3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Porprov dan Singa Ambara Raja Cup: Sebuah Usul untuk PBVSI Buleleng

Komang Sujana by Komang Sujana
December 19, 2022
in Opini
Porprov dan Singa Ambara Raja Cup: Sebuah Usul untuk PBVSI Buleleng

Tim voli putri Buleleng saat bertanding di Porprov Bali

SELAIN SEPAK BOLA, voli adalah cabang olahraga (cabor) yang gagal sumbang medali untuk Buleleng pada Porprov XV tahun 2022. Voli indoor putri yang digadang-gadang bisa mencuri medali kalah bersaing dengan Badung, Jembrana, dan Denpasar.

Lantas tim voli indoor putra kalah dengan kabupaten apa?

Voli Putra Buleleng tidak kalah dengan tim manapun. Terus kenapa tidak dapat medali? Penggemar voli Buleleng sudah tahu jawabannya. Voli indoor putra Buleleng tidak ikut serta di event dua tahunan ini. Jadi, sudah bisa dipastikan sejak awal voli indoor putra tidak menang dengan tim manapun dan tidak akan sumbang medali.

Pertanyaannya apakah voli Buleleng tidak bergeliat setelah dilanda covid? Jawabannya tentu tidak.

Sepanjang tahun 2022 voli Buleleng sangat semarak. Lebih dari 15 turnamen voli baik dengan format lokal banjar, lokal desa, dan semi open telah terselenggara dengan meriah.

Ataukah regenerasi voli Buleleng gagal sehingga tidak ada pemain muda yang diandalkan? Jawabannya juga tidak.

Pemain-pemain muda Buleleng seperti Didit Prayogo dan I Gusti Ngurah Made Kusuma Wardana (Uuk) bahkan berhasil membawa Planet Sembiran menjuarai turnamen penuh semi open Tajun Cup III dan Arbong Cup I.

Juga Ari Prahyudi quicker andalan Buleleng ini membawa The Winner menjadi juara turnamen semi open di Kalibukbuk Cup LPD Kalibukbuk Cup VIII Ganggang Biru Cup I, dan Naka Sport I. Didit, Uuk, dan Prahyudi bermain dan bersaing dengan pemain top Bali dan nasional. Ini artinya kualitas mereka tidak jauh berbeda. Mereka punya potensi untuk bersaing.

Kalau begitu apa alasannya tim voli putra indoor tidak dikirim pada Porprov tahun ini?

Dikutip dari laman facebook Humas PBVSI Buleleng, alokasi anggaran KONI untuk cabor voli hanya untuk 12 orang tim voli indoor. Dengan pertimbangan peluang medali akhirnya PBVSI hanya mengirim tim putri indoor dan tim bola voli pantai.

Lantas bagaimana cara Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Buleleng mengevaluasi kualitas tim dengan tanpa mengikuti turnamen? Apakah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan PBVSI tidak yakin dengan kekuatan tim voli putra indoor Buleleng? Sungguh bukan menjadi ciri khas Buleleng jika kalah sebelum berperang.

Kontinuitas di Porprov

Bertanding di ajang Porprov adalah impian setiap pemain. Kebanggaan membela tanah kelahiran dan kesempatan unjuk kualitas sebagai alasannya.

Didit, dkk., pasti ingin menunjukkan diri bahwa talenta Buleleng tidak kalah saing dengan Gianyar, Badung, Denpasar, dan Karangasem. Mereka juga layak diperhitungkan untuk membela Bali di kemudian hari. Tidak salah memang timbul rasa kekecewaan dari para pemain yang sudah berlatih kurang lebih 7 bulan.

Tidak bisa disalahkan juga jika ada penilaian bahwa manajemen induk voli Buleleng sepertinya tidak bisa melakukan upaya-upaya yang seharusnya menjadi tanggung jawab sebagai wadah memperjuangkan atlet-atlet muda Buleleng dengan bukti nyata hanya Buleleng yang tidak ikut Porprov.

Dengan kondisi seperti ini, seharusnya ada evaluasi terkait kebijakan dalam pembinaan atlet-atlet voli muda di Buleleng. Misalnya, tetap harus disediakan anggaran untuk menghidupkan api semangat pevoli-pevoli muda Buleleng melalui berbagai event dan kejuaraan.

Semi Open vs Lokal Desa

Pada final Invitasi Bola Voli Volta Tamblang Oktober lalu, Ketua KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja, sempat menyampaikan kepada saya bahwa pemain-pemain luar Buleleng selalu mendominasi pada turnamen semi open sehingga berimbas pada tidak berkembangnya pemain-pemain muda Buleleng.

Saya sempat berpikir, apakah ini juga menjadi salah satu alasan KONI menganggap voli indoor putra Buleleng tidak akan mampu bersaing di Porprov?

Turnamen semi open memang menarik. Ada pemain profesional yang bisa memberikan tontonan berkelas yang mengundang animo penonton. Ini dapat menggeliatkan perputaran ekonomi karena mereka membayar tiket dan berbelanja di warung-warung masyarakat. Dampak lainnya bisa memberikan motivasi dan edukasi bagi pemain-pemain muda. Pendapatan pemain pun bertambah karena mereka dibayar untuk adu gengsi.

Namun, tidak sedikit juga yang mengkritik turnamen ini. Semi Open tidak memberikan ruang yang lebih banyak kepada pemain-pemain muda untuk menempa diri. Mereka tersisihkan oleh pemain bayaran dari Gianyar, Badung, dan Denpasar yang selama ini mendominasi. Dampaknya bibit-bibit muda Buleleng kering pengalaman.

Namun, dari semua polemic itu, bisa disimpulkan bahwa kesadaran generasi muda untuk mencintai dan membela voli Buleleng luar biasa dengan banyaknya turnamen di Buleleng walau masih berbau bisnis hiburan dengan semi open. Untuk itulah perlu rasanya ada kejuaraan antardesa se-Buleleng agar kita tahu bibit-bibit terpendam dari desa-desa.

Singa Ambara Raja Cup

Dalam kasus di atas PBVSI menurut hemat saya harus menyediakan wahana bagi pemain-pemain muda untuk menambah jam terbang. PBVSI harus menyambut gairah voli anak-anak muda. Turnamen lokal desa se-Kabupaten Buleleng yang biasa dikenal dengan Singa Ambara Raja Cup seharusnya dijadikan agenda tahunan.

Tujuannya pemain-pemain muda masa depan Buleleng, seperti Kadek Dwinov Sukresna, Kadek Grahady, Kadek Dodi Setiawan, Uuk,  agar mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk mengasah permainan dan mental.

Memang beberapa turnamen tahun ini formatnya lokal desa  tetapi lingkup pesertanya masih terbatas. Seperti di Sanglung Cup I dan invitasi bola voli Volta Tamblang yang diikuti klub bola voli di Kecamatan Kubutambahan, dan STT Widya Dharma Bakti Cup I di Depeha hanya diikuti oleh beberapa kecamatan di Buleleng. Faktor keterbatasan anggaran juga menyebabkan panitia penyelenggara mengambil pilihan tersebut.

Jika PBVSI berkemauan sebagai penyelenggara maka permasalahan anggaran semestinya bisa teratasi. Pertandingan diselenggarakan di GOR Buana Patra. Lokasinya di tengah-tengah kota. Tim atau klub tidak terkendala masalah jarak.

PBVSI Buleleng memang sudah melakukan terobosan bagus dengan program Akademi Bola Voli Buleleng. Buktinya Kadek Dwinov Sukresna, Kadek Grahady, dan Nyoman Tiana Kumalasari menjadi bagian Tim Voli Bali raih juara 3 di Pra Popnas 2022. Namun, masukan-masukan kecil di atas sebaiknya dijadikan umpan balik untuk mewujudkan prestasi-prestasi besar di kemudian hari.

Semarak voli Buleleng, perhatian, dan kecintaan yang begitu besar dari voli mania Buleleng merupakan momentum yang tepat bagi PBVSI Buleleng untuk terus memajukan olahraga bola voli. Sejarah tidak ikut Porprov tidak boleh terulang. Tidak ada alasan lagi untuk tidak menggelar Singa Ambara Raja Cup tahun depan. [T]

Trio Buleleng: Dwinov, Triana, dan Grahady | Perkuat Tim Voli Bali, Juara 3 di Pra Popnas
Turnamen Bola Voli Lokal Desa di Tamblang: Sensasi dan Kemeriahan ala Desa Perkebunan
Bukan Hanya Cengkeh dan Tuak, Desa Tajun Punya Atlet Voli, Karate Hingga Motocross
Tags: bola volibulelengklub voli desaolahragaPorprov Balivoli
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gagal (Paham) Menulis Esai | Tanggapan Atas Esai I Wayan Artika

Next Post

Sahut-Menyahut Lagu ‘Kerauhan’, Ada Apa?

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Sahut-Menyahut Lagu ‘Kerauhan’, Ada Apa?

Sahut-Menyahut Lagu ‘Kerauhan’, Ada Apa?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co