13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nasi Tekor di Desa Budaya Kertalangu, Warung yang Mewariskan Ingatan Tentang Tradisi Kuliner Bali

Ni Putu Dila Rossita Yanti by Ni Putu Dila Rossita Yanti
July 4, 2025
in Kuliner
Nasi Tekor di Desa Budaya Kertalangu, Warung yang Mewariskan Ingatan Tentang Tradisi Kuliner Bali

Warung Nsi Tekor Bali di Desa Budaya Kertalangu | Foto: Dila

PERNAH main ke kawasan Desa Budaya Kertalangu di Jalan By Pass Ngurah Rai, Tohpati, Denpasar? Jika belum, ya, sebaiknya sempatkan diri ke tempat itu, karena di kawasan itu terdapat warung nasi tradisional. Namanya, Nasi Tekor Bali.

Tekor adalah wadah makanan tradisional yang terbuat dari daun pisang, dilipat sedemikian rupa membentuk segitiga. Dulu, tekor sebagai wadah makanan sebenarnya tidak berisi alas apa pun lagi. Namun kini, tekor, sesuai dengan kebutuhan, diisi alas, semacam piring yang terbuat dari anyaman bambu atau rotan.

Nah, Nasi Tekor Bali menyediakan makanan khas tradisional Bali yang dikemas dengan tekor. Selain ramah lingkungan, juga estetik dan terkesan unik di zaman piring porselin dan marmer ini.

Warung Nasi Tekor Bali di Desa Budaya Kertalangu | Foto: Dila

Pemilik Warung Nasi Tekor biasa dipanggil Pekak Tekor. Nama aslinya Pande Nyoman Darta. “Warung ini dibangun dengan konsep yang berdasarkan kehidupan saya sendiri,” kata Pekak Tekor saat ditemui30 Mei 2025.

Sejak kecil Pekak Tekor sudah terbiasa hidup dalam lingkungan budaya Bali yang sangat kental.  Kegiatan seperti bertani, memasak dan berjualan adalah rutinitas kehidupan Pekak Tekor sehari-hari.

Masa kecil dan masa muda Pekak Tekor dipenuhi pengalaman baik. Ia berjualan makanan secara berkeliling di area desa dan sawah. Di masa tuanya ia memabngun warung Nasi Tekor yang bukan hanya sekadar dibangun dari semangat bisnis di bidang makanan, tetapi dibangun dari cita rasa terhadap budaya dan tradisi Bali.

“Saya membuat warung sederhana untuk tetap bisa mewariskan budaya dan tradisi yang ada,” kata pekak Tekor. 

Wawancara dengan Pekak Tekor (kanan) | Foto: Dok Dila

Warung Nasi Tekor resmi berdiri pada tahun 2015. Dulu, tempat ini hanya sebuah lokasi yang disebut sebagai Desa Budaya yang menampilkan seni budaya yang ada di Bali, khususnya di Desa Budaya Kertalangu. Tapi ternyata dalam kenyataannya budaya di sana masih belum dikenal sehingga Kakek Tekor masuk ke Desa ini untuk menampilkan budaya kuliner tradisional khas Bali.

“Tujuannya untuj menjawab kerinduan masyarakat kota akan suasana desa atau suasana kampung, bertemu dengan kakek dan nenek,” kata pekak Tekor.

Strategi awal yang diterapkan berfokus pada pembangunan konsep budaya dan filosofi yang mendalam. Dengan memanfaatkan lokasi yang dahulu merupakan bagian dari Desa Budaya Kertalangu, Nasi Tekor dirancang untuk memberikan suasana desa dan kampung Bali tempo dulu, yang memberikan pengalaman seperti sedang berkunjung ke rumah kakek dan nenek.

Hal ini dirancang untuk menjawab kerinduan masyarakat kota khususnya wisatawan, terhadap nuansa desa yang damai dan hangat. Tidak hanya itu konsep ini juga diperkuat dengan tagline yang menjadi ciri khas Nasi Tekor yaitu “Olahan Masa Lalu, Rasa Masa Kini, Kuliner Masa Depan”.

Melalui tagline itu, warung Nasi Tekor menyampaikan pesan bahwa maknan yang disajikan tidak sekedar hidangan, melainkan bentuk pelestarian budaya dan rasa yang diwariskan lintas generasi.  

Konsep Warung yang Sederhana | Foto: Dila

Nasi Tekor tidak hanya sekadar menyajikan makanan biasa, melainkan menyajikan sebuah pengalaman budaya. Konsepnya sangat khas karena pengunjung disambut seperti tamu keluarga, bukan seperti pengunjung restoran pada umumnya, tidak menggunakan sistem pelayanan yang formal seperti restoran biasa.

Pekak menyebut tempatnya sebagai “rumah pekak odah” bukan hanya sebagai warung nasi biasa tetapi warung ini juga dijadikan tempat tinggal oleh Pekak Tekor dan istrinya. 

Selain itu konsep yang unik dari hidangan yang disajikannya menggunakan tekor dan daun pisang, menghadirkan nuansa makanan seperti dirumah kakek dan nenek sendiri. Semua makanan yang disajikan memiliki nilai rasa dan tradisi. Bahkan, bentuk wadah “tekor” yang berbentuk segitiga juga memiliki makna spiritual yang melambangkan kekuatan, keseimbangan energi, serta hubungan antara manusia, alam dan Tuhan yaitu masuk pada konsep Tri Hita Karana.  


Makanan yang disajikan dengan tekor di Warung Nasi Tekor | Foto: Dila

Warung Nasi Tekor menjadi unik karena mengutamakan keunikan lokal Bali yang tidak bisa ditiru secara utuh oleh warung lainnya. Pekak Tekor menekankan bahwa banyak yang bisa meniru bentuk luar menunya, namun tidak dengan jiwa atau makna didalamnya. Keunikan lainnya yaitu dari bahan makanannya sebagaian besar dari hasil kebun dan ternak sendiri.

Memiliki menu yang unik seperti kuliner berbahan daging ayam, cumi, dan kambing dengan harga yang sangat terjangkau. Bahkan, kambing genyol adalah versi unik dari menu di warung ini, yang menjadikan sajian khas yang tidak umum ditemukan.

Warung ini dikatakan unik karena memiliki konsep yang berbeda dari segi penataan arsitekturnya. Pintu masuknya terdiri dari gapura sederhana dengan tulisan Nasi Tekor di atasnya. Di tempat ini pengunjung akan merasakan suasana yang berbeda saat memasuki warung. Warung ini didekorasi dengan bambu dan kayu, serta pernak pernik klasik. Ini merupakan salah satu keistimewaan pada warung ini yang tidak dapat ditemui pada tempat lainnya.  [T]

Reporter/Penulis: Ni Putu Dila Rossita Yanti
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
45 Tahun Rasa itu Tak Mati-mati: Ini Kisah Siobak Seririt Penakluk Hati
Mengenal Singaraja Melalui Kulinernya
Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja — Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana
Berbekal Nasi Kuning ke Kahyangan | Cerita Hari Kuningan Gde Aryantha Soethama
Ketut Suariani, Peramu Loloh Cemcem dari Desa Aan
Tags: balidenpasarDesa Budaya Kertalangukulinerkuliner balikuliner tradisional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Sastra dalam Lontar, Menginstal Makna ke Dalam Tubuh | Catatan dari Seminar Yayasan Aksara Sastra Adhyatmika

Next Post

Autopsi Rindu di Kedai Umah Pradja Singaraja — Catatan Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima

Ni Putu Dila Rossita Yanti

Ni Putu Dila Rossita Yanti

Lahir di Tabanan,Bali, 05 November 2004 . Sedang menempuh pendidikan di Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional, Denpasar

Related Posts

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails

Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

by Dede Putra Wiguna
November 22, 2025
0
Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

“Mbok, nasi lawarnya tiga porsi, ekstra sate, minumnya temulawak ya!” ucap seorang pemuda saat memesan makanan, lalu tergesa masuk ke...

Read moreDetails

Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

by I Gede Teddy Setiadi
November 11, 2025
0
Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

KESAN friendly langsung terasa saat bertemu dengan Muhamad Faisal. Ia pemuda asal Pekanbaru, Riau, tapi kami bertemu di di Jalan...

Read moreDetails

Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

by Putu Ayu Ariani
October 16, 2025
0
Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

DINI hari di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, suasana masih diselimuti udara dingin. Namun di depan sebuah warung sederhana, cahaya api...

Read moreDetails
Next Post
Autopsi Rindu di Kedai Umah Pradja Singaraja — Catatan Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima

Autopsi Rindu di Kedai Umah Pradja Singaraja — Catatan Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co