23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

Nadia Pranasiwi Justie Dewantari by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 22, 2026
in Tualang
Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

Suasana jalanan di Katowice, Polandia /Foto Dok.Penulis

Dzień dobry! Nama saya Nadia Pranasiwi Justie Dewantari, mahasiswi kedokteran Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Pada bulan Agustus 2025, saya mengikuti program pertukaran klinis IFMSA SCOPE di Katowice, Polandia. Sejujurnya, saya tidak tahu persis harus berekspektasi apa ketika pertama kali mendaftar, namun ternyata menjadi pengalaman paling berkesan yang pernah saya alami.

Mengapa Polandia?Banyak orang menanyakan hal itu kepada saya. Selain karena faktor keamanan, reputasi layanan kesehatan yang solid, dan biaya hidup yang lebih murah dibandingkan negara Eropa lainnya, alasan sebenarnya adalah karena saya menginginkan tempat di mana saya bisa belajar ilmu kedokteran sekaligus bertemu orang-orang dari berbagai belahan dunia.

 Saya mendengar bahwa Polandia memiliki banyak mahasiswa internasional, jadi saya berpikir, “Oke, di sinilah saya akan mendapatkan pengalaman klinis dan budaya yang saya cari.” Dan dugaan saya ternyata benar. Selama di Polandia, saya ditempatkan di sebuah kota kecil bernama Katowice, sekitar 3 jam perjalanan dengan kereta api dari Ibu Kota Warsawa. Untungnya saya tidak ditempatkan sendirian, tetapi bersama seorang teman dari FK UGM.

Pengalaman di Rumah Sakit

Selama di Katowice, saya satu kamar dengan teman dari Portugal. Tidak terbayang sebelumnya bagaimana jika harus berbagi kamar dengan orang asing. Ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti. Teman sekamar saya ramah dan periang, mencairkan suasana dalam sekejap ketika kami pertama bertemu.

Setiap hari, saya bangun jam 6 pagi untuk bersiap-siap dan mengejar bus satu jam kemudian. Meskipun persis di depan asrama terdapat halte bus, saya lebih memilih halte yang berjarak sekitar 1 km karena saya menikmati berjalan di tengah dinginnya embun pagi. Tiket bus dari asrama ke rumah sakit sekitar 2,10 złoty (Rp10.000,-) sekali jalan.

Tiket bus bulanan bisa dibeli dengan harga yang lebih murah melalui aplikasi atau di mesin tiket yang tersedia di halte. Bicara soal cuaca, meskipun sedang musim panas, suasana selalu terasa dingin dan berangin sehingga meski berjalan kaki agak jauh badan tetap tidak berkeringat.

Berfoto di depan rumah sakit | Foto Dok.Penulis

Saya ditempatkan di Departemen Bedah Vaskular di Górnośląskie Centrum Medyczne Ochojec, sebuah rumah sakit pendidikan di Katowice yang juga merupakan pusat rujukan nasional untuk bedah kardiovaskular. Para dokter di sana sangat sibuk, tetapi mereka cukup baik hati membiarkan saya mengamati berbagai prosedur, seperti: Endovascular Abdominal Aortic Aneurysm Repair (EVAR), embolisasi koil pada arteri iliaka interna, pemasangan stent arteri karotis, dan banyak lagi. Kasus yang paling tidak terlupakan adalah Arteriovenous Malformation (AVM).

Para dokter memberi tahu saya bahwa kasus ini sangat jarang, bahkan hanya muncul sekali dalam sekitar sepuluh tahun. Yang lebih luar biasa lagi, kasus ini membutuhkan kolaborasi antara ahli bedah vaskular dan ahli bedah saraf. Menyaksikan dua spesialisasi bekerja berdampingan dalam satu operasi benar-benar menginspirasi saya. Saya tidak hanya belajar dari para dokter, tetapi juga dari tenaga kesehatan lain seperti perawat dan paramedis.

Foto bersama profesor dan suasana ruang operasi | Foto Dok.Penulis

Pengalaman Budaya dan Sosial

Di luar rumah sakit, pengalaman pertukaran ini pun tak kalah istimewanya. Berbagai kegiatan, seperti mengunjungi kota-kota tetangga, kunjungan ke museum sejarah, bahkan workshop menjahit luka (suturing), pemasangan gips, dan lain-lain menjadi aktivitas yang sangat mengasyikkan. Suatu kali, seorang teman dari Portugal mengadakan workshop memasak. Kami membuat hidangan tradisional Portugal bernama Pastel de Nata, sejenis hidangan penutup egg tart. Rasanya enak sekali!

Momen lain yang sangat berkesan bagi saya adalah National Food and Drink Party, di mana setiap orang membawa makanan dari negara asal mereka. Bersama dengan teman dari Indonesia, saya memasak nasi goreng dan es teh manis. Mendengar betapa teman-teman dari berbagai negara menikmati makanan kami membuat kami merasa bangga dan senang bisa berbagi makanan rumah dengan mereka. Di saat yang sama, saya juga mencoba makanan dari negara-negara yang bahkan belum pernah saya kunjungi. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan!

Teman-teman exchange dan makanan khas berbagai negara | Foto Dok.Penulis

Hal kecil namun bermakna adalah kafetaria di dekat asrama tempat saya makan siang setiap hari. Kedengarannya mungkin sepele, tetapi jujur saja, makanan hangat, lezat, terlebih duduk bersama teman-teman untuk makan siang menjadi bagian dari rutinitas yang selalu saya nantikan.

Pelajaran Berharga

Selain ilmu kedokteran yang saya dapatkan di rumah sakit, banyak pelajaran sangat berharga yang bersifat lebih personal. Ini adalah pertama kalinya saya tinggal sendirian, terlebih di luar negeri, jadi petualangan ini bukanlah tanpa tantangan. Tidak banyak warga lokal yang bisa berbahasa Inggris sehingga saya terbiasa menggunakan aplikasi penerjemah ke mana pun saya pergi.

Selain itu, untuk pertama kalinya dalam hidup, saya memiliki roommate. Saya belajar cara berbagi ruang dan menemukan keseimbangan antara kenyamanan pribadi saya dan orang lain. Awalnya terasa aneh, tetapi pada akhirnya, hal tersebut menjadi salah satu bagian paling berharga dari pengalaman ini.

Yang jelas, saya pulang membawa persahabatan dan kenangan yang saya yakin akan selalu saya simpan untuk waktu yang lama. Jadi, terima kasih Katowice. Terima kasih Polandia! [T]

Penulis: Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
Editor: Adnyana Ole

Tags: Fakultas Kedokteranmahasiswa kedokteranPendidikanPolandia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Darurat Medsos’ untuk Indonesia

Next Post

Willy Fahmy Agiska | kumpulan puisi, 2026 | Jalan Baru 

Nadia Pranasiwi Justie Dewantari

Nadia Pranasiwi Justie Dewantari

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Willy Fahmy Agiska | kumpulan puisi, 2026 | Jalan Baru 

Willy Fahmy Agiska | kumpulan puisi, 2026 | Jalan Baru 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co