2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apa itu Cinta? Ketulusan, Suka-suka, Seks?

Indra Andrianto by Indra Andrianto
February 2, 2018
in Opini

Google

 

DALAM sebuah mata kuliah antropologi tentu tak lepas dari yang namanya Manusia dan Budaya namun yang membuat sedikit kita tersenyum saat dosen memasuki pembahasan terkait Bab “Cinta dan Kasih”.

Sebelum mengenal kajian Antropologi mungkin tak ada mata kuliah atau mata pelajaran di sekolah yang secara komprehensif atau blak-blakan membahas persoalan Cinta dan Kasih namun saat saya duduk di Semester II, ilmu Antropologi menyodorkan tentang Cinta dan Kasih secara nyata.

Kalau kita membaca tulisan Malik Ridwan Fauzi di Kompasiana pasti bertemu kalimat ini “Antropologi Cinta” istilah yang mengada-ngada jika sebagian dari kita tak mengenal apa itu Antropologi. Sementara Cinta memiliki pengertian uraian perasaan tentang kasih atau sayang. Cinta mau tak mau, suka tidak suka merupakan hal menarik dan indah untuk dimaknai sekalipun sosok Hitler yang garang dan sadis pada saat perang dunia berlangsung sebenarnya mempunyai kumpulan Cinta dalam nuraninya meskipun dalam takaran yang berbeda dengan manusia-manusia yang lain.

Berbeda juga dengan Sapardi Djoko Damono mengartikan cinta bersama puisinya yang berjudul “Aku Ingin” dan bahkan Mantan Presiden ke-3 BJ. Habibie yang nampak sangat menjunjung tinggi cintanya kepada istrinya Ibu Ainun hingga bait-bait puisinyapun mengucur membuat sebagian orang terharu. Apalagi kita ketahui bersama makam Ibu Ainun di samping kanannya terlihat kosong, ini sengaja dikosongkan karena tempat tersebut nantinya akan menjadi tempat makam untuk Bapak Bj. Habibie jika meninggal dunia. Tujuannya agar mereka berdua tetap selalu bersama berdampingan dengan kekuatan cinta yang dimiliki. Tentu ini masuk pada takaran cinta yang tulus terhadap lawan jenis yang sangat beliau kasihi dan disayangi.  

Namun perlu kita maknai secara luas bahwa cinta tidak hanya sebatas untuk lawan jenis meskipun sebagian masyarakat awam menganggap bahwa Cinta hanya terpaku pada mereka yang mempunyai perasaan suka atau suka terhadap lawan jenis. Namun terhadap sesama jenis kita juga bisa memiliki cinta akan tetapi dalam tanda kutip, bukan perkara negatif yang mengarah pada Gay atau Homo. Cinta juga bisa kita maknai mencintai Negara, mencintai Bangsa, mencintai Agama, terutama mencintai Orang Tua dan Tuhan kita yang  memberi rasa cinta itu sendiri.

Hari ini Cinta membuat sebagian orang tidak lagi berpikir rasional, di siaran televisi lokal misalnya banyak sekali mempertontonkan soal drama cinta-cintaan, namun apakah drama cinta yang dipertontonkan di kalangan publik itu sudah ideal dan mendidik sampai mendapatkan pesan moral untuk publik? Sehingga tidak menghadirkan cerita seperti banyaknya kasus-kasus yang menyebabkan citra Cinta itu sendiri mengalami kemiringan makna, semisal ada beberapa dari mereka bunuh diri karena cintanya yang begitu rumit atau bunuh diri karena cintanya ditolak.

Separah itukah keberadaan cinta? Hingga menghilangkan nyawa seseorang. Memang fokus analisanya tentang cinta lawan jenis karena di bagian ini paling sering terjadi perkelahian, pertengkaran dan bahkan saling bunuh. Jika demikian cinta bukan lagi soal kasih dan sayang namun ujung-ujungnya menebar ke kebencian.

Hal-hal semacam ini tentu  bisa saja berdampak pada mindset berpikir generasi muda kita bahwa ogah mengenal Cinta. Tentu yang dimaksud mengenal cinta dengan lawan jenis dengan alibi fokus Study atau alasan sebagainya. Jika seperti ini yang terpintas dalam benak kita, cinta sudah keluar dari maknanya yang arif dan berubah menjadi momok yang akan merusak. Padahal merusak atau tidaknya sebuah cinta  itu ada pada sikap dan kedewasaan seseorang dalam memerankan kisah cinta tersebut.

Maksud lain ialah jangan sampai cinta dikambing hitamkan dalam keterpurukan atau rusaknya mental dan karakter sesorang karena hadirnya dan arti cinta itu sendiri tidak mengarah pada hal itu. Contoh kongkrit cinta dapat membawa kita pada sebuah kebaikan saat teman saya yang hidupnya berantakan kenal narkoba dan alkohol mencintai sosok perempuan lemah lembut baik dan religius. Siapa sangka si perempuan akan menerima teman saya yang berantakan namun karena cinta itu hadir dengan sendirinya mereka akhirnya bersama, si perempuan mengajarkan tentang nilai-nilai agama dalam setiap kebersamaannya hingga teman saya sadar dan merasakan malu akan kondisinya di hadapan si perempuan tersebut. 

Hingga keluar statement dalam dirinya “Cinta jangan dimaknai hanya sebatas kebersamaan, mesra dan nafsu jika seperti ini yang terjadi hanyalah cemburu, pertengkaran,dan curiga yang  timbul namun maknai Cinta itu dengan ketulusan, kerelaan dan keikhlasan karena sifat cinta itu sendiri sesuatu yang indah bukan sesuatu yang menjijikkan atau kotor yang seakan-akan menyenangkan berusaha menjadi orang yang mencintai karena mencintai merupakan sebuah fluktuasi perasaan dan revolusi hati yang luar biasa yang memunculkan ketulusan, kelembutan, kerelaan serta keindahan”

Tentu dari pendapat ini kita yang muda-muda khususnya tersadarkan tentang apa yang kita petik dari kisahnya bahwa kita tidak perduli apakah orang yang kita cintai itu mencintai kita, yang kita pikirkan kita melakukan yang terbaik untuknya dan membuatnya bahagia. Sungguh indah cinta apabila semua orang menafsirkan cinta dengan demikian maka akan tidak ada lagi orang bunuh diri, bertengkar, saling bunuh yang katanya disebabkan oleh cinta yang ditafsirkan secara salah. 

Jika dikaitkan dengan kajian Antropologi tentu problema-problema tentang ironi cinta itu sendiri dipengaruhi oleh proses budaya dengan berbagai perubahannya, perubahan budaya ketimuran yang mulai dipengaruhi atau disusupi oleh budaya barat, paham, kesetaraan gender, juga mempengaruhi pemaknaan cinta masuknya budaya kapitalis dan konsumerism dapat mempengaruhi pemaknaan cinta.

Seperti yang diuaraikan di atas cinta sebenarnya dilakukan dengan ketulusan, keikhlasan dan ketulusan hati entah yang kita cintai itu mencintai keberadaan kita. Namun sekarang cinta juga membutuhkan uang, uang bisa mempengaruhi kadar cinta seseorang jadi jika ketika uang habis cinta juga menipis hingga berpaling pun bisa saja terjadi yang memicu timbulnya sebuah keributan.

Inilah budaya yang hidup dewasa ini karena proses untuk mengkonsumsi kurang mau tak mau yang larut dalam budaya konsumerism akan melakukan cara apapun termasuk memutuskan hubungannya hanya untuk terpenuhi kebutuhan materinya. Pelaku cinta dalam budaya liberalis pun membawa dampak bagi yang cukup besar dalam realita cinta hari ini budaya liberal yang bebas membawa seseorang memaknai cinta secara bebas dengan seenaknya sendiri tanpa memperdulikan norma dan moralitas.

Seks bebas merupakan fenomena wajar hari ini di kalangan muda mudi kita bahkan merupakan hal yang menjadi kebutuhan, jika tak melakukan hubungan intim maka diragukan kesetian dan cintanya padahal cinta sendiri bukan sesuatu yang menjijikan dan kotor seperti apa yang diuangkapkan oleh penyampaian teman saya saat menemukan hidayah setelah dicintai seorang perempuan lemah lembut yang religius–nya tinggi. Buruknya budaya liberal ini seakan-akan memaknai cinta secara bebas tanpa batasan sesuai dengan keinginan pribadi masing-masing dalam penafsirannya. (T)

 

Tags: cintagaya hidupSeksualitas
Share36TweetSendShareSend
Previous Post

Aktivis, Petani, dan Pencarian Jati Diri Orang Bali

Next Post

Dongeng Ibu: Rabindranath Tagore dan Perempuan Pemilik Rental Mobil Singaradja

Indra Andrianto

Indra Andrianto

Lahir pada tanggal 14 Maret 1995 kelahiran Bondowoso-Jatim. Saat ini menempuh pendidikan di Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Undiksha-Bali. Kabid Perguruan Tinggi dan Kepemudaan HMI Cabang Singaraja.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Dongeng Ibu: Rabindranath Tagore dan Perempuan Pemilik Rental Mobil Singaradja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co