2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dongeng Ibu: Rabindranath Tagore dan Perempuan Pemilik Rental Mobil Singaradja

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 2, 2018
in Esai

Supriya Roy di Puri Maskerdam, Karangesem

 

SENIN, 18 September 2017, di Puri Maskerdam, Karangesem, hadir Ibu Supriya Roy— salah satu peneliti terbesar pemikiran dan arsip-arsip Tagore—dalam rangka peringatan 90 tahun kunjungan Tagore ke Bali. Beliau senantiasa memperkenalkan saya di depan para peneliti India sebagai anak beliau. Sayapun memanggil beliau dengan sebutan ‘Ibu’. Beliau memang “memperanak” saya dengan memberi banyak data dan arsip langsung berupa softcopy tentang Tagore, baik buku-buku beliau yang dicetak dan beredar luas di India dan di Amazon, juga arsip-arsip lainnya yang disimpan di Visva-Bharati.

Ibu Supriya dikenal luas di Santiniketan sebagai ‘penjaga’ arsip-arsip dan tulisan tangan Rabindranath Tagore. Ibu melewatkan masa mudanya dan sebagian umurnya bekerja di Rabindra-Bhavana, Tagore Memorial Museum, Archives and Research Centre of Visva-Bharati, selama tiga dekade, bahkan lebih, tanpa kenal pensiun. Karena kekaryaannya dan kepakarannya, Ibu dikenal sebagai satu pakar senior terbaik dalam menulis berbagai aspek karya dan kehidupan Tagore.

Dalam kunjungannya ke Bali yang singkat ini, saya sangat menyayangkan beliau tidak sempat berpidato atau bercerita di depan publik akademia atau pencinta sastra di Bali secara lebih luas. Atau, mungkin juga tidak perlu? Kunjungan ini membuat Ibu, finally, menjejak di titik-titik dimana Tagore dan rombongan kunjungi di Bali tahun 1927.

Ibu sangat fasih membicarakan desa-desa di Bali yang dikunjungi Tagore. Bahkan punya dongeng menarik tentang rental mobil di Bali tahun 1927. Ketika kami sama-sama menjadi pembicara di Hanoi, Vietnam, beberapa tahun lalu, setelah acara formal membacakan paper masing-masing, saat makan siang, ada yang tak saya sangka-sangka, Ibu bercerita tentang kisah Rabindra dan Suniti di tahun 1927 berjumpa seorang perempuan pemilik rental mobil di Singaradja.

Suniti — lengkapnya Suniti Kumar Chatterji https://en.wikipedia.org/wiki/Suniti_Kumar_Chatterji — salah satu satu ahli bahasa terbaik India di masa itu, yang ikut rombongan Tagore ke Bali dan Jawa, punya catatan khusus 2 halaman khusus tentang perempuan pemilik rental mobil Singaraja ini.

Pemilik rental mobil di Singaraja ini, terhitung pengusaha perintis pertama jasa rental mobil di masa awal pariwisata Bali ini, sebelum saya dengar dongengan Ibu, telah saya intip arsip-arsipnya dan cari tahu keluarganya di Kampung Kajanan, Singaraja, tapi temuan saya tidak sepenuhnya memuaskan, saya hampir tidak jadi menulisnya.

Ibu kemudian memberikan 2 halaman tentang pemilik rental mobil tahun 1920-an ini ke saya, dan ini mendorong kembali menulis tentang pengusaha perempuan pemilik rental pertama di Bali ini — jadilah artikel 20 halaman saya tentang pemilik rental mobil ini. Berkat 2 halaman ‘dongeng’ ini, kisah perempuan pertama Bali ini jadi menarik, lebih kaya, lebih ada greget, karena, ternyata, ia mengejar rombongan Tagore dari Singaraja ke Kintamani, setelah tahu kalau penyewa mobilnya adalah tokoh luar biasa penting dari India.

Bisa kita bayangkan bagaimana seorang pengusaha perempuan terkaya di East Indie, — di tahun 1927, di mana perempuan Bali di kala itu masih sangat terbelakang — , ia telah mengejar rombongan Tagore dengan mobil dan supir pribadinya menyusuri berkelok-kelok tikungan dari Singaraja, Sangsit, lalu tembus ke Pasangrahan Kintamani, demi mengejar dan bertemu sang pemenang Hadiah Nobel.

Di samping Suniti punya catatan khusus soal perempuan pemilik rental Singaraja ini, belakangan saya mengikuti berbagai tulisan Suniti yang sangat harum namanya di India sampai kini, saya menemukan artikel Suniti tentang Gedong Kirtya yang dibacakannya sebagai pidato di pertemuan Asiatic Society — yang tidak lain sebuah jejaring sosial para pemikir dan peneliti India ketika itu yang paling berpengaruh.

Suniti menjelaskan secara sangat rinci tentang isi Gedung Kirtya, dan kemungkinan apa saja yang bisa dikerjasamakan antara Asiatic Society di India dengan Gedong Kirtya. Dari sini saya melihat, ternyata, Gedong Kirtya semenjak tahun 1927, kemudian 1931, telah berkerjasama dengan pihak peneliti dan pakar-pakar India, melakukan riset lontar dan mantra-mantra Hindu di Bali, yang kemudian dikaji dan dibandingkan komposisi dan isinya, dicek gramatika Sanskritnya, serta di kemudian hari, ada 5 naskah penting lontar Bali diteliti secara sangat serius, 3 diantaranya dijadikan kajian disertasi peneliti India yang sangat serius.

Kembali ke kisah perempuan pemilik rental mobil Singaraja tersebut, ternyata bukan hanya Suniti dan Tagore yang mencatat perempuan pemilik rental ini, ada sekian buku-buku tentang Bali, juga koran-koran terbitan berbagai negara, yang terbit di era tahun 1920-1940 sering menulis secara singkat ‘dongeng’ perempuan pengusaha sukses ini.

Ibu selalu tersenyum lebar kalau membicarakan perempuan pemilik rental mobil ini. Saya perhatikan, berkali-kali, foto-foto perempuan pemilik rental mobil ini, yang saya temukan lewat pencarian di berbagai arsip, memang wajahnya yang terkesan keras dan dagunya yang sedikit terangkat, menggurat keberanian, jiwa kewirausahaan yang tangguh, dan juga tersembunyi selera humornya yang baik, misteri, sesuai dengan apa yang dibahas beberapa penulis dan jurnalis, juga oleh Suniti.

Senin itu, di Tirta Gangga, saya dan Ibu kembali senyum-senyum membahas pemilik rental mobil dari Singaraja itu. Kisah pemilik rental mobil dari catatan Suniti ini, walaupun serupa sampiran sajak belaka, buat kami seperti punya daya pukaunya sendiri, tersusun rapi dalam lipatan-lipatan samping ratusan halaman tulisan tangan dan catatan tangan Suniti lainnya, tentang berbagai ungkapan Bali yang dipelajari Suniti selama kunjungan, juga tentunya catatan-catatan serius lainnya terkait lontar dan mantra yang sangat-sangat informatif dan inspiratif ia sarikan dari berbagai diskusi dan pertemuan dengan para ‘pedondos’ (demikian Tagore menulis untuk menulis ‘pedanda’) selama kunjungan Tagore dan Suniti ke Bali di tahun 1927.

Sebagai perempuan, yang menjadi pengusaha di jaman itu, apalagi pengusaha yang berurusan dengan automotif, tampaknya, ia telah ‘membuka jalan’ bagi para pemilik dan dunia rental mobil di Bali, salah satu “kontributor besar” cikal-bakal kepariwisataan di Bali. Yang anehnya, mungkin sebagian besar, bahkan pelaku rental mobil sekarang, juga kesejarahan dunia pariwisata di Bali yang demikian hip dan jreng, tidak mencatat dan melupakan jiwa kewirausahaan perempuan pebisnis perintis rental mobil ini. (T)

Tags: baliBudayaindiaPariwisataRabindranath TagoreSingaraja
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Apa itu Cinta? Ketulusan, Suka-suka, Seks?

Next Post

Najwa Shihab dan Jalur Indie – Apakah Televisi akan Mati?

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post

Najwa Shihab dan Jalur Indie – Apakah Televisi akan Mati?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co