24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harapan Era Baru dan Kebahagiaan Palestina  Lewat Lagu “When the Ship Comes In”

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
July 22, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

Kata-kata memenuhi kepalaku, dan jatuh ke lantai,
bahwa jika Tuhan ada di pihak kita,
dia akan menghentikan perang berikutnya.

-,Bob Dylan

PENINDASAN yang dilakukan bangsa Israel atas bangsa Palestina yang merdeka dan berdaulat, sebuah episode kelam manusia bersaudara keturunan Ibrahim AS. Motif peristiwa perang ini sulit dijelaskan oleh nalar orang beriman, karena ini sebuah agenda “jahat dan jahat” dari saudara kepada saudaranya.

Sejarah dan fakta konflik Israel dan Palestina telah terjadi sejak abad ke-20, sudah merentang di tiga abad yang berbeda. Kisah pilu Palestina di awali pada 29-31 Agustus 1897 saat Theodor Herzl memimpin Kongres Zionis Pertama. Mereka menyepakati langkah-langkah untuk mendirikan negara Yahudi di Palestina yang saat itu dikuasai Turki Utsmani.

Sejak itu orang Arab Palestina mulai terusir dari tanah airnya, imigran Yahudi mulai berdatangan dengan membeli tanah-tanah secara paksa dan teror kepada rakyat palestina. Pendanaan kuat dari bankir-bankir Yahudi di Eropa menyokong gerakan ini.

Melalui dana itu, imigran Yahudi semakin banyak dan masif berdatangan ke Palestina dan membeli tanah-tanah warga Arab yang sudah berabad-abad tinggal lebih dulu di Palestina. Orang Yahudi menjadi tuan-tuan tanah di tanah air orang Palestina. 

Konflik sampai hari ini terus terjadi hingga pecah drama pembantaian rakyat Palestina, Palestina akhirnya melakukan perlawanan besar-besaran yang dipimpin oleh Hamas, namun tetap tidak seimbang. Israel melakukan serangan secara membabi buta, sejumlah rumah sakit bahkan dihancurkan, sehingga menyebabkan akses terhadap pelayanan kesehatan sangat sulit dijangkau.

Rakyat Palestina terpaksa pindah serta mengamankan diri ke daerah Rafah yang masih diserang dan dibombardir terus-menerus oleh Israel dengan keji. Sejumlah cara dilakukan oleh berbagai negara untuk menghentikan serangan Israel terhadap Palestina.

Tidak hanya PBB dan negara-negara yang berusaha menghentikan Israel, tetapi juga muncul gerakan BDS (Boycott, Divestment and Sanctions) dari masyarakat untuk memboikot merek-merek yang diketahui mendanai Israel. Afrika Selatan bahkan membawa kasus ini ke International Court of Justice (ICJ), tetapi tidak kunjung membuahkan hasil yang signifikan (https://law.ugm.ac.id/dialektika-4-kejahatan-perang-dan-kemanusiaan-oleh-israel-terhadap-palestina/).

Sejak berdiri negara Zionis Israel, atas dukungan Inggeris dan Amerika Serikat, konflik di Timur Tengah terus memanas dan berkobar sampai hari ini, banyak para Alim dan cerdik pandai mengatakan bahwa konflik ini tidak akan selesai, sampai akhir zaman nanti, Wallahualambissawab (hanya Allah SWT yang mengetahuinya). Kita manusia sebagai makhluk yang lemah tetap untuk terus mengikhtiarkan perdamaian, dan menghentikan penindasan, pembantaian terhadap bangsa Palestina ini.

​​​​​***

Bila kita potret perjuangan rakyat Palestina dengan lirik “When the Ship Comes In” lagu karya Bob Dylan seorang musisi berdarah Yahudi peraih Nobel 2016 bidang sastra,  mengekspresikan harapan akan datangnya masa depan yang lebih baik, setelah masa-masa sulit. Lagu ini sebenarnya sering ditafsirkan sebagai metafora untuk gerakan hak-hak sipil dan harapan akan perubahan sosial. Lagu saya gunakan sebagai spirit untuk terjadinya perubahan eskalasi peperangan, menjadi hidup damai dan tentram. Tujuan menuliskan ini juga harapan saya sebagai doa, untuk rakyat Palestina agar segera terbebas dari belenggu kekejaman zionis Israel, dan perubahan. 

Liriknya yang kuat dan optimis, serta musiknya yang khas folk, menjadikannya salah satu lagu yang paling dikenal dari Bob Dylan. Lagu ini menggunakan metafora kapal yang datang sebagai simbol perubahan dan harapan, khususnya dalam konteks perjuangan hak-hak sipil dan perlawanan terhadap penindasan.

Lagu “When the Ship Comes In” ditulis pada tahun 1963 dan dirilis dalam album “The Times They Are a-Changin”. Liriknya menggambarkan kemenangan atas kekuatan yang menindas dan datangnya era baru yang lebih adil. Liriknya secara jelas menyebutkan musuh yang kalah dan “mati”, yang bisa diinterpretasikan sebagai kekuatan penindas, ketidakadilan, atau sistem yang korup. “Musuh yang kalah dan mati” adalah zionis Israel dalam tulisan ini.

Lirik lagu ini saya paksakan sebagai harapan baru bagi rakyat Palestina. Saya sadari mungkin ini sangat keliru, di satu sisi saya merasakan spirit lagu ini bila kita simak dan maknai secara bebas adalah bagaimana perjuangan untuk menggulingkan seorang lalim tidak membuat seseorang menjadi “jahat”, tetapi sebuah ikhtiar yang mulia. Mungkin para fanatik lirik-lirik Bob Dylan akan mencibir kekeliruan ini, tetapi naskah ini saya anggap sebagai doa untuk datangnya harapan masa depan yang lebih baik.

Lagu ini bila kita maknai secara subyektif, ini jelas bukan pencarian spiritual sama sekali, seperti dikemukakan oleh para pengulas lagu ini. “When the Ship Comes In” lagu tentang perjuangan abadi antara mereka yang punya dan mereka yang tidak punya.

“Saat kapal datang”, frasa ini simbolisasi atau metafora untuk kedatangan masa depan yang lebih baik, atau momen kemenangan dan pembebasan dari kesulitan. Kapal dapat mewakili harapan, pembaruan, atau perubahan positif. Beberapa lirik dalam lagu ini yang dapat mewakili situasi kondisi rakyat Palestina.

Lirik lagu ini juga mengandung unsur perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan. Kata-kata seperti the hurricane “angin badai,” the sea will split “laut yang terbelah,” dan For the chains of the sea will have busted in the night “rantai yang putus” menunjukkan perjuangan dan pembebasan dari belenggu, ini merujuk pada orang-orang yang telah menderita atau tertindas, dan sekarang bersatu dalam harapan akan datangnya masa depan yang bahagia.

Lirik “and the sands will roll out a carpet of gold” dapat kita maknai the sands will be a-glowin (pasir akan menyala), sebagai gambaran visual yang cerah dan penuh harapan, menandakan akhir dari kegelapan dan awal dari sesuatu yang baru dan positif.

“That the whole wide world is ‘watchin’” (Dunia sedang menyaksikan ‘kekejaman’), sepadan dengan kalimat And the waters all around will start to rise dalam suatu ulasan lirik lagu ini (dan air di sekeliling akan mulai naik), dapat dimaknai gelombang perubahan yang tak terhindarkan, atau kekuatan alam yang mendukung harapan dan pembaruan. Saat ini mata dunia melihat jahat dan jahatnya zionis Israel, dan para sekutunya Amerika Serikat dan Inggeris yang selalu menggunakan hak vetonya di PBB. Negara Iran, China, Rusia, Korea Utara mulai breaksi secara keras atas kelaliman Zionis atas Palestina dalam pemberitaan.

“Oh, the fishes will laugh as they swim out of the path” (ikan-ikan akan tertawa saat berenang keluar dari jalurnya) dapat dimaknai And the old ones will be smiling (orang-orang tua akan tersenyum), menunjukkan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi semua generasi, termasuk mereka yang telah lama menderita.

“And the seagulls, they’ll be smiling”  (dan burung camar akan tersenyum) dapat dimaknai atau metaphora dari And the young ones will be singin (dan anak-anak muda akan bernyanyi), lirik ini melambangkan semangat optimis dan vitalitas generasi muda yang akan menyambut masa depan dengan sukacita.

Perjuangan rakyat Palestina terus bergelora untuk sampai pada pembebasan dari penindasan, dan belenggu masa lalu seperti disimbolkan dalam lirik  for the chains of the sea will have busted in the night (dan rantai akan putus). Dengan angin di belakang kita dan matahari di mata depan kita, gambaran tentang perjalanan perjuangan yang didukung oleh kekuatan alam dan harapan yang membara.

Menutup tulisan ini  dengan merenungi dan merasakan penderitaan rakyat Palestina, dua ayat janji Allah SWT dalam surat ke-94, Alam Nasroh atau Surat Al Insyirah, bahwa “sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,”.

Perjuangan Palestina telah menjadi salah satu konflik terpanjang dan paling rumit dalam sejarah dunia. Konflik ini telah menyebabkan penderitaan yang tak terhitung bagi rakyat Palestina, termasuk pembantaian, pemerkosaan, kehilangan nyawa, penghancuran rumah dan infrastruktur, serta berbagai pelanggaran hak asasi manusia. Semoga konflik kedua bangsa bersaudara dengan niat doa yang tulus apa pun, siapa pun latar belakang kepercayaan kita segera berakhir penindasan dan datangnya era baru yang lebih adil. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
Demi Waktu yang Terus Berjalan, Aku Adalah Harimu
Citra Sebuah Kota Bukan Sekadar Jargon
Pulau dan Kepulauan di Nusantara: Nama, Identitas, dan Pengakuan
Kita Hanyalah Setetes Air dan Butiran Debu | Refleksi dari Lagu “Dust in the Wind”
Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan
Tags: Bod DylanlaguPalestina
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Pesan Kehidupan: Refleksi  atas Pembongkaran Bangunan di Pantai Bingin

Next Post

Kebijakan “Publisher Rights”: Perusahaan Pers Harusnya Tak Lagi Berdarah Karena Punya Jatah

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Aturan Turunan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi: Kebijakan “Omon-Omon”?

Kebijakan “Publisher Rights”: Perusahaan Pers Harusnya Tak Lagi Berdarah Karena Punya Jatah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co