14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bukan Hanya Hindu (di) Bali: Hindu (di) India Lebih Awal Terbelah Gerakan Sai Baba & Hare Krishna

Sugi Lanus by Sugi Lanus
October 30, 2022
in Esai
Aksara Membaca Aksara,  Lontar Membaca Lontar

—Catatan Harian Sugi Lanus, 19 Oktober 2022

[][][]

1. Tahun 2014 terjadi perdebatan sengit, bahkan panas dan saling hujat di saluran media di India. Seorang guru yang disucikan di India Shankaracharya Swami Swaroopanand mengatakan bahwa “Sai Baba dari Shirdi bukanlah simbol persatuan Hindu-Muslim dan tidak boleh disembah karena dia adalah manusia, dan bukan Tuhan.”

[Sai Baba dari Shirdi ini percaya kemudian terlahir menjadi Sathya Sai Baba, yang dipercaya melanjutkan misi yang sama].

Swami Swaroopanand juga menyatakan ketidaksetujuannya atas pembangunan kuil Sai Baba dengan mengatakan bahwa itu hanyalah cara menghasilkan uang atas nama manusia spiritual. Imbuhnya, “Sai Baba tentu bukan titisan Tuhan, karena hanya ada 24 titisan Dewa Wisnu, seperti yang disebutkan dalam Sanatan Dharma. Menyembah Sai Baba adalah konspirasi untuk menciptakan perpecahan di antara umat Hindu.”

Bahkan secara jelas Swami Swaroopanand meminta, “Pengikut atau penyembah SAI BABA harus disucikan dengan menjalani proses SHUDIDHIKARAN (dalam Hindu di Indonesia disebut sebagai SUDHIWIDANI) atau UPACARA PEMURNIAN dan berhenti menyembah Sai Baba.”

Pernyataan tersebut disampaikan Shankaracharya Swami Swaroopanand di depan NewsNationTV dan media besar di India lainnya. Muncul kontraversi dan perdebatan yang memecah warga Hindu di India. Perdebatan sengit ini disiarkan melalui berbagai saluran TV di India.

  • https://www.youtube.com/watch?v=1UdfgLWCmf8
  • https://www.youtube.com/watch?v=iPY1kHDzz38
  • https://www.youtube.com/watch?v=ZVl21Y1QNns
  • https://www.youtube.com/watch?v=cI_dGhFAZW4
  • https://www.indiatoday.in/india/north/story/do-not-worship-shirdi-sai-baba-says-shankaracharya-197972-2014-06-23
  • https://www.oneindia.com/india/sai-baba-not-god-he-was-a-muslim-hindus-dont-worship-him-shankaracharya-1474764.html
  • https://english.newsnationtv.com/exclusive/news/perform-shuddhikaran-and-stop-worshipping-sai-baba-shankaracharya-tells-hindus-48093.html

2. Sementara itu, ISKCON di tengah masyarakat India membuat ketersinggungan keras dari semenjak Hare Krishna (HK) mulai menyebarkan ajarannya yang hanya membenarkan penyembahan Krishna di India, dan menolak menyembahan lain.

Pengikut dan guru-guru HK mengatakan “Hanya Krishna yang harus disembah dan penyembahan dewa-dewa lain dikutuk.

Ketersinggungan ini sampai sekarang masih menjalar di komunitas India yang tidak terima ajaran HK yang menyalahkan penyembahan lain selain terhadap Krishna.

  • https://www.quora.com/Why-does-ISKCON-Say-That-Only-Krishna-Should-Be-Worshiped-and-worship-of-other-gods-is-Condemned

Alok Kumar Singh, seorang pengamat sosial yang ikut berdebat dalam forum debat ini menyatakan ketersinggungannya atas ajaran HK yang berusaha secara sistematis menghapuskan perayaan lokal di India yang tidak seusai dengan paham HK.

Opininya, “ISKCON mencoba untuk mengubah agama Hindu menjadi agama monoteistik Semit yang pada dasarnya mungkin adalah agama Hindu tetapi jelas tidak dalam praktiknya. Gerakan serupa aktif di seluruh bagian utara India yang disebut ‘Radhe Krishna’. Mereka telah mengubah sapaan tradisional ‘Ram Ram’ menjadi ‘Radhe Radhe’.”

Ia menambahkan, lebih dari 50% dari desanya telah dikonversi menjadi pengikut HK. Disebutkan, “Awalnya mereka bahkan membuang festival populer seperti ‘Lakshmi Ganesh Puja’ selama Diwali dan festival Bihar ‘Chath Puja’ yang paling dihormati.”

Kontraversi besar menjalar di berbagai belahan India, dan komunitas lokal yang punya tradisi lokalnya masing-masing, akibat HK hanya membenarkan penyembahan Krishna semata, atau harus ikut keyakinan dan ajaran HK melulu, dan berusaha secara sistematis menghapuskan pemujaan lain dalam Hindu di India.

3. Secara umum pengikut HK (ISKCON) dan garis spiritual Adi Shankaracharya di India berseberangan. Keduanya mengikuti dua aliran pemikiran yang berbeda, dengan tujuan akhir yang juga berbeda.

Adi Shankaracharya adalah penyebar aliran pemikiran Advaita (non dualitas) sedangkan HK mengikuti “achintya bheda bhed tattva” yang berusaha mempertemuan advaita dan dvaita dengan versi teologi HK.

“Achintya bheda bhed tattva” mempertimbangkan secara bersamaan perbedaan dan kesamaan yang tak terbayangkan antara jiwa dan Brahman. Sedangkan advaita menganggap keduanya sama (di luar kita ada perbedaan dalam pengetahuan dan realisasi diri).

Pemikiran advaitin memandang dunia material sebagai “maya”, sedangkan ajaran HK menganggap dunia itu nyata bersifat sementara. Menurut ajaran HK, kesementaraan dunia material membuatnya tampak seperti ilusi. Cara pikir ini sepertinya tidak serius bagi yang tidak serius memikirkan aspek teologi kedua ajaran ini, namun  jelas bahwa keduanya secara teologis dan kefilsafatan tidak saling bersepakat, dan pada titik tertentu nantinya mempengaruhi pola pemujaan masing-masing yang punya potensi berbenturan. Pada titik waktu tertentu akan berbenturan. Secara filosofis akan saling menjungjung kebenarannya masing-masing yang bisa menimbulkan dampak benturan antar pengikutnya.

4. Apa yang terjadi di Indonesia, keterbelahan di Parisada dan umat Hindu di Bali, secara umum punya kemiripan dengan yang terjadi di India; yang akan memang sangat berbeda adalah dampaknya. Di Bali dampak persebaran gerakan HK dan Sai Baba kemungkinan melahirkan benturan lebih tinggi dan serius.

Kenapa benturannya HK dan Hindu di Bali akan menjadi lebih serius dibandingkan di India?

Yang dibentur oleh HK dan Sai Baba di Bali adalah sistem UPAKARA BALI, DIKSA dan sistem PARAHYANGAN (dengan sistem pemujaan dan ritual lokalnya DESA MAWACARA yang sangat beragam), yang keduanya sedemikian sangat mengakar di masyarakat yang tidak terpisahkan dengan sistem pemerintahan desa pakraman (atau Adat Hindu Bali), yang tidak terpisahkan antara pemerintahan tradisional desa. Sistem memujaan dan parahyangan-parahyangan di masing-masing desa yang terkoordinasi dengan aturan adat yang terbingkai dalam DESA PAKRAMAN.

5. Gerakan HK dan Sai Baba sudah terbaca:

Pertama-tama, akan mengantikan sistem diksa atau inisisasi pemimpin Hindu setempat (sama dengan yang dikerjakan di India).

Kedua, akan mengantikan dan menghapus upacara-upacara suci, piodalan, festival, serta ritual lokal lainnya dengan yang dipercayai atau dianut HK dan Sai Baba (yang ini juga dikerjakan oleh kedua kelompok ini di India dengan menghapuskan pemujaan lain dan mengantinya dengan khusus memuja Krishna dan Sai Baba).

Ketiga, “mengkonversi” atau mengubah pengarcaan atau pralingga, atau ISTADEWATA yang dimulaikan di pura/mraja/kahyangan setempat menjadi pusat pemujaan dan penyebaran ajaran HK dan Sai Baba. Ini telah terjadi di berbagai belahan India. Berbagai kuil peribadatan HK dan Sai Baba mendapat support secara internasional dan posisinya secara perlahan mendominasi wilayah-wilayah yang menjadi target penyebarannya. Di Indonesia langkah-langkah ini juga telah ditempuh.

5. Gemuruh internal Hindu oleh gerakan HK dan Sai Baba yang terjadi di India tersebut tidak terhindarkan terjadi di Indonesia.

Situasi ini tidak bisa dijawab dengan gerakan sporadis internal Hindu di Bali. Untuk sementara formulasi penolakan dengan “penolakan gerakan massa” mungkin kelihatan efektif, tetapi ini tidak akan bertahan lama kalau tidak diimbangi dengan gerakan strategis menformulasilan kembali secara kritis ajaran-ajaran kearifan Hindu Nusantara.

                ▪   Karena gerakan HK dan Sai Baba bukan semata-mata gerakan penyeragaman ritual pemujaan, tetapi berisi di dalamnya secara strategis melakukan penulisan dan penyebaran buku-buku ajaran suci yang dianut kelompok ini, punya center gerakan di berbagai wilayah; maka buku-buku dan selebaran HK dan Sai Baba hanya efektif jika dijawab dan diimbangi dengan penyebaran buku-buku kemuliaan ajaran Hindu Nusantara yang diperas dari saripati kearifan lokal Hindu di Nusantara yang telah mengakar berabad-abad.

                ▪   Gerakan HK dan Sai Baba menggunakan piranti sosmed dan teknologi cepat di dunia maya yang disupply isinya secara internasional. Gerakan media dari kelompok sangat terkoordinasi secara internasional, dengan pusat pelatihan dan pengembangan media informasi dan media edukasinya yang sangat terarah, maka hanya dengan cara yang sama canggih dan lebih taktis gerakan ini bisa diimbangi.

                ▪   Gerakan HK dan Sai Baba punya pusat konsolidasi dan edukasi internasional yang berjalan efektif di berbagai belahan dunia dengan sistem pendanaannya internal yang sangat kuat dari keanggotaan secara merata, dan support anggota kaya lainnya lintas negara.

                ▪   Formulasi cerdas hanya bisa diimbangi dengan formulasi ajaran secara jernih dan terencana. Tidak dengan grasa-grusu yang sporadis, yang kemungkinan efektifitasnya tidak berkelanjutan sebab lemah pondasi desiminasi sari pati ajaran suci.

                ▪   Garis komando HK dan Sai Baba lintas negara. Di sinilah diperlukan kejernihan dan keterbukaan masyarakat Hindu Nusantara untuk menyeleksi siapa-siapa sosok berpikir cermat dan jernih yang tumbuh dari mata air ajaran-ajaran suci Dharma yang telah mengakar di Nusantara.

Nusantara menunggu kehadiran sosok-sosok pemikir jernih yang pemikirannya berakar dari saripati Dharma yang telah tersemai berabad-abad di Nusantara. Sosok-sosok ”juru kunci Dharma Nusantara” ini diperlukan kehadirannya untuk menyerbar cahaya pencerahan (bukan kemarahan), untuk menebar kejernihan dan ketenangan, dalam situasi pancaroba yang sedang berkecamuk. [T]

[][][]

BACA esai-esai lain dari SUGI LANUS

Aksara Membaca Aksara, Lontar Membaca Lontar
Tags: hinduHindu BaliHindu IndiaSugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Jani Nugraha 2022 | Mas Ruscitadewi Dalam Dunia Cerita Anak-anak

Next Post

Bali Jani Nugraha 2022 | Tan Lioe Ie Pada Pusaran Puisi dan Musik

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Bali Jani Nugraha 2022 | Tan Lioe Ie Pada Pusaran Puisi dan Musik

Bali Jani Nugraha 2022 | Tan Lioe Ie Pada Pusaran Puisi dan Musik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co