di Yogyakarta.
  10. Juara 1 kumite -50 kg O2SN 2018 di Yogyakarta
  11. Juara 1 kumite -50 kg Kejuaraan Karate Internasional di Belgia tahun 2018.
  12. Juara 3 kata virtual Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) SMK tingkat nasional tahun 2020.
  13. Juara 1 kumite -61 kejuaraan Forki Bali tahun 2022.
  14. Juara 1 kumite -61 kg kejuaraan Forki  Padang tahun 2022.
  15. Peringkat 52 kategori kumite -61 kg junior pada World Karate Federation (WKF) di Turki tahun 2022.
  16. Juara 1 kumite – 61 kg junior putra pada Piala Raja Karate International Open Championship di Yogyakarta tahun 2022.
  17. Best of The Best (BOB) kelas internasional bebas Piala Raja tahun 2022.

Prestasi yang diraih Lolak menandakan ia adalah atlet yang konsisten berprestasi. Tidak salah jika ia layak disebut aset berharga Buleleng dan Bali pada cabor karate. Oleh karena itu, Komang Lolak Sastrawan patut untuk terus diapresiasi.

Juara 1 kumite -61 kg kejuaraan Forki Padang tahun 2022 | Foto Dok Pribadi

Berkat segudang prestasi, Lolak memiliki nilai jual yang tinggi. Sepertinya tidak sedikit daerah lain yang iri dan bahkan ingin “memiliki” sebagai atlet yang mewakili daerah itu. Maka dari itulah, Lolak wajib dipertahankan. Bahkan diprioritaskan sehingga harapannya untuk selalu membela tanah kelahiran bisa terus terwujud.

Di penghujung tahun 2022 ia tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Tuhan, sesuunan, orang tua, pelatih, rekan-rekan karate, lembaga, dan orang-orang yang telah mendukungnya.

Lolak saat ini duduk di kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMK Negeri 3 Singaraja. Tahun depan  ia berharap bisa terus mengharumkan nama Tajun, Buleleng, Bali, dan Indonesia. Selanjutnya karateka yang bercita-cita sebagai Brimob ini berharap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan beasiswa untuk meringankan beban orang tua. [T]

Bukan Hanya Cengkeh dan Tuak, Desa Tajun Punya Atlet Voli, Karate Hingga Motocross
Porprov dan Singa Ambara Raja Cup: Sebuah Usul untuk PBVSI Buleleng
Pesona Pemain Timnas di Turnamen Bola Voli Tajun Cup III dan Dampaknya Bagi Buleleng
Tags: bulelengDesa Tajunkarateolahraga karatePorprov Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pasek Taksu North Bali: Konten Video Lucu, Tak Sekadar Lucu

Next Post

Kisah Penjahit Baju dan Hari Raya Natal di Buleleng

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Penjahit Baju dan Hari Raya Natal di Buleleng

Kisah Penjahit Baju dan Hari Raya Natal di Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran
Kesehatan

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran

SUASANA pagi pada Kamis, 30 April 2026, di Wantilan Kuari, Jimbaran, terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas yang terdengar sejak...

by Nyoman Budarsana
April 30, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026
Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia
Bahasa

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

by I Made Sudiana
April 29, 2026
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025
Budaya

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles
Esai

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak
Pop

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

by Angga Wijaya
April 29, 2026
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro
Panggung

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026
Khas

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co