13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menilik Film “Sore” Melalui Kacamata Tradisi Komunikasi Sosio-Psikologis

Deanda Dewindaru by Deanda Dewindaru
July 23, 2025
in Ulas Film
Menilik Film “Sore” Melalui Kacamata Tradisi Komunikasi Sosio-Psikologis

Scene Film SORE saat Jo dan Sore berbincang

*Tulisan ini mengandung spoiler film Sore: Istri dari Masa Depan

“Kamu tahu kenapa senja menyenangkan? Kadang dia merah merekah bahagia, kadang dia hitam gelap berduka, tapi langit selalu menerima senja apa adanya.” —Sore, Istri dari Masa Depan.

LAMPU bioskop kembali dihidupkan setelah film “Sore, Istri dari Masa Depan” diputar. Film yang aku tonton bersama 2 (dua) temen dekatku tatkala mataku sembab. Cerita pasutri Jonathan dan Sore membuatku termenung sampai aku menulis esai ini. Pemeran Jonathan adalah Dion Wiyoko sedankan Sore dimainkan oleh Sheila Dara Aisha.

Kisah ini berawal Sore, seorang istri masa depan Jo (panggilan Jonathan) yang mencoba untuk mengubah kebiasaan buruk suaminya, yaitu merokok dan minum alkohol.  Namun, tiap Jo melanggar aturan tersebut, Sore akan mimisan, meninggal, dan kembali pada scene awal—saat Jo belum mengenal Sore, dan mencoba dekat satu sama lain. Begitu Jo mengisap rokoknya lagi, kehidupan kembali. Begitu terus berulang kali sampai aku yang hanya menjadi penonton merasa lelah jika aku menjadi Sore.

Cerita ini mengingatkanku bahwa untuk merubah seseorang, hanya individu tersebut yang mampu mengubah dirinya sendiri. Orang lain hanya dapat mengingat dan menegur, tidak ada wewenang untuk mengubah suatu individu. Hal ini dapat dilihat melalui kacamata tradisi komunikasi sosio-psikologis. Menurut West dan Turner, tradisi ini memahami komunikasi dengan kausalitas—bagaimana perilaku seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial (West & Turner, 2021).

Poster Film SORE

Berdasarkan tradisi tersebut, aku mengingat cerita awal mula Jo merokok. Saat itu Sore mengatakan bahwa Jo mulai merokok di kelas 1 SD. Dia merasa dunia tidak adil kepadanya. Ayah yang ia sayangi meninggalkan Ibu, Kak Cindy (kakak perempuan Jo), dan Jo demi perempuan bule Kroasia. Jo merasa lebih baik tidak dilahirkan daripada hidup tanpa seorang ayah. Ia berpikir bahwa ayahnya mengkhianati dirinya. Hal tersebut yang melandasi Jo “lari” dari kehidupannya dengan merokok dan meminum alkohol.

Faktor sosial di lingkungan Jo tumbuh—yang banyak orang merokok dan suka meminum-minuman keras—, membawa diri Jo sebagai seorang perokok dan peminum pula. Tentu, mengubah perilaku seseorang tidak dapat dilakukan dalam waktu semalam, melainkan waktu yang cukup lama, seperti dalam dialog Sore dan Jo saat Jo bertanya sudah berapa lama Sore hidup? Sore menjawab bahwa ia telah hidup selama ratusan tahun, seolah untuk mengubah perilaku Jo, dibutuhkan waktu yang cukup lama sehingga Sore terus mengulang fase hidup sampai waktu yang tersisa habis.

Dalam mengubah perilaku Jo, Sore berkomunikasi dengan cara yang sangat personal dan mencoba memengaruhi Jo agar mengubah kebiasaanya. Tentu hal ini melibatkan aspek psikologis dari komunikasi.

Sore menggunakan cara-cara tertentu untuk memotivasi perubahan dalam diri Jonathan, meskipun ada dampak fisik pada dirinya sendiri: mimisan dan kematian.  Komunikasi antara Jo dan Sore adalah contoh dari interaksi yang berusaha memperbaiki gaya hidup seseorang.

Pada akhirnya, saat waktu Sore tak tersisa untuk hadir kembali dalam hidup Jo, Sore merasa lelah dan hilang. Jo merasa hampa sekaligus rindu yang tak dapat tergambarkan.

Poster film SORE

Sejak saat itulah Jo mengubah kebiasaannya. Ia pelan-pelan tak lagi merokok dan membuang semua minuman kerasnya. Bahkan, Jo juga mengunjungi rumah Ayahnya di Kroasia. Dia mengirimkan surat bahwa dia sudah memaafkan atas kesalahannya. Jo akhirnya terbebas dari penjara dirinya sendiri. Jo berdamai pada dirinya sendiri, tidak menyalahkan kesalahan orang lain atas sakit yang ia derita.

Scene akhir memperlihatkan Sore yang datang ke pameran Jo di Jakarta. Mereka saling berkenalan satu sama lain. Ketika bersalaman, fragmen kehidupan Jo dan Sore kembali teringat.

Alasan Sore ingin mengubah Jo adalah Jo meninggal karena serangan jantung saat usia pernikahan mereka masih muda. Sore tidak ingin hal itu terjadi sehingga ia mencoba untuk mengubah kebiasaan hidup Jo. Namun, film ini mengingatkan bahwa ada 3 (tiga) hal yang tidak dapat diubah, yaitu masa lalu, kesedihan, dan kematian.

Oleh karena itu, jika kita melihat perilaku individu berbeda dengan kita, hal yang perlu diingat adalah tiap orang memiliki sosio psikologis masing-masing. Layaknya Sore ingin megubah Jo, diperlukan pemahaman yang mendalam kepada alasan Jo memiliki gaya hidup yang buruk. Sore hanya dapat membantu dan menegurnya, selebihnya yang harus merubah kebiasaan itu adalah Jo sendiri.

Jika kamu ingin menonton film ini, siapkan tisu karena menyentuh hati. Tak hanya alur cerita yang fantastik, balutan sinematografi yang apik juga menambah karya Yandy Lauren ini lebih mendalam dan memikat.

Tatapan ekspresif Dion dan Sheila menambah rasa satire dalam film yang dibuat di negara Kroasia dan Finlandia. Tentunya, film ini sangat direkomendasikan bagi kamu yang memiliki pasangan namun tetap hobi merokok dan minum. Sambil menonton film, kamu dapat menyindir pasanganmu sekaligus![T]

Referensi :

West, R. L. ., & Turner, L. H. . (2021). Introducing communication theory : analysis and application. McGraw-Hill Education.

Poster Film SORE. Diakses pada 19 Juli 2025. Instagram @dionwiyoko dan @sheiladaisha.

Scene Film SORE diunduh melalui Youtube Cerita Film. Diakses pada 19 Juli 2025.

Penulis: Deanda Dewindaru
Editor: Jaswanto

Sunyi yang Melawan dan Hal-hal yang Kita Bayangkan tentang Hidup : Film “All We Imagine as Light”
Kritik Terhadap Materialisme Ilmiah yang Tersingkap dalam “The Most Beautiful Girl in the World “ (2025)
“Fireworks Wednesday”: Api Membakar Cadar Rumah Tangga
“Forushande”: Bagaimana Orang Bisa Berubah Menjadi Sapi?
Tags: filmJo dan SoreSoreSore Istri dari Masa Depan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Panggung Biografi “The Brief History Of Dance” dari Garasi Performance Institute di Festival Seni Bali jani 2025

Next Post

(Gangguan) Pikiran dan Motif Penggandaan

Deanda Dewindaru

Deanda Dewindaru

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi - Fisip, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” (UPNVJ) Jakarta

Related Posts

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

by Made Adnyana
May 6, 2026
0
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

Read moreDetails

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails
Next Post
(Gangguan) Pikiran dan Motif Penggandaan

(Gangguan) Pikiran dan Motif Penggandaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co