2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aksara Membaca Aksara, Lontar Membaca Lontar

Sugi Lanus by Sugi Lanus
October 17, 2022
in Esai
Aksara Membaca Aksara,  Lontar Membaca Lontar

Catatan Harian Sugi Lanus, 16 Oktober 2022

[][][]

1. Catatan harian ini saya tulis di perjalanan menuju kampung saya untuk melayat Pemangku (istri) Pura Segara berpulang. Saya menulis ini dengan perasaan bersalah sebab pernah berjanji (dalam hati) suatu hari saya ingin mengundang seluruh Pemangku di kampung saya duduk bersama di tempat saya untuk membaca 34 lontar-lontar pedoman Kependetaan dan Lontar Pedoman Membaca Lontar dan Lontar Pedoman Membaca Aksara Suci.

2. Benar bahwa orang Bali yang tidak pernah menekuni secara sistematis aksara Bali akan ragu-ragu kalau akan ada bisa membaca rajah, kajang, ulap-ulap dan semua aksara modre.

Kenyataannya: semua aksara suci bisa dibaca. Kecuali aksara tersebut dibuat-buat seolah aksara suci. Kenapa? Karena menyurat aksara suci Rajah, Kajang, lontar Amari Aran, dan lain-lain yang disucikan itu ada tabel aksara suci.

Maka yang terjadi:

A. Jika yang membuat tulisan modre atau aksara suci tidak berdasarkan tabel tersebut, maka memang tidak bisa dibaca.

B. Jika ada orang tidak bisa membaca modre atau griguh atau aksara suci Bali, artinya orang tersebut tidak menguasai tabel pedoman membaca aksara suci. Lontar-lontar ini dipegang oleh para tokoh Nyastra dan Pedanda, Mpu, Pemangku, Dukuh, dan semua pendeta Hindu tradisional bali.

3. Jika ingin bisa membaca aksara suci maka seseorang harus melek aksara Bali. Kalau masih buta aksara Bali, jangan dulu sebaiknya membahas aksara suci.

Wong panjenengan ra mudeng boso ngoko, yel-eyel debat boso kromo, piye?

Sebagai perbandingan, seseorang harus menguasai aksara Arab, baru akan lancar diajak ngaji.

Kalau buta huruf mau ngaji bagaimana? Harus mulai dengan Alif Ba Ta.

Demikian juga dengan urusan pembacaan mantra dan aksara suci dalam lontar-lontar Bali.

Harus paham khatam atau fasih membaca aksara wreastra dan busana aksara, lalu paham warga aksara (persoalan fonetik dan artikulasi bunyi di mulut ketika diucapkan). Kalau tidak paham betul sandangan swara wyanjana akan blepotan diajak membaca yang lebih tinggi. Jika menguasai dengan baik hal-hal ini, sudah tingkat mahir, baru nantinya masuk ke wilayah wijaksara dan modre.

4. Jika belum pandai membaca lontar-lontar standar, seperti karya-karya sekar alit (geguritan dan gegitan), jangan dulu masuk ke sekar madya atau kidung. Jangan buru-buru naik kelas. Setelah kidung baru kakawin.

Dalam persajakan atau guru-lagu, menembang kakawin kita diajak memahami sedikit-demi-sedikit persualan warga aksara dan artikulasi bunyi semua aksara dan perubahannya, termasuk “aksara di depan mempengaruhi bunyi aksara di belakangnya”, demikian sebaliknya “aksara yang mengikuti akan mengubah posisi mulut, gigi, hembusan nafas”, sehingga “aksara di depannya berubah suara”. Di sinilah beberapa wijakasara terjelaskan bagaimana perubahan nasalisasi-nya.

Anuswara dan warga swara banyak ragamnya dipahami lewat proses belajar tembang, lalu dari dasar tembang inilah seseorang memasuki khazanah mantra dan pengucapannya. Seseorang yang rendah kadar pemahamannya pada sastra tembang, jika memasuki kependetaan dalam tradisi suci di Bali, maka besar kemungkinan ragu bermantra secara terbuka. Bukan karena urusan berindah suara, tapi reng dan getar dengung pengucapan wijaksara cenderung kurang meyakinkan.

5. Sekali lagi, semua wijaksara bisa dibaca.

Persyaratannya:

A. Kita fasih membaca aksara Bali dan paham anuswara dan persoalan warga aksara.

B. Kita memegang Tabel Pedoman Pembacaan Wijaksara & Modre.

6. Di bawah ini saya sertakan contoh singkat dari tabel membacanya. Saya sebut ke teman-teman dekat sebagai jenis-jenis “Lontar Membaca Lontar. Aksara Membaca Aksara”. Sebab, banyak saya temukan lontar-lontar sejenis ini menjadi pedoman membaca lontar lainnya. Banyak saya temukan Tabel Aksara Untuk Membaca Aksara.

Jadi hanya mereka yang menguasai pondasi aksara bisa naik tangga langit-langit aksara. Jika tidak pernah membangun pondasi aksara dalam diri, langsung naik ke langit-langit aksara, inilah yang dimaksud dengan aywawera atau haywa werah.

[Aywawera adalah kalimat perintah atau klausa imperatif (subjek orang kedua lesap) bentukan dari ‘aywa/ haywa’ artinya “jangan/ janganlah” dan ‘Werah/ Wera’ artinya ceroboh, gegabah, tidak paham alur dan tata titi. Diperintahkan kepada siapun yang hendak membaca lontar-lontar Bali harus menguasai dasar-dasar keaksaraan, kebahasaan, tembang dan persajakan, serta sistem Tatwa & Kedewataan, sebelum memasuki topik-topik berat seperti wijaksara. Kalau tidak, konslet, salah-salah nyem lalah, ngumik, kodal tanpa budi, kepongor, dan seterusnya].

Di bawah ini disertakan beberapa gambar lontar tabel yang sebenarnya ada puluhan capek saya temukan di berbagai perpusatakaan lontar di dunia, ada sekitar 5 lontar koleksi warisan kami di rumah.

Dalam tradisi suci hal seperti diajarkan dalam garis guru-sisya. Artinya direct transmission, dari guru mumpuni ke sisya yang matang.

Di sini spil tipis beberapa gambar contoh dan bayangan. Bagi yang fasih membaca aksara Bali pasti bisa membaca modre dan “kode aksara” di atasnya. Tampak dalam gambar umumnya yang di atas wijaksara atau modre, di bawahnya tercantum bunyinya (kalau tidak bisa membaca aksara Bali, silahkan undang teman yang fasih).

7. Apa yang saya sampaikan ini adalah apa yang ada dalam lontar-lontar.

“Di Bali”, kata seorang Pedanda Lebar dari Sanur yang saya temui di masa kuliah S1, “Jika ada kita ‘bisa’ itu karena ‘kabisan’ kita bersumber dari ‘kebis-kebisan’ yang kita kumpulkan”.

Pangayu bagya dan parama sukma merujuk pada Para Kawi & Sang Dewi yang berstana di atas lembar lontar-lontar. [T]

Tags: aksaraaksara balilontarSugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah “Telaga Naga” Berseri-seri dalam Garapan Teater Kini Berseri

Next Post

Balawan: Musik Tradisi Tetap Perhatikan Unsur Modern Seperti Fashion dan Tata Lampu

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Balawan: Musik Tradisi Tetap Perhatikan Unsur Modern Seperti Fashion dan Tata Lampu

Balawan: Musik Tradisi Tetap Perhatikan Unsur Modern Seperti Fashion dan Tata Lampu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co