3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membela Cinlok saat KKN – Itu Pengamalan Tema Sosial Budaya

Kadek Desi Nurani by Kadek Desi Nurani
February 2, 2018
in Opini

Foto: koleksi penulis

BOLEH jadi, setelah membaca tulisan ini saya menjadi cukup terkenal karena mendapat protes dari kelompok pro KKN tanpa cinlok atau cinta lokasi. Bagaimana tidak, pendapat saya justru akan membela cinta lokasi yang kini sedang ramai didengung-dengungkan dalam hati para pelaksana mata kuliah yang menerjunkan mahasiswa ke lapangan secara langsung selama beberapa bulan.

Tujuannya tentu sangat mulia, seperti titah Tuhan selalu bermaksud mengamalkan niat baik dalam menjalankan kehidupan yang berdampingan, antar sesama mahluk hidup atau yang tidak hidup, misalnya sampah yang menjadi salah satu contoh hubungan akut dan harmonis manusia. Kita boleh saja sebut sampah masyarakat.

Jangan tersinggung dulu, itu saya ambil sekedar memaknai bahwa sampah masyarakat adalah sampah-sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Masalah pembaca memaknai “sampah” itu apa, monggo, saya silakan.

Baik, kita lupakan dulu soal sampah dan masyarakatnya. Kita kembali bicara soal cinlok. Bukan sesuatu yang tabu lagi sesungguhnya untuk didengar masalah cinta-cintaan yang bersemi dalam posko selama hitungan bulan ini.

Tapi membahas cinta lokasi di masa KKN tidak pernah menjadi basi diulang, baik dilakukan maupun digosipkan. Meski dengan beberapa pengulangan kisah, adegan, dan ending yang sama, hubungan ini selalu ditunggu dan disadari sepenuhnya oleh semua orang.

Lebih-lebih, cerita-cerita awal tentang hubungan singkat bak cinta satu malam atau satu jam saja layaknya Melynda, dan pengusung diangkatnya derajat itik yang kini diakui memiliki goyangan yakni Sazkia Gotik, bahkan dipersiapkan matang secara sadar jauh-jauh hari sebelum hari H tiba, untuk menghadapi desas-desus yang akan menjadi nyata.

Tulisan ini sesungguhnya saya buat untuk memulihkan rasa tersinggung pelaku cinta lokasi itu sendiri. Karena baru-baru ini para pelaku hubungan itu mendapat sentilan menggigit dari penulis muda yang gesit Putri Handayani.

Dalam tulisan itu, Putri mencoba membongkar kekeliruan tujuan KKN yang cenderung menjadikan cinlok sebagi program kerja wajib ulang dan utama. Protesnya Putri, cinlok dianggap tidak masuk dalam buku pedoman buku kuliah kerja nyata.  Tulisan ini pun akhirnya mendapat pembaca pemecah rekor terbanyak dan tercepat di media tatkala.co. Dalam beberapa jam saja, tulisan itu dibaca ribuan mahasiswa yang ber-KKN ria.

Termasuk saya dan beberapa teman di rumah singgah, juga asik membaca tulisan Putri. Mengharukan yang terjadi. Hari dimana tulisan itu dibaca oleh rekan wanita KKN saya. Ia membacanya dengan keras, dengan nada bercanda sambil menutupi niat jahatnya menyindir beberapa pelaku cinta lokasi di tempat kami. Beberapa tersangka mulai lebih diam dari biasanya, dengan wajah diperas santan (pucat tak segar) pelaku berusaha beralih tempat duduk dari sindiran yang menghujam jantung mereka.

Saya masih mendengarkan isi tulisan hingga selesai terbaca oleh teman. Tak perlu berpikir lama, memutuskan cinlok itu benar atau tidak bukan lagi persoalan bagi saya. Bagi saya, para pelaku hubungan itu cukup cerdas memaknai buku pedoman yang dicetak banyak oleh lembaga sebagai bekal bermasyarakat – buku pedoman yang disimpan rapi setelah dibuka daftar isi saja.

Siapa bilang cinlok tidak menjadi bagian dari buku pedoman KKN? Pelaku cinlok tampaknya cukup cerdas dan serius memaknai setiap panduan yang dicantumkan dalam pedoman.

Pada buku pedoman pelaksanaan lapangan, sub yang membahas tentang  kegiatan mahasiswa diberikan lima jenis pilihan tema kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa. Dari tema yang ada itu, tema nomor lima yakni tema sosial budaya rupanya paling dekat dengan mahasiswa dan mudah dipahami secara mendalam. Di situ tertera, membangun hubungan sosial dengan seluruh masyarakat desa, dan masyarakat posko. Dari hubungan baik itu terciptalah budaya yang menakjubkan.

Berbahagialah para pelaku cinlok. Sebab hubungan kalian adalah pengamalan pedoman yang tentu memiliki maksud mulia untuk menciptakan hubungan sosial yang baik dari budaya yang ada. Bagi saya, kesadaran para pelaku tentang pengamalan hubungan sosial yang baik itu, bukan sekedar bagaimana bicara pada kepala desa untuk pelurusn program kerja. Bukan juga bagaimana bicara pada kelompok pemuda agar dapat melakukan program bersama.

Atau bagaimana menjalin hubungan baik dengan keluarga asuh agar terkesan memberi bantuan dan santun meski sesungguhnya lebih banyak berpura-pura daripada rasa tulusnya. (Jangan bohong para pelaksana KKN. Kalian tidak akan melakukan semua ini jika bukan karena tiga SKS yang menentukan kalian “Kumlod” atau tidak.)

Rupa-rupanya pengamalan hubungan sosial yang baik itu juga teraplikasi secara baik di masyarakat posko antar sesama teman seperjuangan, dalam mengumpulkan nilai di mata masyarakat. Secara sadar, untuk menahan rasa jenuh dan bosan di moment seperti KKN, kita menciptakan hubungan yang harmonis dengan PDKT, dan itu memang sangat diperlukan.

Sekali lagi saya ingin mengucapkan selamat untuk para pelaku, selain mengaplikasikan hubungan yang harmonis, rupa-rupanya mereka telah menyelamatkan rasa sedih dan kesepian rekan kerjanya. Rasa kesepian akan jarak yang jauh dan kerinduan pada yang diharapkan dan tidak dapat tecapai, akhirnya terpenuhi oleh hubungan yang akrab. Jadi, niat PDKT sesungguhnya membahagiakan hati orang lain, dan itu adalah amal yang sangat mulia.

Kalau kita mengukur nilai kehidupan seseorang dengan SKS, mungkin cinlok yang bertujuan untuk mengobati hati yang sepi dan memberi kebahagiaan akan mendapat lebih dari tiga SKS.

Saya mohon maaf sebelumnya kepada siapa pun yang marah karena pembenaran saya akan hubungan ini. Murni, saya tidak termasuk yang mengalami cinlok. Karena saya ada di posisi yang tidak cinlok,  jadi tolonglah sedikit percaya pada apa yang saya ungkapkan. Setidaknya kita belajar menilai objektif dengan  tidak memihak apa yang menjadi pilihan kita.

Saya cukup dapat dipercaya dalam hal menilai yang pro-kontra. Kalau dicari salah dan benarnya toh semua memilikinya. Namun kita lihat bagaimana mereka memaknai setiap tindakannya, dan memaknai itu tidaklah cukup dari sisi kita yang merasa mengambil pilihan yang sama.

Sekali, sekali, dan sekali lagi saya mengucapkan selamat untuk semua. Semua yang sudah menjadi pelaku atas misi mulia yang dilakukan, dan akan berakhir secara baik karena sudah membawa bekal kesadaran. Sementara tak lupa juga saya mohon maaf sekali, dan sekali lagi, jika apa yang saya sampaikan mengecewakan para penolak cinlok.

Tetapi baik pelaku cinlok atau tidak, mari kita belajar bersama menghargai segala keputusan yang bisa mereka pertanggungjawabkan secara baik dan dewasa dengan berpedoman buku pedoman KKN yang penuh titah. Pedoman yang perlu dimaknai secara mendalam pada setiap tujuan yang dicantumkan, untuk menunjukan kita sedikit lebih kritis dalam mengungkap segala kemungkinan makna. Makna yang dapat dibuat berdasarkan pedoman yang ada. Tabik. (T)

Tags: cintakampusmahasiswa
Share366TweetSendShareSend
Previous Post

“Shortcut” Denpasar-Singaraja? Ah, Pemalas Bahagia Pilih Jalan Berliku

Next Post

Apa Bahasa Bali “Happy Birthday” & “Happy Anniversary”?

Kadek Desi Nurani

Kadek Desi Nurani

Pemain teater, juga menulis puisi dan cerpen. Puisinya terkumpul dalam antologi "Hadiah untuk Langit". Alumni Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha, Singaraja. Kini tinggal di Denpasar

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Apa Bahasa Bali "Happy Birthday" & "Happy Anniversary"?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co