4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Generasi (L)emas: Saat Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
July 9, 2025
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea

BAYANGKANLAH ini: di tengah derasnya arus dunia yang digerakkan oleh kecerdasan buatan dan teknologi mutakhir, Indonesia berdiri sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia—284,44 juta jiwa per pertengahan 2025. Lebih dari 68 persen di antaranya berada dalam usia produktif, usia yang seharusnya menjadi mesin penggerak pembangunan dan peradaban.
Kita menyebutnya sebagai “bonus demografi”.

Namun pertanyaan yang harus kita renungkan bersama adalah: apakah bonus ini akan menjadi berkah emas, atau justru berubah menjadi jebakan generasi (l)emas—yang terjebak dalam ilusi dan lupa arah?

Generasi Emas atau Generasi yang Terlepas?

Setiap bangsa punya mimpinya. Indonesia punya Indonesia Emas 2045—tahun ketika kita genap 100 tahun merdeka dan diproyeksikan menjadi kekuatan ekonomi global. Tapi di balik ambisi itu, angka-angka menyimpan tanda tanya yang mendesak.

7,28 juta orang menganggur, dan 17,3% pemuda usia 15–24 tahun tak memiliki pekerjaan. Sebanyak 1 dari 5 anak muda Indonesia bahkan masuk kategori NEET—tidak sekolah, tidak bekerja, dan tidak menjalani pelatihan apa pun.

Apakah ini wajah generasi emas yang kita bayangkan?

Di Tengah Dunia yang Bergerak Cepat, Kita Tertinggal oleh Sistem yang Lambat

Kita hidup di zaman yang serba cepat—AI mengambil alih pekerjaan, algoritma menentukan tren, dan robot tidak pernah minta THR. Tapi sistem pendidikan kita masih sering bergelut dengan kurikulum yang lebih fokus pada hafalan daripada keterampilan hidup. Dunia sudah masuk ke era prompt engineering, tapi anak-anak kita masih diuji dengan metode cocokkan jawaban A, B, C atau D.

Di sisi lain, sistem politik kita terlalu sering sibuk merapikan tampilan luar, tetapi lupa membenahi fondasi: kejujuran, meritokrasi, dan arah kebijakan jangka panjang yang berpihak pada generasi muda.

Lalu di ruang budaya, kita punya segalanya—nilai, seni, bahasa, cerita nenek moyang. Tapi hari ini, semua itu lebih sering jadi latar belakang estetika Instagram daripada bahan renungan dalam membentuk karakter bangsa. Kita kehilangan kedalaman, padahal justru di situlah akar kekuatan kita.

AI dan Generasi yang Terdegradasi

Di satu sisi, kecerdasan buatan membawa harapan. Ia mampu mendeteksi penyakit lebih cepat, menciptakan efisiensi kerja, dan membuka model bisnis baru. Tapi AI juga membawa risiko besar bagi mereka yang tak sempat—atau tak sempat disiapkan—untuk beradaptasi.

Pekerjaan-pekerjaan dengan skill rendah dan menengah akan hilang. Bahkan profesi kreatif pun mulai digantikan oleh algoritma. Jika hari ini generasi muda tidak membekali diri dengan soft skill, literasi digital, dan mental pembelajar seumur hidup—maka mereka bisa jadi penonton di rumah sendiri.

Indonesia Emas Butuh Generasi yang Tahu Arah

Menjadi generasi emas bukan soal usia muda atau jumlah banyak. Ia tentang:

– Memiliki kompas moral di tengah gempuran disinformasi.
– Mampu bekerja lintas budaya dan kolaborasi global.
– Tangguh dalam menghadapi disrupsi, dan tetap manusiawi saat mesin mulai menguasai ruang kerja.

Solusi Cerdas dan Aksi Nyata

Rhenald Kasali mengingatkan pentingnya self-driving generation—generasi yang tidak sekadar menunggu peluang, tapi menciptakannya. Pendidikan kita harus melatih keberanian, ketangguhan, dan kemandirian.

Najwa Shihab menyuarakan pentingnya narasi. Ia mengajarkan bahwa generasi muda harus bisa bicara, berpikir, dan menulis dengan etis. Bukan sekadar viral, tetapi bernilai. Bukan hanya cerewet di media sosial, tapi juga berani turun tangan untuk perubahan sosial.

Merry Riana memberikan semangat khasnya: “Jangan cuma bertahan hidup. Tapi hidup yang penuh makna.” Hidup ini bukan tentang menghindari gagal, tapi tentang berani mencoba.

Pesan untukmu, Generasi (L)emas

Kita punya peluang, tapi juga risiko. Kita punya jumlah, tapi belum tentu daya. Kita hidup di negeri yang kaya, tapi kita harus memastikan jiwanya tak miskin nilai.

Generasi (L)emas bukan sekadar nama, tetapi panggilan. Jika kamu membaca ini dan merasa gelisah, itu baik. Artinya hatimu masih hidup. Artinya, kamu bisa memulai langkah kecil untuk sesuatu yang besar.

Karena Indonesia Emas 2045 tidak akan hadir karena pidato pejabat atau janji kampanye. Ia akan hadir lewat keringat, ide, dan keberanian anak muda hari ini.

Mari kita menjadi generasi yang tidak hanya lahir di era emas, tapi layak dikenang karena menjadikannya kenyataan.

Bangkit. Bergerak. Buktikan. [T]

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Di Balik Ujian Hidup: Mengapa Tuhan Tidak Pernah Salah Menakar?
Saat Dunia Kian Pintar, Tapi Nurani Kian Pudar
Tidak Ada Definisi untuk Anak Pertama Saya
PENJARA: Penyempurnaan Jiwa dan Raga
Mars dan Venus: Menjaga Harmoni Kodrati
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Tags: generasi mudaIndonesia Emas 2045
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melodi Bersuara: Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir dalam Langkah Baskara Putra

Next Post

Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co