3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Tajun, Komang Lolak Sastrawan yang Anak Buruh itu, Mendunia Lewat Karate

Komang Sujana by Komang Sujana
December 29, 2022
in Persona, Pilihan Editor
Dari Tajun, Komang Lolak Sastrawan yang Anak Buruh itu, Mendunia Lewat Karate

Komang Lolak Sastrawan saat meraih predikat best of best BOB Kelas Internasional Bebas Piala Raja. | Dokumentasi Lolak

PANGGIL SAJA dia Lolak, ia pasti bakal menoleh. Nama aslinya Komang Sastrawan, tapi oleh teman-temannya ia biasa dipanggil dengan nama Lolak.  

Lolak bukan hanya terkenal di kalangan teman-temannya, tapi juga di dunia karate, Tentu saja, karena Komang Sastrawan adalah atlet karate yang memiliki prestasi gemilang. Prestasinya terukir di tingkat lokal sampai internasional.

Lolak sebenarnya punya kesempatan besar untuk menambah prestasi pada Porprov XV tahun 2022 ini. Namun, pada Porprov yang digelar November lalu, ia tidak dipanggil untuk ikut serta menjadi bagian tim karate Buleleng.

Panggil saja dia Lolak. Komang Sastrawan pasti bakal menoleh. Tapi, siapa sebenarnya Lolak ini? Prestasi apa saja yang telah ditorehkannya? Dan bagaimana kisahnya sehingga menjadi salah satu atlet karate terbaik Bali bahkan Indonesia?

Komang Sastrawan adalah atlet karate asal Desa Tajun, Kubutambahan, Buleleng. Ia lahir tanggal 26 Februari 2006, dari pasangan Wayan Sukerta dan Kadek Manisyoni.

Sejak kelas 3 SD, ketika usianya 10 tahun, ia berkenalan dengan dunia olahraga karate. Saat itu ia diajak oleh kakaknya, Kadek Sukreni, untuk melihat langsung latihan karate di Lemkari Dojo Tajun Karate Club (TKC).

Lolak lantas tertarik dengan karate. Ia kemudian bergabung menempa diri di TKC yang dilatih oleh Ketut Suanda.

Kata Ketut Suanda, Lolak pertama kali datang berlatih tidak menggunakan baju karate. Namun, Ketut Suanda tetap menerimanya.

Suatu ketika, Dosen FOK Undiksha, Wasti Danardani, melihat langsung Lolak latihan saat berkunjung ke rumah Ketut Suanda, tempat latihan TKC. Setelah itu Wasti mengatakan bahwa Lolak adalah anak yang berbakat dan akan mampu menjadi atlet karate hebat. Ia lantas berpesan kepada Ketut Suanda agar terus melatih Lolak.

Lolak (kiri) bersama kakaknya Kadek Sukreni (baju merah) saat pertama kali latihan bersama Ketut Suanda (tengah) | Foto: Dok pribadi

Setelah berlatih, tiba saat Lolak masuk arena tanding. Bupati Buleleng Cup 1 tahun 2014 adalah kejuaraan yang pertama kali ia ikuti. Saat itu ia berhasil menjadi juara 1 kumite -30 kg usia dini. Di tahun dan di kelas yang sama Lolak kembali menjadi yang terbaik pada ajang Gubernur Cup 1.

Berkat prestasinya itu, Lolak menjadi salah satu atlet karate junior yang dipertimbangkan dan potensial untuk turun di ajang yang lebih besar.

Mimpinya membela Merah Putih akhirnya terwujud pada kejuaraan Coupe Internationale de Kayl 2016 di Luxemburg Jerman. Lolak yang saat itu menjadi siswa kelas V SDN 2 Tamblang bahkan berhasil membawa dua emas, yaitu juara 1 kata U-11 dan kumite U-12. Ia membuktikan pada dunia bahwa atlet Indonesia yang lahir dari keluarga sederhana di Bali Utara mampu bersaing dengan atlet-atlet negara maju, seperti Jerman, Argentina, dan Uzbekistan.

Perjalanannya untuk membela Indonesia di Jerman tidak mudah. Ia harus mengikuti serangkaian tes di Denpasar, Bali. Setelah lolos, ia selanjutnya mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Jakarta. Kesempatan emas ini berhasil ia tuntaskan dengan meraih juara 1  kumite -50 kg.

Prestasi di tingkat internasional berhasil ia pertahankan saat ia menjadi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kubutambahan. Pada tahun 2018, Lolak berhasil menjadi juara 1 kumite -45 kg di Belgia. Saat itu, ia mampu menundukkan karateka Prancis di final yang secara fisik lebih tinggi darinya.

Juara di Belgia tahun 2018. | Foto Dokumentasi Ketut Suanda

Pada Oktober 2022, Lolak kembali bertanding di tingkat internasional pada ajang World Karate Federation (WKF) di Turki. Dari seluruh pertandingan yang diikuti, menurutnya ini yang paling berkesan. Ia bertanding melawan atlet-atlet terbaik dari 68 negara. WKF layaknya piala dunia karate.

Saat itu Bali mengirimkan tiga atlet karate pada WKF. Lolak salah satunya. Ia adalah satu-satunya putra Buleleng yang mengikuti ajang bergengsi itu. Prestasinya cukup membanggakan. Ia berada pada peringkat 52 kategori kumite -61 kg junior.

Prestasi teranyarnya adalah best of the best (BOB) kelas internasional bebas pada Piala Raja Karate International Open Championship di Yogyakarta. Penghargaan ini ia raih setelah mengalahkan para juara dari kelas berbeda, yaitu juara 1 kategori kumite -55 kg, -67kg, dan +76 kg. Lolak sendiri adalah juara kategori kumite -61 kg junior putra.

Meneladani Kerja Keras Orang Tua

Lolak lahir dari keluarga yang sederhana. Ayah dan ibunya, Wayan Sukerta (44) dan Kadek Manisyoni (45),  berprofesi sebagai buruh harian lepas. Pekerjaannya tidak tetap. Ia kadang sebagai buruh menurunkan pasir. Saat musim cengkih menjadi buruh pemetik cengkeh. Sukarta juga kadang menjadi buruh mencangkul.

Upah yang didapatnya tentu tidak banyak. Rata-rata tidak lebih dari 100 ribu per hari. Cukup tidak cukup ia cukupkan untuk kebutuhan sehari-hari serta membiayai  pendidikan Lolak dan dua kakak perempuannya.

Lolak bersama ibu dan ayahnya | Foto Dokumentasi Lolak

Walaupun hidup berkecukupan, Wayan Sukerta dan Kadek Manisyoni tidak pernah menyerah menjalani pahitnya kehidupan. Menurutnya apapun akan teratasi jika sungguh-sungguh dijalani. Etos kerja inilah yang Lolak teladani.

Terinspirasi Kisah Hidup Kakek

Selain orang tua, dukungan dari kakeknya, Wayan Dana juga sangat berarti bagi Lolak. Ia sempat menuturkan bahwa dulu hidup kakeknya sangat susah. Tahun 1975 kakeknya merantau dari Karangasem Pladung ke Desa Tajun untuk mencoba peruntungan hidup.

Wayan Dana menghidupi keluarga dengan menjadi buruh. Pekerjaannya serabutan. Wayan Dana rela tidak makan untuk kebutuhan anak dan cucunya. Ia tidak ingin kisah  hidupnya yang pahit menular ke cucunya. Oleh sebab itu, dia selalu berdoa dan mendukung penuh Lolak untuk bisa sukses di kemudian hari.

Dukungan dan kisah hidup kakeknyalah yang turut memotivasi dan menginspirasi Lolak untuk berprestasi.

DNA Karate

Perjalanan Lolak meraih berbagai prestasi tidak bisa dilepaskan dari peran Ketut Suanda, pelatih pertamanya saat baru mulai belajar karate. Ketut Suanda adalah Ketua Lemkari, Dojo Tajun Karate Club (TKC). Pelatih bertangan dingin Dan III yang juga wasit nasional inilah yang mengasah kemampuan Lolak mulai sejak umur 10 tahun.

Walaupun sudah merajai berbagai ajang, Lolak sampai saat ini tetap berlatih bersama Ketut Suanda. Ia rutin berlatih bersama anak-anak TKC lain di Wantilan Desa Adat Tajun.

Selain Ketut Suanda, kemampuannya juga karena latihan dari Ketut Suwitra, salah satu pelatih Inkai Buleleng. Sentuhan latihan Ketut Suwitra menurut Lolak sangat berpengaruh terhadap disiplin, ketahanan, dan kekuatan fisiknya.

Menariknya, keduanya, Ketut Suanda dan Kadek Suwitra, juga kakek Lolak sendiri. Ketut Suanda dan Kadek Suwitra adalah saudara dari Made Rediasih, istri Wayan Dana. Sepertinya darah karate Lolak mengalir dari dua kakeknya tersebut.

Keperibadian Low Profile

Dalam kesehariannya Lolak adalah remaja yang berpenampilan biasa-biasa saja. Ia selalu hormat dengan orang tua, pelatih, dan orang-orang yang ditemuinya. Ini ia lakukan karena menurutnya prestasi yang telah diraih adalah hasil kerjasama dari berbagai pihak.

Di mata pelatih dan teman-temannya ia dikenal sebagai karateka yang disiplin, memiliki semangat dan daya juang yang tinggi. Ia selalu semangat berlatih.

Karakter olahragawan sejati inilah yang terus ia pertahankan sehingga prestasinya terus mengalir sampai saat ini.

Inilah daftar prestasi besar yang diraih Komang Lolak Sastrawan.

  1. Juara 1 Bupati Buleleng Cup 1 kategori kumite -30 usia dini tahun 2014.
  2. Juara 1 Gubernur Cup I kategori kumite -30 kg tahun 2014.
  3. Juara 1 kata dan kumite -30 SD Porsenijar tingkat Kabupaten tahun 2015.
  4. Juara 1 kata dan kumite -30 kategori kata perorangan putra Porsenijar SD tingkat provinsi di tahun 2015.
  5. Juara 1  seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat provinsi kata kumite tahun 2016.
  6. Juara 1 O2SN kumite -35 kg tahun di Jakarta tahun 2016.
  7. Juara 1 kata U-11 kejuaraan Coupe Internationale de Kayl di Jerman tahun 2016.
  8. Juara kumite U-12 kejuaraan Coupe Internationale de Kayl di Jerman tahun 2016.
  9. Juara 3 kata O2SN tahun 2018 di Yogyakarta.
  10. Juara 1 kumite -50 kg O2SN 2018 di Yogyakarta
  11. Juara 1 kumite -50 kg Kejuaraan Karate Internasional di Belgia tahun 2018.
  12. Juara 3 kata virtual Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) SMK tingkat nasional tahun 2020.
  13. Juara 1 kumite -61 kejuaraan Forki Bali tahun 2022.
  14. Juara 1 kumite -61 kg kejuaraan Forki  Padang tahun 2022.
  15. Peringkat 52 kategori kumite -61 kg junior pada World Karate Federation (WKF) di Turki tahun 2022.
  16. Juara 1 kumite – 61 kg junior putra pada Piala Raja Karate International Open Championship di Yogyakarta tahun 2022.
  17. Best of The Best (BOB) kelas internasional bebas Piala Raja tahun 2022.

Prestasi yang diraih Lolak menandakan ia adalah atlet yang konsisten berprestasi. Tidak salah jika ia layak disebut aset berharga Buleleng dan Bali pada cabor karate. Oleh karena itu, Komang Lolak Sastrawan patut untuk terus diapresiasi.

Juara 1 kumite -61 kg kejuaraan Forki Padang tahun 2022 | Foto Dok Pribadi

Berkat segudang prestasi, Lolak memiliki nilai jual yang tinggi. Sepertinya tidak sedikit daerah lain yang iri dan bahkan ingin “memiliki” sebagai atlet yang mewakili daerah itu. Maka dari itulah, Lolak wajib dipertahankan. Bahkan diprioritaskan sehingga harapannya untuk selalu membela tanah kelahiran bisa terus terwujud.

Di penghujung tahun 2022 ia tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Tuhan, sesuunan, orang tua, pelatih, rekan-rekan karate, lembaga, dan orang-orang yang telah mendukungnya.

Lolak saat ini duduk di kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMK Negeri 3 Singaraja. Tahun depan  ia berharap bisa terus mengharumkan nama Tajun, Buleleng, Bali, dan Indonesia. Selanjutnya karateka yang bercita-cita sebagai Brimob ini berharap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan beasiswa untuk meringankan beban orang tua. [T]

Bukan Hanya Cengkeh dan Tuak, Desa Tajun Punya Atlet Voli, Karate Hingga Motocross
Porprov dan Singa Ambara Raja Cup: Sebuah Usul untuk PBVSI Buleleng
Pesona Pemain Timnas di Turnamen Bola Voli Tajun Cup III dan Dampaknya Bagi Buleleng
Tags: bulelengDesa Tajunkarateolahraga karatePorprov Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pasek Taksu North Bali: Konten Video Lucu, Tak Sekadar Lucu

Next Post

Kisah Penjahit Baju dan Hari Raya Natal di Buleleng

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Penjahit Baju dan Hari Raya Natal di Buleleng

Kisah Penjahit Baju dan Hari Raya Natal di Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co