24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membela Cinlok saat KKN – Itu Pengamalan Tema Sosial Budaya

Kadek Desi Nurani by Kadek Desi Nurani
February 2, 2018
in Opini

Foto: koleksi penulis

BOLEH jadi, setelah membaca tulisan ini saya menjadi cukup terkenal karena mendapat protes dari kelompok pro KKN tanpa cinlok atau cinta lokasi. Bagaimana tidak, pendapat saya justru akan membela cinta lokasi yang kini sedang ramai didengung-dengungkan dalam hati para pelaksana mata kuliah yang menerjunkan mahasiswa ke lapangan secara langsung selama beberapa bulan.

Tujuannya tentu sangat mulia, seperti titah Tuhan selalu bermaksud mengamalkan niat baik dalam menjalankan kehidupan yang berdampingan, antar sesama mahluk hidup atau yang tidak hidup, misalnya sampah yang menjadi salah satu contoh hubungan akut dan harmonis manusia. Kita boleh saja sebut sampah masyarakat.

Jangan tersinggung dulu, itu saya ambil sekedar memaknai bahwa sampah masyarakat adalah sampah-sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Masalah pembaca memaknai “sampah” itu apa, monggo, saya silakan.

Baik, kita lupakan dulu soal sampah dan masyarakatnya. Kita kembali bicara soal cinlok. Bukan sesuatu yang tabu lagi sesungguhnya untuk didengar masalah cinta-cintaan yang bersemi dalam posko selama hitungan bulan ini.

Tapi membahas cinta lokasi di masa KKN tidak pernah menjadi basi diulang, baik dilakukan maupun digosipkan. Meski dengan beberapa pengulangan kisah, adegan, dan ending yang sama, hubungan ini selalu ditunggu dan disadari sepenuhnya oleh semua orang.

Lebih-lebih, cerita-cerita awal tentang hubungan singkat bak cinta satu malam atau satu jam saja layaknya Melynda, dan pengusung diangkatnya derajat itik yang kini diakui memiliki goyangan yakni Sazkia Gotik, bahkan dipersiapkan matang secara sadar jauh-jauh hari sebelum hari H tiba, untuk menghadapi desas-desus yang akan menjadi nyata.

Tulisan ini sesungguhnya saya buat untuk memulihkan rasa tersinggung pelaku cinta lokasi itu sendiri. Karena baru-baru ini para pelaku hubungan itu mendapat sentilan menggigit dari penulis muda yang gesit Putri Handayani.

Dalam tulisan itu, Putri mencoba membongkar kekeliruan tujuan KKN yang cenderung menjadikan cinlok sebagi program kerja wajib ulang dan utama. Protesnya Putri, cinlok dianggap tidak masuk dalam buku pedoman buku kuliah kerja nyata.  Tulisan ini pun akhirnya mendapat pembaca pemecah rekor terbanyak dan tercepat di media tatkala.co. Dalam beberapa jam saja, tulisan itu dibaca ribuan mahasiswa yang ber-KKN ria.

Termasuk saya dan beberapa teman di rumah singgah, juga asik membaca tulisan Putri. Mengharukan yang terjadi. Hari dimana tulisan itu dibaca oleh rekan wanita KKN saya. Ia membacanya dengan keras, dengan nada bercanda sambil menutupi niat jahatnya menyindir beberapa pelaku cinta lokasi di tempat kami. Beberapa tersangka mulai lebih diam dari biasanya, dengan wajah diperas santan (pucat tak segar) pelaku berusaha beralih tempat duduk dari sindiran yang menghujam jantung mereka.

Saya masih mendengarkan isi tulisan hingga selesai terbaca oleh teman. Tak perlu berpikir lama, memutuskan cinlok itu benar atau tidak bukan lagi persoalan bagi saya. Bagi saya, para pelaku hubungan itu cukup cerdas memaknai buku pedoman yang dicetak banyak oleh lembaga sebagai bekal bermasyarakat – buku pedoman yang disimpan rapi setelah dibuka daftar isi saja.

Siapa bilang cinlok tidak menjadi bagian dari buku pedoman KKN? Pelaku cinlok tampaknya cukup cerdas dan serius memaknai setiap panduan yang dicantumkan dalam pedoman.

Pada buku pedoman pelaksanaan lapangan, sub yang membahas tentang  kegiatan mahasiswa diberikan lima jenis pilihan tema kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa. Dari tema yang ada itu, tema nomor lima yakni tema sosial budaya rupanya paling dekat dengan mahasiswa dan mudah dipahami secara mendalam. Di situ tertera, membangun hubungan sosial dengan seluruh masyarakat desa, dan masyarakat posko. Dari hubungan baik itu terciptalah budaya yang menakjubkan.

Berbahagialah para pelaku cinlok. Sebab hubungan kalian adalah pengamalan pedoman yang tentu memiliki maksud mulia untuk menciptakan hubungan sosial yang baik dari budaya yang ada. Bagi saya, kesadaran para pelaku tentang pengamalan hubungan sosial yang baik itu, bukan sekedar bagaimana bicara pada kepala desa untuk pelurusn program kerja. Bukan juga bagaimana bicara pada kelompok pemuda agar dapat melakukan program bersama.

Atau bagaimana menjalin hubungan baik dengan keluarga asuh agar terkesan memberi bantuan dan santun meski sesungguhnya lebih banyak berpura-pura daripada rasa tulusnya. (Jangan bohong para pelaksana KKN. Kalian tidak akan melakukan semua ini jika bukan karena tiga SKS yang menentukan kalian “Kumlod” atau tidak.)

Rupa-rupanya pengamalan hubungan sosial yang baik itu juga teraplikasi secara baik di masyarakat posko antar sesama teman seperjuangan, dalam mengumpulkan nilai di mata masyarakat. Secara sadar, untuk menahan rasa jenuh dan bosan di moment seperti KKN, kita menciptakan hubungan yang harmonis dengan PDKT, dan itu memang sangat diperlukan.

Sekali lagi saya ingin mengucapkan selamat untuk para pelaku, selain mengaplikasikan hubungan yang harmonis, rupa-rupanya mereka telah menyelamatkan rasa sedih dan kesepian rekan kerjanya. Rasa kesepian akan jarak yang jauh dan kerinduan pada yang diharapkan dan tidak dapat tecapai, akhirnya terpenuhi oleh hubungan yang akrab. Jadi, niat PDKT sesungguhnya membahagiakan hati orang lain, dan itu adalah amal yang sangat mulia.

Kalau kita mengukur nilai kehidupan seseorang dengan SKS, mungkin cinlok yang bertujuan untuk mengobati hati yang sepi dan memberi kebahagiaan akan mendapat lebih dari tiga SKS.

Saya mohon maaf sebelumnya kepada siapa pun yang marah karena pembenaran saya akan hubungan ini. Murni, saya tidak termasuk yang mengalami cinlok. Karena saya ada di posisi yang tidak cinlok,  jadi tolonglah sedikit percaya pada apa yang saya ungkapkan. Setidaknya kita belajar menilai objektif dengan  tidak memihak apa yang menjadi pilihan kita.

Saya cukup dapat dipercaya dalam hal menilai yang pro-kontra. Kalau dicari salah dan benarnya toh semua memilikinya. Namun kita lihat bagaimana mereka memaknai setiap tindakannya, dan memaknai itu tidaklah cukup dari sisi kita yang merasa mengambil pilihan yang sama.

Sekali, sekali, dan sekali lagi saya mengucapkan selamat untuk semua. Semua yang sudah menjadi pelaku atas misi mulia yang dilakukan, dan akan berakhir secara baik karena sudah membawa bekal kesadaran. Sementara tak lupa juga saya mohon maaf sekali, dan sekali lagi, jika apa yang saya sampaikan mengecewakan para penolak cinlok.

Tetapi baik pelaku cinlok atau tidak, mari kita belajar bersama menghargai segala keputusan yang bisa mereka pertanggungjawabkan secara baik dan dewasa dengan berpedoman buku pedoman KKN yang penuh titah. Pedoman yang perlu dimaknai secara mendalam pada setiap tujuan yang dicantumkan, untuk menunjukan kita sedikit lebih kritis dalam mengungkap segala kemungkinan makna. Makna yang dapat dibuat berdasarkan pedoman yang ada. Tabik. (T)

Tags: cintakampusmahasiswa
Share366TweetSendShareSend
Previous Post

“Shortcut” Denpasar-Singaraja? Ah, Pemalas Bahagia Pilih Jalan Berliku

Next Post

Apa Bahasa Bali “Happy Birthday” & “Happy Anniversary”?

Kadek Desi Nurani

Kadek Desi Nurani

Pemain teater, juga menulis puisi dan cerpen. Puisinya terkumpul dalam antologi "Hadiah untuk Langit". Alumni Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha, Singaraja. Kini tinggal di Denpasar

Related Posts

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails

Rekonstruksi Status Tanah ‘Ex Eigendom Verponding’: Antara Legalitas Formal dan Penguasaan Fisik dalam Perspektif Keadilan Agraria

by I Made Pria Dharsana
April 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH bekas hak barat berupa eigendom verponding menyisakan persoalan hukum yang tidak pernah sepenuhnya selesai sejak berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria....

Read moreDetails

Notaris di Ujung Integritas: Ketika Etika Gagal Menyelamatkan Moral

by I Made Pria Dharsana
April 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Kepercayaan publik terhadap notaris tidak runtuh dalam satu peristiwa besar, ia retak perlahan, dari satu kompromi kecil ke kompromi berikutnya....

Read moreDetails

Cybernotary, UUJN, dan UU ITE 2025:  Payung Hukum Ada, Notaris Masih di Persimpangan Digital

by I Made Pria Dharsana
April 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital telah mengguncang hampir seluruh praktik hukum di Indonesia, termasuk jabatan notaris. Konsep cybernotary kini bukan sekadar wacana akademik,...

Read moreDetails

Bunga, Denda, dan Moralitas Kreditur: Ketika Kontrak Menjadi Alat Tekanan

by I Made Pria Dharsana
March 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Ada satu pertanyaan yang jarang disentuh secara jujur dalam praktik perbankan: apakah kreditur selalu berada dalam posisi beritikad baik, bahkan...

Read moreDetails

Bali: Destinasi Wisata Dunia atau Simpul Energi Nasional? —Sebuah Persimpangan Peradaban

by I Made Pria Dharsana
March 25, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PULAU Bali hari ini tidak sekadar berdiri sebagai ruang geografis, tetapi sebagai simbol. Ia adalah representasi wajah Indonesia di mata...

Read moreDetails
Next Post

Apa Bahasa Bali "Happy Birthday" & "Happy Anniversary"?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co