3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Jah ke Pergung, Subo Hari Terakhir” | Cerita Galungan dan Kuningan dari Bali Barat

Satria Aditya by Satria Aditya
June 20, 2022
in Khas
“Jah ke Pergung, Subo Hari Terakhir” | Cerita Galungan dan Kuningan dari Bali Barat

Pasar malam di Lapangan Pergung, Jembrana

Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah hari raya yang cukup dikatakan salah satu hari raya besar di Bali. Bagaimana tidak, ketika akan datangnya hari raya ini semua masyarakat hindu di Bali sudah mempersiapkan banyak hal.

Seperti mempersiapkan hiasan penjor, bahan-bahan untuk dijadikan lawar dan juga uang untuk menghibur diri. Persiapan demi persiapan dilaksanakan. Yang sedang bekerja di kota madya dari desa dan kota di kabupaten masing-masing juga menyempatkan pulang. Meskipun hanya mencicipi masakan atau sengaja pulang untuk bersembahyang dan juga berkumpul dengan teman lama.

Kurang lebih 2 tahun ini, kita sudah dihadang berbagai permasalahan yang cukup membuat kita diharuskan mengekang sendiri keinginan-keinginan kita yang biasa dilakukan saat hari raya. Tetapi, beberapa bulan ke belakang ini kita sudah dibisakan lagi dengan kebiasaan lama. Tanpa masker, keluar dengan bebas, acara-acara dengan keramainan dan juga beberapa kegiatan yang tak dapat dilakukan beberapa tahun ini.

Tak luput juga di Jembrana yang selalu menantikan pasar malam dengan berbagai riak kemeriahannya. Pasar malam ini selalu ada ketika hari raya Galungan dan Kuningan saja. Wisper atau kita bisa sebut Wisata Pergung, beberapa sebutan dari masyarakat juga diberikan pada pasar malam ini. Mall TC atau Mall Tegalcangkring atau hanya menyebut Pergung saat Galungan dan Kuningan orang-orang sudah tau akan pergi ke pasar malam tersebut.

Pasar malam ini diadakan di Lapangan Pergung. Biasanya, satu minggu sebelum Penampahan Galungan, beberapa pedagang dan wahana-wahana yang ada sudah mulai membangun tenda sesuai pemetaan wilayah dagang mereka dan tiang-tiang untuk wahana seperti Komedi Putar, Tong Edan, dan masih banyak yang lainnya. Pedagang yang ada di sana tentu bukan hanya masyarakat lokal saja. Beberapa ada juga yang dari luar Bali yang sengaja dan sudah menjadi langganan untuk berlapak di pasar malam itu saat sudah Galungan dan Kuningan.

Pasar malam ini paling meriah menurut kami masyarakat Jembrana. Terlebih lagi, kita dapat menemukan apa saja di sana dengan harga yang lumayan miring. Mulai dari dagang makanan, baju, sandal, sepatu, perlengkapan rumah tangga, jam tangan dan bahkan Lengis Colek Ratu Niang Sakti juga ada di sana.

Selanjutnya mari kita bahas setiap lapak yang menarik dan tidak menarik di pasar malam ini.

Yang paling ramai dikunjungi di pasar malam ini tentu saja Kocokan dan Bola Adil. Lapak mereka para belandangpun sangat luas. Bahkan, lokasinya ada di tengah-tengah pasar malam ini. Karena orang-orang yang datang ke lapak ini tentu saja orang yang mengkhusukan diri mereka untuk berjudi dan beradu nasib.

Selanjutnya adalah lapak baju-baju obral namun tetap bermerk. Lapak ini terletak agak di tengah namun gak setrategis lapak judi. Nah, lapak ini biasanya akan didatangi oleh anak muda yang sudah menyiapkan uang untuk membeli baju hari raya. Baju di lapak ini juga bermerk dan harus teliti untuk memilih. Karena jika tidak, kita akan mendapatkan baju yang tak berkualitas dan harganya pun tidak sebanding. Nah biasanya jika para pemuda tak mendapatkan satu bajupun, uang yang mereka bawa akan diadu di lapak Kocokan dan Bola Adil.

Lalu ada lapak makanan. Di sini adalah lapak yang khusus dikunjungi oleh pecinta kuliner, ibu-ibu dan bapak-bapak. Karena, setelah mengelilingi pasar malam ini mereka akan kelelahan dan akan berhenti untuk beristirahat dan mencicipi makanan di lapak-lapak ini. Makanan yang ada hanya sebatas bakso, nasi campur, es-es dan sate. Mereka yang biasanya ada di lapak ini adalah orang-orang yang setelah makan akan pulang ke rumah dan membawa cerita-cerita hiruk pikuknya pasar malam ini. Lapak makanan biasanya terletak paling luar di pasar malam ini.

Selanjutnya adalah lapak perabotan rumah tangga. Lapak ini biasanya tak seramai lapak lainnya. Karena pembeli kadang hanya melihat-lihat dagangan yang ada, mengambil, mencermati seperti menelaah unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam novel, lalu menaruh kembali ke tempatnya semula. Kadang ada satu pembeli dan hanya membeli palu. Lapak ini kadang menyempil di antara lapak baju dan permainan-permainan dengan hadiah penanak nasi.

Selanjutnya adalah permainan-permainan dengan iming-iming hadiah handphone, penanak nasi, kipas angin, dan bahkan kulkas. Tetapi dari Galungan kuningan dan Galungan Kuningan lagi, kulkas itu tetap ada. Dan menariknya, masih ada orang-orang yang mencoba permainan itu walau mereka tau tak akan mendapatkan kulkas itu. Lapak ini juga biasanya menyelip di antara dagang pakian dan perabotan rumah tangga.

Lalu ada beberapa wahana yang menarik. Tong Edan misalnya. Di sana adalah letak keributan sesungguhnya dari pasar malam. Suara kenalpot dan juga kayu-kayu tong yang dilalui oleh motor terdengar jelas dari ujung barat lapangan sampai timur lapangan. Wahana yang paling penuh dikunjungi adalah Bianglala. Karena dari wahana ini kita bisa melihat keseluruhan pasar malam. Mulai dari lampu yang gemerlap, tenda-tenda biru yang berjejer rapi dan juga manusia-manusia yang sangat antusias mengelilingi pasar malam ini. Wahana ini biasanya terletak pada sudut-sudut lapangan Pergung.

Yang terakhir ini adalah paling menarik dan sangat digemari oleh para masyarakat. Ya! Lengis Barak Ratu Niang Sakti. Entah apa yang menarik dari kasiat minyak ini. Tetapi, selalu ada banyak orang yang berkerumun di sana. Meskipun, lapak ini tanpa tenda. Penjual minyak ini hanya bermodalkan tas gendong yang cukup besar, speaker yang sedang, mic, minyak yang berjejer di rerumputan dengan beralaskan triplek tipis dan juga mulut yang tak berhenti mengumandangkan kasiat-kasiat dari minyak ini.

Lapak ini biasanya tak menentu. Kadang berada di tengah, kadang di luar dan kadang juga menyelip. “Lengis Barak Ratu Niang Sakti! Bapak-bapak, ibu-ibu lan teruna-bajang dados nganggen lengis ini. Dijamin ampuh menangani berbagai penyakit. Tinggal oles lan campur ngajak kayu manis yen ten wenten kayu manis kayu sente dados, yen ten wenten kayu sente dado campur aji oli, klaher utawi sane lianan!” dan bla,bla, bla masih banyak lagi.

Nah, itu adalah beberapa lapak yang ada di pasar malam Pergung. Masyarakat yang sudah terbiasa datang ke sana pasti akan datang di hari terakhir. Karena, di hari terakhir semua pedagang akan menurunkan harga barang di sana sampai 50%. Maka dari itu, hari yang paling ramai di lapak-lapak itu adalah pada saat Galungan, Kuningan dan hari terkahir.

Terakhir, terakhir, terakhir! Lengis Barak Ratu Niang Sakti! [T]

Tags: hari raya galunganjembrana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penabuh Gender Anak-anak | Yang Selalu Eksis: Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, dan Karangsem

Next Post

Gong Legendaris Mengulang Kenangan Manis Gong Kebyar

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Gong Legendaris Mengulang Kenangan Manis Gong Kebyar

Gong Legendaris Mengulang Kenangan Manis Gong Kebyar

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co