24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dongeng Ibu: Rabindranath Tagore dan Perempuan Pemilik Rental Mobil Singaradja

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 2, 2018
in Esai

Supriya Roy di Puri Maskerdam, Karangesem

 

SENIN, 18 September 2017, di Puri Maskerdam, Karangesem, hadir Ibu Supriya Roy— salah satu peneliti terbesar pemikiran dan arsip-arsip Tagore—dalam rangka peringatan 90 tahun kunjungan Tagore ke Bali. Beliau senantiasa memperkenalkan saya di depan para peneliti India sebagai anak beliau. Sayapun memanggil beliau dengan sebutan ‘Ibu’. Beliau memang “memperanak” saya dengan memberi banyak data dan arsip langsung berupa softcopy tentang Tagore, baik buku-buku beliau yang dicetak dan beredar luas di India dan di Amazon, juga arsip-arsip lainnya yang disimpan di Visva-Bharati.

Ibu Supriya dikenal luas di Santiniketan sebagai ‘penjaga’ arsip-arsip dan tulisan tangan Rabindranath Tagore. Ibu melewatkan masa mudanya dan sebagian umurnya bekerja di Rabindra-Bhavana, Tagore Memorial Museum, Archives and Research Centre of Visva-Bharati, selama tiga dekade, bahkan lebih, tanpa kenal pensiun. Karena kekaryaannya dan kepakarannya, Ibu dikenal sebagai satu pakar senior terbaik dalam menulis berbagai aspek karya dan kehidupan Tagore.

Dalam kunjungannya ke Bali yang singkat ini, saya sangat menyayangkan beliau tidak sempat berpidato atau bercerita di depan publik akademia atau pencinta sastra di Bali secara lebih luas. Atau, mungkin juga tidak perlu? Kunjungan ini membuat Ibu, finally, menjejak di titik-titik dimana Tagore dan rombongan kunjungi di Bali tahun 1927.

Ibu sangat fasih membicarakan desa-desa di Bali yang dikunjungi Tagore. Bahkan punya dongeng menarik tentang rental mobil di Bali tahun 1927. Ketika kami sama-sama menjadi pembicara di Hanoi, Vietnam, beberapa tahun lalu, setelah acara formal membacakan paper masing-masing, saat makan siang, ada yang tak saya sangka-sangka, Ibu bercerita tentang kisah Rabindra dan Suniti di tahun 1927 berjumpa seorang perempuan pemilik rental mobil di Singaradja.

Suniti — lengkapnya Suniti Kumar Chatterji https://en.wikipedia.org/wiki/Suniti_Kumar_Chatterji — salah satu satu ahli bahasa terbaik India di masa itu, yang ikut rombongan Tagore ke Bali dan Jawa, punya catatan khusus 2 halaman khusus tentang perempuan pemilik rental mobil Singaraja ini.

Pemilik rental mobil di Singaraja ini, terhitung pengusaha perintis pertama jasa rental mobil di masa awal pariwisata Bali ini, sebelum saya dengar dongengan Ibu, telah saya intip arsip-arsipnya dan cari tahu keluarganya di Kampung Kajanan, Singaraja, tapi temuan saya tidak sepenuhnya memuaskan, saya hampir tidak jadi menulisnya.

Ibu kemudian memberikan 2 halaman tentang pemilik rental mobil tahun 1920-an ini ke saya, dan ini mendorong kembali menulis tentang pengusaha perempuan pemilik rental pertama di Bali ini — jadilah artikel 20 halaman saya tentang pemilik rental mobil ini. Berkat 2 halaman ‘dongeng’ ini, kisah perempuan pertama Bali ini jadi menarik, lebih kaya, lebih ada greget, karena, ternyata, ia mengejar rombongan Tagore dari Singaraja ke Kintamani, setelah tahu kalau penyewa mobilnya adalah tokoh luar biasa penting dari India.

Bisa kita bayangkan bagaimana seorang pengusaha perempuan terkaya di East Indie, — di tahun 1927, di mana perempuan Bali di kala itu masih sangat terbelakang — , ia telah mengejar rombongan Tagore dengan mobil dan supir pribadinya menyusuri berkelok-kelok tikungan dari Singaraja, Sangsit, lalu tembus ke Pasangrahan Kintamani, demi mengejar dan bertemu sang pemenang Hadiah Nobel.

Di samping Suniti punya catatan khusus soal perempuan pemilik rental Singaraja ini, belakangan saya mengikuti berbagai tulisan Suniti yang sangat harum namanya di India sampai kini, saya menemukan artikel Suniti tentang Gedong Kirtya yang dibacakannya sebagai pidato di pertemuan Asiatic Society — yang tidak lain sebuah jejaring sosial para pemikir dan peneliti India ketika itu yang paling berpengaruh.

Suniti menjelaskan secara sangat rinci tentang isi Gedung Kirtya, dan kemungkinan apa saja yang bisa dikerjasamakan antara Asiatic Society di India dengan Gedong Kirtya. Dari sini saya melihat, ternyata, Gedong Kirtya semenjak tahun 1927, kemudian 1931, telah berkerjasama dengan pihak peneliti dan pakar-pakar India, melakukan riset lontar dan mantra-mantra Hindu di Bali, yang kemudian dikaji dan dibandingkan komposisi dan isinya, dicek gramatika Sanskritnya, serta di kemudian hari, ada 5 naskah penting lontar Bali diteliti secara sangat serius, 3 diantaranya dijadikan kajian disertasi peneliti India yang sangat serius.

Kembali ke kisah perempuan pemilik rental mobil Singaraja tersebut, ternyata bukan hanya Suniti dan Tagore yang mencatat perempuan pemilik rental ini, ada sekian buku-buku tentang Bali, juga koran-koran terbitan berbagai negara, yang terbit di era tahun 1920-1940 sering menulis secara singkat ‘dongeng’ perempuan pengusaha sukses ini.

Ibu selalu tersenyum lebar kalau membicarakan perempuan pemilik rental mobil ini. Saya perhatikan, berkali-kali, foto-foto perempuan pemilik rental mobil ini, yang saya temukan lewat pencarian di berbagai arsip, memang wajahnya yang terkesan keras dan dagunya yang sedikit terangkat, menggurat keberanian, jiwa kewirausahaan yang tangguh, dan juga tersembunyi selera humornya yang baik, misteri, sesuai dengan apa yang dibahas beberapa penulis dan jurnalis, juga oleh Suniti.

Senin itu, di Tirta Gangga, saya dan Ibu kembali senyum-senyum membahas pemilik rental mobil dari Singaraja itu. Kisah pemilik rental mobil dari catatan Suniti ini, walaupun serupa sampiran sajak belaka, buat kami seperti punya daya pukaunya sendiri, tersusun rapi dalam lipatan-lipatan samping ratusan halaman tulisan tangan dan catatan tangan Suniti lainnya, tentang berbagai ungkapan Bali yang dipelajari Suniti selama kunjungan, juga tentunya catatan-catatan serius lainnya terkait lontar dan mantra yang sangat-sangat informatif dan inspiratif ia sarikan dari berbagai diskusi dan pertemuan dengan para ‘pedondos’ (demikian Tagore menulis untuk menulis ‘pedanda’) selama kunjungan Tagore dan Suniti ke Bali di tahun 1927.

Sebagai perempuan, yang menjadi pengusaha di jaman itu, apalagi pengusaha yang berurusan dengan automotif, tampaknya, ia telah ‘membuka jalan’ bagi para pemilik dan dunia rental mobil di Bali, salah satu “kontributor besar” cikal-bakal kepariwisataan di Bali. Yang anehnya, mungkin sebagian besar, bahkan pelaku rental mobil sekarang, juga kesejarahan dunia pariwisata di Bali yang demikian hip dan jreng, tidak mencatat dan melupakan jiwa kewirausahaan perempuan pebisnis perintis rental mobil ini. (T)

Tags: baliBudayaindiaPariwisataRabindranath TagoreSingaraja
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Apa itu Cinta? Ketulusan, Suka-suka, Seks?

Next Post

Najwa Shihab dan Jalur Indie – Apakah Televisi akan Mati?

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post

Najwa Shihab dan Jalur Indie – Apakah Televisi akan Mati?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co