5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menilik Film “Sore” Melalui Kacamata Tradisi Komunikasi Sosio-Psikologis

Deanda Dewindaru by Deanda Dewindaru
July 23, 2025
in Ulas Film
Menilik Film “Sore” Melalui Kacamata Tradisi Komunikasi Sosio-Psikologis

Scene Film SORE saat Jo dan Sore berbincang

*Tulisan ini mengandung spoiler film Sore: Istri dari Masa Depan

“Kamu tahu kenapa senja menyenangkan? Kadang dia merah merekah bahagia, kadang dia hitam gelap berduka, tapi langit selalu menerima senja apa adanya.” —Sore, Istri dari Masa Depan.

LAMPU bioskop kembali dihidupkan setelah film “Sore, Istri dari Masa Depan” diputar. Film yang aku tonton bersama 2 (dua) temen dekatku tatkala mataku sembab. Cerita pasutri Jonathan dan Sore membuatku termenung sampai aku menulis esai ini. Pemeran Jonathan adalah Dion Wiyoko sedankan Sore dimainkan oleh Sheila Dara Aisha.

Kisah ini berawal Sore, seorang istri masa depan Jo (panggilan Jonathan) yang mencoba untuk mengubah kebiasaan buruk suaminya, yaitu merokok dan minum alkohol.  Namun, tiap Jo melanggar aturan tersebut, Sore akan mimisan, meninggal, dan kembali pada scene awal—saat Jo belum mengenal Sore, dan mencoba dekat satu sama lain. Begitu Jo mengisap rokoknya lagi, kehidupan kembali. Begitu terus berulang kali sampai aku yang hanya menjadi penonton merasa lelah jika aku menjadi Sore.

Cerita ini mengingatkanku bahwa untuk merubah seseorang, hanya individu tersebut yang mampu mengubah dirinya sendiri. Orang lain hanya dapat mengingat dan menegur, tidak ada wewenang untuk mengubah suatu individu. Hal ini dapat dilihat melalui kacamata tradisi komunikasi sosio-psikologis. Menurut West dan Turner, tradisi ini memahami komunikasi dengan kausalitas—bagaimana perilaku seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial (West & Turner, 2021).

Poster Film SORE

Berdasarkan tradisi tersebut, aku mengingat cerita awal mula Jo merokok. Saat itu Sore mengatakan bahwa Jo mulai merokok di kelas 1 SD. Dia merasa dunia tidak adil kepadanya. Ayah yang ia sayangi meninggalkan Ibu, Kak Cindy (kakak perempuan Jo), dan Jo demi perempuan bule Kroasia. Jo merasa lebih baik tidak dilahirkan daripada hidup tanpa seorang ayah. Ia berpikir bahwa ayahnya mengkhianati dirinya. Hal tersebut yang melandasi Jo “lari” dari kehidupannya dengan merokok dan meminum alkohol.

Faktor sosial di lingkungan Jo tumbuh—yang banyak orang merokok dan suka meminum-minuman keras—, membawa diri Jo sebagai seorang perokok dan peminum pula. Tentu, mengubah perilaku seseorang tidak dapat dilakukan dalam waktu semalam, melainkan waktu yang cukup lama, seperti dalam dialog Sore dan Jo saat Jo bertanya sudah berapa lama Sore hidup? Sore menjawab bahwa ia telah hidup selama ratusan tahun, seolah untuk mengubah perilaku Jo, dibutuhkan waktu yang cukup lama sehingga Sore terus mengulang fase hidup sampai waktu yang tersisa habis.

Dalam mengubah perilaku Jo, Sore berkomunikasi dengan cara yang sangat personal dan mencoba memengaruhi Jo agar mengubah kebiasaanya. Tentu hal ini melibatkan aspek psikologis dari komunikasi.

Sore menggunakan cara-cara tertentu untuk memotivasi perubahan dalam diri Jonathan, meskipun ada dampak fisik pada dirinya sendiri: mimisan dan kematian.  Komunikasi antara Jo dan Sore adalah contoh dari interaksi yang berusaha memperbaiki gaya hidup seseorang.

Pada akhirnya, saat waktu Sore tak tersisa untuk hadir kembali dalam hidup Jo, Sore merasa lelah dan hilang. Jo merasa hampa sekaligus rindu yang tak dapat tergambarkan.

Poster film SORE

Sejak saat itulah Jo mengubah kebiasaannya. Ia pelan-pelan tak lagi merokok dan membuang semua minuman kerasnya. Bahkan, Jo juga mengunjungi rumah Ayahnya di Kroasia. Dia mengirimkan surat bahwa dia sudah memaafkan atas kesalahannya. Jo akhirnya terbebas dari penjara dirinya sendiri. Jo berdamai pada dirinya sendiri, tidak menyalahkan kesalahan orang lain atas sakit yang ia derita.

Scene akhir memperlihatkan Sore yang datang ke pameran Jo di Jakarta. Mereka saling berkenalan satu sama lain. Ketika bersalaman, fragmen kehidupan Jo dan Sore kembali teringat.

Alasan Sore ingin mengubah Jo adalah Jo meninggal karena serangan jantung saat usia pernikahan mereka masih muda. Sore tidak ingin hal itu terjadi sehingga ia mencoba untuk mengubah kebiasaan hidup Jo. Namun, film ini mengingatkan bahwa ada 3 (tiga) hal yang tidak dapat diubah, yaitu masa lalu, kesedihan, dan kematian.

Oleh karena itu, jika kita melihat perilaku individu berbeda dengan kita, hal yang perlu diingat adalah tiap orang memiliki sosio psikologis masing-masing. Layaknya Sore ingin megubah Jo, diperlukan pemahaman yang mendalam kepada alasan Jo memiliki gaya hidup yang buruk. Sore hanya dapat membantu dan menegurnya, selebihnya yang harus merubah kebiasaan itu adalah Jo sendiri.

Jika kamu ingin menonton film ini, siapkan tisu karena menyentuh hati. Tak hanya alur cerita yang fantastik, balutan sinematografi yang apik juga menambah karya Yandy Lauren ini lebih mendalam dan memikat.

Tatapan ekspresif Dion dan Sheila menambah rasa satire dalam film yang dibuat di negara Kroasia dan Finlandia. Tentunya, film ini sangat direkomendasikan bagi kamu yang memiliki pasangan namun tetap hobi merokok dan minum. Sambil menonton film, kamu dapat menyindir pasanganmu sekaligus![T]

Referensi :

West, R. L. ., & Turner, L. H. . (2021). Introducing communication theory : analysis and application. McGraw-Hill Education.

Poster Film SORE. Diakses pada 19 Juli 2025. Instagram @dionwiyoko dan @sheiladaisha.

Scene Film SORE diunduh melalui Youtube Cerita Film. Diakses pada 19 Juli 2025.

Penulis: Deanda Dewindaru
Editor: Jaswanto

Sunyi yang Melawan dan Hal-hal yang Kita Bayangkan tentang Hidup : Film “All We Imagine as Light”
Kritik Terhadap Materialisme Ilmiah yang Tersingkap dalam “The Most Beautiful Girl in the World “ (2025)
“Fireworks Wednesday”: Api Membakar Cadar Rumah Tangga
“Forushande”: Bagaimana Orang Bisa Berubah Menjadi Sapi?
Tags: filmJo dan SoreSoreSore Istri dari Masa Depan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Panggung Biografi “The Brief History Of Dance” dari Garasi Performance Institute di Festival Seni Bali jani 2025

Next Post

(Gangguan) Pikiran dan Motif Penggandaan

Deanda Dewindaru

Deanda Dewindaru

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi - Fisip, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” (UPNVJ) Jakarta

Related Posts

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
0
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

Read moreDetails

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
0
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

Read moreDetails

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
0
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

Read moreDetails

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
0
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

Read moreDetails

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails
Next Post
(Gangguan) Pikiran dan Motif Penggandaan

(Gangguan) Pikiran dan Motif Penggandaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co