13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memungut yang Hilang, Terbenam dalam Ingatan Ikan-ikan Karya sasti gotama

Lintang Pramudia Swara by Lintang Pramudia Swara
June 23, 2025
in Ulas Buku
Memungut yang Hilang, Terbenam dalam Ingatan Ikan-ikan Karya sasti gotama

Foto dari penulis

Suara tawa bisa menjadi sesuatu yang demikian traumatis. Tujuh tahun sejak peristiwa 1998, begitu banyak luka dan kenangan pahit yang menyertai manusia di bumi pertiwi. Melalui Ingatan Ikan-ikan karya sasti gotama, saya berkenalan dengan Lian Wen dan Ombak Samudera. Nggak butuh waktu lebih dari dua hari buat menyelami dunia mereka hingga tinta terakhir.

Nama Lian seketika menghubungkan saya dengan konsep “the others” dalam wacana poskolonial dan kajian budaya. Liyan berarti mereka yang berbeda, yang dieliminasi dan diasingkan. Sebagaimana Lian Wen pula yang merupakan seorang Tionghoa. Dalam paruh awal saya diajak bertamasya dengan nama-nama kota dan tokoh yang menggunakan inisial. Semula membingungkan, tapi sepadan karena selanjutnya menjelma magnetik.

Lian Wen adalah seorang dokter hewan. Ia tidak menyukai suara tawa. Perut bagian bawahnya akan terasa sakit setiap ia mendengar suara itu. Lambat laun saya pun mengerti apa penyebabnya. Salah satu pegawainya pernah secara tidak sengaja tertawa terbahak dan membuat Lian pingsan.

Di belahan kota yang lain, Ombak sang protagonis pria adalah pedagang ikan mas koki. Hidupnya pas-pasan untuk membiayai istri dan putrinya. Perihal ikan mas koki, Lian memelihara ikan mas koki buta. Seorang pelanggan yang datang memeriksakan ikannya memberikan si mas koki itu kepadanya. Itu belum mencakup keseluruhan premisnya.

Waktu bergerak mundur, saya diajak melihat masa lalu Ombak. Tentang orang tuanya yang berselisih, juga ia dan sang adik yang harus pergi dari rumah untuk mengadu nasib sendiri. Ombak berjualan koran, bercita-cita ingin menjadi dokter. Baginya, dokter adalah simbol kemapanan yang akan melepaskannya dari belenggu kemiskinan.

Di masa lalu, Lian dan Ombak ternyata berteman. Ombak menyukai buku dan mengajak Lian untuk berburu buku cerita silat bekas di tempat langganannya. Beruntung karena Ombak terlebih dahulu mengenal ayahnya Lian dengan baik, sehingga ada cara untuk bisa berkenalan dan mendekati Lian. Pertemanan mereka manis. Ombak menghadiahi ikan mas koki untuk dirawat Lian. Ia mempelajari bagaimana merawat dan mengenali penyakit ikan mas koki. Ikan itu seperti anak yang mereka jaga bersama. Ikan mas koki, seturut Ombak merupakan ikan asli dari Cina, namun kini dibudidaya di Indonesia. Sama halnya dengan Lian yang nenek moyangnya dari sana, tapi Lian lebih lancar berbahasa Jawa.

Saya jadi teringat Meilien dan Dilan dari semestanya Pidi Baiq, juga Laskar Pelangi dengan Ikal dan Aling. Manisnya kedekatan mereka nggak bertahan lama, sebagaimana Lian dan Ombak yang akhirnya juga harus terpisah. Ada penjarahan besar-besaran menjelang reformasi. Toko milik ayahnya Lian menjadi korban, dan setelah itu pula garis hidup Lian berubah. Suara tawa yang begitu traumatis itu, tak lain adalah suara tawa dari pemerkosa yang memandang para minoritas Tionghoa sebagai golongan yang harus dipersekusi. Lian mengalami hal buruk dan menyimpan trauma atas hal itu selama menahun.

Kepingan demi kepingan teka-teki akhirnya tersusun. Trauma masa lalu yang dialami Lian membawanya untuk menjalani terapi. Namun ia belum sepenuhnya sembuh. Tak ada sedikit pun bagian dari pikiran dan tubuhnya yang pulih dari trauma itu. Alasannya menjadi dokter hewan sedikit demi sedikit terjawab. Tidak jauh dari yang dulu pernah ia ceritakan pada Ombak, bahwa Lian ingin jadi dokter.

Ingatan Ikan-ikan mencoba bertutur soal masa lalu lewat perspektif yang berbeda. Saya tidak melihat formula fiksi sejarah yang lazim digunakan para penulis perempuan yang biasa saya baca. Ada kedalaman yang intim dan mendorong saya masuk. Tiap bab menyuguhkan ikatan emosi, begitu juga narasi-narasi metaforik dan simbolis, seperti bagaimana tubuh Lian dapat dikiaskan menjadi tubuh ikan mas koki dengan sisik-sisiknya yang terlepas, membuatnya tak berdaya. Tiap tokohnya juga begitu melekat dan segera bisa dihafal kekhasan tindak tuturnya. Seketika saya jadi teringat Orang-orang Bloomington dari Budi Darma dengan karakter demi karakternya yang begitu ikonik dan brutal.

Sang penulis pun ternyata merupakan seorang dokter. Referensi tentang dunia medis ternarasikan dengan kuat, tentang neurotransmitter, oksitosin, dan senyawa yang bisa distimulasi untuk menghilangkan kenangan buruk, begitu pun kehadiran buah alara yang juga penting dalam jalinan cerita. Ingatan mas koki yang hanya tiga detik— mewujud sebagai adagium maupun benang merah yang dengan briliannya memposisikan keunggulan karya ini. Upaya penghapusan kenangan buruk yang dilakukan oleh ilmuwan yang menjadi salah satu tokohnya melalui eksperimen yang diceritakan— melambangkan sebentuk kritik dan pukulan terhadap rezim yang sedang kita alami.

Dengan takdir semesta, Ombak dan Lian memang dipertemukan kembali. Tapi banyak hal yang harus ditata oleh kedua hati mereka. Penulis juga tidak menawarkan konklusi atau hidup bahagia selamanya sebagai sebuah ujung yang klise. Setelah itu kita justru kembali diminta untuk melihat bahwa realita harus berjalan, dan kenangan pahit justru bukan untuk dihilangkan, tapi disimpan dan ada untuk menjadi sumber kekuatan. Sebagaimana yang dituliskan sasti, “Dengan ingatan, kita melawan lupa. Dan dengan ingatan pula, kita melawan kekuasaan dan ketidakadilan”.

Ini adalah novel pertama dari sasti gotama– nama yang menolak memakai kapital di huruf pertama—  yang terbit perdana pada Agustus 2024 lalu. Saya menanti untuk membaca karya lainnya dari sasti gotama, Emerging Author Ubud Writer Festival yang menaruh seluruh hati dan penjiwaannya dalam menulis Ingatan Ikan-ikan. [T]

Penulis: Lintang Pramudia Swara
Editor: Adnyana Ole

Han Kang dan Kolase Enigmatik Novel Vegetarian
Kongkow Sejarah: Bicara Reposisi Perempuan Asia Tenggara Melalui Buku “Kuasa Rahim”
Membaca Ulang Kiprah Perempuan dalam Dinamika Dunia Seni
Mencari Bali Menemukan Diri — Ulasan Buku “Dari Sudut Bali” Karya Abdul Karim Abraham
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sedih-Tegang dalam Instrumen Film “Metuun” dan “Nyambutin” — Dari Layar Kolektif Bali Utara di Tejakula

Next Post

Dupa Terakhir Sukasih | Cerpen Satria Aditya

Lintang Pramudia Swara

Lintang Pramudia Swara

Lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang kini mengasuh sebuah toko buku independen, sesekali bermusik dan aktif menulis lepas di berbagai media.

Related Posts

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
0
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

Read moreDetails

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
0
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

Read moreDetails

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026
0
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

Read moreDetails

Membaca Racauan Arman Dhani

by Wayan Esa Bhaskara
May 30, 2026
0
Membaca Racauan Arman Dhani

Judul               : 30 Tahun dan Gagal Penulis            : Arman Dhani Tahun terbit    : Februari 2026 Penerbit          : EA Books...

Read moreDetails

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

by Inno Koten
May 20, 2026
0
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

Read moreDetails

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
0
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

Read moreDetails

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails
Next Post
Dupa Terakhir Sukasih | Cerpen Satria Aditya

Dupa Terakhir Sukasih | Cerpen Satria Aditya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co