24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aksara Membaca Aksara, Lontar Membaca Lontar

Sugi Lanus by Sugi Lanus
October 17, 2022
in Esai
Aksara Membaca Aksara,  Lontar Membaca Lontar

Catatan Harian Sugi Lanus, 16 Oktober 2022

[][][]

1. Catatan harian ini saya tulis di perjalanan menuju kampung saya untuk melayat Pemangku (istri) Pura Segara berpulang. Saya menulis ini dengan perasaan bersalah sebab pernah berjanji (dalam hati) suatu hari saya ingin mengundang seluruh Pemangku di kampung saya duduk bersama di tempat saya untuk membaca 34 lontar-lontar pedoman Kependetaan dan Lontar Pedoman Membaca Lontar dan Lontar Pedoman Membaca Aksara Suci.

2. Benar bahwa orang Bali yang tidak pernah menekuni secara sistematis aksara Bali akan ragu-ragu kalau akan ada bisa membaca rajah, kajang, ulap-ulap dan semua aksara modre.

Kenyataannya: semua aksara suci bisa dibaca. Kecuali aksara tersebut dibuat-buat seolah aksara suci. Kenapa? Karena menyurat aksara suci Rajah, Kajang, lontar Amari Aran, dan lain-lain yang disucikan itu ada tabel aksara suci.

Maka yang terjadi:

A. Jika yang membuat tulisan modre atau aksara suci tidak berdasarkan tabel tersebut, maka memang tidak bisa dibaca.

B. Jika ada orang tidak bisa membaca modre atau griguh atau aksara suci Bali, artinya orang tersebut tidak menguasai tabel pedoman membaca aksara suci. Lontar-lontar ini dipegang oleh para tokoh Nyastra dan Pedanda, Mpu, Pemangku, Dukuh, dan semua pendeta Hindu tradisional bali.

3. Jika ingin bisa membaca aksara suci maka seseorang harus melek aksara Bali. Kalau masih buta aksara Bali, jangan dulu sebaiknya membahas aksara suci.

Wong panjenengan ra mudeng boso ngoko, yel-eyel debat boso kromo, piye?

Sebagai perbandingan, seseorang harus menguasai aksara Arab, baru akan lancar diajak ngaji.

Kalau buta huruf mau ngaji bagaimana? Harus mulai dengan Alif Ba Ta.

Demikian juga dengan urusan pembacaan mantra dan aksara suci dalam lontar-lontar Bali.

Harus paham khatam atau fasih membaca aksara wreastra dan busana aksara, lalu paham warga aksara (persoalan fonetik dan artikulasi bunyi di mulut ketika diucapkan). Kalau tidak paham betul sandangan swara wyanjana akan blepotan diajak membaca yang lebih tinggi. Jika menguasai dengan baik hal-hal ini, sudah tingkat mahir, baru nantinya masuk ke wilayah wijaksara dan modre.

4. Jika belum pandai membaca lontar-lontar standar, seperti karya-karya sekar alit (geguritan dan gegitan), jangan dulu masuk ke sekar madya atau kidung. Jangan buru-buru naik kelas. Setelah kidung baru kakawin.

Dalam persajakan atau guru-lagu, menembang kakawin kita diajak memahami sedikit-demi-sedikit persualan warga aksara dan artikulasi bunyi semua aksara dan perubahannya, termasuk “aksara di depan mempengaruhi bunyi aksara di belakangnya”, demikian sebaliknya “aksara yang mengikuti akan mengubah posisi mulut, gigi, hembusan nafas”, sehingga “aksara di depannya berubah suara”. Di sinilah beberapa wijakasara terjelaskan bagaimana perubahan nasalisasi-nya.

Anuswara dan warga swara banyak ragamnya dipahami lewat proses belajar tembang, lalu dari dasar tembang inilah seseorang memasuki khazanah mantra dan pengucapannya. Seseorang yang rendah kadar pemahamannya pada sastra tembang, jika memasuki kependetaan dalam tradisi suci di Bali, maka besar kemungkinan ragu bermantra secara terbuka. Bukan karena urusan berindah suara, tapi reng dan getar dengung pengucapan wijaksara cenderung kurang meyakinkan.

5. Sekali lagi, semua wijaksara bisa dibaca.

Persyaratannya:

A. Kita fasih membaca aksara Bali dan paham anuswara dan persoalan warga aksara.

B. Kita memegang Tabel Pedoman Pembacaan Wijaksara & Modre.

6. Di bawah ini saya sertakan contoh singkat dari tabel membacanya. Saya sebut ke teman-teman dekat sebagai jenis-jenis “Lontar Membaca Lontar. Aksara Membaca Aksara”. Sebab, banyak saya temukan lontar-lontar sejenis ini menjadi pedoman membaca lontar lainnya. Banyak saya temukan Tabel Aksara Untuk Membaca Aksara.

Jadi hanya mereka yang menguasai pondasi aksara bisa naik tangga langit-langit aksara. Jika tidak pernah membangun pondasi aksara dalam diri, langsung naik ke langit-langit aksara, inilah yang dimaksud dengan aywawera atau haywa werah.

[Aywawera adalah kalimat perintah atau klausa imperatif (subjek orang kedua lesap) bentukan dari ‘aywa/ haywa’ artinya “jangan/ janganlah” dan ‘Werah/ Wera’ artinya ceroboh, gegabah, tidak paham alur dan tata titi. Diperintahkan kepada siapun yang hendak membaca lontar-lontar Bali harus menguasai dasar-dasar keaksaraan, kebahasaan, tembang dan persajakan, serta sistem Tatwa & Kedewataan, sebelum memasuki topik-topik berat seperti wijaksara. Kalau tidak, konslet, salah-salah nyem lalah, ngumik, kodal tanpa budi, kepongor, dan seterusnya].

Di bawah ini disertakan beberapa gambar lontar tabel yang sebenarnya ada puluhan capek saya temukan di berbagai perpusatakaan lontar di dunia, ada sekitar 5 lontar koleksi warisan kami di rumah.

Dalam tradisi suci hal seperti diajarkan dalam garis guru-sisya. Artinya direct transmission, dari guru mumpuni ke sisya yang matang.

Di sini spil tipis beberapa gambar contoh dan bayangan. Bagi yang fasih membaca aksara Bali pasti bisa membaca modre dan “kode aksara” di atasnya. Tampak dalam gambar umumnya yang di atas wijaksara atau modre, di bawahnya tercantum bunyinya (kalau tidak bisa membaca aksara Bali, silahkan undang teman yang fasih).

7. Apa yang saya sampaikan ini adalah apa yang ada dalam lontar-lontar.

“Di Bali”, kata seorang Pedanda Lebar dari Sanur yang saya temui di masa kuliah S1, “Jika ada kita ‘bisa’ itu karena ‘kabisan’ kita bersumber dari ‘kebis-kebisan’ yang kita kumpulkan”.

Pangayu bagya dan parama sukma merujuk pada Para Kawi & Sang Dewi yang berstana di atas lembar lontar-lontar. [T]

Tags: aksaraaksara balilontarSugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah “Telaga Naga” Berseri-seri dalam Garapan Teater Kini Berseri

Next Post

Balawan: Musik Tradisi Tetap Perhatikan Unsur Modern Seperti Fashion dan Tata Lampu

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Balawan: Musik Tradisi Tetap Perhatikan Unsur Modern Seperti Fashion dan Tata Lampu

Balawan: Musik Tradisi Tetap Perhatikan Unsur Modern Seperti Fashion dan Tata Lampu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co