25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kuliah Kritik SBM Prof. Darma Putra; Gagallah Seorang Kritikus Sastra Jika Tak Mampu Seperti Peniup Seruling

I Putu Supartika by I Putu Supartika
March 5, 2022
in Khas
Kuliah Kritik SBM Prof. Darma Putra; Gagallah Seorang Kritikus Sastra Jika Tak Mampu Seperti Peniup Seruling

Prof. Darma Putra (paling atas)

Festival Sastra Bali Modern Pertama dan Terbesar di Dunia menyelenggarakan Kuliah Kritik Sastra Bali Modern pada Minggu, 20 Februari 2022. Tampil sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt.

Ada banyak pelajaran yang didapat peserta yang mencapai 60-an orang lebih tersebut. Prof. Darma mengandaikan kritikus sastra seperti peniup seruling dan kerja kritik sastra seperti bermain seruling. Ia menyitir ungkapan dari Rohit: hidup ini seperti seruling, banyak lubangnya, dan jika kita bisa meniup pasti akan mengeluarkan suara yang utama. Jadi kerja kritik seperti bermain seruling.

Tugas kritikus adalah menjelaskan karya yang kabur menjadi terang. Juga membuat cemerlang segala tutur, mau tidak mau, sadar tidak sadar, karya sastra mengandung banyak pituah yang mentah dan tugas kritikuslah untuk menjadikannya cemerlang.

Baginya, akan gagalah seorang kritikus sastra jika tak mampu tampil seperti peniup seruling yang mampu menarik dan mengembuskan benih irama utama dari seruling itu. Meniup seruling adalah pekerjaan ringan, tapi jika didalami akan bisa membawa kita berkelana, seperti halnya Gus Teja yang bisa terbang tanpa sayap berkat kemampuannya meniup seruling.

Kini sastra Bali modern (SBM) sudah menapaki usia 100 tahun lebih, dan ia ibarat kakap tumbuh di batu, hidup megap-megap, mati tak mau. Saat akan dikremasi ternyata muncul karya baru, kadang redup kadang semangat, seperti gelombang lautan, seperti embusan angin. Demikian kata Prof. Darma kepada ‘mahasiswa’ peserta kuliah.

Berbagai usaha dilakukan oleh lembaga dan yayasan untuk menjadikan SBM ini tetap hidup. Muncul kemudian sayembara yang dilakukan oleh Balai Bahasa dan Yayasan Sabha Sastra Bali, dan belakangan diejek menjadi sastra sayembara. Dan kini juga ada usaha memberikan rangsangan penciptaan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage yang bermarkas di Bandung.

Dalam kuliah yang berlangsung dua jam lebih ini, Prof. Darma melihat selama ini belum ada inisiatif Festival Sastra Bali Modern, dan festival ini adalah inisiatif baru apalagi digelar dengan format webinar dan ada ada Kuliah Kritik Sastra-nya.

Prof. Darma juga memaparkan ada tiga kategori yakni kritik akademik ilmiah yang menekankan banyak teori bahkan kadang-kadang tidak ada analisis dan sibuk dengan struktur serta teori. Yang kedua adalah kritik ilmiah populer yang biasanya dimuat di media masa, tidak menekankan teori, tapi ungkapkan konten terasa akrab oleh pembaca. Dan terakhir adalah kritik sastra hibrid yang menggabungkan dua kategori kritik sebelumnya. Baginya, tak banyak yang bisa melakukan kritik sastra hibrid ini.

BACA JUGA:

  • Kritik Sastra Hasil Karya Lomba Esai Timbang Buku Sastra Bali Modern

Piranti kitik yang mesti disiapkan oleh kritikus sebelum menulis kritik adalah bekal pengetahuan sejarah sastra, karena sejarah bisa menghubungkan penulis dengan latar belakang karya yang dianalisis. Penting juga teori sastra untuk memberikan sudut pandang terhadap karya yang akan dikritik. Pengetahuan pendukung pun jelas tak bisa dikesampingkan, karena hal inilah yang membuat karya sastra menjadi berirama seperti suara seruling. Bahkan seorang kritikus, tentu bisa menyajikan karya lama ke dalam perspektif baru, karena ada banyak hal yang bisa dibahas bukan sekadar tata bahasa atau makna karya itu sendiri.

Ada tips dan trik sakti yang Prof. Darma bagikan terkait dengan membuat sebuah kritik yakni Si DIA. Selain untuk kritik sastra, ilmu sakti ini bisa juga diterapkan dalam menulis apapun. Pertama yakni D atau deskripsi, dimana saat menganalis perlu mendeskripsikan berbagai hal tentang karya, semisal pengarang, latar cerita, ringkasan cerita dan seterusnya. Semua orang harus mampu melakukan ini dan bisa dilatih dengan cara mengamati dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dan selengkap-lengkapnya.

Tips dan trik kedua adalah I alias interpretasi. Penulis memberikan interprestasi terhadap sebuah karya sastra dengan terus mengajukan pertanyaan mengapa. Hal ini tak memerlukan data dari lapangan, melainkan ketajaman dalam melakukan interpretasi.

Dan A atau argumentasi. Penulis harus mampu menyampaikan pendapat sesuai dengan keyakinan berdasarkan pada deskripsi dan interpretasi. Tentu akan menjadi sia-sia menulis sesuatu tanpa kehadiran pendapat penulis di dalamnya. Dengan hadirnya penulis, tulisan akan menjadi orisinal. Pendapat lain yang dikutif, bisa dilawan, didukung, diragukan, bahkan dinego. Si DIA ini bisa digunakan oleh siapapun sesuai dengan dosis intelektualnya.

Prof. Darma juga menyebutkan, tulisan akan menjadi lebih bagus jika berani memberikan label atas temuan kita, berani melakukan pemetaan apa yang dihadapi terhadap fenomena yang ada, melihat bagaimana karya mengangkat mitos dan melawan mitos yang ada, bahkan ada yang melawan sekaligus mengukuhkan mitos tersebut seperti yang bisa di temui pada karya Oka Rusmini.

Dan terakhir, sebelum peserta kuliah terlibat diskusi sengit, Prof. Darma menyampaikan beberapa kontribusi dari kritik tersebut: utang ilmu dibayar buku agar tak tulah, mengajak masyarakat memahami wacana yang berkembang, membina bahasa, memupuk kreasi dan menjadikan ekosistem berkarya menjadi lebih baik karena pengarang akan senang saat karyanya mendapat sentuhan ataupun dibicarakan.

Demikianlah ringkasan terkait dengan isi Kuliah Kritik Sastra Bali Modern dari Prof. Darma Putra. Silakan tonton kuliah selengkapnya di kanal Youtube BPNB Bali pada link https://youtu.be/jcbF2uYLiQE. [T]

Tags: Festival Sastra Bali Modernkritik sastraLomba Esai Timbang Buku Sastra Bali ModernProf. Darma Putra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dokter Gila | Cerpen Putu Arya Nugraha

Next Post

Sulaman, Buah Tangan dari Jembrana

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Sulaman, Buah Tangan dari Jembrana

Sulaman, Buah Tangan dari Jembrana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co