27 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kesetaraan Gender: Evolusi Sebuah Ideologi

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
April 20, 2020
in Opini
Kesetaraan Gender:  Evolusi Sebuah Ideologi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Hari Kartini diperingati sebagai tonggak bersejarah tentang  kesetaraan gender di Indonesia khususnya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam mengenyam pendidikan. Perjuangan kesetaraan gender terus disuarakan. Dalam bidang politik, sudah diatur mengenai proporsi keterwakilan perempuan. Dalam Undang-undang Nomor 31/2002 tentang Partai Politik, perhatian atas perlunya keterwakilan perempuan di bidang politik sudah terlihat. Pasal 13 ayat 3 undang-undang tersebut memberi ruang perhatian kepada kesetaraan dan keadilan gender.

Ketentuan terkait keterwakilan perempuan dalam politik semakin jelas dalam Undang-undang Nomor 2/2008 tentang Partai Politik. Dalam Pasal 2 undang-undang tersebut, keterwakilan perempuan di bidang politik diperlihatkan dalam angka yang jelas yaitu 30 persen. Besaran keterwakilan perempuan itu menyangkut pendirian dan pembentukan parpol, serta kepengurusan parpol di tingkat pusat (diramu dari berbagai sumber).

Dalam bidang pendidikan, perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki untuk mengenyam pendidikan. Saat ini, sudah ada perempuan yang menjadi menteri, menjadi pimpinan perusahaan dan menjadi bupati, gubernur, anggota dewan serta pengurus partai. Hal itu menandakan bahwa kesetaraan gender telah terakomodasi meskipun persentase belum maksimal.

Kesetaraan gender berkaitan dengan sebuah ideologi yang dianut oleh masyarakat. Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, tentu antara suku-suku tersebut memiliki perbedaan ideologi. Ideologi suatu masyarakat tercermin dalam bentuk perilaku anggota masyarakat dalam keseharian. Bahkan Thomson (1984:14) menyatakan ideologi tidak dapat dipisahkan dengan kajian bahasa. Dari perspektif kebahasaan dapat dicermati ideologi. Mengkaji ideologi berarti mengkaji penggunaan bahasa dalam kehidupan sosial. Melalui bahasa direfleksikan ideologi suatu masyarakat. Melalui kajian bahasa dapat ditentukan kekuasaan. Teori ideologi memandang bahwa bahasa bukan sekadar struktur yang dapat digunakan untuk komunikasi tetapi dengan pengkajian bahasa  terungkap fenomena sosial suatu masyarakat.

William (1986) mendefinisikan ideologi menjadi tiga kategori. Pertama, ideologi sebagai sebuah sistem kepercayaan yang dimiliki oleh kelompok tertentu atau kelas tertentu. Ideologi tidak merupakan sistem yang unik yang dibentuk oleh pengalaman seseorang, tetapi ditentukan oleh masyarakat di mana dia hidup, posisi sosial mereka, pembagian kerja, dan lain sebagainya.          

Kedua, ideologi merupakan seperangkat  kategori yang dibuat dan digunakan oleh kelompok yang dominan untuk melakukan dominasi kepada kelompok yang tidak dominan. Kelompok yang superordinat mengontrol kelompok subordinat dengan menggunakan seperangkat ideologi sehingga kelompok subordinat memandang hubungan tersebut tampak natural dan diterima sebagai sebuah kebenaran.  Dalam hal ini, kelompok superordinat berhasil memengaruhi pikiran kelompok subordinsai sehingga mereka dapat menerima bentuk dominasi tersebut sebagai sesuatu konsensus, berterima, dan legal. Gramscsi ( 1971) mengistilahkan situasi tersebut dengan hegemoni.

Ketiga, ideologi digunakan untuk menggambarkan produksi makna. Eriyanto (2000)memberikan contoh tentang berita demonstrasi buruh pabrik Gudang Garam. Secara umum  berita tersebut menggambarkan apa yang dilakukan oleh buruh dan bagaimana dampaknya bagi produksi perusahaan, perekonomian masyarakat, dan pemerintah. Yang ditekankan di sini bukan betapa kecilnya gaji  buruh, melainkan sikap buruh yang merugikan  banyak pihak. Ideologi bekerja dalam memproduksi makna dapat dilihat dari bagaimana tindakan masyarakat dan pengusaha digambarkan dan bagaimana posisi kelompok yang terlibat diposisikan. Masyarakat digambarkan sebagai pihak yang anarkis yang melakukan cara-cara kekerasan agar tuntutannya dipenuhi. Sebaliknya, pihak perusahaan/penguasa digambarkan sebagai pihak yang berjasa dalam menyerap tenaga kerja dan membayar pajak.  

Menurut van Dijk  (1997: 29) ideologi merupakan sistem dasar dari kognisi sosial dan yang merefleksikan tujuan dasar, kepentingan, dan nilai-nilai dari sebuah grup sosial. Ideologi secara metafora dapat diandaikan sebagai fundamental kognitif program atau sistem operasi yang mengorganisasikan atau memonitor sikap sosial suatu grup atau anggotanya dan representasi sosial. Van Dijk ( 2008:35) menegaskan ideologi merupakan salah satu bentuk kognisi sosial yang ada pada setiap anggota suatu grup.       

Wacana kesetaraan gender terus dikumandangkan oleh pejuang perempuan. Perjuangan tersebut untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dalam berbagai bidang. Kesetaraan gender akan tercapai apabila pandangan masyarakat yang dalam hal ini ideologi masyarakat berubah secara perlahan. Tidak bisa dipungkiri, masyarakat menganggap perempuan menduduki posisi inferior sedangkan laki-laki menduduki posisi superior. Urusan nafkah keluarga merupakan tanggung jawab laki-laki sedangkan perempuan mengurus kepentingan domestik. Hal ini merupakan fakta yang tidak terbantahkan. Hal ini perlu dicermati karena perbedaan  peran antara laki-laki dan perempuan merupakan peran yang telah dibentuk oleh sebuah ideologi suatu masyarakat.

Kajian tentang gender telah banyak dikaji. Kajian itu dianalisis dari berbagai aspek. Yang menarik untuk dicermati adalah kajian yang dilakukan Coates (1986:12). Coates mengkaji bahwa dalam masyarakat modern, ada perbedaan pola perlakuan antara anak laki-laki dengan perempuan. Coates (1986:12) menyatakan bahwa perempuan sebagai anggota dari suatu masyarakat mempunyai status  sosial  yang berbeda dengan laki-laki. Kaum perempuan merupakan  grup inferior yang posisinya selalu berada di bawah grup superior (laki-laki). 

Selanjutnya Coates menekankan bahwa  perbedaan pendekatan atau cara pandang terhadap laki-laki dengan perempuan diakibatkan oleh dua pendekatan yang ada pada masyarakat. Pertama, pendekatan perbedaan(difference approach) yang memandang bahwa antara  laki-laki dengan perempuan merupakan kelompok yang berbeda. Kedua, pendekatan dominasi (dominant approach).  Pendekatan ini memandang bahwa laki-laki sebagai grup atasan memiliki kekuasaan yang lebih besar daripada perempuan yang merupakan grup bawahan.

Perbedaan peran laki-laki dan perempuan memang sudah dibentuk sejak dini.  Orang tua akan melarang anak laki-lakinya memainkan boneka begitu sebaliknya anak perempuan dilarang bermain pistol-pistolan. Boneka identik dengan peremuan dan pistol identik dengan laki-laki. Wanita diharap berbahasa dengan santun dan lembut. Laki-laki diharapkan sebagai sosok yang tegas dan tidak cengeng.  

Perbedaan peran laki-laki dan perempuan yang sudah dibentuk sejak kecil akan terefleksi dalam kehidupan sosial sehari-hari. Hal itulah yang membentuk ideologi suatu masyarakat. Ideologi merupakan salah satu dari social belief. Sebagai bentuk dari social belief  sudah tentu ideologi tersebut tercermin pada setiap individu anggota suatu grup tertentu. Ideologi secara alamiah membangun representasi sosial setiap anggota suatu komunitas.

Representasi sosial merupakan kesadaran mental dari suatu grup. Bagaimana kepercayaan, pengetahuan, dan prasangka dari anggota  suatu grup sosial memandang suatu permasalahan.  Di samping membangun representasi sosial, ideologi juga membangun attitude (sikap). Dalam hal ini bagaimana sikap suatu komunitas dalam memandang suatu isu, misalnya bagaimana sikap suatu komunitas terhadap aborsi, kekerasan seksual,dan  ketimpangan pembayaran gaji antara perempuan dan laki-laki.

Wacana kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan yang sering diwacanakan bukanlah sesuatu yang mudah karena pencapaian kesetaraan gender sangat dipengaruhi oleh ideologi masyarakat. Perubahan ideologi memerlukan proses  dan dilakukan bukan dengan revolusi tetapi dengan tahapan yang panjang sehingga masyarakat dapat melakukan evolusi terhadap ideologi.  [T]

Tags: GenderHari Kartiniibulaki-lakiPerempuan
Share46TweetSendShareSend
Previous Post

Bagaimana Jika Akhirnya Kita Terbiasa dengan Situasi ini? – [Renungan di Masa Pandemi]

Next Post

Pandemi Corona atau Pandemi Kesenjangan Sosial? – [Catatan dari Ibukota]

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails
Next Post
Pandemi Corona atau Pandemi Kesenjangan Sosial? – [Catatan dari Ibukota]

Pandemi Corona atau Pandemi Kesenjangan Sosial? - [Catatan dari Ibukota]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kunang-Kunang yang Menghilang di Bali —Ketika Cahaya Kecil Padam, Apa yang Sesungguhnya Sedang Hilang dari Kesadaran Kita?
Esai

Kunang-Kunang yang Menghilang di Bali —Ketika Cahaya Kecil Padam, Apa yang Sesungguhnya Sedang Hilang dari Kesadaran Kita?

"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar...

by Agung Sudarsa
June 27, 2026
Melepas Dunia, Mengetuk Langit
Ulas Musik

Melepas Dunia, Mengetuk Langit

DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s...

by Ahmad Sihabudin
June 27, 2026
Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

Rasa penasaran tampak jelas dari raut wajah ribuan penonton yang memadati Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Kamis 25 Juni 2026....

by Nyoman Budarsana
June 26, 2026
Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’
Esai

Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’

"Di mata Sang Guru, tidak ada dosa yang tidak dapat ditebus, tidak ada jiwa yang berada di luar pelukan kasih-Nya."...

by Agung Sudarsa
June 26, 2026
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro
Cerpen

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu
Puisi

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali
Kritik Seni

Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali

“Tradisi tidak mati karena berubah; ia mati ketika berhenti dipikirkan.” PELESTARIAN seni tradisional di Bali tidak dapat berhenti pada estetika...

by Wayan Gde Yudane
June 26, 2026
Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali
Esai

Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) memerlukan media massa untuk publikasi dan dokumentasi, sedangkan media massa memerlukan PKB untuk menunjukkan tanggung jawab...

by I Nyoman Darma Putra
June 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Negeri Pesugihan

SIDANG pembaca yang budiman, coba anda buka Netflix atau platform streaming apa pun yang sedang populer. Tidak perlu menggulir lama-lama,...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 26, 2026
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?
Khas

Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

 “Karya sampah ini. Kok bisa muncul di PKB?" KALIMAT itu masih diingat betul oleh Agung Rahma Putra. Sekitar satu dekade...

by Dede Putra Wiguna
June 26, 2026
Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co