3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali Jani Nugraha 2022 | Dhenok Kristianti dan Hembusan Napas Bali dalam Puisi-puisinya

tatkala by tatkala
October 26, 2022
in Persona
Bali Jani Nugraha 2022 | Dhenok Kristianti dan Hembusan Napas Bali dalam Puisi-puisinya

Dhenok Kristianti saat beraksi di atas panggung | Foto-foto Dokumen Dhenok Kristianti

SUMPAH KUMBAKARNA

“Terkutuk, Kanda Rahwana!
Menculik Shinta adalah mencuri mestika kerajaan Ayodya
Meski atas nama cinta, bukan begitu laku ksatria!
Kembalikan sang dewi ke pangkuan Sri Rama,
dan biarkan kuselesaikan tidurku yang tertunda.”

Sepuluh kepala Rahwana menentang kata Kumbakarna
Diumbarnya taring dalam mulutnya,
dan dua puluh tangan terarah ke satu titik : medan laga!
Ke sana sang adik mesti menuntaskan baktinya

Tak ada waktu bersilang kata
Kemarahan Sri Rama mengguncang bumi dan angkasa
Membangunkan Hanoman mengumpulkan bala wanara,
dan dari delapan penjuru mata angin menyerbu Alengka

“Bukan demi Kanda Rahwana kupertaruhkan nyawa,
sebab raja durjana tak pantas dibela
Tapi tanah tumpah darah Alengka kujunjung tinggi hingga puncak swarga!
Apa tak kupersembahkan bagi negeri?
Seandainya panah Sri Rama memenggal kedua tanganku,
kupertahankan kerajaan ini dengan kedua kakiku
Seandainya dipenggalnya juga kedua kakiku,
kulawan dengan tubuh buntungku
Sumpahku pada Alengka :
Perjuangan tak kan usai,
sebelum kepala terlepas dari raga,
sebab kesetiaan pada negeri hanya kepala taruhannya!”

[][][]

Begitulah puisi karya Dhenok Kristianti yang diciptakan tahun 2012. Puisi itu akrab terdengar, bukan hanya di kalangan sastrawan di Bali, tapi juga di telinga masyarakat umum. Ya, karena puisi berjudul Sumpah Kumbakarna itu kerap dibacakan dengan penuh penjiwaan dan sangat atraktif oleh Putu Putri Suastini, seorang dramawan dan pembaca puisi yang juga istri Gubernur Bali I Wayan Koster.

Puisi itu cepat akrab dengan telinga orang Bali tentu saja karena puisi itu tak jauh-jauh dari nilai spiritual orang Bali yang mengalir dari kisah-kisah Ramayana, juga kisah Mahabharata. Dhenok Kristianti, meski lahir di Yogyakarta, memang punya minat besar untuk mengelola kisah-kisah pewayangan dalam puisi-puisinya. Kita tahu, kisah pewayangan sejauh ini masih menjadi dasar dan falsafah hidup orang Bali.

Dhenok bisa disebut sebagai orang Bali. Ia menikah dengan orang Bali, I Gede Joni Suhartawan.     Dan, ia merasa memiliki Bali. Ia belajar dan menyelami budaya dan ajaran-ajaran yang berkembang di Bali. Karena itulah puisi-puisinya tak bisa dilepaskan begitu saja dari hembusan napas Bali.

Setelah menikah ia sempat hidup Bali, antara lain sempat menjadi guru. Di Bali, Dhenok bersentuhan langsung dengan Bali secara luar dalam. “Artinya, sebagai orang non-Bali saya telanjur jatuh cinta, bukan hanya pada keindahan alam Bali, namun ikut merasakan denyut budayanya,” ungkap Dhenok.

Dhenok Kristianti membaca puisi

Bagi Dhenok, Bali merupakan pusat kekaguman  sekaligus kecemasan. “Kagum pada nilai-nilai yang terkandung dalam filosofi-filosofinya; namun cemas kalau-kalau nilai luhur tersebut terkikis oleh tuntutan dunia global,” kata Dhenok.

Kecemasan terhadap Bali tertuang pada puisi yang ditulis Dhenok kemudian, antara lain  Bali dalam Etalase, Bali dalam Lukisan. Ada juga cerpen berjudul Sejengkal Tanah, Sebilah Keris.

Rasa kagum Dhenok terhadap nilai-nilai spiritual Bali, terdapat pada puisi-puisinya yang lain, seperti Bali Nyepi, Putri Bali,  Perempuan dan Pajegan.

Karena ia belajar tentang Bali dan menyelami kehidupan orang Bali, ia juga menekuni nilai-nilai yang mengilhami way of life orang Bali, antara menekuni kisah Mahabharata dan Ramayana.

Jawaban-jawaban yang didapat dari kehidupan orang Bali itu memberinya inspirasi dalam berkarya. Dari jawaban itu ia juga memberi semacam kesimpulan bahwa orang Bali bisa menjadi  contoh paling baik jika bicara terkait jiwa nasionalis dan bagaimana seharusnya hidup ber-Pancasila.

Jiwa patriotik itu yang ia dapatkan itulah kemudian melahirkan puisi berjudul Sumpah Kumbakarna. Sikap Kumbakarna dalam membela negeri, bagi Dhenok identik dengan jiwa Puputan para leluhur. “Sebab kesetiaan pada negeri hanya kepala taruhannya,” ujar Dhenok.

Kecuali itu, kedalaman hati perempuan dalam kisah Mahabharata maupun Ramayana, juga sangat menarik perhatiannya karena selalu kontekstual sepanjang zaman.

“Itulah sebabnya saya juga menulis puisi tentang perempuan yang terinspirasi dari cerita pewayangan, antara lain Shinta kepada Rama, Sajak untuk Drupadi, Sehabis Pementasan Mahabharata, dan Karna Sebelum Laga,” kata dia.

Pada puisi-puisi itu, Dhenok menghadirkan sosok perempuan apa adanya, kelebihan dan kekurangannya. Dengan segala kekurangan dan kelemahan itu, sejatinya perempuan ingin memproklamirkan diri. Seperti sosok Drupadi pada puisi yang ia tulis, Sebab aku perempuan, pantang dihinakan!.

Masih banyak puisi lain yang terinspirasi dari nilai-nilai Bali. Dalam proses penulisan, Dhenok berusaha tidak terjebak secara artifisial “ngomongin” Bali, namun ia ingin mengangkat spirit Bali sebagai pesan sentral.

“Atas asung kerta wara nugraha-Nya, saya berniat membukukan puisi-puisi yang berkaitan dengan Bali dan puisi-puisi yang terinspirasi cerita pewayangan dari ‘kacamata’ saya. Semoga nantinya bermanfaat, merupakan persembahan dari seorang yang “menjadi” Bali karena menyatukan diri dengan suami yang memang berdarah Bali,” katanya.

Atas pengabdian, kegigihan, dan keteguhan Dhenok Kristianti dalam membina, melestarikan, dan mengembangkan seni sastra tanpa mengenal lelah dan putus asa, Pemerintah Provinsi Bali mengapresiasi dengan memberikan penghargaan Bali Jani Nugraha tahun 2022.

[][][]

Dhenok Kristiani kini hidup bersama suami dan tiga anaknya. Ia tetap menulis, tetap berkarya. Ia memang dikenal sebagai salah satu penyair perempuan Tanah Air dengan karya-karya tak bisa dilepaskan dari nilai-nilai perjuangan, termasuk perjuangan perempuan.

Ia juga berkiprah dalam pemajuan seni sastra, menciptakan buku-buku puisi, serta aktif memberi materi workshop tentang sastra. Dalam hal kepenulisan, Dhenok tidak hanya menulis puisi, namun juga cerpen, naskah drama, dan esai.

Nama aslinya Kristianti, Kemudian dikenal dengan nama populer Dhenok Kristianti. Ia lahir di Yogyakarta, 25 Januari 1961.

Kiprahnya sebagai penulis karya sastra sebenarnya dipengaruhi oleh iklim pergaulan sastra yang begitu guyub di Yogyakarta.  Karir kepenulisannya berawal dari kemenangannya dalam lomba penulisan puisi. Ia menyabet juara pertama pada lomba puisi yang diadakan oleh Bernas, koran Berita Nasional 1981.

Dhenok Kristianti

Dhenok sesungguhnya aktif menulis sejak duduk di bangku SMA. Baginya, menulis adalah jalan untuk mencapai keseimbangan jiwa. Jalan untuk mencapai keseimbangan jiwa itu kemudian tereprentasi dalam karya-karya Dhenok yang menyiratkan proses kontemplatif dan sangat jauh dari ketergesaan irama zaman sekarang yang serba instan dan bergegas ini.

Dhenok juga aktif di Lembaga Seni Sastra ‘Reboeng’ sebagai pelaksana harian dan sering bertindak sebagai editor. Lembaga tempat ia ikut berkiprah ini memiliki program sastra seperti Lomba cipta puisi, pelatihan kepenulisan di sekolah-sekolah, dan sebagainya.

Di bawah kepemimpinan Nana Ernawati, saat ini LSS Reboeng lebih fokus pada pengembangan sastra anak, antara lain menerbitkan buku-buku dari dan untuk anak-anak, menyelenggaran kegiatan mendongeng di berbagai tempat; misalnya di berbagai RPTRA di Jakarta, Panti Asuhan, di Perpustakaan Nasional, dll.

Kecuali menulis, sudah lama Dhenok menekuni profesinya sebagai guru bahasa dan sastra Indonesia. Ia pernah mengajar di SMP dan SMA Swastiastu Denpasar (sekarang bernama Santo Yosef), dan pernah pula mengajar di Gandhi Memorial School yang berada di Renon, Denpasar.

Ketika tinggal di Bali, beberapa kali ia tampil di sejumlah kegiatan, sebut saja baca puisi di acara Bali and Beyond (2010), menyelenggarakan peluncuran buku puisi “2 di Batas Cakrawala” (2010) bersama Nana Ernawati (ketua LSS Reboeng), monolog di Nabeshima Denpasar (2012), dan tampil pada acara Together for Lombok di Legian Bali (2018).

Pindah dari Bali, ia mengajar di Sekolah Pelita Harapan, Lippo Village, Tangerang, hingga pensiun. Meski sudah pensiun dari profesi formal, Dhenok masih sering diundang memberikan workshop, menjadi juri, dan sesekali menjadi guru pengganti.

Ia juga mulai membuat konten sastra di youtube, yang diberi nama Omah Simak Channel. Ia berharap dapat terus berbagi pengetahuan dan keterampilan selama masih dianugerahi kekuatan dan kesehatan. [T][Ole/Yong/berbagai sumber]

Bali Jani Nugraha 2022 | Prof. I Nyoman Darma Putra, Juru Kunci Sastra Indonesia di Bali
Tags: baliBali Jani NugrahaFestival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2022kesenian baliPuisisastraYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Jani Nugraha 2022 | Prof. I Nyoman Darma Putra, Juru Kunci Sastra Indonesia di Bali

Next Post

White Building : Potret Keruntuhan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails
Next Post
White Building : Potret Keruntuhan

White Building : Potret Keruntuhan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co