17 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali Jani Nugraha 2022 | Tan Lioe Ie Pada Pusaran Puisi dan Musik

tatkala by tatkala
October 31, 2022
in Persona
Bali Jani Nugraha 2022 | Tan Lioe Ie Pada Pusaran Puisi dan Musik

Tan Lioe Ie, dokumentasi sinofest 2.0, prodi sastra Cina, FIB, UI. | Foto Ai/diambil dari facebook Tan Lioe Ie

Tan Lioe Ie pada mulanya adalah pemusik. Ia menjadi gitaris pertama pada grup band sekolah saat ia menempuh pendidikan di SLUA1 Saraswati Denpasar. Sempat juga ia menjadi gitaris Group Band Ariesta, Denpasar. Saat kuliah di jurusan arsitektur di Universitas Jakarta, ia masuk band Goudeamus.

Namun kini ia dikenal sebagai penyair. Puisi-puisinya dimuat di sejumlah media dan diterbitkan dalam buku antologi tunggal dan antologi bersama, dan puisi-puisi itu dibicarakan di mana-mana, bukan hanya di dalam negeri, melainkan juga di luar negeri.

Tampaknya musik dan puisi adalah bagian dari hidupnya yang tak bisa diceraikan. Maka, saat ini ia dikenal sebagai penekun puisi-musik, atau istilahnya bisa disebut musikalisasi puisi. Ia menggubah puisi-puisi untuk bisa dinyanyikan dengan iringan alat musik, semacam gitar dan alat musik lain.

Bagaimana ceritanya Tan Lioe Ie bergerak dari musik, lalu puisi, lalu puisi musik?

โ€œSaya sebenarnya mulai menulis puisi bukan sejak kecil,โ€ kata Tam Lioe Ie memulai ceritanya.

Tan Lioe Ie biasa dipanggil Yoki oleh teman-temannya. Ia lahir di Denpasar, Bali, 1 Juni 1958, Keluarganya sebagian besar menjadi pengusaha, dan ia sendiri melenggang sangat serius berada pada pusaran dunia seni, dunia sastra dan dunia musik.

Sarah seninya mengalir dari ayahnya. Ayahnya adalah seorang guru, pemain biola dan dan pemain piano. Ayahnya juga atlit basket, badminton, dan voli. Adik-adik perempuannya jadi pengusaha, karena “ikut” suaminya. Adik laki-lakinya, biasa dipanggil Yung, mulanya diajak omnya, Amir Syamsuddin, mengelola tambak, lalu kerja di kelompok usaha ipar, belakangan menggeluti usaha pie susu.

Tan Lioe Ie mulai menulis puisi pada usia 31 tahun ketika ia bertemu dengan sejumlah penyair dari Sanggar Minum Kopi (SMK). Saat itu, tahun 1989, SMK menggelar lomba baca puisi, dan ia diminta menjadi juri pembanding dari bidang lain.

โ€œPada akhir tahun itu juga, saya mulai menulis puisi,” kata Tan Lioe ie.

Puisi memang mempesona kemduian di mata Tan Lioe Ie. Semakin hari ia semakin akrab dengan puisi, yang mendorongnya menulis puisi.

Tan Lioe Ie saat beraksi dalam pentas puisi-musik | Foto diambil dari laman facebook Tan Lioe Ie

Pada periode awalnya dia dibimbing Penyair Frans Nadjira, dengan metode yang disebut Frans sebagai “Sparing Partner”, metode yang juga diterapkan di SMK dan dibawa ke Jogja oleh Raudal Tanjung Banua dalam Komunitas Rumah Lebah yang didirikannya.

Puisi-puisinya dimuat, dalam lebih dari 30 antologi bersama, juga di berbagai media dalam dan luar negeri, seperti Bali Post, Berita Buana, Kompas, Suara Merdeka, Media Indonesia, Horison, Jurnal CAK serta di majalah dwi bahasa (Indonesia Inggris, yang dirintis Heather Curnow dan Nurhidayat Poso) Coast Line, lalu Paradox yang dirintis Heather Curnow, di Lebanian, Perancis, Orientirungen Jerman.

Puisinya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Bulgaria, Mandarin, Belanda, Jerman, Perancis. Tan Lioe Ie pernah diundang ke berbagai acara sastra di berbagai daerah di Indonesia dan ke luar negeri, seperti Tasmania, Suriname, Afirka Selatan, Belanda, Perancis, Jerman, dan Belgia.

Buku Puisi tunggal pertamanya, โ€œKita Bersaudaraโ€, versi Inggrisnya โ€œWe Are All Oneโ€, terjemahan Dr Thomas Hunter. Buku puisi kedua yaitu โ€œMalam Cahaya Lampionโ€ yang diterbitkan Bentang Pustaka, Yogyakarta, 2005, dengan versi Belanda โ€œNacht Van De Lampionnenโ€ diterbitkan Uitgeverij Conserve, The Netherlands, 2008, terjemahan Linde Voute.

Buku tunggalnya yang ketiga adalah โ€œCiam Si, Puisi-puisi Ramalanโ€ yang diterbitkan Buku Arti, 2015, dan versi Perancis berjudul Poemes divinatoires terbitan Pustaka Ekspresi, Bali, 2017 yang terjemahan Elizabeth  D Inandiak.

Dengan buku Ciam Si, ia bahkan disebut-sebut sebagai penyair pertama Indonesia yang melakukan eksplorasi atas ritual dan mitologi Tionghoa dalam puisi bahasa Indonesia. Itu menurut Sutardji Calzoum Bachri dalam sebuah wawancara di harian Kompas. Meski kental dengan nuansa etnik, puisi-puisinya tetap mempunyai daya pikat untuk berbagai kalangan.

Selain media-media umum dan buku antologi tunggal, puisi Tan Lioe Ie juga dimuat dalam antologi bersama di Bali The Morning After, Antologi Menagierie 4, Perjalanan, Mimbar Penyair Abad 21, Bonsaiโ€™s Morning, “Living Together”, Tafsir dalam permainan, Utan Kayu International Literary Biennale, dan banyak lagi yang lainnya.

Puisi Tan Lioe Ie juga pernah dibacakan dalam program Poetica radio ABC, Australia. Menurut Mike Ladd dari radio ABC, saat itu Tan Lioe Ie adalah orang ketiga setelah Rendra dan Goenawan Mohammad dari Indonesia yang disiarkan di program Poetica Radio ABC.

Buku Malam Cahaya Lampion masuk ke dalam “long list” Katulistiwa Literary Award, buku Ciam Si masuk 10 besar dalam penghargaan buku Hari Puisi. Sementara puisinya Tangis Musim Semi Azerbaijan memenangkan Lomba Cipta Puisi Nasional, Sanggar Minum Kopi, dan puisi Abad yang Luka memenangkan Taraju Award, dalam lomba nasional yang diadakan Yayasan Taraju, Sumatera Barat.

[][][]

Tentang gubahan puisi-musik, Tan Lioe Ie awalnya menggubah puisi-puisi Umbu Landu Paranggi. Ia awalnya biasa tampil sendiri dengan hanya menggunakan gitar akustik. Pengalamannya belajar gitar klasik dari Sodiq dan Arthur Sahelangi, memberi sentuhan yang berbeda pada permainan gitarnya.

Tan Lioe Ie awalnya menggubah puisi Umbu Landu Paranggi ke musik sebagai apresiasi atas kesetiaan Umbu terhadap Puisi.

Gubahannya  sempat direkam TVRI Denpasar dalam rangka membuat feature tentang Umbu Landu Paranggi. Saat direkam, ia tak tampil sendirian, melainkan ditemani pemain musik lain dan penyanyi sebagai backing vocal.

โ€œSaat itu, saya berada di Singaraja, dan berkat jasa Pak Sunaryono Basuki Ks, saya dikenalkan dengan seorang giraris pria dan dua backing vokal perempuan, ditambah Alit Jatendra asal Denpasar, pada biola,โ€ ceritanya.

Menurut Tan Lioe Ie, puisi-musik bisa menjadi cara lain untuk mencapai segmen penikmat selain penikmat puisi yang “konvensional”.  Dan terbukti berbagai kalangan serta lintas usia dari anak-anak hingga dewasa, bisa menikmati puisi yang dihadirkan dalam bentuk puisi-musik.

Tan Lioe Ie dengan gaya panggungnya yang khas, baik dalam membaca puisi maupun dalam memainkan puisi-musik | Foto diambil dari facebook laman Tan Lioe Ie

Cara Tan Lioe Ie membawakan puisi tidak hanya diapresiasi di dalam negeri, juga di luar negeri. Pada saat ia berada dalam acara Tasmnia Writers’ & Readers’ Festival, oleh Direktur Tasmania Writers Center, sesi tampilnya ditambahkan dengan persetujuan Tan Lioe Ie.

Saat tampil juga pernah terjadi permintaan tambahan dari penonton, sehingga MC – nya mengatakan: “The first on call in the festival” atau โ€œpermintaan tambahan pertama dalam festivalโ€.

Selain diundang sebagai peserta festival, Tan Lioe Ie juga sempat memenangkan tiket untuk menjadi “Writer in Residence” bersama Novelis Perancis Merrie Gaullis dan beberapa penulis Australia. Menurut Heather Curnow saat itu, mungkin Tan yang pertama dari Asia yang menjadi Writer in Residence di Tasmania. Sebagai Writer in Residence, ada sesi Tan Lioe Ie memberikan workshop menulis puisi di Tasmania.

Tan Lioe Ie juga pernah terlibat dalam pembuatan “buku dengar” atas cerpen-cerpen Belanda yang disiarkan radio Belanda seksi Indonesia. Selain menulis karya asli, Tan Lioe Ie juga melakukan terjemahan ke bahasa Indonesia atas puisi penyair dari beberapa negara, dari versi Inggris-nya.

[][][]

Tan Lioe Ie tak berasal dari Fakultas Sastra. Setelah lulus pendidikan SD hingga SMA di Kota Denpasar, ia pernah kuliah di Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Jakarta, namun tidak tamat. Ia kemudian kuliah hingga tamat di Fakultas Ekonomi jurusan Managemen, Universitas Udayana, Bali. Yang menarik, di Fakultas Ekonomi ia justru terkenal sebagai pemain basket.

Tan Lioe Ie bersama teman-temannya di Sanggar Minum Kopi yang dilanjutkan Yayasan CAK, sempat menerbitkan jurnal CAK, di mana dia juga menjadi salah seorang editornya. Keistimewaan jurnal CAK, kata Tan Lioe Ie,  adalah, pada setiap edisi menghadirkan local genius, antara lain I Gusti Nyoman Lempad, Geruh, hingga yang muda Wayan Gde Yudane.

โ€œIni memberi warna bagi Indonesia yang kerap mengabaikan “tokoh daerah” dalam liputan di masa itu,โ€ kata Tan Lioe Ie.

Tan Lioe Ie juga pernah menjadi editor tamu dan editor majalah dwi bahasa Coast Line dan Paradox, Kurator UWRF dan Toya Bungkah Literary Festival. Ia juga pernah diwawancarai dan direkam baca puisinya oleh Radio ABC, Australia bekerjasama dengan radio BBC London untuk disiarkan di negara-negara berbahasa Inggris di luar kedua negara asal radio tersebut.

Saat di Suriname, Tan Lioe Ie juga diwawancarai radio setempat dan menyanyikan puisi Umbu Landu Paranggi yang digubahnya menjadi puisi-musik, sambil bermain gitar.

Tan Lioe Ie dan kawan-kawannya juga melahirkan album puisi-musik, yaitu album puisi-musik Kuda Putih versi kustik yang terdiri dari 8 puisi karya Umbu Landu Paranggi dan 2 puisi karya Tan Lioe Ie.

Puisi-musik hasil gubahannya itu biasa dibawakan Tan Lioe Ie baik secara tunggal atau bersama kawan-kawannya dalam acara sastra serta acara-acara lainnya. Album puisi-musik kedua, yaitu EXORCISM yang khusus menggubah puisi-puisi Tan Lioe Ie yang dibawakan bersama kawan-kawannya dalam band Bali Puisi-Musik.

Sedangkan album puisi-musik Kuda Putih Remastered terdiri dari 3 puisi Umbu Landu Paranggi dan 3 puisi Tan Lioe Ie dibawakan juga oleh Bali PuisiMusik.

Bersama kawan-kawan kelompok akustiknya (personalnya bisa berubah jumlah dan orangnya saat “Live”), Tan Lioe Ie pernah pentas di Yogyakarta, Cirebon, Tasikmalaya (dalam rangka peluncuran album Kuda Putih versi akustik), dan di Badan Bahasa (Dulu Pusat Bahasa) Jakarta.

Bersama band Bali PuisiMusik, juga pernah pentas di Jakarta Convention Center, Panggung Kedai Lalang, Jakarta, Festival Seni Surabaya, Pekan Seni dan Budaya Aceh, Temu Sastrawan Indonesia (TSI) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, TSI di Ternate, dan Maluku Utara.

Tan Lioe Ie ternasuk satu dari sekian seniman Indonesia yang cukup banyak diliput media luar negeri. Bahkan sebuah tulisan di Media Suriname tentangnya, berjudul De Leeuw Van Bali (Singa dari Bali), “julukan” yang membawa nama Bali ini juga disertakan pada cover buku Malam Cahaya Lampion versi Belanda Nach Van De Lampionnen. Tentu saja, pengantarnya atas permintaan penerbitnya serta disetujui Tan Lioe Ie.

Tulisan itu dibuat oleh Cynthia Mc Leod, Sastrawan asal Suriname, putri presiden pertama Suriname. Selain pernah jumpa langsung dengan Tan Lioe Ie di Suriname, ia juga ikut dalam program penulisan cerita yang melibatkan penulis Afrika Selatan, Belanda, Curacao. Tulisan ini dimuat bersambung.

Untuk segala pencapaiannya itulah Tan Lioe Ie diberikan penghargaan Bali Jani Nugraha di bidang sastra, sebagai penyair, oleh Pemerintah Provinsi Bali serangkaian dengan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) IV, Tahun 2022. [T][Ole/*]

Bali Jani Nugraha 2022 | Mas Ruscitadewi Dalam Dunia Cerita Anak-anak
Bali Jani Nugraha 2022 | Prof. I Nyoman Darma Putra, Juru Kunci Sastra Indonesia di Bali
Bali Jani Nugraha 2022 | Dhenok Kristianti dan Hembusan Napas Bali dalam Puisi-puisinya
Bali Puisi Musik: Yang Kecil di Bumi Dibesarkan di Langit
Tags: Bali Jani NugrahaFestival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2022musik puisimusikalisasi puisiPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bukan Hanya Hindu (di) Bali: Hindu (di) India Lebih Awal Terbelah Gerakan Sai Baba & Hare Krishna

Next Post

Awata Festival, Membangkitkan Gairah Seni ala Sanggar Seni Suara Mustika

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

โ€œSaya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,โ€ kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang senimanโ€•atau sebut saja montirโ€•muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajangย  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajangย  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails
Next Post
Awata Festival, Membangkitkan Gairah Seni ala Sanggar Seni Suara Mustika

Awata Festival, Membangkitkan Gairah Seni ala Sanggar Seni Suara Mustika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 16, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dariย โ€œPanic Buyingโ€ย hinggaย โ€œMaborborโ€: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dariย โ€œPanic Buyingโ€ย hinggaย โ€œMaborborโ€: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 15, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
๐Œ๐„๐๐“๐„๐‘๐ˆ ๐‹๐”๐€๐‘ ๐๐„๐†๐„๐‘๐ˆ ๐ˆ๐๐ƒ๐ˆ๐€ ๐๐”๐Š๐€ ๐๐€๐Œ๐„๐‘๐€๐ ๐‹๐Ž๐๐“๐€๐‘ ๐๐€๐‹๐ˆ
Pameran

๐Œ๐„๐๐“๐„๐‘๐ˆ ๐‹๐”๐€๐‘ ๐๐„๐†๐„๐‘๐ˆ ๐ˆ๐๐ƒ๐ˆ๐€ ๐๐”๐Š๐€ ๐๐€๐Œ๐„๐‘๐€๐ ๐‹๐Ž๐๐“๐€๐‘ ๐๐€๐‹๐ˆ

Menteri Luar Negeri India, ๐ƒ๐ซ. ๐’. ๐‰๐š๐ข๐ฌ๐ก๐š๐ง๐ค๐š๐ซ, 12 Oktober 2026, membuka pameran ๐‘๐‘–๐‘Ÿฤ๐‘š๐‘Ž๐‘ฆฤ๐‘ก๐‘Ž: ๐ป๐‘’๐‘Ž๐‘™๐‘–๐‘›๐‘” ๐‘Ž๐‘›๐‘‘ ๐‘Š๐‘’๐‘™๐‘™๐‘๐‘’๐‘–๐‘›๐‘” ๐‘–๐‘› ๐‘†๐‘œ๐‘ข๐‘กโ„Ž ๐ด๐‘ ๐‘–๐‘Ž๐‘› ๐‘‡๐‘’๐‘ฅ๐‘ก๐‘ ...

by tatkala
October 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright ยฉ 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright ยฉ 2016-2025, tatkala.co