12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menonton Film Pendek, Merayakan Hal-hal yang Tak Sama

Juli Sastrawan by Juli Sastrawan
February 2, 2018
in Opini

Penonton film pada acara Minikino Film Week 3. /Foto-foto: Minikino

 

KEBERAGAMAN harus selalu disuarakan. Karena hanya dengan disuarakan terus-menerus, suara-suara yang samar bisa tergantikan, dan kita (sebagai orang Indonesia) bisa saling mengingatkan bahwa sesungguhnya kita tumbuh dalam berbagai perbedaan.

Kata keberagaman belakangan memang sangat santer terdengar. Tentu karena berita dan aksi-aksi intoleransi juga makin kerap terjadi. Dengan makin santernya kata keberagaman terdengar melalui berbagai bentuk, berbagai media, berbagai tulisan, berbagai karya seni, maka aksi intoleransi diharap akan kalah dan menghilang.

Bicara kata beragam, berbeda, atau berlainan, memang kerap dihubungkan dengan identitas yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan dan golongan. Maka pandangan dan tindakan yang didasarkan pada sentimen terhadap hal-hal berbau suku, ras dan agama, sudah tergolong tindakan pelecehan atau penghinaan.

Ketika sentimen-sentimen yang berbau SARA telah ditanamkan secara tidak sadar sejak usia kanak-kanak, akan menciptakan generasi radikal yang takut akan perbedaan ketika tumbuh dewasa.

Lalu, adakah tindakan sistematis guna memerangi masalah ini, termasuk juga sistem dan kebijakannya? Atau adakah upaya maupun cara lain yang lebih menyenangkan? Jika ditelisik, cara paling mudah dan menyenangkan adalah melalui film. Iya, film adalah koentji!.

Film memiliki kekuatan luar biasa untuk menjadi penggerak perubahan. Bagi pembuat film, media film adalah pilihan penting untuk mengekspresikan diri, menyuarakan pendapat, dan menggambarkan dengan nyata situasi sosial masyarakat.

Tak hanya itu, film juga mampu membuat para penonton (baca: masyarakat) untuk melihat kenyataan atau realitas sedekat mungkin. Tak jarang setelah menonton film, para penonton akan ikut gaya berpakaian pemain film, dialek bahasa maupun hal-hal lain yang mereka temui dalam sebuah film. Kadang film dijadikan sebuah sarana edukasi yang bertujuan baik, maupun sebaliknya sebagai alat propaganda tujuan tertentu.

Ketika bicara soal film, kita tak boleh melupakan film pendek. Terlepas dari panjang pendeknya durasi sebuah film, film pendek sama halnya dengan karya sastra. Film pendek memiliki kekuatan literaturnya sendiri. Selain itu, film pendek juga membuka kesempatan bagi penonton untuk mengolah informasi, serta memanfaatkan analogi dan metafora yang diperlihatkan dengan kritis melalui durasi yang singkat. Salah satu lembaga film pendek di Indonesia yang telah tiga kali menggelar festival film pendek Internasional adalah Minikino.

Minikino adalah organisasi pertama di Indonesia yang menyatakan diri fokus pada film pendek. Di bulan Oktober 2017, lembaga itu menggelar 3rd MFW (Minikino Film Week). MFW merupakan ajang festival film pendek tahunan yang diselenggarakan oleh Minikino. Selama satu minggu mereka mengadakan pemutaran film pendek di beberapa tempat yang berbeda. Di tahun ini 3rd MFW menghadirkan 209 film pendek yang dikemas dalam 42 program. Jumlah tersebut meningkat dari 88 film pendek di tahun pertama, dan 158 film di tahun kedua. Dari 42 program tersebut, salah satu programnya disebut Indonesia Raja.

Indonesia Raja

Ketika mendengar Indonesia Raja, apa yang terlintas diingatan? Indonesia menjadi Raja bak istilah Macam Asia? atau mungkin pandangan lain? mungkin saja. Indonesia Raja merupakan upaya kolaborasi dalam pertukaran film pendek se-Indonesia. Bagi Minikino sendiri, Indonesia Raja diambil dari judul lagu kebangsaan Republik Indonesia dalam ejaan lama. Semangat kebangsaan inilah yang menginspirasi upaya kolaborasi dan berjejaring dalam bentuk pertukaran program film pendek Indonesia.

Minikino juga menambahkan bahwa film pendek merupakan produk kreatif yang melibatkan berbagai disiplin ilmu dan keterampilan, sehingga dengan menyaksikan serangkaian film pendek kita dapat melihat pencapaian kreatif, alih teknologi, pendidikan, kepedulian sosial, budaya dan berbagai aspek kehidupan yang terlibat dan terekam dalam sebuah film pendek.

Dengan kata lain, keberagaman keterampilan dan disiplin ilmu tersebut terpadu menjadi satu untuk membentuk sebuah karya, yaitu film pendek. Terlebih lagi, kerja bersama ini melibatkan banyak orang dari berbagi kota dan wilayah. Sudah barang tentu perbedaan pasti ada, mulai dari sosial budaya, cara pandang dan seterusnya.

Tahun 2017 Indonesia Raja hadir kembali dengan melibatkan 12 programer dari 12 kota/wilayah di seluruh Indonesia. 12 kota/wilayah tersebut adalah Aceh, Bali, Banjarmasin, Cirebon, Gresik, Jakarta, Purbalingga, Semarang, Sumbawa, Surabaya, Tanggerang dan Yogyakarta. Meskipun datang dari 12 penjuru kota dan wilayah, para programer tersebut tetap padu padan untuk berkolaborasi dan hanyut dalam keberagaman. Nah kalau sudah begitu, kurang beragam apalagi?

Relawan dari Berbagai Daerah

Relawan yang ikut tergabung dalam festival film pendek ini tidak hanya berasal dari Bali, melainkan dari berbagai daerah. Dengan kata lain, tidak hanya suku dan keturunan orang Bali saja yang terlibat. Ada dari Banjarmasin, Sumatera, Medan, Jakarta dan beberapa daerah lain.

Jika kita melihat di permukaan saja, apakah hal ini tidak bisa kita sebut dan nilai sebagai keberagaman? Film pendek mempersatukan mereka. Bekerja bersama, berteman dan mengenal satu sama lain lewat film pendek. Perbedaan suku, keturunan, agama, ras dan golongan tidak termasuk perbedaan yang perlu diperdebatkan, apalagi dipermasalahkan.

Layar Tancap

Layar tancap adalah salah satu kegiatan yang dilakukan selama festival berlangsung. Pop Up Cinema adalah istilah kerennya. Relawan berkeliling dari desa ke kota, dari satu tempat ke tempat yang lain. Di Bali dari satu daerah dengan daerah lainnya memiliki adat dan kehidupan sosial budaya yang berbeda.

Tapi dengan adanya layar tancap, orang dari daerah berbeda akan datang, berbaur dengan masyarakat lainnya dan segala perbedaan akan lebur dalam sendirinya. Layar tancap ini mampu mempersatukan mereka. Pertukaran informasi, pengetahuan dan budaya sudah barang tentu terjadi dalam setiap pemutaran film. Secara tidak langsung, relawan dan/ masyarakat yang berasal dari daerah lain akan berbaur duduk bersama dan “Membaca Indonesia melalui film pendek”.

Melihat keindahan pada layar, duduk bersama dengan orang-orang terkasih maupun dengan orang yang tak kita kenal sebelumnya dapat mengantarkan kita untuk lebih menyadari adanya hal-hal yang begitu besar yang akan membawa kita ke dalam sebuah harmoni. Sudah sepatutnya keberagaman dirayakan dengan kebahagiaan dan cara-cara yang lebih menyenangkan, salah satunya dengan menonton film.

Jadi, menonton film pendek bisa disebut sebagai satu cara untuk merayakan hal-hal yang tak sama. Tak sama filmnya, tak sama pembuatnya, tak sama cara memproduksinya, tak sama penontonnya, tak sama cara menontonnya, tak sama tanggapan penontonnya, tak sama inspirasi yang diperoleh penonton, tak sama juga cara menilainya.

Lalu apa yang sama dari semua itu? Ya, itu, visi yang sama untuk merayakan ketidaksamaan itu sendiri. (T)

Tulisan ini Peserta Anugerah Jurnalisme Warga 2017

Tags: festivalfilmfilm pendekMinikino
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyoman Erawan dalam “Shadow Dance 3” dan Monolog Rupa Dasamuka

Next Post

Menelisik Budaya dari Mata Lensa Tjokorda Gde Romy Tanaya

Juli Sastrawan

Juli Sastrawan

Pengajar, penggiat literasi, sastrawan kw 5, pustakawan di komunitas Literasi Anak Bangsa

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post

Menelisik Budaya dari Mata Lensa Tjokorda Gde Romy Tanaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co