3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Wisata Taman Sari di Banyuwangi, Hebat Bersama, Bumdes Kelola Homestay Milik Warga

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
February 21, 2022
in Khas
Desa Wisata Taman Sari di Banyuwangi, Hebat Bersama, Bumdes Kelola Homestay Milik Warga

Salah satu obyek wisata di Desa Taman Sari Banyuawangi [Foto IG: @dewitari]

Bonus perjalanan saya selama mengikuti pelatihan keamaman digital di Grand Harvest Banyuwangi adalah bertemu dengan sosok Kepala Desa Taman Sari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur. Namanya Rizal Sahputra.

Saya bertemu Kades Rizal atas jasa pengantaran dari Pak Jam’an, penjaga keamanan kebun sekaligus ketua linmas di desa Itu, yang sudah saya ceritakan dalam tulisan sebelumnya.  

Taman Sari adalah desa di bagian barat Kota Banyuwangi. Berjarak 24 kilometer dari pusat kota..Jika sempat ke desa itu, kita akan menyaksikan keindahan bentang alam Pegunungan Ranti dan Ijen.

Ini kali kedua Rizal Sahputra terpilih menjadi kepal desa. Ia memulai karir sebagai kepala desa muda di saat usia 28 tahun.  Dengan modal sebagai sarjana pertanian dari Universitas Brawijaya, Malang, ia punya banyak ide untuk mengembangkan desa kelahirannya.

Hotel Grand Harvest, tempat saya menginap, berada di desa ini. Sejak menjajakkan kaki di hotel tempat saya menginap itu, suasana desa ini memang terasa berbeda dengan desa-desa lain. Suasananya masih alami, namun pengelolaannya terasa ditangani dengan baik, terstruktur dan disiplin.

Selain hotel Grand Harvest, di desa itu terdapat banyak homestay. Itu menandakan bahwa desa itu sudah terbiasa dikunjungi para pelancong. Yang menarik, semua home dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Pintu masuk ke Desa Taman Sari Banyuwangi [Foto: IG @Dewitari]

Dalam obrolan santai dipenuhi camilan, kepala desa 36 tahun ini bercerita dengan ramah. Awalnya tahun 2013, pertama kali ia terpilih menjadi kepala desa, ia langsung melihat dan mencoba menangkap peluang yang dimiliki desanya. Meskipun memiliki banyak potensi, desa itu tidak otomatis menjadi desa yang maju, perlu terobosan-terobosan yang inovatif dan segar.

Dan dengan upaya dan kerja keras, akhirnya Desa Taman Sari berhasil mengukuhkan diri menjadi desa wisata yang popular. Sebutan desa itu kini popular dengan nama Dewitari, yakini Desa Wisata Taman Sari.  Atas upaya itu, Dewitari berhasil meraih Juara 1 kategori digital dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

Salah satu destinasi wisata di Desa Taman Sari, Banyuwangi [IG: @Dewitari]

Dewitari memang bukan desa wisata kebanyakan yang pada gerbangnya hanya berisi papan nama sebagai desa wisata namun kerika masuk tidak banyak yang bisa dinikmati sebagai desa wisata.

“Di Desa Taman Sari semua akomodasi dikelola Bumdes. Hal ini untuk memastikan, kita maju bersama-sama dan memastikan kolaborasi berjalan sehat,” kata Rizal.

Desa lewat Bumdes membuat standarisasi, promosi dan platform digital untuk memperkenalkan Desa Taman Sari menjadi desa wisata. Dari yang awalnya 57 homestay yang didaftarkan oleh warga, kemudian melalui evaluasi untuk peningkatan standarisasi, kini Bumdes mengelola 27 homestay saja.

Kepala Desa Taman Sari Rizal Sahputra. [Foto: Don Raree]

Jika mau tahu apa pun tentang perkembangan Desa Taman Sari, ia selaku kepala desa bisa mengakses lewat platform digital, kemudian melakukan evaluasi. Misalnya, berapa kunjungan harian ke masing-masing destinasi di Taman Sari, ia bisa melihat untuk kemudian mengevaluasinya.

Terdapat banyak destinasi wisata di Taman Sari, antara lain Sendang Seruni, Taman Gandrung Terakota, dan Kawah Ijen.

“Kegiatan wisata yang bisa dilakukan di Taman Sari semuanya juga sudah ada dalam platform digital,” kata izal.

Rizal Sahputra juga mengatakan Pemkab Banyuwangi juga punya perhatian dengan pengembangan desa wisata berbasis platform digital itu melalui program “Smart Kampung”. Dan program itu memberi motivasi untuk pengembangan Desa Taman Sari secara konsisten mengikuti kemajuan teknologi informasi.

BACA JUGA:

  • Bertemu Pak Jam’an dan Keindahan di Taman Sari | Cerita dari Banyuwangi

Desa Wisata Taman Sari, seperti desa-desa lain, berawal dari pengembangan potensi-potensi yang dimiliki secara alami di desa itu. Desa Taman Sari adalah desa pertanian, maka potensi pertanian itulah yang dikembangkan secara serius dan konsisten, semisal potensi sawah dan padi, serta kopi, cengkeh dan hortikultura dengan perkebunan yang dikelola secara kreatif.

Pertanian secara penuh konsentrasi dikembangkan sang kades untuk kemudian mampu memberikan nilai pada sektor pertanian itu sendiri. Yang kemudian memberi bonus pada sector pariwisata.

Wilayah pertanian di Desa Taman sari, Banyuwangi, Jawa Timur [Foto: Don Raree]

Kalau berbicara pariwisata memang pariwisata adalah bonus. Dan itu sangat disadari oleh warga Desa Taman Sari. “Aturan-aturan kemudian  dibuat untuk mengikat kesepakatan tentang pengembangan desa wisata  berbasia pertanian dan budaya,” kata Rizal.

Karena kesuksesannya mengembangkan desa wisata, banyak kepala desa dan perangkat desa-desa di Bali melakukan studi banding ke Desa Taman Sari. “Teman-teman Bali yang berkunjung ke sini,” kata Rizal.

Modal alam sudah dimiliki, maka, kata Sang Kepala Desa, masalah terbesar yang kemudian diatasi adalah pada sumberdaya manusia. “Untuk itulah kita harus saling menjaga ego dan bekerja bersama tim,” katanya.

Mungkin tidak banyak yang sosok kepala desa yang berada di balik sukses Desa Taman Sari menjadi desa wisata. Tentu saja, karena semua prestasi yang dicapai Desa Taman Sari tidak pernah diunggah oleh kepala desa muda ini secara pribadi. Itu dilakukan semata-mata untuk meghormati semua pihak yang terlibat dalam kemajuan.

“Saya tidak usah terlihat hebat, mari kita hebat bersama-sama,”  kata Rizal. [T]

Saya [penulis] bersama Kades Taman Sari Rizal Sahputra [Foto Don Raree]
Tags: banyuwangidesa wisataDesa Wisata Taman Sari BanyuwangiPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bendesa Adat Lomba Pidato | Memberi Karakter Pada Bahasa Bali

Next Post

Karma Itu Nyata | Kisah “Penjarah” dari Hutan yang Masuk Rumah

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails
Next Post
Karma Itu Nyata | Kisah “Penjarah” dari Hutan yang Masuk Rumah

Karma Itu Nyata | Kisah “Penjarah” dari Hutan yang Masuk Rumah

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co