25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gong Legendaris Mengulang Kenangan Manis Gong Kebyar

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
June 21, 2022
in Khas
Gong Legendaris Mengulang Kenangan Manis Gong Kebyar

Sanggar Karawitan Bungan Dedari, Institut Seni Indonesia Denpasar | Foto: Tim Dokumentasi Disbud Bali

Gong Kebyar adalah gamelan Bali yang termasuk dalam kelompok gamelan baru. kemunculan Gong Kebyar diduda merupakan transpormasi dari gamelan Gong Gede. Tahun 1930 di Desa Jagaraga Buleleng, telah muncul gamelan Gong Kebyar dengan perangkatnya terdiri dari instrumen bilah dan pencon serta terdapat beberapa instrumen gangsa dari gamelan Gong Gede dimana instrumen-instrumen tersebut menjadi satu di dalamnya. Perjalanan instrumennya mulai dari 5 bilah nada, 7 bilah nada, 9 bilah nada dan disempurnakan menjadi 10 bilah nada.

Fakta lain perjalanan Gong Kebyar dari Gong Gede yakni adanya sebuah wacana lisan tentang penyebutan Gong Kebyar disebut dengan sebutan Gong Gede (daerah Bali Selatan, Sempidi dan sekitarnya). Ini juga dapat menjadi bukti bahwa keberadaan Gong Kebyar tak luput dari perjalanan panjang Gamelan Gong Gede menjadi Gong Kebyar.

Di daerah Bali Utara tepatnya di Desa Jagaraga dan Desa Menyali, menjadi saksi sejarah perjalanan kemunculan gamelan Gong Kebyar. Banyak seniman Gong Kebyar terlahir di sini seperti Bapak Wandres (Wayan Peraupan), Gede Manik, tak jarang banyak seniman Bali pun menimba ilmu di sini seperti maestro alm. I Wayan Beratha.

Persebaran dan perkembangan Gong Kebyar pun semakin meluas hingga tersebar di pelosok daerah hingga manca negara. Gong Kebyar sebagai ansambel musik baru semakin diminati oleh masyarakat dengan munculnya sekaa-sekaa atau kelompok-kelompok Gong Kebyar di Bali.

Banyak sekaa-sekaa Gong Kebyar yang dipandang mahir dan menjadi barometer pergerakan perkembangan Gong Kebyar hingga kini, seperti Sekaa Gong Pangkung, Pejaten, Tabanan (Lelambatan Kebyar Klasik), Gong Pinda, Gong Peliatan, Gong Perean, Gong Paketan-Buleleng, Gong Geladag, Gong Belaluan dan lainnya.

Ketika Pesta Kesenian Bali pertama kali berlangsung pada tahun 1978, menjadi suatu perhelatan akbar dari beberapa sekaa Gong Kebyar di Bali. Mereka tidak hanya berkompetisi, beradu skill dari teknik memainkan instrumennya namun beradu menunjukan kwalitas gamelan Gong Kebyar-nya. Hingga saat itu banyak sekaa Gong Kebyar yang begitu piawai dan mendapat hati penikmatnya.

Penampilan penari dalam pentas Gong Kebyar Legendaris di PKB 2022 | Foto Dok Tim PKB Dinas Kebudayaan Bali

Sekaa Gong Abdi Budaya Perean Tabanan yang pernah tampil pada PKB ke-8 tahun 1986 dengan membawa materi Tabuh Pat Kunjur, Tabuh Kreasi Arsa Yowana, dan materi lainnya (Wawancara dengan I Wayan Tusti Adnyana,S.Sn.,M.Pd, 17 Juni 2022).

Sekaa Gong Pinda juga pernah didaulat untuk mewakili  Kabupaten Gianyar pada PKB ke-15, tahun 1993 yang dikenal dengan tabuh kreasi Manuk Anguci.

Sekaa Gong Candra Pangan, Br. Tagtag, Desa Sibang Gede yang tampil pada awal perhelatan PKB tahun 1978 menampilkan tabuh pisan lelambatan Bangun Anyar karya I Wayan Beratha,  dan juga tak luput ASTI Denpasar kini ISI Denpasar juga menjadi barometer pertumbuhan master-master seni juga tetap ambil andil dalam setiap perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB).

Perayaan Pesta Kesenian Bali (PKB) dari awal mulai hingga kini, menjadi wahana perhelatan dan kompotisi para seniman-seniman di daerah. Namun, memasuki tahun 2020, karena dampak pandemi, PKB sempat ditiadakan.

Di tahun 2021, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali merancang pagelaran PKB secara daring dan luring. Pada perayaan Pesta Kesenian Bali ke-44 ini, ada kesan baru yang dirasakan. Salah satu program mata sajian menarik yang dilihat yakni Gong Legendaris. Pemerintah Provinsi Bali kembali mengundang beberapa sekaa Gong Kebyar tersebut untuk tampil kembali melalui perhelatan “Mebarung” dengan tajuk Gong Kebyar Legendaris.

Penampilan penari dalam pentas Gong Kebyar Legendaris di PKB 2022 | Foto Dok Tim PKB Dinas Kebudayaan Bali

Mata acara Gong Legendaris ini merupakan sebuah ruang untuk mengulang kembali “playback” kenangan lama sekaa gong-sekaa gong yang dahulu pernah menjadi barometer perkembangan Gong Kebyar di daerah. Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali mengundang sekaa-sekaa di masing-masing daerah untuk tampil pada PKB ke 44 ini.

“Masing-masing daerah diberikan kesempatan untuk mengajukan Sekaa Gong Legendaris sesuaikan dengan potensi dan kelegendarisannya. Gong legendaris ini merupakan gagasan baru Dinas Kebudayaan Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan,” ujar Prof. I Gede Arya Sugiarta, S.SKar. M.Hum selaku Kadis Kebudayaan Provinsi Bali.

Pagelaran ini disuport dari Pemerintah Provinsi Bali senilai Rp. 35.000.000,- sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi sekaa-sekaa yang telah ikut mengembangkan seni tari dan karawitan Bali untuk pemajuan kebudayaan daerah”, imbuh Prof. Arya Sugiarta.

“Kegiatan Gong Legendaris kali ini diikuti oleh 5 daerah yakni, Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar (2 sekaa, Sekaa Gong Peliatan dan Sekaa Gong Pinda). Harapannya, mata acara pagelaran semacam ini akan terus menjadi agenda rutin pada PKB selanjutnya,” ujar Kadisbud Prov. Bali.

“Candra Pangan” Tampil Pertama

Pada sajian Gong Legendaris di hari pertama, Senin, 20 Juni 2022, menampilkan Sekaa Gong “Candra Pangan”, Br. Tagtag, Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung berhadapan dengan Sanggar Karawitan Bungan Dedari, Institut Seni Indonesia Denpasar. Materi sajian Gong Legendaris ini adalah karya-karya yang sudah ada sebelumnya, baik dari seni tari maupun karawitan.

Materi yang disajikan oleh Sekaa Gong Candra Pangan Br. Tagtag Desa Sibang Gede membawakan 4 materi pagelaran, diantaranya  Tabuh  Pisan Bangun Anyar karya I Wayan Beratha tahun 1978, Gegitaan Gita Swadita (caruk) karya I Wayan Sinti dan I Nyoman Rembang tahun 1978, Tabuh Kreasi Purwa Pascima karya 1972. dan Tari Demang Miring karya I Nyoman Kaler tahun 1945.

Sedangkan Sanggar Karawitan Bungan Dedari ISI Denpasar membawakan 4 materi, yakni; Tabuh Kutus Pelayon  karya I Wayan Beratha tahun 1984, Tari Teruna Jaya karya Pan Wandres (Wayan Peraupan) tahun 1950, Tabuh Kreasi Kebyar Dang Cita Utsawa karya I Wayan Beratha tahun 1983, dan Tari Oleg Tamulilingan karya I Ketut Marya (I Mario) tahun 1952.

Pagelaran ini dimulai pukul 19.00 Wita. Kedua sekaa gong didaulat menuju ke atas pentas. Diantara pemain sekaa Gong Candra Pangan ada seniman I Gusti Made Lumbung (Kendang Lanang), I Ketut Suartajaya (kendang wadon), A.A Gede Ariana (juru terompong), I Made Adris (juru ugal), A.A Susilawati (Penari Demang Miring) Ibu Gadung (Penari Demang Miring), dan didukung oleh penglingsir sekaa Gong Candra Pangan.

Gubernur I Wayan Koster dan Ibu Suastini Koster bersama Para Penabuh Sanggar Karawitan Bungan Dedari ISI Denpasar | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Sanggar Karawitan Bungan Dedari “dihiasi pemain bintang” seperti I Wayan Suweca (juru kendang), Prof. I Wayan Rai’S MA (juru kendang), I Nyoman Astita, S.SKar, I Nyoman Windha, S.SKar, I Nyoman Sudiana, S.SKar, I Wayan Budana, juga ikut sebagai pemain reong Bapak Prof. I Gede Arya Sugiarta, S,SKar.M.Hum, penari Ibu Cok. Padmini, Ni Nyoman Candri, Ibu Komang Sri Wahyuni, Ibu Nik Swasti, Ibu Sekar Marhaini serta didukung oleh para dosen Karawitan dan dosen-dosen di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar.

Pagelaran berlangsung sangat meriah disaksikan oleh ratusan penonton yang memadati stage Ksirarnawa. Terjadi penumpukan penonton di bagian belakang. Hadir pula Gubernur Bali dan Ibu Suastini Koster. Sorak sorai penonton kagum akan penampilan bintang mereka yang begitu enerjik.

Penari ibu Agung Susila berusia hampir 80an, masih enerjik manarikan tari Demang Miring bersama Ibu Gadung dan satu penari muda. Begitu juga Ibu Cok. Padmini yang menarikan tari Oleg Tamulilingan bersama 2 mahasiswa tari ISI Denpasar. Pada pagelaran tabuh Kreasi Kebyar Dang Cita Utsawa, pemain instrument kecek I Wayan Budana sentak menambah kemeriahan suasana.

Sembari memainkan instrumennya, beliau menari di atas stage dengan mengikuti alunan ritmis gamelan Gong Kebyar. Sontak mengundang gelak tawa dan apresiasi dari para penonton. Aktraktif antara para penari Teruna Jaya juga menjadi sorotan penonton.[T]

Tags: gong kebyarPesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Jah ke Pergung, Subo Hari Terakhir” | Cerita Galungan dan Kuningan dari Bali Barat

Next Post

Menonton Gong Kebyar Kabupaten Gianyar Seperti Perjalanan Denpasar ke Singaraja Via Tegallalang

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Menonton Gong Kebyar Kabupaten Gianyar Seperti Perjalanan Denpasar ke Singaraja Via Tegallalang

Menonton Gong Kebyar Kabupaten Gianyar Seperti Perjalanan Denpasar ke Singaraja Via Tegallalang

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co