3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kuliah Kritik SBM Prof. Darma Putra; Gagallah Seorang Kritikus Sastra Jika Tak Mampu Seperti Peniup Seruling

I Putu Supartika by I Putu Supartika
March 5, 2022
in Khas
Kuliah Kritik SBM Prof. Darma Putra; Gagallah Seorang Kritikus Sastra Jika Tak Mampu Seperti Peniup Seruling

Prof. Darma Putra (paling atas)

Festival Sastra Bali Modern Pertama dan Terbesar di Dunia menyelenggarakan Kuliah Kritik Sastra Bali Modern pada Minggu, 20 Februari 2022. Tampil sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt.

Ada banyak pelajaran yang didapat peserta yang mencapai 60-an orang lebih tersebut. Prof. Darma mengandaikan kritikus sastra seperti peniup seruling dan kerja kritik sastra seperti bermain seruling. Ia menyitir ungkapan dari Rohit: hidup ini seperti seruling, banyak lubangnya, dan jika kita bisa meniup pasti akan mengeluarkan suara yang utama. Jadi kerja kritik seperti bermain seruling.

Tugas kritikus adalah menjelaskan karya yang kabur menjadi terang. Juga membuat cemerlang segala tutur, mau tidak mau, sadar tidak sadar, karya sastra mengandung banyak pituah yang mentah dan tugas kritikuslah untuk menjadikannya cemerlang.

Baginya, akan gagalah seorang kritikus sastra jika tak mampu tampil seperti peniup seruling yang mampu menarik dan mengembuskan benih irama utama dari seruling itu. Meniup seruling adalah pekerjaan ringan, tapi jika didalami akan bisa membawa kita berkelana, seperti halnya Gus Teja yang bisa terbang tanpa sayap berkat kemampuannya meniup seruling.

Kini sastra Bali modern (SBM) sudah menapaki usia 100 tahun lebih, dan ia ibarat kakap tumbuh di batu, hidup megap-megap, mati tak mau. Saat akan dikremasi ternyata muncul karya baru, kadang redup kadang semangat, seperti gelombang lautan, seperti embusan angin. Demikian kata Prof. Darma kepada ‘mahasiswa’ peserta kuliah.

Berbagai usaha dilakukan oleh lembaga dan yayasan untuk menjadikan SBM ini tetap hidup. Muncul kemudian sayembara yang dilakukan oleh Balai Bahasa dan Yayasan Sabha Sastra Bali, dan belakangan diejek menjadi sastra sayembara. Dan kini juga ada usaha memberikan rangsangan penciptaan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage yang bermarkas di Bandung.

Dalam kuliah yang berlangsung dua jam lebih ini, Prof. Darma melihat selama ini belum ada inisiatif Festival Sastra Bali Modern, dan festival ini adalah inisiatif baru apalagi digelar dengan format webinar dan ada ada Kuliah Kritik Sastra-nya.

Prof. Darma juga memaparkan ada tiga kategori yakni kritik akademik ilmiah yang menekankan banyak teori bahkan kadang-kadang tidak ada analisis dan sibuk dengan struktur serta teori. Yang kedua adalah kritik ilmiah populer yang biasanya dimuat di media masa, tidak menekankan teori, tapi ungkapkan konten terasa akrab oleh pembaca. Dan terakhir adalah kritik sastra hibrid yang menggabungkan dua kategori kritik sebelumnya. Baginya, tak banyak yang bisa melakukan kritik sastra hibrid ini.

BACA JUGA:

  • Kritik Sastra Hasil Karya Lomba Esai Timbang Buku Sastra Bali Modern

Piranti kitik yang mesti disiapkan oleh kritikus sebelum menulis kritik adalah bekal pengetahuan sejarah sastra, karena sejarah bisa menghubungkan penulis dengan latar belakang karya yang dianalisis. Penting juga teori sastra untuk memberikan sudut pandang terhadap karya yang akan dikritik. Pengetahuan pendukung pun jelas tak bisa dikesampingkan, karena hal inilah yang membuat karya sastra menjadi berirama seperti suara seruling. Bahkan seorang kritikus, tentu bisa menyajikan karya lama ke dalam perspektif baru, karena ada banyak hal yang bisa dibahas bukan sekadar tata bahasa atau makna karya itu sendiri.

Ada tips dan trik sakti yang Prof. Darma bagikan terkait dengan membuat sebuah kritik yakni Si DIA. Selain untuk kritik sastra, ilmu sakti ini bisa juga diterapkan dalam menulis apapun. Pertama yakni D atau deskripsi, dimana saat menganalis perlu mendeskripsikan berbagai hal tentang karya, semisal pengarang, latar cerita, ringkasan cerita dan seterusnya. Semua orang harus mampu melakukan ini dan bisa dilatih dengan cara mengamati dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dan selengkap-lengkapnya.

Tips dan trik kedua adalah I alias interpretasi. Penulis memberikan interprestasi terhadap sebuah karya sastra dengan terus mengajukan pertanyaan mengapa. Hal ini tak memerlukan data dari lapangan, melainkan ketajaman dalam melakukan interpretasi.

Dan A atau argumentasi. Penulis harus mampu menyampaikan pendapat sesuai dengan keyakinan berdasarkan pada deskripsi dan interpretasi. Tentu akan menjadi sia-sia menulis sesuatu tanpa kehadiran pendapat penulis di dalamnya. Dengan hadirnya penulis, tulisan akan menjadi orisinal. Pendapat lain yang dikutif, bisa dilawan, didukung, diragukan, bahkan dinego. Si DIA ini bisa digunakan oleh siapapun sesuai dengan dosis intelektualnya.

Prof. Darma juga menyebutkan, tulisan akan menjadi lebih bagus jika berani memberikan label atas temuan kita, berani melakukan pemetaan apa yang dihadapi terhadap fenomena yang ada, melihat bagaimana karya mengangkat mitos dan melawan mitos yang ada, bahkan ada yang melawan sekaligus mengukuhkan mitos tersebut seperti yang bisa di temui pada karya Oka Rusmini.

Dan terakhir, sebelum peserta kuliah terlibat diskusi sengit, Prof. Darma menyampaikan beberapa kontribusi dari kritik tersebut: utang ilmu dibayar buku agar tak tulah, mengajak masyarakat memahami wacana yang berkembang, membina bahasa, memupuk kreasi dan menjadikan ekosistem berkarya menjadi lebih baik karena pengarang akan senang saat karyanya mendapat sentuhan ataupun dibicarakan.

Demikianlah ringkasan terkait dengan isi Kuliah Kritik Sastra Bali Modern dari Prof. Darma Putra. Silakan tonton kuliah selengkapnya di kanal Youtube BPNB Bali pada link https://youtu.be/jcbF2uYLiQE. [T]

Tags: Festival Sastra Bali Modernkritik sastraLomba Esai Timbang Buku Sastra Bali ModernProf. Darma Putra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dokter Gila | Cerpen Putu Arya Nugraha

Next Post

Sulaman, Buah Tangan dari Jembrana

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Sulaman, Buah Tangan dari Jembrana

Sulaman, Buah Tangan dari Jembrana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co