15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gong Legendaris Mengulang Kenangan Manis Gong Kebyar

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
June 21, 2022
in Khas
Gong Legendaris Mengulang Kenangan Manis Gong Kebyar

Sanggar Karawitan Bungan Dedari, Institut Seni Indonesia Denpasar | Foto: Tim Dokumentasi Disbud Bali

Gong Kebyar adalah gamelan Bali yang termasuk dalam kelompok gamelan baru. kemunculan Gong Kebyar diduda merupakan transpormasi dari gamelan Gong Gede. Tahun 1930 di Desa Jagaraga Buleleng, telah muncul gamelan Gong Kebyar dengan perangkatnya terdiri dari instrumen bilah dan pencon serta terdapat beberapa instrumen gangsa dari gamelan Gong Gede dimana instrumen-instrumen tersebut menjadi satu di dalamnya. Perjalanan instrumennya mulai dari 5 bilah nada, 7 bilah nada, 9 bilah nada dan disempurnakan menjadi 10 bilah nada.

Fakta lain perjalanan Gong Kebyar dari Gong Gede yakni adanya sebuah wacana lisan tentang penyebutan Gong Kebyar disebut dengan sebutan Gong Gede (daerah Bali Selatan, Sempidi dan sekitarnya). Ini juga dapat menjadi bukti bahwa keberadaan Gong Kebyar tak luput dari perjalanan panjang Gamelan Gong Gede menjadi Gong Kebyar.

Di daerah Bali Utara tepatnya di Desa Jagaraga dan Desa Menyali, menjadi saksi sejarah perjalanan kemunculan gamelan Gong Kebyar. Banyak seniman Gong Kebyar terlahir di sini seperti Bapak Wandres (Wayan Peraupan), Gede Manik, tak jarang banyak seniman Bali pun menimba ilmu di sini seperti maestro alm. I Wayan Beratha.

Persebaran dan perkembangan Gong Kebyar pun semakin meluas hingga tersebar di pelosok daerah hingga manca negara. Gong Kebyar sebagai ansambel musik baru semakin diminati oleh masyarakat dengan munculnya sekaa-sekaa atau kelompok-kelompok Gong Kebyar di Bali.

Banyak sekaa-sekaa Gong Kebyar yang dipandang mahir dan menjadi barometer pergerakan perkembangan Gong Kebyar hingga kini, seperti Sekaa Gong Pangkung, Pejaten, Tabanan (Lelambatan Kebyar Klasik), Gong Pinda, Gong Peliatan, Gong Perean, Gong Paketan-Buleleng, Gong Geladag, Gong Belaluan dan lainnya.

Ketika Pesta Kesenian Bali pertama kali berlangsung pada tahun 1978, menjadi suatu perhelatan akbar dari beberapa sekaa Gong Kebyar di Bali. Mereka tidak hanya berkompetisi, beradu skill dari teknik memainkan instrumennya namun beradu menunjukan kwalitas gamelan Gong Kebyar-nya. Hingga saat itu banyak sekaa Gong Kebyar yang begitu piawai dan mendapat hati penikmatnya.

Penampilan penari dalam pentas Gong Kebyar Legendaris di PKB 2022 | Foto Dok Tim PKB Dinas Kebudayaan Bali

Sekaa Gong Abdi Budaya Perean Tabanan yang pernah tampil pada PKB ke-8 tahun 1986 dengan membawa materi Tabuh Pat Kunjur, Tabuh Kreasi Arsa Yowana, dan materi lainnya (Wawancara dengan I Wayan Tusti Adnyana,S.Sn.,M.Pd, 17 Juni 2022).

Sekaa Gong Pinda juga pernah didaulat untuk mewakili  Kabupaten Gianyar pada PKB ke-15, tahun 1993 yang dikenal dengan tabuh kreasi Manuk Anguci.

Sekaa Gong Candra Pangan, Br. Tagtag, Desa Sibang Gede yang tampil pada awal perhelatan PKB tahun 1978 menampilkan tabuh pisan lelambatan Bangun Anyar karya I Wayan Beratha,  dan juga tak luput ASTI Denpasar kini ISI Denpasar juga menjadi barometer pertumbuhan master-master seni juga tetap ambil andil dalam setiap perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB).

Perayaan Pesta Kesenian Bali (PKB) dari awal mulai hingga kini, menjadi wahana perhelatan dan kompotisi para seniman-seniman di daerah. Namun, memasuki tahun 2020, karena dampak pandemi, PKB sempat ditiadakan.

Di tahun 2021, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali merancang pagelaran PKB secara daring dan luring. Pada perayaan Pesta Kesenian Bali ke-44 ini, ada kesan baru yang dirasakan. Salah satu program mata sajian menarik yang dilihat yakni Gong Legendaris. Pemerintah Provinsi Bali kembali mengundang beberapa sekaa Gong Kebyar tersebut untuk tampil kembali melalui perhelatan “Mebarung” dengan tajuk Gong Kebyar Legendaris.

Penampilan penari dalam pentas Gong Kebyar Legendaris di PKB 2022 | Foto Dok Tim PKB Dinas Kebudayaan Bali

Mata acara Gong Legendaris ini merupakan sebuah ruang untuk mengulang kembali “playback” kenangan lama sekaa gong-sekaa gong yang dahulu pernah menjadi barometer perkembangan Gong Kebyar di daerah. Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali mengundang sekaa-sekaa di masing-masing daerah untuk tampil pada PKB ke 44 ini.

“Masing-masing daerah diberikan kesempatan untuk mengajukan Sekaa Gong Legendaris sesuaikan dengan potensi dan kelegendarisannya. Gong legendaris ini merupakan gagasan baru Dinas Kebudayaan Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan,” ujar Prof. I Gede Arya Sugiarta, S.SKar. M.Hum selaku Kadis Kebudayaan Provinsi Bali.

Pagelaran ini disuport dari Pemerintah Provinsi Bali senilai Rp. 35.000.000,- sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi sekaa-sekaa yang telah ikut mengembangkan seni tari dan karawitan Bali untuk pemajuan kebudayaan daerah”, imbuh Prof. Arya Sugiarta.

“Kegiatan Gong Legendaris kali ini diikuti oleh 5 daerah yakni, Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar (2 sekaa, Sekaa Gong Peliatan dan Sekaa Gong Pinda). Harapannya, mata acara pagelaran semacam ini akan terus menjadi agenda rutin pada PKB selanjutnya,” ujar Kadisbud Prov. Bali.

“Candra Pangan” Tampil Pertama

Pada sajian Gong Legendaris di hari pertama, Senin, 20 Juni 2022, menampilkan Sekaa Gong “Candra Pangan”, Br. Tagtag, Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung berhadapan dengan Sanggar Karawitan Bungan Dedari, Institut Seni Indonesia Denpasar. Materi sajian Gong Legendaris ini adalah karya-karya yang sudah ada sebelumnya, baik dari seni tari maupun karawitan.

Materi yang disajikan oleh Sekaa Gong Candra Pangan Br. Tagtag Desa Sibang Gede membawakan 4 materi pagelaran, diantaranya  Tabuh  Pisan Bangun Anyar karya I Wayan Beratha tahun 1978, Gegitaan Gita Swadita (caruk) karya I Wayan Sinti dan I Nyoman Rembang tahun 1978, Tabuh Kreasi Purwa Pascima karya 1972. dan Tari Demang Miring karya I Nyoman Kaler tahun 1945.

Sedangkan Sanggar Karawitan Bungan Dedari ISI Denpasar membawakan 4 materi, yakni; Tabuh Kutus Pelayon  karya I Wayan Beratha tahun 1984, Tari Teruna Jaya karya Pan Wandres (Wayan Peraupan) tahun 1950, Tabuh Kreasi Kebyar Dang Cita Utsawa karya I Wayan Beratha tahun 1983, dan Tari Oleg Tamulilingan karya I Ketut Marya (I Mario) tahun 1952.

Pagelaran ini dimulai pukul 19.00 Wita. Kedua sekaa gong didaulat menuju ke atas pentas. Diantara pemain sekaa Gong Candra Pangan ada seniman I Gusti Made Lumbung (Kendang Lanang), I Ketut Suartajaya (kendang wadon), A.A Gede Ariana (juru terompong), I Made Adris (juru ugal), A.A Susilawati (Penari Demang Miring) Ibu Gadung (Penari Demang Miring), dan didukung oleh penglingsir sekaa Gong Candra Pangan.

Gubernur I Wayan Koster dan Ibu Suastini Koster bersama Para Penabuh Sanggar Karawitan Bungan Dedari ISI Denpasar | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Sanggar Karawitan Bungan Dedari “dihiasi pemain bintang” seperti I Wayan Suweca (juru kendang), Prof. I Wayan Rai’S MA (juru kendang), I Nyoman Astita, S.SKar, I Nyoman Windha, S.SKar, I Nyoman Sudiana, S.SKar, I Wayan Budana, juga ikut sebagai pemain reong Bapak Prof. I Gede Arya Sugiarta, S,SKar.M.Hum, penari Ibu Cok. Padmini, Ni Nyoman Candri, Ibu Komang Sri Wahyuni, Ibu Nik Swasti, Ibu Sekar Marhaini serta didukung oleh para dosen Karawitan dan dosen-dosen di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar.

Pagelaran berlangsung sangat meriah disaksikan oleh ratusan penonton yang memadati stage Ksirarnawa. Terjadi penumpukan penonton di bagian belakang. Hadir pula Gubernur Bali dan Ibu Suastini Koster. Sorak sorai penonton kagum akan penampilan bintang mereka yang begitu enerjik.

Penari ibu Agung Susila berusia hampir 80an, masih enerjik manarikan tari Demang Miring bersama Ibu Gadung dan satu penari muda. Begitu juga Ibu Cok. Padmini yang menarikan tari Oleg Tamulilingan bersama 2 mahasiswa tari ISI Denpasar. Pada pagelaran tabuh Kreasi Kebyar Dang Cita Utsawa, pemain instrument kecek I Wayan Budana sentak menambah kemeriahan suasana.

Sembari memainkan instrumennya, beliau menari di atas stage dengan mengikuti alunan ritmis gamelan Gong Kebyar. Sontak mengundang gelak tawa dan apresiasi dari para penonton. Aktraktif antara para penari Teruna Jaya juga menjadi sorotan penonton.[T]

Tags: gong kebyarPesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Jah ke Pergung, Subo Hari Terakhir” | Cerita Galungan dan Kuningan dari Bali Barat

Next Post

Menonton Gong Kebyar Kabupaten Gianyar Seperti Perjalanan Denpasar ke Singaraja Via Tegallalang

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Menonton Gong Kebyar Kabupaten Gianyar Seperti Perjalanan Denpasar ke Singaraja Via Tegallalang

Menonton Gong Kebyar Kabupaten Gianyar Seperti Perjalanan Denpasar ke Singaraja Via Tegallalang

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co