23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
July 9, 2025
in Esai
Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Ilustrasi oleh Vivit Arista Dewi

BANYUWANGI bukan hanya sekadar kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa. Kabupaten ini sering dikenal sebagai Bumi Santet, sekaligus merupakan tempat dengan banyak cerita mistis sehingga menyimpan stigma yang sulit dihilangkan meskipun waktu terus berlalu. Namun, di zaman modern ini, saat generasi muda melihat dunia dengan akal dan logika, warisan ini menimbulkan pertanyaan. Apakah santet masih menjadi beban, atau justru merupakan identitas yang patut dibanggakan?

Stigma Banyuwangi sebagai Bumi Santet tidak hanya desas-desus atau muncul dari cerita rakyat. Salah satu peristiwa yang memperkuat julukan ini tidak luput dari pembantaian 1998 di Banyuwangi. Puluhan bahkan ratusan orang dituduh sebagai dukun santet dan dibunuh dengan brutal oleh sekelompok orang bertopeng yang disebut ‘ninja’. Tragedi ini terukir dalam ingatan masyarakat Indonesia dan semakin memperkuat citra Banyuwangi sebagai daerah mistis yang dipenuhi bahaya tak terlihat.

Lebih jauh lagi, santet dalam pandangan masyarakat luar seringkali diasosiasikan dengan ilmu hitam meliputi praktik gaib yang bertujuan untuk mencelakai, menyebarkan penyakit, merusak rumah tangga, bahkan merenggut nyawa. Stigma ini menutup wajah asli Banyuwangi yang kaya akan seni, budaya, dan kearifan lokal. Masyarakat luar cenderung memandang Banyuwangi bukan sebagai daerah budaya, melainkan sebagai tempat mistis yang menakutkan.

Santet sebagai Warisan Leluhur

Bagi masyarakat Osing Banyuwangi, santet bukan sekadar ilmu hitam untuk mencelakai. Dalam tradisi lokal, santet dipandang sebagai bagian dari ilmu kebatinan yang memiliki warna makna yang berbeda-beda. Ada santet hitam yang dikenal sebagai ilmu untuk mencelakai, tetapi ada juga ilmu merah untuk pengasihan, ilmu kuning untuk menumbuhkan kewibawaan, dan ilmu putih untuk menangkal serangan gaib.

Ilmu-ilmu ini dahulu dipercaya sebagai penjaga keseimbangan hidup. Santet berfungsi sebagai alat kontrol sosial, menahan orang untuk tidak sembarangan berbuat zalim karena takut terkena balasan gaib. Lebih dari itu, santet hidup dalam cerita-cerita lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bukan hanya sebagai ancaman, tetapi juga sebagai bagian dari kearifan yang mengatur harmoni dalam masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, makna santet dalam budaya ini sering terlupakan. Masyarakat luar lebih banyak mengenal sisi gelapnya, sementara lapisan makna yang lebih luas jarang muncul ke permukaan.

Suara Generasi Muda terhadap Warisan Mistis

Sebagai pendukung dalam pembahasan ini, sebuah kuesioner sederhana telah disebarkan kepada generasi muda usia 21 sampai 24 tahun  dengan tujuan untuk menggali pandangan mereka mengenai citra Banyuwangi dan warisan kepercayaan mistis yang melekat. Kuesioner ini diisi oleh delapan responden yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk yang berasal dari Banyuwangi, sekadar berkunjung atau hanya mengenal daerah ini melalui media.

Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden memandang Banyuwangi sebagai daerah yang dikenal karena keindahan alam dan budayanya. Namun, bayang-bayang cerita mistis, termasuk santet, tetap melekat di benak mereka. Beberapa responden menyebut “santet” dan  “ilmu hitam” sebagai hal pertama yang terlintas saat mendengar nama Banyuwangi, sementara lainnya lebih menonjolkan wisata dan tradisi.

Mayoritas menilai citra Banyuwangi saat ini positif bahkan sangat positif. Meski demikian, mereka juga mengakui bahwa cerita mistis seperti santet dan dukun masih cukup melekat pada citra daerah ini.

Kemudian mengenai pentingnya mempercayai warisan kepercayaan leluhur, pendapat para responden cukup bervariasi. Ada yang merasa itu sangat penting, tetapi tidak sedikit yang menilai tidak terlalu penting, mencerminkan adanya pergeseran cara pandang di kalangan generasi muda. Mereka juga menyebut bahwa alasan anak muda cenderung enggan mewariskan kepercayaan leluhur adalah karena dianggap tidak relevan dengan kehidupan modern. Meski begitu, dalam opini terbuka, sebagian besar tetap menyerukan pentingnya menjaga budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

Hasil pandangan generasi muda dalam artikel ini didukung oleh kuesioner sederhana yang dapat dilihat di sini

Memaknai Ulang Warisan Leluhur

Citra Banyuwangi sebagai Bumi Santet memang tak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari cerita turun-temurun, tragedi sejarah, dan bayang-bayang mistis yang terwariskan dari masa ke masa. Namun, ketika generasi muda hidup di tengah arus teknologi, akal sehat, dan keterbukaan informasi, citra itu perlahan diuji.

Santet dan cerita mistis tak harus dibuang sebagai warisan kelam, tetapi juga tak harus diagungkan tanpa kritis. Kini saat pariwisata, seni, dan budaya Banyuwangi semakin dikenal dunia, citra Bumi Santet tidak lagi harus menjadi bayang-bayang yang membebani. Warisan ini layak dimaknai ulang sebagai bagian dari perjalanan sejarah, bukan sekadar label hitam yang menakutkan. Banyuwangi adalah lebih dari sekadar mitos kelam, ia adalah tanah budaya yang kaya dan layak dibanggakan.

Namun, sudahkah kita benar-benar memahami makna warisan ini sebelum menolaknya? [T]

REFERENSI

  • Herniti, S. 2012. KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA TERHADAP SANTET, WANGSIT, DAN ROH MENURUT PERSPEKTIF EDWARDS EVANS-PRITCHARD. ThaqÃfiyyÃT.
  • Subekti, A. & Kusairi, L. 2019. FROM SUNRISE OF JAVA TO SANTET OF JAVA: RECENT URBAN SYMBOLISM OF BANYUWANGI, INDONESIA. Atlantis Press.

Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole

Drama Tari  “Kesempatan Kedua” ISI Denpasar di Banyuwangi Festival 2024
Drama “Sri Tanjung”, Asal-Usul Nama Banyuwangi di Taman Bung Karno Singaraja
Soal Wisata Desa, Bali Bisa Belajar dari Banyuwangi
Pulau Merah: Surga di Selatan Banyuwangi
Desa Wisata Taman Sari di Banyuwangi, Hebat Bersama, Bumdes Kelola Homestay Milik Warga
Sekilas Tentang Banyuwangi: Sosok Buyut Cili Dibalik Desa Kemiren
Bunuh Diri Bahasa Using Banyuwangi
Tags: banyuwangiJawa TimurSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Generasi (L)emas: Saat Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana

Next Post

Internalisasi “Green Behavior” pada Pembelajaran

Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Udayana yang memiliki minat besar terhadap sejarah. Lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, ia gemar melakukan perjalanan (travelling) ke berbagai tempat bersejarah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan cerita masa lampau. IG: vivitarsta

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Internalisasi “Green Behavior” pada Pembelajaran

Internalisasi "Green Behavior" pada Pembelajaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co