16 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hantu PKI, Awas Propaganda, dan Pengalihan Isu

Indra Andrianto by Indra Andrianto
February 2, 2018
in Opini

Poster film Pengkhianatan G30S PKI / Google

 

ISU kebangkitan Partai Komunis Indonnesia (PKI) menjadi wabah sistemik yang membuat bangsa Indonesia mengalami anomali berkepanjangan. Padahal Pancasila dan komponen-komponen vital yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara seperti UUD 1945 dan Undang-undang dibawahnya tidak sedikitpun memberikan ruang kepada paham komunis untuk masuk dalam NKRI. Karena dari segi garis pemikiran komunisme dan Pancasila merupakan dua Ideologi yang sangat berseberangan.

Semisal dari pemahaman atau keyakinan dalam beragama Pancasila secara nyata dalam bunyi sila pertama yaitu “Ketuhanan yang Maha Esa”, sudah jelas bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berkeyakinan pada Iman yang diajarkan oleh agama, sedangkan bagi komunis sendiri agama merupakan sesuatu candu masyarakat yang harus dijauhkan dari hidup manusia, karena dengan adanya agama dapat menyebabkan fanatise individu/golongan hingga mengganggu eksistesi negaranya.

Kita sebagai bangsa Indonesia harusnya tidak perlu khawatir, seperti apa yang disampaikan  oleh Presiden Joko Widodo dalam sebuah pidatonya, “Segala sesuatu yang bertengan dengan 4 konsensus dasar Pancasila, UUD 194, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus ditumpas”. Belum lama Presiden menyampaikan hal ini di tengah-tengah isu logo palu arit (simbol komunisme) tahun lalu.

Bedanya dengan hari ini yakni akan ditayangkannya Film G30S/PKI dan lagu Genjer-genjer yang dianggap menjadi ikon lagu PKI hingga seiap orang yang menyanyikan lagu Genjer-genjer merupakan orang-orang keturunan PKI. Pemutaran Film G30S/PKI tentu bertujuan baik pastinya agar kejadian yang menjadi bab gelap sejarah tidak terjadi pada masa sekarang. Sudah seharusnya kita berpikir dan menyikapi kritis.

Misalnya lagu Genjer-genjer yang diisukan dinyanyikan oleh orang-orang Bantuan Lembaga Hukum (BLH) dalam ruangan hingga terjadi serbuan oleh ratusan massa dengan tujuan akan mengganyang dan mematikan orang-orang PKI. Seperti yang diberitakan oleh CNN Indonesia (baca: amuk massa, genjer-genjer dan trauma kebangkitan PKI).

Padahal lagu genjer-genjer merupakan gambaran kondisi warga Banyuwangi saat penjajahan Jepang. Lagu tersebut diciptakan oleh Muhammad Arief (seniman Using) yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ialah “Ibu si gadis membelli genjer sembari membawa wadah ayaman bambu, genjer-genjer akan dimasak, genjer-genjer masuk periuk air mendidih setegah matang ditiriskan untuk lauk, nasi sepiring sambal jeruk di dipan, genjer-genjer dimakan dengan nasi”

Membaca arti lagu tersebut tentu jika saya tangkap maknanya ialah masyarakatt Banyuwangi yang hanya makan nasi dan lauk genjer saat Jepang menjajah Banyuwangi, lagu Genjer-genjer itu sempat dinyanyikan di Istana negara pada saat kepemimpinan Ir. Soekarno namun karena lagu ini populer dan tenar maka lagu genjer-genjer digunakan PKI untuk berkampanye menarik suara rakyat, bukan menjadi simbolis bahwa yang menyanyikan lagu genjer-genjer itu PKI. Menurut saya itu salah persepsi karena genjer-genjer sendiri dirillis jauh sebelum PKI mencomot lagu tersebut untuk kampanyenya lebih tepatnya merupakan lagu daerah masyarakat Banyuwangi bukan lagu PKI.

Kita sebagai bangsa yang cerdas jangan hanya melihat dari sudut pandang yang menimbulkan perspektif menyalahkan salah satu pihak saja dengan memojokkan orang-orang PKI yang memiliki sejarah buruk dengan bangsa Indonesia. Jika isu komunis dianggap merupakan doktrinasi sistemik  dari China sebagai pusat komunis, tentu negara-negara yang sudah maju seperti China pijakan ideologinya bukan lagi komunisme murni. Bahkan mereka terlihat seperti bangsa dengan sistem monopoli industri seperti orang-orang kapitalisme, artinya mereka sibuk membangun negaranya agar bersaing di kancah global dengan sibuk memikirkan tahun depan dia harus punya tekhnologi canggih melebihi robotik.

Kita hari ini bangsa Indonesia masih disibukkan dengan perang ideologi yang sejatinya ideologi yang diributkan sudah mati atau susah berkembang di negara kesatuan Republik Indoneisia. Kita bangsa Indonesia harus mengacu pada apa yang telah dikatakan oleh pahlawan nasional Tan Malaka bahwa “Komunisme tidak akan hidup dalam masyarakat yang masih memiliki agama dan unsur kesukuan”.

Maka hari ini kita terlalu berlebihan menyikapi komunisme akan bangkit lagi. Sekalipun bangkit dari kuburnya, hantu bernama komunis ini, adalah tugas negara untuk menumpas dan negara tentu jeli melihat situasi seperti hari ini. Kredibilitas dan loyaitas TNI dan POLRI sebagai garda terdepan menumpas paham-paham radikal seperti komunisme tidak usah kita ragukan lagi. Mereka sangat tegas untuk hal-hal sensitif yang berkaitan dengan kehanan nasional. karena dasar hukum PKI, paham dan ajaran serta ideologi komunis dilarang TAP MPRS NO 25 tahun 1966 tentang pembubaran PKI dan UU RI No. 27 tahun 1999 berkaitan dengan kejahatan terhadap negara.

Isu PKI hari ini seperti kita takut pada hantu pocong namun kita ketahui pocong itu tidak pernah ada, ada hanya sebatas mempolitisir mengada-ngada agar anak-anak kecil yang susah tidur malam hari itu menjadi takut dan cepat tertidur, kira-kira seperti itu saya menganalogikan. Masyarakat harus lebih dewasa dalam hal ini jangan sampai menimbulkan justifikasi pada salah satu pihak atau golongan, sehingga di tubuh bangsa ini timbul kecurigaan yang berujung perpecahan bangsa. Pasalnya seperti yang disampaikan Menteri Kemaritiman Luhut B. Panjaitan dalam statemennya di CNN Indonesia saat ditanya soal isu PKI beliau berkata “Nggak ada kerjaan urus PKI, Partainya saja Cina komunis, tetapi lebih fokus kembangkan ekonominya dengan tekhnologi canggih”.

Film G30S/PKI rencananya akan diputar ulang oleh TNI dengan maksud agar kita mawas diri untuk tidak mengulangi luka yang terjadi di musim lalu bukan diisukan Komunisme bangkit lagi, banyak tokoh-tokoh besar berasumsi bahkan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa jika mau memutar film tersebut buat film versi baru agar tidak menimbulkan stigma negatif bagi masyarakat. Pasalnya film tersebut pada masa orde baru dijadikan senjata propaganda untuk melanggengkan kekuasaan dengan syarat pemutaran ataupun pembuatan versi barunya harus korektif. Hal ini juga sependapat dengan pendapat Gatot Nurmantyo yang setuju agar pemutarannya nanti dibuatkan film versi baru agar tidak menimbulkan stigma negatif dari berbagai pihak.

Pengalihan Isu Kasus E-KTP

Di balik isu komunisme akan bangkit di Indonesia tentu membuat sebagian dari mereka mengeluarkan statemen masing-masing terkait adanya hantu komunisme. Bahkan hal ini seperti anomali berkepanjangan bagi bangsa Indonesia jika dikaitkan dengan luka lama pemberontakan G30S/PKI tahun 1965.

Akan tetapi jika kita telisik lebih dalam lagi apa bukti kebangkitan komunis di Indonesia? Apakah ada partai komunis yang punya indikasi membangkitkan komunisme, siapa tokoh komunis yang mau membangkitkan paham tersebut?

Tentu kita harus punya dugaan disertai dasar yang kuat tentang obsesi bangkitnya paham komunisme di Indonesia ini. Jika sebaliknya hanya sebatas dugaan tanpa dasar yang jelas maka kita hanya termakan isu media yang telah di-setting oleh pemilik kepentingan dan fokus kita akan dialihkan pada sebuah permasalahan yang lain dengan tujuan agar kita lupa akan kasus besar yang telah menyesengsarakan bangsa Indonesia itu sendiri, seperti kasus korupsi yang makin hari semakin marak.

Analisa kotor saya kasus apa yang paling besar dan banyak merugikan negara? Tentu yang aktual adalah kasus E-KTP yang memakan anggaran negara hingga kurang lebih 6 triliun. Lantas dengan adanya isu Komunisme yang dibuat maka lambat laun kasus tersebut akan hilang dan tidak lagi menjadi sorotan publik untuk dikritisi, pengawalan hukum dan sebagainya berkaitan dengan sanksi.

Seperti beberapa hari lalu misalnya isu komunis yang dijadikan kedok saat terjadi penangkapan pemuda di Makassar yang mengenakan kaos Palu Arit sebagai simbol komunisme yang dibesar-besarkan oleh media, sehingga yang terjadi berita ini menjadi viral diberbagai media, sehingga yang terpojokkan ialah mereka eks anak-anak keturunan PKI serta kecurigaan yang semakin membabi buta.

Tapi ternyata komunis di Indonesia hari ini tak kunjung berdiri baik dari segi partai, Ormas, atau kepemudaan karena dasarnya jelas di Pancasila dan UUD 1945 bahwa tidak ada ruang untuk paham komunisme berkembang di Indonesia. Yang ada dan tidak diamati oleh kita bagaimana Freeport menjalani ikatan kontrak baru dengan Amerika Serikat hingga aset tersebut tak bisa secepatnya untuk kita kelola kembali.

Lantas apakah isu komunisme juga seperti tahun yang lalu? Tentu bisa saja saya katakan iya, karena melihat kasus yang sedang dijalani oleh  Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang gencar-gencarnya membrantas koruptor menjadi dugaan kuat bahwa Isu komunisme hanya sebatas untuk mengalihkan penglihatan kita dari masalah besar dan fokus pada masalah kecil yang sebenarnya hanya sebuah bentuk politisir. (T)

Tags: filmIdeologiPKI
Share34TweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Harian Sugi Lanus: Gunung Agung Meletus dan ‘Pangéling-Éling’ Ida Pĕdanda Madé Sidĕmĕn

Next Post

Rimba

Indra Andrianto

Indra Andrianto

Lahir pada tanggal 14 Maret 1995 kelahiran Bondowoso-Jatim. Saat ini menempuh pendidikan di Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Undiksha-Bali. Kabid Perguruan Tinggi dan Kepemudaan HMI Cabang Singaraja.

Related Posts

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails
Next Post

Rimba

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co