15 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menilik Film “Sore” Melalui Kacamata Tradisi Komunikasi Sosio-Psikologis

Deanda Dewindaru by Deanda Dewindaru
July 23, 2025
in Ulas Film
Menilik Film “Sore” Melalui Kacamata Tradisi Komunikasi Sosio-Psikologis

Scene Film SORE saat Jo dan Sore berbincang

*Tulisan ini mengandung spoiler film Sore: Istri dari Masa Depan

“Kamu tahu kenapa senja menyenangkan? Kadang dia merah merekah bahagia, kadang dia hitam gelap berduka, tapi langit selalu menerima senja apa adanya.” —Sore, Istri dari Masa Depan.

LAMPU bioskop kembali dihidupkan setelah film “Sore, Istri dari Masa Depan” diputar. Film yang aku tonton bersama 2 (dua) temen dekatku tatkala mataku sembab. Cerita pasutri Jonathan dan Sore membuatku termenung sampai aku menulis esai ini. Pemeran Jonathan adalah Dion Wiyoko sedankan Sore dimainkan oleh Sheila Dara Aisha.

Kisah ini berawal Sore, seorang istri masa depan Jo (panggilan Jonathan) yang mencoba untuk mengubah kebiasaan buruk suaminya, yaitu merokok dan minum alkohol.  Namun, tiap Jo melanggar aturan tersebut, Sore akan mimisan, meninggal, dan kembali pada scene awal—saat Jo belum mengenal Sore, dan mencoba dekat satu sama lain. Begitu Jo mengisap rokoknya lagi, kehidupan kembali. Begitu terus berulang kali sampai aku yang hanya menjadi penonton merasa lelah jika aku menjadi Sore.

Cerita ini mengingatkanku bahwa untuk merubah seseorang, hanya individu tersebut yang mampu mengubah dirinya sendiri. Orang lain hanya dapat mengingat dan menegur, tidak ada wewenang untuk mengubah suatu individu. Hal ini dapat dilihat melalui kacamata tradisi komunikasi sosio-psikologis. Menurut West dan Turner, tradisi ini memahami komunikasi dengan kausalitas—bagaimana perilaku seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial (West & Turner, 2021).

Poster Film SORE

Berdasarkan tradisi tersebut, aku mengingat cerita awal mula Jo merokok. Saat itu Sore mengatakan bahwa Jo mulai merokok di kelas 1 SD. Dia merasa dunia tidak adil kepadanya. Ayah yang ia sayangi meninggalkan Ibu, Kak Cindy (kakak perempuan Jo), dan Jo demi perempuan bule Kroasia. Jo merasa lebih baik tidak dilahirkan daripada hidup tanpa seorang ayah. Ia berpikir bahwa ayahnya mengkhianati dirinya. Hal tersebut yang melandasi Jo “lari” dari kehidupannya dengan merokok dan meminum alkohol.

Faktor sosial di lingkungan Jo tumbuh—yang banyak orang merokok dan suka meminum-minuman keras—, membawa diri Jo sebagai seorang perokok dan peminum pula. Tentu, mengubah perilaku seseorang tidak dapat dilakukan dalam waktu semalam, melainkan waktu yang cukup lama, seperti dalam dialog Sore dan Jo saat Jo bertanya sudah berapa lama Sore hidup? Sore menjawab bahwa ia telah hidup selama ratusan tahun, seolah untuk mengubah perilaku Jo, dibutuhkan waktu yang cukup lama sehingga Sore terus mengulang fase hidup sampai waktu yang tersisa habis.

Dalam mengubah perilaku Jo, Sore berkomunikasi dengan cara yang sangat personal dan mencoba memengaruhi Jo agar mengubah kebiasaanya. Tentu hal ini melibatkan aspek psikologis dari komunikasi.

Sore menggunakan cara-cara tertentu untuk memotivasi perubahan dalam diri Jonathan, meskipun ada dampak fisik pada dirinya sendiri: mimisan dan kematian.  Komunikasi antara Jo dan Sore adalah contoh dari interaksi yang berusaha memperbaiki gaya hidup seseorang.

Pada akhirnya, saat waktu Sore tak tersisa untuk hadir kembali dalam hidup Jo, Sore merasa lelah dan hilang. Jo merasa hampa sekaligus rindu yang tak dapat tergambarkan.

Poster film SORE

Sejak saat itulah Jo mengubah kebiasaannya. Ia pelan-pelan tak lagi merokok dan membuang semua minuman kerasnya. Bahkan, Jo juga mengunjungi rumah Ayahnya di Kroasia. Dia mengirimkan surat bahwa dia sudah memaafkan atas kesalahannya. Jo akhirnya terbebas dari penjara dirinya sendiri. Jo berdamai pada dirinya sendiri, tidak menyalahkan kesalahan orang lain atas sakit yang ia derita.

Scene akhir memperlihatkan Sore yang datang ke pameran Jo di Jakarta. Mereka saling berkenalan satu sama lain. Ketika bersalaman, fragmen kehidupan Jo dan Sore kembali teringat.

Alasan Sore ingin mengubah Jo adalah Jo meninggal karena serangan jantung saat usia pernikahan mereka masih muda. Sore tidak ingin hal itu terjadi sehingga ia mencoba untuk mengubah kebiasaan hidup Jo. Namun, film ini mengingatkan bahwa ada 3 (tiga) hal yang tidak dapat diubah, yaitu masa lalu, kesedihan, dan kematian.

Oleh karena itu, jika kita melihat perilaku individu berbeda dengan kita, hal yang perlu diingat adalah tiap orang memiliki sosio psikologis masing-masing. Layaknya Sore ingin megubah Jo, diperlukan pemahaman yang mendalam kepada alasan Jo memiliki gaya hidup yang buruk. Sore hanya dapat membantu dan menegurnya, selebihnya yang harus merubah kebiasaan itu adalah Jo sendiri.

Jika kamu ingin menonton film ini, siapkan tisu karena menyentuh hati. Tak hanya alur cerita yang fantastik, balutan sinematografi yang apik juga menambah karya Yandy Lauren ini lebih mendalam dan memikat.

Tatapan ekspresif Dion dan Sheila menambah rasa satire dalam film yang dibuat di negara Kroasia dan Finlandia. Tentunya, film ini sangat direkomendasikan bagi kamu yang memiliki pasangan namun tetap hobi merokok dan minum. Sambil menonton film, kamu dapat menyindir pasanganmu sekaligus![T]

Referensi :

West, R. L. ., & Turner, L. H. . (2021). Introducing communication theory : analysis and application. McGraw-Hill Education.

Poster Film SORE. Diakses pada 19 Juli 2025. Instagram @dionwiyoko dan @sheiladaisha.

Scene Film SORE diunduh melalui Youtube Cerita Film. Diakses pada 19 Juli 2025.

Penulis: Deanda Dewindaru
Editor: Jaswanto

Sunyi yang Melawan dan Hal-hal yang Kita Bayangkan tentang Hidup : Film “All We Imagine as Light”
Kritik Terhadap Materialisme Ilmiah yang Tersingkap dalam “The Most Beautiful Girl in the World “ (2025)
“Fireworks Wednesday”: Api Membakar Cadar Rumah Tangga
“Forushande”: Bagaimana Orang Bisa Berubah Menjadi Sapi?
Tags: filmJo dan SoreSoreSore Istri dari Masa Depan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Panggung Biografi “The Brief History Of Dance” dari Garasi Performance Institute di Festival Seni Bali jani 2025

Next Post

(Gangguan) Pikiran dan Motif Penggandaan

Deanda Dewindaru

Deanda Dewindaru

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi - Fisip, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” (UPNVJ) Jakarta

Related Posts

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

by Made Adnyana
May 6, 2026
0
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

Read moreDetails

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails
Next Post
(Gangguan) Pikiran dan Motif Penggandaan

(Gangguan) Pikiran dan Motif Penggandaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Lantik 123 PNS Formasi 2024, Bupati Sutjidra: Junjung Tinggi Nilai BerAKHLAKdan Pelayan Terbaik bagi Masyarakat Buleleng
Pemerintahan

Lantik 123 PNS Formasi 2024, Bupati Sutjidra: Junjung Tinggi Nilai BerAKHLAKdan Pelayan Terbaik bagi Masyarakat Buleleng

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra secara resmi mengambil sumpah/janji serta menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi...

by tatkala
June 15, 2026
Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026

DALAM suasana yang akrab, pandangan orang-orang masih tertuju ke depan, tepatnya pada dua remaja yang berupaya menjaga suasana hati audiens...

by Ingga Adelia
June 15, 2026
Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif
Pendidikan

Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif

JARI-jari mereka bergerak cepat di atas layar gawai dan laptop. Di beberapa ruang kelas SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam),...

by Dede Putra Wiguna
June 15, 2026
Lomba Mewarnai di Pesta Kesenian Bali 2026 —Ketut Kayla Safira Maharani Eliani Tirta Juara I
Panggung

Lomba Mewarnai di Pesta Kesenian Bali 2026 —Ketut Kayla Safira Maharani Eliani Tirta Juara I

ANAK-anak ini tampak tenang dan santai. Mereka duduk manis di atas karpet di teras Museum Taman Budaya, Art Center Provinsi...

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
Pemerintahan

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Om Swastyastu, Atas nama Pemerintah Kabupaten Buleleng dan pribadi, kami I Nyoman Sutjidra, Bupati Buleleng, bersama Gede Supriatna, Wakil Bupati...

by tatkala
June 15, 2026
Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali
Panggung

Peed Aya PKB 2026, Seni Keberlanjutan

PEMENTASAN Peed Aya serangkaian dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) selalu ada yang baru, dan pastinya menarik. Arak-arakan barisan yang...

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026
Ulas Pentas

Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026

MENERJEMAHKAN tema Pesta Kesenian Bali (PKB) ke dalam seni pertunjukan kerap menjadi tantangan bagi para seniman. Pertama, tema-tema PKB dirumuskan...

by I Nyoman Darma Putra
June 15, 2026
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali
Ulas Rupa

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

by Oka Rusmini
June 15, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Wisatawan Eropa Masih Menjadi Andalan Indonesia

MASA tinggal terlama wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia didominasi oleh wisatawan asal negara-negara Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan Eropa...

by Chusmeru
June 15, 2026
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
Puisi

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
Mendengar Kembali Bunyi yang Terlupakan: Catatan atas Pertunjukan Gula Gending 2.0 di Taman Budaya NTB
Panggung

Mendengar Kembali Bunyi yang Terlupakan: Catatan atas Pertunjukan Gula Gending 2.0 di Taman Budaya NTB

ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas...

by Jaswanto
June 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co