3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penabuh Gender Anak-anak | Yang Selalu Eksis: Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, dan Karangsem

tatkala by tatkala
November 13, 2022
in Budaya
Penabuh Gender Anak-anak | Yang Selalu Eksis: Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, dan Karangsem

Salah satu peserta lomba gender wayang anak-anak di PKB 2022

Sanggar tabuh gender untuk anak-anak di Bali kini makin banyak, dan sudah banyak melahirkan penabuh gender sejak usia belia. Namun, hal itu sepertinya hanya terjadi di 5 kabupaten/kota di Bali, yakni Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, dan Karangsem.  Bagaimana dengan daerah lain?

Dr. I Gusti Putu Sudarta, coordinator juri pada lomba gender wayang anak-anak di Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2022 ini mengatakan dari tahun ke tahun hanya lima kabupaten yang tetap eksis dan berkembang. Mucuk perkembangan ada di Kota Denpasar, selanjutnya Kabupaten Gianyar, Badung, Tabanan dan Kabupaten Karangasem.

Kelima daerah tersebut selalu mengirimkan wakilnya PKB, jika ada lomba gender wayang anak-anak. “Sementara di daerah lain, sepertinya kewalahan untuk mendapatkan generasi penabuh gender wayang. Di Buleleng misalnya, sangat susah mengajak anak-anak belajar gender wayang, padahal memiliki potensi yang cukup besar,” ujarnya.

Dalam lomba gender wayan di PKB tahun ini, memang hanya 5 duta itu saja yang mengirimkankan perwakilannya. “Masalah pembibitan atau penggenerasian, memang menjadi kendala saat ini,” kata Sudarta yang juga dosen di ISI Denpasar.

Menurut Sudarta, penabuh gender wayang lebih banyak dilakukan oleh orang dewasa yang sebelumnya sudah melakoni gemelan gong kebyar. Hal itu sudah menjadi perhatian para seniman gender di Buleleng untuk berupaya melahirkan generasi yang lebih, sehingga Buleleng bisa eksis dengan seni pewayangannya. Anak-anak lebih pada mencitai mencintai gong kebyar.

“Untuk daerah Jembrana, Bangli serta Klungkung, kadang-kadang ada wakilnya, terkadang tidak mengirimkan dutanya. Klungkung, dulunya sering mengirimkan wakilnya, tetapi kali ini absen. Mungkin karena masalah penggerenarsian saja,” ungkapnya.

Daerah yang kaya dengan sanggar-sanggar seni, sangat menentukan dari penggenerasian ilmu seni memainkan gamelan gender. Kalau di Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar itu banyak memiliki sanggar untuk menentukan penggalangan anak-anak seni.

Demikian juga di sekolah sekolah yang memiliki ekstra kurikuler seni memainkan gamelan gender. Sebut saja dengan menyelenggarakan Porsenijar, seperti yang dilakukan Kota Denpasar yang sekolah-sekolahnya memiliki ekstra kurikuler dari SD sampai SMA. “Kekurangan generasi ini apa karena pengaruh pandemic? Itu mungkin tidak,” ujarnya.

 Di Buleleng banyak ada gending-gending gender, guru-guru gender, juga gending yang diwarisai sangat banyak dan unik. Hanya saja, itu dipelajari setelah mereka menguasai gong kebyar. Berbeda dengan di Bali Selatan, anak-anak disiapkan dari awal atau sudah disiapkan memainkan gender.

Badung, Tabanan, Gianyar

Lomba gender wayang anak-anak di PKB, Senin (20/6/2022), menampilkan tiga perwakilan, yakni dari Badung, Tabanan dan Gianyar.

Ketiga peserta lomba itu dari Sanggar Seni Tapak Dara, Banjar Umalas Kangin, Desa Adat Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, sebagai Duta Kabupaten Badung. Lalu dari Sanggar Suara Murti, Banjar Babakan, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, sebagai Duta Kabupaten Gianyar.  Dan, dari Sanggar Leklok, Banjar Pasekan Baleran, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, merupakan Duta Kabupaten Tabanan.

Permainan gender wayang anak-anak dalam PKB tampaknya masih menjadi tontonan menarik bagi pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) dalam setiap tahunnya.

Masing-masing peserta menampilkan Tabuh Pamungkah, Sekar Sungsang, dan Angkat-angkatan. ‘Walau nama gending yang dimainkan sama karena sudah menjadi warisan, namun dalam penampilannya memiliki kreasi dan gaya yang sangat khas,” kata Koordinator Dewan Juri, Dr. I Gusti Putu Sudarta.

Masing-masing peserta menyajikan karakter gending wayang dari daerahnya sendiri dengan penuh ekspresi. Para seniman cilik itu, memiliki teknik yang rata-rata tinggi. Dari segi gegedig, seluruh peserta memiliki teknik bermain yang canggih, sehingga dapat menghasilkan gending yang sangat manis.

Foto: Gusti Putu Sudarta (tengah)

Menurut Sudarta, kreteria lomba gender wayang kali ini kembali ke pokok/baku, seperti tabuh Sekar Sungsung, Pemungkah, dan Angkat-angkatan yang semuanya itu terpakai dalam struktur pertunjukan wayang kulit. Kalau dulu, terdapat kriteria yang ditekankan pada tabuh kreasi.

Alasan kembali kepada kriteria pokok mungkin karena perkembangan di masing-masing wilayah itu tidak sama. Artinya yang menampilkan yang pokok saja sudah merasa kewalahan, apalagi menyajikan kreasi, sehingga menjadi lebih kewalahan.

“Maka itu, harapan kami semua daerah mesti menggarap penggenerasian secara baik. Bisa mencontoh Kota Denpasar yang digarap sejak dulu. Kota Denpasar sudah melakukan start sejak awal. Awal-awalnya kan begitu juga, empat tungguh gak bisa, maka dilombakan sepasang,” ceritanya.

Dalang Wayang Kulit dan sendratari ini menegaskan, memainkan gamelan gender wayang itu menarik dari segi teknik karena dapat menggerakkan motoric kanan dan kiri. Hal itu sangat berkaitan dengan kesadaran pikiran, juga dapat meningkatkan dalam pendidikan. Apalagi, seni itu ada kaitnnya dengan motorik main dengan pikiran.

“Sama halnya dengan musik barat. Drum, itu menjadi risert karena berpengaruh kepada otak kanan dan kiri. Karena dalam memainkan musik itu dilakukan dengan berlainann tangan, berlainan pukulan atau dengan istilah multi rithem. Itu akan sangat bagus pengaruhnya pada perkembangan otak,” paparnya.

Anak yang memainkan gamelan gender wayang, tanpa disadari semua itu untuk meniciptakan kehalusan budi berkaitan dengan budi pekerti. Dengan main pikiran, itu berkaitan dengan motorik dan otak, dan ini sangat lengkap. Apalagi aguron-guron di sanggar akan mendapatkan sesuatu pelajaran di luar teknik, seperti bersikap, berprilaku yang sesunguhnya menjadi pondasi dalam menjalani kehidupan.

“Adanya kesenian gender ini seungguhnya dapat meningtkatkan kedisiplinan. Apalaghi nantinya berkaitan dengan seni pewayangan. [T]

Tags: Pesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Upaya Terus-Menerus Kuatkan Pakem Tradisi Joged Bumbung

Next Post

“Jah ke Pergung, Subo Hari Terakhir” | Cerita Galungan dan Kuningan dari Bali Barat

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
“Jah ke Pergung, Subo Hari Terakhir” | Cerita Galungan dan Kuningan dari Bali Barat

“Jah ke Pergung, Subo Hari Terakhir” | Cerita Galungan dan Kuningan dari Bali Barat

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co