3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melodi Bersuara: Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir dalam Langkah Baskara Putra

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
July 9, 2025
in Ulas Musik
Melodi Bersuara: Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir dalam Langkah Baskara Putra

Baskara Putra | Foto: Pinterest

DI tengah hingar-bingar industri musik Indonesia, satu nama hadir tak sekadar membawa lagu, melainkan membawa suara. Bukan suara vokal semata, tetapi suara hati, suara masyarakat, bahkan suara dunia yang kerap luput dari perhatian. Nama itu adalah Baskara Putra. Ia meniti langkahnya melalui tiga entitas musik yang berbeda rupa tapi sejiwa: Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir.

Dalam Hindia, Baskara menyanyikan melodi yang nyaris seperti bisikan hati sendiri. Lirik-liriknya menggambarkan kegelisahan anak muda urban, krisis identitas, keresahan atas ekspektasi, dan kejujuran tentang luka-luka yang tak selalu terlihat. Lagu-lagu seperti catatan harian yang akhirnya dinyanyikan dengan getir tapi indah. Ini adalah Baskara yang reflektif, personal, dan melodius—di sinilah melodi bersuara lirih.

Namun suara itu berubah menjadi teriakan ketika ia berdiri sebagai vokalis .Feast. Di sini, melodi bukan lagi tentang diri sendiri, tapi tentang orang banyak. Tentang keadilan yang tak merata, tentang kebisingan politik, tentang masyarakat yang kerap lupa siapa dirinya. .Feast seperti ruang panggung bagi Baskara untuk berseru, bukan merayu. Musiknya keras, cepat, dan penuh amarah. Tapi bukan tanpa alasan. Ia mengajak pendengar untuk bangun, untuk bertanya, dan untuk menolak diam.

Baskara Putra saat di Hindia | Foto: Pinterest

Lalu, di satu ruang lain, ada Lomba Sihir—wadah bagi eksperimen dan kebebasan musikal yang nyaris seperti mimpi. Jika Hindia berbicara tentang hati, dan .Feast tentang nurani sosial, maka Lomba Sihir adalah permainan yang menyuarakan kegembiraan, keanehan, dan kadang kegilaan. Melodi dalam Lomba Sihir tidak terikat, bahkan cenderung menari bebas. Tapi di situlah letak pesonanya. Baskara tidak hanya berpikir keras, ia juga membiarkan dirinya bermain.

Ketiga proyek ini seperti tiga bagian dari satu simfoni besar. Hindia adalah adagio—lambat, dalam, dan kontemplatif. .Feast adalah allegro—cepat, kuat, dan menantang. Lomba Sihir adalah scherzo—ringan, jenaka, dan penuh kejutan. Ketiganya memiliki tempo berbeda, tapi dimainkan oleh satu konduktor yang sama: Baskara Putra.

Baskara Putra bersama .Feast | Foto: Pinterest

Apa yang membuat Baskara begitu menarik adalah keberaniannya untuk menaruh dirinya dalam berbagai bentuk. Ia tidak membatasi peran hanya sebagai penyanyi, melainkan juga penulis lagu, produser, dan pemikir musikal. Dalam setiap proyeknya, ia bukan sekadar tampil; ia membentuk, membangun, dan menyuarakan sesuatu yang lebih besar dari sekadar musik.

Melodi dalam Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir bukan hanya karya audio, tapi juga karya naratif. Setiap lirik seperti potongan kisah. Ada cerita tentang pertemanan, perpisahan, kota yang penuh tekanan, bahkan tentang harapan dan kehilangan. Semuanya tidak hadir sebagai jargon, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang bisa kita alami sendiri.

Baskara Putra bersama .Feast | Foto: Pinterest

Sebagai Hindia, Baskara menghadirkan ruang yang nyaris terapi. Banyak pendengarnya merasa dimengerti tanpa perlu berbicara. Lagu-lagunya memberi kata pada rasa yang sulit diungkap. Maka tak heran jika konser Hindia terasa seperti ruang bersama, di mana setiap orang datang dengan kisahnya, lalu pulang dengan kelegaan.

Sebaliknya, .Feast adalah medan tempur musikal. Ia tidak mengajak untuk merenung, tapi untuk melawan. Dalam era yang penuh distraksi dan pengalihan isu, suara .Feast hadir sebagai pengingat bahwa tidak semua harus dibiarkan. Baskara menyuarakan keresahan yang tak semua orang punya keberanian untuk ucapkan.

Kemudian datang Lomba Sihir, dengan lirik-lirik yang lebih imajinatif dan bebas. Musik di sini tak lagi menempel pada logika, tetapi melayang bersama rasa dan intuisi. Lagu-lagunya mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang, tapi justru itulah kekuatannya. Dalam dunia yang serba seragam, Lomba Sihir hadir sebagai penolakan atas kejenuhan.

Melalui ketiga proyek ini, Baskara Putra tidak hanya membuktikan dirinya sebagai musisi, tapi juga sebagai pelaku budaya. Ia memanfaatkan musik untuk berbicara tentang kehidupan, masyarakat, dan bahkan absurditas eksistensi manusia. Ia tahu kapan harus berbisik, kapan harus berteriak, dan kapan harus tertawa.

Baskara Putra bersama Lomba Sihir | Foto: Pinterest

Yang membuat karya-karyanya begitu melekat di hati pendengar adalah karena ia jujur. Ia tidak memoles kenyataan, tapi juga tidak menjual kesedihan. Ia hadir dengan segala kompleksitasnya, dan itulah yang membuat suaranya begitu tulus. Di balik kesuksesannya, Baskara tetap menjadi manusia biasa yang menulis dari tempat yang nyata.

Bagi generasi muda, Baskara adalah suara yang merepresentasikan mereka: kadang takut, kadang marah, kadang ingin melarikan diri. Tapi yang pasti, selalu ingin dimengerti. Dan dalam dunia yang semakin cepat dan bising, karya Baskara adalah jeda yang diperlukan untuk berpikir dan merasa.

Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir telah menjadi lebih dari sekadar nama proyek musik. Mereka adalah manifestasi dari tiga sisi manusia: pribadi, sosial, dan kreatif. Dalam satu perjalanan musik, Baskara berhasil menjahit ketiganya menjadi satu karya yang utuh dan terus berkembang.

Pada akhirnya, langkah Baskara Putra bukan hanya meninggalkan jejak di industri musik, tapi juga dalam kehidupan pendengarnya. Melodi-melodi yang ia ciptakan bukan hanya untuk didengar, tapi untuk direnungi, diperjuangkan, dan dinikmati.

Dalam Hindia ia bicara lembut, dalam .Feast ia bersuara lantang, dan dalam Lomba Sihir ia tertawa lepas. Semua itu bukan kontradiksi, melainkan harmoni. Harmoni dari seorang manusia yang memilih menyuarakan dunianya dengan jujur dan berani.[T]

Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Jaswanto

  • BACA JUGA:
Tulus dan Pesona Lirik Puitis: Menelusuri Jiwa Remaja dalam “Tujuh Belas”
Pembacaan Heuristik dan Hermeneutik Lagu “Guru Oemar Bakrie” Karya Iwan Fals
Berimajinasi Bersama Repertoar “Canson” Karya Noé Clerc Trio dari Prancis
Musik Legendaris untuk Kita Tetap Waras
Tags: .FeastBaskara PutraHindiaLomba Shirmusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

ODGJ Bisa Pulih, Mengapa Sulit Percaya?

Next Post

Generasi (L)emas: Saat Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
0
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

Read moreDetails

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
0
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

Read moreDetails

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails

Ketika Waktu Berpindah Tangan

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
0
Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

Read moreDetails

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
0
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

Read moreDetails
Next Post
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Generasi (L)emas: Saat Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co