23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dongeng Ibu: Rabindranath Tagore dan Perempuan Pemilik Rental Mobil Singaradja

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 2, 2018
in Esai

Supriya Roy di Puri Maskerdam, Karangesem

 

SENIN, 18 September 2017, di Puri Maskerdam, Karangesem, hadir Ibu Supriya Roy— salah satu peneliti terbesar pemikiran dan arsip-arsip Tagore—dalam rangka peringatan 90 tahun kunjungan Tagore ke Bali. Beliau senantiasa memperkenalkan saya di depan para peneliti India sebagai anak beliau. Sayapun memanggil beliau dengan sebutan ‘Ibu’. Beliau memang “memperanak” saya dengan memberi banyak data dan arsip langsung berupa softcopy tentang Tagore, baik buku-buku beliau yang dicetak dan beredar luas di India dan di Amazon, juga arsip-arsip lainnya yang disimpan di Visva-Bharati.

Ibu Supriya dikenal luas di Santiniketan sebagai ‘penjaga’ arsip-arsip dan tulisan tangan Rabindranath Tagore. Ibu melewatkan masa mudanya dan sebagian umurnya bekerja di Rabindra-Bhavana, Tagore Memorial Museum, Archives and Research Centre of Visva-Bharati, selama tiga dekade, bahkan lebih, tanpa kenal pensiun. Karena kekaryaannya dan kepakarannya, Ibu dikenal sebagai satu pakar senior terbaik dalam menulis berbagai aspek karya dan kehidupan Tagore.

Dalam kunjungannya ke Bali yang singkat ini, saya sangat menyayangkan beliau tidak sempat berpidato atau bercerita di depan publik akademia atau pencinta sastra di Bali secara lebih luas. Atau, mungkin juga tidak perlu? Kunjungan ini membuat Ibu, finally, menjejak di titik-titik dimana Tagore dan rombongan kunjungi di Bali tahun 1927.

Ibu sangat fasih membicarakan desa-desa di Bali yang dikunjungi Tagore. Bahkan punya dongeng menarik tentang rental mobil di Bali tahun 1927. Ketika kami sama-sama menjadi pembicara di Hanoi, Vietnam, beberapa tahun lalu, setelah acara formal membacakan paper masing-masing, saat makan siang, ada yang tak saya sangka-sangka, Ibu bercerita tentang kisah Rabindra dan Suniti di tahun 1927 berjumpa seorang perempuan pemilik rental mobil di Singaradja.

Suniti — lengkapnya Suniti Kumar Chatterji https://en.wikipedia.org/wiki/Suniti_Kumar_Chatterji — salah satu satu ahli bahasa terbaik India di masa itu, yang ikut rombongan Tagore ke Bali dan Jawa, punya catatan khusus 2 halaman khusus tentang perempuan pemilik rental mobil Singaraja ini.

Pemilik rental mobil di Singaraja ini, terhitung pengusaha perintis pertama jasa rental mobil di masa awal pariwisata Bali ini, sebelum saya dengar dongengan Ibu, telah saya intip arsip-arsipnya dan cari tahu keluarganya di Kampung Kajanan, Singaraja, tapi temuan saya tidak sepenuhnya memuaskan, saya hampir tidak jadi menulisnya.

Ibu kemudian memberikan 2 halaman tentang pemilik rental mobil tahun 1920-an ini ke saya, dan ini mendorong kembali menulis tentang pengusaha perempuan pemilik rental pertama di Bali ini — jadilah artikel 20 halaman saya tentang pemilik rental mobil ini. Berkat 2 halaman ‘dongeng’ ini, kisah perempuan pertama Bali ini jadi menarik, lebih kaya, lebih ada greget, karena, ternyata, ia mengejar rombongan Tagore dari Singaraja ke Kintamani, setelah tahu kalau penyewa mobilnya adalah tokoh luar biasa penting dari India.

Bisa kita bayangkan bagaimana seorang pengusaha perempuan terkaya di East Indie, — di tahun 1927, di mana perempuan Bali di kala itu masih sangat terbelakang — , ia telah mengejar rombongan Tagore dengan mobil dan supir pribadinya menyusuri berkelok-kelok tikungan dari Singaraja, Sangsit, lalu tembus ke Pasangrahan Kintamani, demi mengejar dan bertemu sang pemenang Hadiah Nobel.

Di samping Suniti punya catatan khusus soal perempuan pemilik rental Singaraja ini, belakangan saya mengikuti berbagai tulisan Suniti yang sangat harum namanya di India sampai kini, saya menemukan artikel Suniti tentang Gedong Kirtya yang dibacakannya sebagai pidato di pertemuan Asiatic Society — yang tidak lain sebuah jejaring sosial para pemikir dan peneliti India ketika itu yang paling berpengaruh.

Suniti menjelaskan secara sangat rinci tentang isi Gedung Kirtya, dan kemungkinan apa saja yang bisa dikerjasamakan antara Asiatic Society di India dengan Gedong Kirtya. Dari sini saya melihat, ternyata, Gedong Kirtya semenjak tahun 1927, kemudian 1931, telah berkerjasama dengan pihak peneliti dan pakar-pakar India, melakukan riset lontar dan mantra-mantra Hindu di Bali, yang kemudian dikaji dan dibandingkan komposisi dan isinya, dicek gramatika Sanskritnya, serta di kemudian hari, ada 5 naskah penting lontar Bali diteliti secara sangat serius, 3 diantaranya dijadikan kajian disertasi peneliti India yang sangat serius.

Kembali ke kisah perempuan pemilik rental mobil Singaraja tersebut, ternyata bukan hanya Suniti dan Tagore yang mencatat perempuan pemilik rental ini, ada sekian buku-buku tentang Bali, juga koran-koran terbitan berbagai negara, yang terbit di era tahun 1920-1940 sering menulis secara singkat ‘dongeng’ perempuan pengusaha sukses ini.

Ibu selalu tersenyum lebar kalau membicarakan perempuan pemilik rental mobil ini. Saya perhatikan, berkali-kali, foto-foto perempuan pemilik rental mobil ini, yang saya temukan lewat pencarian di berbagai arsip, memang wajahnya yang terkesan keras dan dagunya yang sedikit terangkat, menggurat keberanian, jiwa kewirausahaan yang tangguh, dan juga tersembunyi selera humornya yang baik, misteri, sesuai dengan apa yang dibahas beberapa penulis dan jurnalis, juga oleh Suniti.

Senin itu, di Tirta Gangga, saya dan Ibu kembali senyum-senyum membahas pemilik rental mobil dari Singaraja itu. Kisah pemilik rental mobil dari catatan Suniti ini, walaupun serupa sampiran sajak belaka, buat kami seperti punya daya pukaunya sendiri, tersusun rapi dalam lipatan-lipatan samping ratusan halaman tulisan tangan dan catatan tangan Suniti lainnya, tentang berbagai ungkapan Bali yang dipelajari Suniti selama kunjungan, juga tentunya catatan-catatan serius lainnya terkait lontar dan mantra yang sangat-sangat informatif dan inspiratif ia sarikan dari berbagai diskusi dan pertemuan dengan para ‘pedondos’ (demikian Tagore menulis untuk menulis ‘pedanda’) selama kunjungan Tagore dan Suniti ke Bali di tahun 1927.

Sebagai perempuan, yang menjadi pengusaha di jaman itu, apalagi pengusaha yang berurusan dengan automotif, tampaknya, ia telah ‘membuka jalan’ bagi para pemilik dan dunia rental mobil di Bali, salah satu “kontributor besar” cikal-bakal kepariwisataan di Bali. Yang anehnya, mungkin sebagian besar, bahkan pelaku rental mobil sekarang, juga kesejarahan dunia pariwisata di Bali yang demikian hip dan jreng, tidak mencatat dan melupakan jiwa kewirausahaan perempuan pebisnis perintis rental mobil ini. (T)

Tags: baliBudayaindiaPariwisataRabindranath TagoreSingaraja
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Apa itu Cinta? Ketulusan, Suka-suka, Seks?

Next Post

Najwa Shihab dan Jalur Indie – Apakah Televisi akan Mati?

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post

Najwa Shihab dan Jalur Indie – Apakah Televisi akan Mati?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co