2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aksara Membaca Aksara, Lontar Membaca Lontar

Sugi Lanus by Sugi Lanus
October 17, 2022
in Esai
Aksara Membaca Aksara,  Lontar Membaca Lontar

Catatan Harian Sugi Lanus, 16 Oktober 2022

[][][]

1. Catatan harian ini saya tulis di perjalanan menuju kampung saya untuk melayat Pemangku (istri) Pura Segara berpulang. Saya menulis ini dengan perasaan bersalah sebab pernah berjanji (dalam hati) suatu hari saya ingin mengundang seluruh Pemangku di kampung saya duduk bersama di tempat saya untuk membaca 34 lontar-lontar pedoman Kependetaan dan Lontar Pedoman Membaca Lontar dan Lontar Pedoman Membaca Aksara Suci.

2. Benar bahwa orang Bali yang tidak pernah menekuni secara sistematis aksara Bali akan ragu-ragu kalau akan ada bisa membaca rajah, kajang, ulap-ulap dan semua aksara modre.

Kenyataannya: semua aksara suci bisa dibaca. Kecuali aksara tersebut dibuat-buat seolah aksara suci. Kenapa? Karena menyurat aksara suci Rajah, Kajang, lontar Amari Aran, dan lain-lain yang disucikan itu ada tabel aksara suci.

Maka yang terjadi:

A. Jika yang membuat tulisan modre atau aksara suci tidak berdasarkan tabel tersebut, maka memang tidak bisa dibaca.

B. Jika ada orang tidak bisa membaca modre atau griguh atau aksara suci Bali, artinya orang tersebut tidak menguasai tabel pedoman membaca aksara suci. Lontar-lontar ini dipegang oleh para tokoh Nyastra dan Pedanda, Mpu, Pemangku, Dukuh, dan semua pendeta Hindu tradisional bali.

3. Jika ingin bisa membaca aksara suci maka seseorang harus melek aksara Bali. Kalau masih buta aksara Bali, jangan dulu sebaiknya membahas aksara suci.

Wong panjenengan ra mudeng boso ngoko, yel-eyel debat boso kromo, piye?

Sebagai perbandingan, seseorang harus menguasai aksara Arab, baru akan lancar diajak ngaji.

Kalau buta huruf mau ngaji bagaimana? Harus mulai dengan Alif Ba Ta.

Demikian juga dengan urusan pembacaan mantra dan aksara suci dalam lontar-lontar Bali.

Harus paham khatam atau fasih membaca aksara wreastra dan busana aksara, lalu paham warga aksara (persoalan fonetik dan artikulasi bunyi di mulut ketika diucapkan). Kalau tidak paham betul sandangan swara wyanjana akan blepotan diajak membaca yang lebih tinggi. Jika menguasai dengan baik hal-hal ini, sudah tingkat mahir, baru nantinya masuk ke wilayah wijaksara dan modre.

4. Jika belum pandai membaca lontar-lontar standar, seperti karya-karya sekar alit (geguritan dan gegitan), jangan dulu masuk ke sekar madya atau kidung. Jangan buru-buru naik kelas. Setelah kidung baru kakawin.

Dalam persajakan atau guru-lagu, menembang kakawin kita diajak memahami sedikit-demi-sedikit persualan warga aksara dan artikulasi bunyi semua aksara dan perubahannya, termasuk “aksara di depan mempengaruhi bunyi aksara di belakangnya”, demikian sebaliknya “aksara yang mengikuti akan mengubah posisi mulut, gigi, hembusan nafas”, sehingga “aksara di depannya berubah suara”. Di sinilah beberapa wijakasara terjelaskan bagaimana perubahan nasalisasi-nya.

Anuswara dan warga swara banyak ragamnya dipahami lewat proses belajar tembang, lalu dari dasar tembang inilah seseorang memasuki khazanah mantra dan pengucapannya. Seseorang yang rendah kadar pemahamannya pada sastra tembang, jika memasuki kependetaan dalam tradisi suci di Bali, maka besar kemungkinan ragu bermantra secara terbuka. Bukan karena urusan berindah suara, tapi reng dan getar dengung pengucapan wijaksara cenderung kurang meyakinkan.

5. Sekali lagi, semua wijaksara bisa dibaca.

Persyaratannya:

A. Kita fasih membaca aksara Bali dan paham anuswara dan persoalan warga aksara.

B. Kita memegang Tabel Pedoman Pembacaan Wijaksara & Modre.

6. Di bawah ini saya sertakan contoh singkat dari tabel membacanya. Saya sebut ke teman-teman dekat sebagai jenis-jenis “Lontar Membaca Lontar. Aksara Membaca Aksara”. Sebab, banyak saya temukan lontar-lontar sejenis ini menjadi pedoman membaca lontar lainnya. Banyak saya temukan Tabel Aksara Untuk Membaca Aksara.

Jadi hanya mereka yang menguasai pondasi aksara bisa naik tangga langit-langit aksara. Jika tidak pernah membangun pondasi aksara dalam diri, langsung naik ke langit-langit aksara, inilah yang dimaksud dengan aywawera atau haywa werah.

[Aywawera adalah kalimat perintah atau klausa imperatif (subjek orang kedua lesap) bentukan dari ‘aywa/ haywa’ artinya “jangan/ janganlah” dan ‘Werah/ Wera’ artinya ceroboh, gegabah, tidak paham alur dan tata titi. Diperintahkan kepada siapun yang hendak membaca lontar-lontar Bali harus menguasai dasar-dasar keaksaraan, kebahasaan, tembang dan persajakan, serta sistem Tatwa & Kedewataan, sebelum memasuki topik-topik berat seperti wijaksara. Kalau tidak, konslet, salah-salah nyem lalah, ngumik, kodal tanpa budi, kepongor, dan seterusnya].

Di bawah ini disertakan beberapa gambar lontar tabel yang sebenarnya ada puluhan capek saya temukan di berbagai perpusatakaan lontar di dunia, ada sekitar 5 lontar koleksi warisan kami di rumah.

Dalam tradisi suci hal seperti diajarkan dalam garis guru-sisya. Artinya direct transmission, dari guru mumpuni ke sisya yang matang.

Di sini spil tipis beberapa gambar contoh dan bayangan. Bagi yang fasih membaca aksara Bali pasti bisa membaca modre dan “kode aksara” di atasnya. Tampak dalam gambar umumnya yang di atas wijaksara atau modre, di bawahnya tercantum bunyinya (kalau tidak bisa membaca aksara Bali, silahkan undang teman yang fasih).

7. Apa yang saya sampaikan ini adalah apa yang ada dalam lontar-lontar.

“Di Bali”, kata seorang Pedanda Lebar dari Sanur yang saya temui di masa kuliah S1, “Jika ada kita ‘bisa’ itu karena ‘kabisan’ kita bersumber dari ‘kebis-kebisan’ yang kita kumpulkan”.

Pangayu bagya dan parama sukma merujuk pada Para Kawi & Sang Dewi yang berstana di atas lembar lontar-lontar. [T]

Tags: aksaraaksara balilontarSugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah “Telaga Naga” Berseri-seri dalam Garapan Teater Kini Berseri

Next Post

Balawan: Musik Tradisi Tetap Perhatikan Unsur Modern Seperti Fashion dan Tata Lampu

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Balawan: Musik Tradisi Tetap Perhatikan Unsur Modern Seperti Fashion dan Tata Lampu

Balawan: Musik Tradisi Tetap Perhatikan Unsur Modern Seperti Fashion dan Tata Lampu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co