3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
July 9, 2025
in Esai
Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Ilustrasi oleh Vivit Arista Dewi

BANYUWANGI bukan hanya sekadar kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa. Kabupaten ini sering dikenal sebagai Bumi Santet, sekaligus merupakan tempat dengan banyak cerita mistis sehingga menyimpan stigma yang sulit dihilangkan meskipun waktu terus berlalu. Namun, di zaman modern ini, saat generasi muda melihat dunia dengan akal dan logika, warisan ini menimbulkan pertanyaan. Apakah santet masih menjadi beban, atau justru merupakan identitas yang patut dibanggakan?

Stigma Banyuwangi sebagai Bumi Santet tidak hanya desas-desus atau muncul dari cerita rakyat. Salah satu peristiwa yang memperkuat julukan ini tidak luput dari pembantaian 1998 di Banyuwangi. Puluhan bahkan ratusan orang dituduh sebagai dukun santet dan dibunuh dengan brutal oleh sekelompok orang bertopeng yang disebut ‘ninja’. Tragedi ini terukir dalam ingatan masyarakat Indonesia dan semakin memperkuat citra Banyuwangi sebagai daerah mistis yang dipenuhi bahaya tak terlihat.

Lebih jauh lagi, santet dalam pandangan masyarakat luar seringkali diasosiasikan dengan ilmu hitam meliputi praktik gaib yang bertujuan untuk mencelakai, menyebarkan penyakit, merusak rumah tangga, bahkan merenggut nyawa. Stigma ini menutup wajah asli Banyuwangi yang kaya akan seni, budaya, dan kearifan lokal. Masyarakat luar cenderung memandang Banyuwangi bukan sebagai daerah budaya, melainkan sebagai tempat mistis yang menakutkan.

Santet sebagai Warisan Leluhur

Bagi masyarakat Osing Banyuwangi, santet bukan sekadar ilmu hitam untuk mencelakai. Dalam tradisi lokal, santet dipandang sebagai bagian dari ilmu kebatinan yang memiliki warna makna yang berbeda-beda. Ada santet hitam yang dikenal sebagai ilmu untuk mencelakai, tetapi ada juga ilmu merah untuk pengasihan, ilmu kuning untuk menumbuhkan kewibawaan, dan ilmu putih untuk menangkal serangan gaib.

Ilmu-ilmu ini dahulu dipercaya sebagai penjaga keseimbangan hidup. Santet berfungsi sebagai alat kontrol sosial, menahan orang untuk tidak sembarangan berbuat zalim karena takut terkena balasan gaib. Lebih dari itu, santet hidup dalam cerita-cerita lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bukan hanya sebagai ancaman, tetapi juga sebagai bagian dari kearifan yang mengatur harmoni dalam masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, makna santet dalam budaya ini sering terlupakan. Masyarakat luar lebih banyak mengenal sisi gelapnya, sementara lapisan makna yang lebih luas jarang muncul ke permukaan.

Suara Generasi Muda terhadap Warisan Mistis

Sebagai pendukung dalam pembahasan ini, sebuah kuesioner sederhana telah disebarkan kepada generasi muda usia 21 sampai 24 tahun  dengan tujuan untuk menggali pandangan mereka mengenai citra Banyuwangi dan warisan kepercayaan mistis yang melekat. Kuesioner ini diisi oleh delapan responden yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk yang berasal dari Banyuwangi, sekadar berkunjung atau hanya mengenal daerah ini melalui media.

Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden memandang Banyuwangi sebagai daerah yang dikenal karena keindahan alam dan budayanya. Namun, bayang-bayang cerita mistis, termasuk santet, tetap melekat di benak mereka. Beberapa responden menyebut “santet” dan  “ilmu hitam” sebagai hal pertama yang terlintas saat mendengar nama Banyuwangi, sementara lainnya lebih menonjolkan wisata dan tradisi.

Mayoritas menilai citra Banyuwangi saat ini positif bahkan sangat positif. Meski demikian, mereka juga mengakui bahwa cerita mistis seperti santet dan dukun masih cukup melekat pada citra daerah ini.

Kemudian mengenai pentingnya mempercayai warisan kepercayaan leluhur, pendapat para responden cukup bervariasi. Ada yang merasa itu sangat penting, tetapi tidak sedikit yang menilai tidak terlalu penting, mencerminkan adanya pergeseran cara pandang di kalangan generasi muda. Mereka juga menyebut bahwa alasan anak muda cenderung enggan mewariskan kepercayaan leluhur adalah karena dianggap tidak relevan dengan kehidupan modern. Meski begitu, dalam opini terbuka, sebagian besar tetap menyerukan pentingnya menjaga budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

Hasil pandangan generasi muda dalam artikel ini didukung oleh kuesioner sederhana yang dapat dilihat di sini

Memaknai Ulang Warisan Leluhur

Citra Banyuwangi sebagai Bumi Santet memang tak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari cerita turun-temurun, tragedi sejarah, dan bayang-bayang mistis yang terwariskan dari masa ke masa. Namun, ketika generasi muda hidup di tengah arus teknologi, akal sehat, dan keterbukaan informasi, citra itu perlahan diuji.

Santet dan cerita mistis tak harus dibuang sebagai warisan kelam, tetapi juga tak harus diagungkan tanpa kritis. Kini saat pariwisata, seni, dan budaya Banyuwangi semakin dikenal dunia, citra Bumi Santet tidak lagi harus menjadi bayang-bayang yang membebani. Warisan ini layak dimaknai ulang sebagai bagian dari perjalanan sejarah, bukan sekadar label hitam yang menakutkan. Banyuwangi adalah lebih dari sekadar mitos kelam, ia adalah tanah budaya yang kaya dan layak dibanggakan.

Namun, sudahkah kita benar-benar memahami makna warisan ini sebelum menolaknya? [T]

REFERENSI

  • Herniti, S. 2012. KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA TERHADAP SANTET, WANGSIT, DAN ROH MENURUT PERSPEKTIF EDWARDS EVANS-PRITCHARD. ThaqÃfiyyÃT.
  • Subekti, A. & Kusairi, L. 2019. FROM SUNRISE OF JAVA TO SANTET OF JAVA: RECENT URBAN SYMBOLISM OF BANYUWANGI, INDONESIA. Atlantis Press.

Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole

Drama Tari  “Kesempatan Kedua” ISI Denpasar di Banyuwangi Festival 2024
Drama “Sri Tanjung”, Asal-Usul Nama Banyuwangi di Taman Bung Karno Singaraja
Soal Wisata Desa, Bali Bisa Belajar dari Banyuwangi
Pulau Merah: Surga di Selatan Banyuwangi
Desa Wisata Taman Sari di Banyuwangi, Hebat Bersama, Bumdes Kelola Homestay Milik Warga
Sekilas Tentang Banyuwangi: Sosok Buyut Cili Dibalik Desa Kemiren
Bunuh Diri Bahasa Using Banyuwangi
Tags: banyuwangiJawa TimurSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Generasi (L)emas: Saat Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana

Next Post

Internalisasi “Green Behavior” pada Pembelajaran

Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Udayana yang memiliki minat besar terhadap sejarah. Lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, ia gemar melakukan perjalanan (travelling) ke berbagai tempat bersejarah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan cerita masa lampau. IG: vivitarsta

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Internalisasi “Green Behavior” pada Pembelajaran

Internalisasi "Green Behavior" pada Pembelajaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co