26 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Generasi (L)emas: Saat Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
July 9, 2025
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea

BAYANGKANLAH ini: di tengah derasnya arus dunia yang digerakkan oleh kecerdasan buatan dan teknologi mutakhir, Indonesia berdiri sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia—284,44 juta jiwa per pertengahan 2025. Lebih dari 68 persen di antaranya berada dalam usia produktif, usia yang seharusnya menjadi mesin penggerak pembangunan dan peradaban.
Kita menyebutnya sebagai “bonus demografi”.

Namun pertanyaan yang harus kita renungkan bersama adalah: apakah bonus ini akan menjadi berkah emas, atau justru berubah menjadi jebakan generasi (l)emas—yang terjebak dalam ilusi dan lupa arah?

Generasi Emas atau Generasi yang Terlepas?

Setiap bangsa punya mimpinya. Indonesia punya Indonesia Emas 2045—tahun ketika kita genap 100 tahun merdeka dan diproyeksikan menjadi kekuatan ekonomi global. Tapi di balik ambisi itu, angka-angka menyimpan tanda tanya yang mendesak.

7,28 juta orang menganggur, dan 17,3% pemuda usia 15–24 tahun tak memiliki pekerjaan. Sebanyak 1 dari 5 anak muda Indonesia bahkan masuk kategori NEET—tidak sekolah, tidak bekerja, dan tidak menjalani pelatihan apa pun.

Apakah ini wajah generasi emas yang kita bayangkan?

Di Tengah Dunia yang Bergerak Cepat, Kita Tertinggal oleh Sistem yang Lambat

Kita hidup di zaman yang serba cepat—AI mengambil alih pekerjaan, algoritma menentukan tren, dan robot tidak pernah minta THR. Tapi sistem pendidikan kita masih sering bergelut dengan kurikulum yang lebih fokus pada hafalan daripada keterampilan hidup. Dunia sudah masuk ke era prompt engineering, tapi anak-anak kita masih diuji dengan metode cocokkan jawaban A, B, C atau D.

Di sisi lain, sistem politik kita terlalu sering sibuk merapikan tampilan luar, tetapi lupa membenahi fondasi: kejujuran, meritokrasi, dan arah kebijakan jangka panjang yang berpihak pada generasi muda.

Lalu di ruang budaya, kita punya segalanya—nilai, seni, bahasa, cerita nenek moyang. Tapi hari ini, semua itu lebih sering jadi latar belakang estetika Instagram daripada bahan renungan dalam membentuk karakter bangsa. Kita kehilangan kedalaman, padahal justru di situlah akar kekuatan kita.

AI dan Generasi yang Terdegradasi

Di satu sisi, kecerdasan buatan membawa harapan. Ia mampu mendeteksi penyakit lebih cepat, menciptakan efisiensi kerja, dan membuka model bisnis baru. Tapi AI juga membawa risiko besar bagi mereka yang tak sempat—atau tak sempat disiapkan—untuk beradaptasi.

Pekerjaan-pekerjaan dengan skill rendah dan menengah akan hilang. Bahkan profesi kreatif pun mulai digantikan oleh algoritma. Jika hari ini generasi muda tidak membekali diri dengan soft skill, literasi digital, dan mental pembelajar seumur hidup—maka mereka bisa jadi penonton di rumah sendiri.

Indonesia Emas Butuh Generasi yang Tahu Arah

Menjadi generasi emas bukan soal usia muda atau jumlah banyak. Ia tentang:

– Memiliki kompas moral di tengah gempuran disinformasi.
– Mampu bekerja lintas budaya dan kolaborasi global.
– Tangguh dalam menghadapi disrupsi, dan tetap manusiawi saat mesin mulai menguasai ruang kerja.

Solusi Cerdas dan Aksi Nyata

Rhenald Kasali mengingatkan pentingnya self-driving generation—generasi yang tidak sekadar menunggu peluang, tapi menciptakannya. Pendidikan kita harus melatih keberanian, ketangguhan, dan kemandirian.

Najwa Shihab menyuarakan pentingnya narasi. Ia mengajarkan bahwa generasi muda harus bisa bicara, berpikir, dan menulis dengan etis. Bukan sekadar viral, tetapi bernilai. Bukan hanya cerewet di media sosial, tapi juga berani turun tangan untuk perubahan sosial.

Merry Riana memberikan semangat khasnya: “Jangan cuma bertahan hidup. Tapi hidup yang penuh makna.” Hidup ini bukan tentang menghindari gagal, tapi tentang berani mencoba.

Pesan untukmu, Generasi (L)emas

Kita punya peluang, tapi juga risiko. Kita punya jumlah, tapi belum tentu daya. Kita hidup di negeri yang kaya, tapi kita harus memastikan jiwanya tak miskin nilai.

Generasi (L)emas bukan sekadar nama, tetapi panggilan. Jika kamu membaca ini dan merasa gelisah, itu baik. Artinya hatimu masih hidup. Artinya, kamu bisa memulai langkah kecil untuk sesuatu yang besar.

Karena Indonesia Emas 2045 tidak akan hadir karena pidato pejabat atau janji kampanye. Ia akan hadir lewat keringat, ide, dan keberanian anak muda hari ini.

Mari kita menjadi generasi yang tidak hanya lahir di era emas, tapi layak dikenang karena menjadikannya kenyataan.

Bangkit. Bergerak. Buktikan. [T]

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Di Balik Ujian Hidup: Mengapa Tuhan Tidak Pernah Salah Menakar?
Saat Dunia Kian Pintar, Tapi Nurani Kian Pudar
Tidak Ada Definisi untuk Anak Pertama Saya
PENJARA: Penyempurnaan Jiwa dan Raga
Mars dan Venus: Menjaga Harmoni Kodrati
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Tags: generasi mudaIndonesia Emas 2045
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melodi Bersuara: Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir dalam Langkah Baskara Putra

Next Post

Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co