26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kota Tua Tak Pernah Mati

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
in Tualang
Kota Tua Tak Pernah Mati

Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026, telah memasuki hari ketiga atau hari terakhir. Sabtu Pon Gumbreg, 16 Mei 2026 pukul 09.00 WIB rombongan meninggalkan The Tavia Heretage Hotel, yang sebelumnya bernama Hotel Cempaka Putih di Jakarta Pusat.

Setelah sarapan, sambil menunggu pukul 09.00, dari Lantai 12 Kamar 1213 saya sendiri sekamar sehingga leluasa mengefektifkan waktu untuk menulis catatan perjalanan hari pertama pada Kamis, 14 Mei 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun. Itu pula sebabnya, saya paling belakang naik bus. HP saya berdering setelah menyerahkan Kunci Kamar di Resepsionis. Dering HP dari tour leader Edo Narayana. Orangnya muda, ganteng, kocak suka kocok perut dengan joke-joke-nya yang tak terduga. Strategi berkomunikasi itu adalah starter point bagi pemandu wisata untuk tidak menyenyakkan wisatawan dalam tidur. Sebagai seorang guru, metode yang dikembangkan Bli Edo berhasil menggairahkan penumpang yang rerata opersek (usia di atas 50). Request lagu pun bermunculan dari para penumpang bus untuk berkaraoke ria. Sepanjang perjalanan terasa penuh kenangan dan kehangatan.

Ada tiga tujuan pada hari ketiga di Jakarta : Kota Tua, ITC Mangga Dua, dan Rumah Makan Lembur Kuring. Bli Edo bagus genjing memberikan waktu satu setengah jam di Kota Tua. “Mara ngajak nak tua-tua, mai ajaka ke Kota Tua. Bagus juga, Kota Tua tak pernah mati”, seorang panglingsir desa adat nyeletuk, entah siapa. Saya tidak begitu ngeh.

Terlepas dari celetukan itu, saya paling menikmati situasi Kota Tua dibandingkan dua destinasi lainnya pada hari ketiga di Ibu Kota. Walaupun beberapa kali mengunjungi Kota Tua dalam tiga tahun terakhir, keberadaannya tetap menggedor-gedor batin saya. Mungkin benar kata panglingsir tadi, saya juga sudah tua. Jatuh cinta pada Kota Tua. Makin tua makin berdenyut nadi Kota Tua. Pengunjung tak pernah sepi. Dari anak-anak, remaja, dewasa, dan tua tumplek plek ke Kota Tua. Tiba-tiba saya ingat judul lagu Tua-Tua Keladi dari Anggun C. Sasmi yang debutnya memukau saat saya remaja pada awal 1990-an. Generasi minyak tanah pasti tahu lagu ini yang hit melalui acara Aneka Ria Safari setelah Acara Dunia Dalam Berita TVRI. Para remaja senior  dan yunior kota kala itu bergadang menunggu artis Ibu Kota di ruang tamu tempat kost. Menonton bareng dengan imajiasi-imajinasi tak terkatakan. Remaja matilesan raga, seperti saya, tidak mungkin nyujuh bulan.

Di Kota Tua, beberapa destinasi pavorit antara lain, museum sejarah, museum wayang, kantor post. Di sini yang dijual adalah masa lalu, peradaban, dan sejarah. Di lapangan yang luas, ada penyewaan sepeda untuk merasakan sensasi dan keseruan Ibu Kota. Pengunjung dari anak-anak dan remaja umumnya suka bersepedaan. Selain merasakan sensasi Ibu Kota, juga diunggah di media sosial masing-masing dengan latar gedung-gedung tua bersejarah. Bila haus dahaga, juga tersedia kafe dengan aneka jus buah, roti, dan minuman. Kota Tua memiliki kematangan dalam perencanaan destinasi wisata mengikuti selera zaman.

Namun di balik itu semua, yang menakjubkan sesungguhnya jejak peradaban bangunan-bangunan tua berusia abadan dan abadi hingga kini. Sebuah sindiran bagi pembangunan Gedung baru kini dengan usia pendek. Belum 5 tahun sudah roboh. Bahkan di Bali ada bangunan yang akan diplaspas, roboh sebelum bantennya datang. Kualitas bangunan mencerminkan kualitas manusia yang membangunnya. Gedung-gedung tua pasti dibangun dengan sungguh-sungguh, bahan terpilih, berkekuatan lama, dan visioner. Semangat membangunnya, semangat perang pejuang  45.  Berbeda dengan proyek-proyek pembangunan kini, berusia pendek, bahan asal-asalan, tampak gagah megah di permukaan, keropos di kedalaman. Semangat yang mengilhami ketergesa-gesaan, instan, dengan keuntungan besar. Dibuat gaya spanyol mencitrakan modernitas. Padahal arsitek tradisional Bali, tidak kalah taksunya.  

Jakarta dari Kamar 1213 The Tavia Heretage Hotel

Kota Tua mengajarkan banyak hal. Ketangguhan, kesungguhan, kebertahanan hidup, sejarah peradaban dari masa ke masa (Museum Fattahilah),  seni dan budaya (Museum Wayang), dan komunikasi (Kantor Pos). Berwisata ke Kota Tua adalah melacak jejak sejarah pusat perdagangan dan pemerintahan pada masa kolonial Belanda yang dalam catatan sejarah disebut berkuasa 350 tahun. Kini Indonesia sudah memasuki usia 81 Kemerdekaannya.

Kerusakan alam dan lingkungan begitu nyata. Teknologi makin maju tetapi peradaban terdegredasi. Etika, sopan santun kian menipis, silang wacana makin menganga. Kang sinangguh triguru, kehilangan marwah. Sampah komunikasi bertebaran. Bencana komunikasi pun berpotensi mengoyak kohesi dan koherensi kebangsaan. Keseruan permukaan dipuja, kedalaman makna ditelantarkan.

Maka, kebenaran baru pun lahir, yang berbeda dengan kebenaran itu sendiri. Inilah citra virtual yang disebut simulacra. Dunia penuh simulasi yang kehilangan otentisitas. Hal berkebalikan kita temukan di Kota Tua. Maka saatnya berguru ke Kota Tua. Menghirup nafas perjuangan untuk diinternalisasikan lalu divibrasikan ke luar.

Begitulah berguru ke Kota Tua selalu mengingatkan kita sebagai pejalan kehidupan merasakan healing ke masa lalu untuk eling dan sadar berdiri di sini, sekarang, dan  masa depan. Healing tentu saja lebih banyak diperoleh di ITC Mangga Dua yang menggedor-gedor isi dompet melayani kesenangan yang kadang-kadang bukan menjadi skala prioritas mengikuti selera pasar yang hedonis dan materialis. Mangga Dua memberikan karpet merah untuk  up date gaya hidup agar citra diri tampak menyala di Media Sosial.

Petualangan di Ibu Kota sesungguhnya perjalanan pulang kembali ke Bali. Sejalur dari Hotel-Kota Tua – ITC Mangga Dua lalu Rumah Makan Lembur Kuring. Di Rumah Makan Lembur Kuring, rombongan makan siang dengan hidangan yang sudah tersaji di masing-masing meja sehingga tidak perlu waktu lama. Jarak dari Lembur Kuring ke Bandara Soekarno–Hatta tidak lebih dari 10 menit.  

Krodit di Bandara Soekarno–Hatta juga dirasakan rombongan. Syukurnya, waktunya mencukupi untuk segala urusan sehingga semua anggota rombongan terfasilitasi dan tidak ada yang terlambat naik pesawat. Bayangkan, bila ada yang tertinggal, bukankah tidak ada terminal di udara yang memungkinkan calon penumpang menyetop pesawat dengan alasan terlambat ? Setop pak pilot, mau ikut numpang! Betapa konyolnya. [T]

Tags: Badungdesa adatJakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Next Post

Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails
Next Post
Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban ---Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co