23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karma Itu Nyata | Kisah “Penjarah” dari Hutan yang Masuk Rumah

Ananta Kurnia by Ananta Kurnia
February 21, 2022
in Esai
Karma Itu Nyata | Kisah “Penjarah” dari Hutan yang Masuk Rumah

Seekor monyet masuk rumah di Gilimanuk

Keseharian saya dan warga sekitar di daerah Gilimanuk, sekitar Hutan Bali Barat, awalnya berjalan normal seperti biasa. Keadaan sekitar, suasana rumah, termasuk suasana warung kecil-kecilan yang saya kelola dengan sederhana selalu kondusif; tenang, nyaman, dan aman sebagai manamestinya.

Namun, suatu saat, suatu hari, ketenangan itu secara mendadak sirna.  Ada  penjarah masuk rumah, dan rasanya ketenangan ini seperti diserang Negara Api Konohagakure.

Mereka secara menyerang secara diam-diam, senyap dan menyusup. Mereka menyerang warung saya. Mereka mencuri makanan serta makanan ringan semacam chiki-chiki-an yang luput dari penjagaan manusia.

Para penyerang ini sungguh ahli. Mereka bisa datang tanpa kedengaran. Mereka bisa menyusuri kabel tanpa terjatuh. Mereka tentu juga ahli melompat dari rumah ke rumah lain, seperti yang biasa dilakukan Naruto.

Bukan hanya saya yang merasakan keresahan ini, tetangga lain pun merasakan nasib yang sama, dan bahkan beberapa nitizen pun mencuitkan keresahannya lewat media sosial. Terlebih-lebih para warga yang mempunyai pohon berbuah produktif seperti jambu, mangga, kelengkeng, belimbing, pisang dan buah lainnya yang siap panen malah dibabat habis oleh si penjarah.

Para pencuri ini melakukan aksinya tidak secara bersamaan, namun beraksi dengan cara mereka masing-masing sehingga banyak rumah warga yang telah menjadi korbannya. Bukan hanya makanan dan buah-buahan saja yang raib, terkadang juga genteng rumah yang agak rapuh jadi pecah, asbes yang sudah tua jadi jebol, kalvalum yang sudah lama jadi reot. Pokoknya magenep kerugian yang ditanggung akibat ulah sang pencuri ini.

Dan yang lebih menjengkelkan lagi, ternyata penjarah ini posturnya sangat mini, bahkan lebih minimalis dari tuyul dan juga konon jauh lebih bodoh dari manusia. Ini memang nyata, aneh bin ajaib. Meskipun dengan segala keterbatasannya jika dibandingkan manusia, hingga saat ini, saya dan juga termasuk para warga lainnya belum menemukan solusi yang efektif untuk menghentikan ulah para penjarah ini.

Yah, meskipun begitu, kita sebagai manusia yang cerdas, selalu punya cara dan ide brilian dalam menghadapi penjarah ini. Salah satu upaya yang saya lakukan adalah membuat senjata pamungkas guna menakut-nakuti si penjarah ini agar berhenti dan jera dari perbuatannya.

Dengan penuh keyakinan, senjata pamungkas tersebut mulai saya buat dengan memanfaatkan kayu bekas yang kutemukan di RRC (Rawa-wara Cacalan) Gilimanuk. Setelah senjata  sudah jadi, langsung saja saya lakukan uji coba gladi bersih untuk memastikan seberapa akurat bidikan dan seberapa besar kekuatan tembakan yang dihasilkan.

Hari demi hari kulalui seperti biasanya, namun kali ini hampir setiap hari selama sepekan diam-diam saya mempelajari gerak-gerik dan jam terbang para penjarah itu. Karena seringnya menjarah pohon serta isi rumah sebagian warga Gilimanuk, saya pun hapal jam-jam rawan para penjarah datang untuk mencuri. Biasanya penjarahan dilakukan pada pagi dan sore hari.

Berbekal pengamatan tersebut, saya pun mencoba mengelabuinya dengan cara sengaja meletakkan satu renteng chiki-chiki harga 500-an di warung dalam posisi agak di tengah, sementara itu saya bersembunyi sambil mengamati kedatangan si penjarah.

Seetelah menunggu beberapa saat, di waktu yang tepat dan di momen yang tepat pula, penjarah secara senyap berusaha mengambil chiki-chiki jebakan, dan satu  detik sebelum jemarinya meraih chiki-chiki, saya langsung lompat dan meneriakkan “Hwaaaaaaa…!”.

Tujuannya untuk membuat si penjarah kaget dan jantungan. Begitu penjarah itu kaget saya langsung membidik dan melontarkan ketapel sehingga peluru kerikil pun melesat. Karena si penjarah gerakannya sangat gesit dan lincah, alhasil peluru ketapel saya meleset.

Penjarah itu selamat, dan kabur, lalu  menjauh melompati rumah tetangga hingga pada jarak yang dirasa cukup aman.

Di atas rumah tetangga, penjarah itu berhenti dan berbalik arah seraya menatap wajah saya dengan ekspresi mata melotot sambil memain-mainkan alisnya ditambah juga membuli saya dengan menjulurkan lidahnya.

Saya benar-benar diejek. Penjarah itu seakan-akan melontarkan kalimat ejekan dan kalimat balas dendam.

“Makanya, Bos, jangan merusak hutan, tak enak kan rasanya kalau diusik rumahnya? Rasain lu sekarang!”

Penjarah itu rumahnya memang di hutan. Penjarah itu adalah kera atau monyet. Mungkin karena makanan di hutan langka akibat hutan yang sering dirusak manusia, makanya monyet itu mulai masuk ke kampung.

Kawanan monyet silih berganti masuk rumah, makin bertambah banyak dan terus menerus menyatroni rumah saya dan sejumlah rumah warga lain di Gilimanuk. Ulah monyet itu kerapkali juga difoto dan fotonya diunggah di media sosial seperti facebook. Bertaburanlah komen-komenan para nitizen.

Dari sinilah akhirnya saya sadar, sudah kodrat hukum alam. Setiap ada aksi, pasti ada reaksi. Kalau hutan dirusak, maka penghuni hutan akan masuk ke kampung warga. Makanya, jika ingin rumah aman dari monyet, rawatlah hutan agar makanan para hewan tetap tersedia di dalam hutan. [T]

Tags: faunakehutananTaman Nasional Bali Barat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Desa Wisata Taman Sari di Banyuwangi, Hebat Bersama, Bumdes Kelola Homestay Milik Warga

Next Post

Teruna Banjar Pegok-Sesetan Gabungkan Baleganjur dan Janger, Terciptalah Tabuh Khas Pegok

Ananta Kurnia

Ananta Kurnia

Pengangguran. Lahir dan tinggal di Gilimanuk, Jembrana, Bali

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Teruna Banjar Pegok-Sesetan Gabungkan Baleganjur dan Janger, Terciptalah Tabuh Khas Pegok

Teruna Banjar Pegok-Sesetan Gabungkan Baleganjur dan Janger, Terciptalah Tabuh Khas Pegok

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co