3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
July 9, 2025
in Esai
Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Ilustrasi oleh Vivit Arista Dewi

BANYUWANGI bukan hanya sekadar kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa. Kabupaten ini sering dikenal sebagai Bumi Santet, sekaligus merupakan tempat dengan banyak cerita mistis sehingga menyimpan stigma yang sulit dihilangkan meskipun waktu terus berlalu. Namun, di zaman modern ini, saat generasi muda melihat dunia dengan akal dan logika, warisan ini menimbulkan pertanyaan. Apakah santet masih menjadi beban, atau justru merupakan identitas yang patut dibanggakan?

Stigma Banyuwangi sebagai Bumi Santet tidak hanya desas-desus atau muncul dari cerita rakyat. Salah satu peristiwa yang memperkuat julukan ini tidak luput dari pembantaian 1998 di Banyuwangi. Puluhan bahkan ratusan orang dituduh sebagai dukun santet dan dibunuh dengan brutal oleh sekelompok orang bertopeng yang disebut ‘ninja’. Tragedi ini terukir dalam ingatan masyarakat Indonesia dan semakin memperkuat citra Banyuwangi sebagai daerah mistis yang dipenuhi bahaya tak terlihat.

Lebih jauh lagi, santet dalam pandangan masyarakat luar seringkali diasosiasikan dengan ilmu hitam meliputi praktik gaib yang bertujuan untuk mencelakai, menyebarkan penyakit, merusak rumah tangga, bahkan merenggut nyawa. Stigma ini menutup wajah asli Banyuwangi yang kaya akan seni, budaya, dan kearifan lokal. Masyarakat luar cenderung memandang Banyuwangi bukan sebagai daerah budaya, melainkan sebagai tempat mistis yang menakutkan.

Santet sebagai Warisan Leluhur

Bagi masyarakat Osing Banyuwangi, santet bukan sekadar ilmu hitam untuk mencelakai. Dalam tradisi lokal, santet dipandang sebagai bagian dari ilmu kebatinan yang memiliki warna makna yang berbeda-beda. Ada santet hitam yang dikenal sebagai ilmu untuk mencelakai, tetapi ada juga ilmu merah untuk pengasihan, ilmu kuning untuk menumbuhkan kewibawaan, dan ilmu putih untuk menangkal serangan gaib.

Ilmu-ilmu ini dahulu dipercaya sebagai penjaga keseimbangan hidup. Santet berfungsi sebagai alat kontrol sosial, menahan orang untuk tidak sembarangan berbuat zalim karena takut terkena balasan gaib. Lebih dari itu, santet hidup dalam cerita-cerita lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bukan hanya sebagai ancaman, tetapi juga sebagai bagian dari kearifan yang mengatur harmoni dalam masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, makna santet dalam budaya ini sering terlupakan. Masyarakat luar lebih banyak mengenal sisi gelapnya, sementara lapisan makna yang lebih luas jarang muncul ke permukaan.

Suara Generasi Muda terhadap Warisan Mistis

Sebagai pendukung dalam pembahasan ini, sebuah kuesioner sederhana telah disebarkan kepada generasi muda usia 21 sampai 24 tahun  dengan tujuan untuk menggali pandangan mereka mengenai citra Banyuwangi dan warisan kepercayaan mistis yang melekat. Kuesioner ini diisi oleh delapan responden yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk yang berasal dari Banyuwangi, sekadar berkunjung atau hanya mengenal daerah ini melalui media.

Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden memandang Banyuwangi sebagai daerah yang dikenal karena keindahan alam dan budayanya. Namun, bayang-bayang cerita mistis, termasuk santet, tetap melekat di benak mereka. Beberapa responden menyebut “santet” dan  “ilmu hitam” sebagai hal pertama yang terlintas saat mendengar nama Banyuwangi, sementara lainnya lebih menonjolkan wisata dan tradisi.

Mayoritas menilai citra Banyuwangi saat ini positif bahkan sangat positif. Meski demikian, mereka juga mengakui bahwa cerita mistis seperti santet dan dukun masih cukup melekat pada citra daerah ini.

Kemudian mengenai pentingnya mempercayai warisan kepercayaan leluhur, pendapat para responden cukup bervariasi. Ada yang merasa itu sangat penting, tetapi tidak sedikit yang menilai tidak terlalu penting, mencerminkan adanya pergeseran cara pandang di kalangan generasi muda. Mereka juga menyebut bahwa alasan anak muda cenderung enggan mewariskan kepercayaan leluhur adalah karena dianggap tidak relevan dengan kehidupan modern. Meski begitu, dalam opini terbuka, sebagian besar tetap menyerukan pentingnya menjaga budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

Hasil pandangan generasi muda dalam artikel ini didukung oleh kuesioner sederhana yang dapat dilihat di sini

Memaknai Ulang Warisan Leluhur

Citra Banyuwangi sebagai Bumi Santet memang tak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari cerita turun-temurun, tragedi sejarah, dan bayang-bayang mistis yang terwariskan dari masa ke masa. Namun, ketika generasi muda hidup di tengah arus teknologi, akal sehat, dan keterbukaan informasi, citra itu perlahan diuji.

Santet dan cerita mistis tak harus dibuang sebagai warisan kelam, tetapi juga tak harus diagungkan tanpa kritis. Kini saat pariwisata, seni, dan budaya Banyuwangi semakin dikenal dunia, citra Bumi Santet tidak lagi harus menjadi bayang-bayang yang membebani. Warisan ini layak dimaknai ulang sebagai bagian dari perjalanan sejarah, bukan sekadar label hitam yang menakutkan. Banyuwangi adalah lebih dari sekadar mitos kelam, ia adalah tanah budaya yang kaya dan layak dibanggakan.

Namun, sudahkah kita benar-benar memahami makna warisan ini sebelum menolaknya? [T]

REFERENSI

  • Herniti, S. 2012. KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA TERHADAP SANTET, WANGSIT, DAN ROH MENURUT PERSPEKTIF EDWARDS EVANS-PRITCHARD. ThaqÃfiyyÃT.
  • Subekti, A. & Kusairi, L. 2019. FROM SUNRISE OF JAVA TO SANTET OF JAVA: RECENT URBAN SYMBOLISM OF BANYUWANGI, INDONESIA. Atlantis Press.

Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole

Drama Tari  “Kesempatan Kedua” ISI Denpasar di Banyuwangi Festival 2024
Drama “Sri Tanjung”, Asal-Usul Nama Banyuwangi di Taman Bung Karno Singaraja
Soal Wisata Desa, Bali Bisa Belajar dari Banyuwangi
Pulau Merah: Surga di Selatan Banyuwangi
Desa Wisata Taman Sari di Banyuwangi, Hebat Bersama, Bumdes Kelola Homestay Milik Warga
Sekilas Tentang Banyuwangi: Sosok Buyut Cili Dibalik Desa Kemiren
Bunuh Diri Bahasa Using Banyuwangi
Tags: banyuwangiJawa TimurSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Generasi (L)emas: Saat Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana

Next Post

Internalisasi “Green Behavior” pada Pembelajaran

Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Udayana yang memiliki minat besar terhadap sejarah. Lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, ia gemar melakukan perjalanan (travelling) ke berbagai tempat bersejarah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan cerita masa lampau. IG: vivitarsta

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Internalisasi “Green Behavior” pada Pembelajaran

Internalisasi "Green Behavior" pada Pembelajaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co