12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apa itu Cinta? Ketulusan, Suka-suka, Seks?

Indra Andrianto by Indra Andrianto
February 2, 2018
in Opini

Google

 

DALAM sebuah mata kuliah antropologi tentu tak lepas dari yang namanya Manusia dan Budaya namun yang membuat sedikit kita tersenyum saat dosen memasuki pembahasan terkait Bab “Cinta dan Kasih”.

Sebelum mengenal kajian Antropologi mungkin tak ada mata kuliah atau mata pelajaran di sekolah yang secara komprehensif atau blak-blakan membahas persoalan Cinta dan Kasih namun saat saya duduk di Semester II, ilmu Antropologi menyodorkan tentang Cinta dan Kasih secara nyata.

Kalau kita membaca tulisan Malik Ridwan Fauzi di Kompasiana pasti bertemu kalimat ini “Antropologi Cinta” istilah yang mengada-ngada jika sebagian dari kita tak mengenal apa itu Antropologi. Sementara Cinta memiliki pengertian uraian perasaan tentang kasih atau sayang. Cinta mau tak mau, suka tidak suka merupakan hal menarik dan indah untuk dimaknai sekalipun sosok Hitler yang garang dan sadis pada saat perang dunia berlangsung sebenarnya mempunyai kumpulan Cinta dalam nuraninya meskipun dalam takaran yang berbeda dengan manusia-manusia yang lain.

Berbeda juga dengan Sapardi Djoko Damono mengartikan cinta bersama puisinya yang berjudul “Aku Ingin” dan bahkan Mantan Presiden ke-3 BJ. Habibie yang nampak sangat menjunjung tinggi cintanya kepada istrinya Ibu Ainun hingga bait-bait puisinyapun mengucur membuat sebagian orang terharu. Apalagi kita ketahui bersama makam Ibu Ainun di samping kanannya terlihat kosong, ini sengaja dikosongkan karena tempat tersebut nantinya akan menjadi tempat makam untuk Bapak Bj. Habibie jika meninggal dunia. Tujuannya agar mereka berdua tetap selalu bersama berdampingan dengan kekuatan cinta yang dimiliki. Tentu ini masuk pada takaran cinta yang tulus terhadap lawan jenis yang sangat beliau kasihi dan disayangi.  

Namun perlu kita maknai secara luas bahwa cinta tidak hanya sebatas untuk lawan jenis meskipun sebagian masyarakat awam menganggap bahwa Cinta hanya terpaku pada mereka yang mempunyai perasaan suka atau suka terhadap lawan jenis. Namun terhadap sesama jenis kita juga bisa memiliki cinta akan tetapi dalam tanda kutip, bukan perkara negatif yang mengarah pada Gay atau Homo. Cinta juga bisa kita maknai mencintai Negara, mencintai Bangsa, mencintai Agama, terutama mencintai Orang Tua dan Tuhan kita yang  memberi rasa cinta itu sendiri.

Hari ini Cinta membuat sebagian orang tidak lagi berpikir rasional, di siaran televisi lokal misalnya banyak sekali mempertontonkan soal drama cinta-cintaan, namun apakah drama cinta yang dipertontonkan di kalangan publik itu sudah ideal dan mendidik sampai mendapatkan pesan moral untuk publik? Sehingga tidak menghadirkan cerita seperti banyaknya kasus-kasus yang menyebabkan citra Cinta itu sendiri mengalami kemiringan makna, semisal ada beberapa dari mereka bunuh diri karena cintanya yang begitu rumit atau bunuh diri karena cintanya ditolak.

Separah itukah keberadaan cinta? Hingga menghilangkan nyawa seseorang. Memang fokus analisanya tentang cinta lawan jenis karena di bagian ini paling sering terjadi perkelahian, pertengkaran dan bahkan saling bunuh. Jika demikian cinta bukan lagi soal kasih dan sayang namun ujung-ujungnya menebar ke kebencian.

Hal-hal semacam ini tentu  bisa saja berdampak pada mindset berpikir generasi muda kita bahwa ogah mengenal Cinta. Tentu yang dimaksud mengenal cinta dengan lawan jenis dengan alibi fokus Study atau alasan sebagainya. Jika seperti ini yang terpintas dalam benak kita, cinta sudah keluar dari maknanya yang arif dan berubah menjadi momok yang akan merusak. Padahal merusak atau tidaknya sebuah cinta  itu ada pada sikap dan kedewasaan seseorang dalam memerankan kisah cinta tersebut.

Maksud lain ialah jangan sampai cinta dikambing hitamkan dalam keterpurukan atau rusaknya mental dan karakter sesorang karena hadirnya dan arti cinta itu sendiri tidak mengarah pada hal itu. Contoh kongkrit cinta dapat membawa kita pada sebuah kebaikan saat teman saya yang hidupnya berantakan kenal narkoba dan alkohol mencintai sosok perempuan lemah lembut baik dan religius. Siapa sangka si perempuan akan menerima teman saya yang berantakan namun karena cinta itu hadir dengan sendirinya mereka akhirnya bersama, si perempuan mengajarkan tentang nilai-nilai agama dalam setiap kebersamaannya hingga teman saya sadar dan merasakan malu akan kondisinya di hadapan si perempuan tersebut. 

Hingga keluar statement dalam dirinya “Cinta jangan dimaknai hanya sebatas kebersamaan, mesra dan nafsu jika seperti ini yang terjadi hanyalah cemburu, pertengkaran,dan curiga yang  timbul namun maknai Cinta itu dengan ketulusan, kerelaan dan keikhlasan karena sifat cinta itu sendiri sesuatu yang indah bukan sesuatu yang menjijikkan atau kotor yang seakan-akan menyenangkan berusaha menjadi orang yang mencintai karena mencintai merupakan sebuah fluktuasi perasaan dan revolusi hati yang luar biasa yang memunculkan ketulusan, kelembutan, kerelaan serta keindahan”

Tentu dari pendapat ini kita yang muda-muda khususnya tersadarkan tentang apa yang kita petik dari kisahnya bahwa kita tidak perduli apakah orang yang kita cintai itu mencintai kita, yang kita pikirkan kita melakukan yang terbaik untuknya dan membuatnya bahagia. Sungguh indah cinta apabila semua orang menafsirkan cinta dengan demikian maka akan tidak ada lagi orang bunuh diri, bertengkar, saling bunuh yang katanya disebabkan oleh cinta yang ditafsirkan secara salah. 

Jika dikaitkan dengan kajian Antropologi tentu problema-problema tentang ironi cinta itu sendiri dipengaruhi oleh proses budaya dengan berbagai perubahannya, perubahan budaya ketimuran yang mulai dipengaruhi atau disusupi oleh budaya barat, paham, kesetaraan gender, juga mempengaruhi pemaknaan cinta masuknya budaya kapitalis dan konsumerism dapat mempengaruhi pemaknaan cinta.

Seperti yang diuaraikan di atas cinta sebenarnya dilakukan dengan ketulusan, keikhlasan dan ketulusan hati entah yang kita cintai itu mencintai keberadaan kita. Namun sekarang cinta juga membutuhkan uang, uang bisa mempengaruhi kadar cinta seseorang jadi jika ketika uang habis cinta juga menipis hingga berpaling pun bisa saja terjadi yang memicu timbulnya sebuah keributan.

Inilah budaya yang hidup dewasa ini karena proses untuk mengkonsumsi kurang mau tak mau yang larut dalam budaya konsumerism akan melakukan cara apapun termasuk memutuskan hubungannya hanya untuk terpenuhi kebutuhan materinya. Pelaku cinta dalam budaya liberalis pun membawa dampak bagi yang cukup besar dalam realita cinta hari ini budaya liberal yang bebas membawa seseorang memaknai cinta secara bebas dengan seenaknya sendiri tanpa memperdulikan norma dan moralitas.

Seks bebas merupakan fenomena wajar hari ini di kalangan muda mudi kita bahkan merupakan hal yang menjadi kebutuhan, jika tak melakukan hubungan intim maka diragukan kesetian dan cintanya padahal cinta sendiri bukan sesuatu yang menjijikan dan kotor seperti apa yang diuangkapkan oleh penyampaian teman saya saat menemukan hidayah setelah dicintai seorang perempuan lemah lembut yang religius–nya tinggi. Buruknya budaya liberal ini seakan-akan memaknai cinta secara bebas tanpa batasan sesuai dengan keinginan pribadi masing-masing dalam penafsirannya. (T)

 

Tags: cintagaya hidupSeksualitas
Share36TweetSendShareSend
Previous Post

Aktivis, Petani, dan Pencarian Jati Diri Orang Bali

Next Post

Dongeng Ibu: Rabindranath Tagore dan Perempuan Pemilik Rental Mobil Singaradja

Indra Andrianto

Indra Andrianto

Lahir pada tanggal 14 Maret 1995 kelahiran Bondowoso-Jatim. Saat ini menempuh pendidikan di Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Undiksha-Bali. Kabid Perguruan Tinggi dan Kepemudaan HMI Cabang Singaraja.

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post

Dongeng Ibu: Rabindranath Tagore dan Perempuan Pemilik Rental Mobil Singaradja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co