2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
July 9, 2025
in Esai
Banyuwangi dalam Bayang-bayang Stigma Bumi Santet

Ilustrasi oleh Vivit Arista Dewi

BANYUWANGI bukan hanya sekadar kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa. Kabupaten ini sering dikenal sebagai Bumi Santet, sekaligus merupakan tempat dengan banyak cerita mistis sehingga menyimpan stigma yang sulit dihilangkan meskipun waktu terus berlalu. Namun, di zaman modern ini, saat generasi muda melihat dunia dengan akal dan logika, warisan ini menimbulkan pertanyaan. Apakah santet masih menjadi beban, atau justru merupakan identitas yang patut dibanggakan?

Stigma Banyuwangi sebagai Bumi Santet tidak hanya desas-desus atau muncul dari cerita rakyat. Salah satu peristiwa yang memperkuat julukan ini tidak luput dari pembantaian 1998 di Banyuwangi. Puluhan bahkan ratusan orang dituduh sebagai dukun santet dan dibunuh dengan brutal oleh sekelompok orang bertopeng yang disebut ‘ninja’. Tragedi ini terukir dalam ingatan masyarakat Indonesia dan semakin memperkuat citra Banyuwangi sebagai daerah mistis yang dipenuhi bahaya tak terlihat.

Lebih jauh lagi, santet dalam pandangan masyarakat luar seringkali diasosiasikan dengan ilmu hitam meliputi praktik gaib yang bertujuan untuk mencelakai, menyebarkan penyakit, merusak rumah tangga, bahkan merenggut nyawa. Stigma ini menutup wajah asli Banyuwangi yang kaya akan seni, budaya, dan kearifan lokal. Masyarakat luar cenderung memandang Banyuwangi bukan sebagai daerah budaya, melainkan sebagai tempat mistis yang menakutkan.

Santet sebagai Warisan Leluhur

Bagi masyarakat Osing Banyuwangi, santet bukan sekadar ilmu hitam untuk mencelakai. Dalam tradisi lokal, santet dipandang sebagai bagian dari ilmu kebatinan yang memiliki warna makna yang berbeda-beda. Ada santet hitam yang dikenal sebagai ilmu untuk mencelakai, tetapi ada juga ilmu merah untuk pengasihan, ilmu kuning untuk menumbuhkan kewibawaan, dan ilmu putih untuk menangkal serangan gaib.

Ilmu-ilmu ini dahulu dipercaya sebagai penjaga keseimbangan hidup. Santet berfungsi sebagai alat kontrol sosial, menahan orang untuk tidak sembarangan berbuat zalim karena takut terkena balasan gaib. Lebih dari itu, santet hidup dalam cerita-cerita lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bukan hanya sebagai ancaman, tetapi juga sebagai bagian dari kearifan yang mengatur harmoni dalam masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, makna santet dalam budaya ini sering terlupakan. Masyarakat luar lebih banyak mengenal sisi gelapnya, sementara lapisan makna yang lebih luas jarang muncul ke permukaan.

Suara Generasi Muda terhadap Warisan Mistis

Sebagai pendukung dalam pembahasan ini, sebuah kuesioner sederhana telah disebarkan kepada generasi muda usia 21 sampai 24 tahun  dengan tujuan untuk menggali pandangan mereka mengenai citra Banyuwangi dan warisan kepercayaan mistis yang melekat. Kuesioner ini diisi oleh delapan responden yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk yang berasal dari Banyuwangi, sekadar berkunjung atau hanya mengenal daerah ini melalui media.

Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden memandang Banyuwangi sebagai daerah yang dikenal karena keindahan alam dan budayanya. Namun, bayang-bayang cerita mistis, termasuk santet, tetap melekat di benak mereka. Beberapa responden menyebut “santet” dan  “ilmu hitam” sebagai hal pertama yang terlintas saat mendengar nama Banyuwangi, sementara lainnya lebih menonjolkan wisata dan tradisi.

Mayoritas menilai citra Banyuwangi saat ini positif bahkan sangat positif. Meski demikian, mereka juga mengakui bahwa cerita mistis seperti santet dan dukun masih cukup melekat pada citra daerah ini.

Kemudian mengenai pentingnya mempercayai warisan kepercayaan leluhur, pendapat para responden cukup bervariasi. Ada yang merasa itu sangat penting, tetapi tidak sedikit yang menilai tidak terlalu penting, mencerminkan adanya pergeseran cara pandang di kalangan generasi muda. Mereka juga menyebut bahwa alasan anak muda cenderung enggan mewariskan kepercayaan leluhur adalah karena dianggap tidak relevan dengan kehidupan modern. Meski begitu, dalam opini terbuka, sebagian besar tetap menyerukan pentingnya menjaga budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

Hasil pandangan generasi muda dalam artikel ini didukung oleh kuesioner sederhana yang dapat dilihat di sini

Memaknai Ulang Warisan Leluhur

Citra Banyuwangi sebagai Bumi Santet memang tak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari cerita turun-temurun, tragedi sejarah, dan bayang-bayang mistis yang terwariskan dari masa ke masa. Namun, ketika generasi muda hidup di tengah arus teknologi, akal sehat, dan keterbukaan informasi, citra itu perlahan diuji.

Santet dan cerita mistis tak harus dibuang sebagai warisan kelam, tetapi juga tak harus diagungkan tanpa kritis. Kini saat pariwisata, seni, dan budaya Banyuwangi semakin dikenal dunia, citra Bumi Santet tidak lagi harus menjadi bayang-bayang yang membebani. Warisan ini layak dimaknai ulang sebagai bagian dari perjalanan sejarah, bukan sekadar label hitam yang menakutkan. Banyuwangi adalah lebih dari sekadar mitos kelam, ia adalah tanah budaya yang kaya dan layak dibanggakan.

Namun, sudahkah kita benar-benar memahami makna warisan ini sebelum menolaknya? [T]

REFERENSI

  • Herniti, S. 2012. KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA TERHADAP SANTET, WANGSIT, DAN ROH MENURUT PERSPEKTIF EDWARDS EVANS-PRITCHARD. ThaqÃfiyyÃT.
  • Subekti, A. & Kusairi, L. 2019. FROM SUNRISE OF JAVA TO SANTET OF JAVA: RECENT URBAN SYMBOLISM OF BANYUWANGI, INDONESIA. Atlantis Press.

Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole

Drama Tari  “Kesempatan Kedua” ISI Denpasar di Banyuwangi Festival 2024
Drama “Sri Tanjung”, Asal-Usul Nama Banyuwangi di Taman Bung Karno Singaraja
Soal Wisata Desa, Bali Bisa Belajar dari Banyuwangi
Pulau Merah: Surga di Selatan Banyuwangi
Desa Wisata Taman Sari di Banyuwangi, Hebat Bersama, Bumdes Kelola Homestay Milik Warga
Sekilas Tentang Banyuwangi: Sosok Buyut Cili Dibalik Desa Kemiren
Bunuh Diri Bahasa Using Banyuwangi
Tags: banyuwangiJawa TimurSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Generasi (L)emas: Saat Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana

Next Post

Internalisasi “Green Behavior” pada Pembelajaran

Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Udayana yang memiliki minat besar terhadap sejarah. Lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, ia gemar melakukan perjalanan (travelling) ke berbagai tempat bersejarah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan cerita masa lampau. IG: vivitarsta

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Internalisasi “Green Behavior” pada Pembelajaran

Internalisasi "Green Behavior" pada Pembelajaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co