3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
in Panggung
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

Pementasan "Sumpah Drupadi" oleh Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: Festival Seni Bali Jani

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton, terutama mereka yang tumbuh pada era 1970-an hingga 1980-an. Gaya pementasan yang memadukan sastra, dialog, gerak, humor, dan pesan moral seolah menghidupkan kembali kejayaan drama klasik yang pernah menjadi tontonan favorit di layar kaca.

Namun, kali ini drama klasik itu hadir dalam kemasan berbeda. Dipentaskan secara kolosal di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, Sabtu (11/7/2026), pertunjukan menghadirkan pengalaman artistik yang lebih megah sekaligus membuka ruang bagi penonton lintas generasi untuk berimajinasi dan berefleksi.

Usai Gubernur Bali Wayan Koster menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII sekaligus membuka Festival Seni Bali Jani VIII dengan pemukulan gong, bunyi gamelan pun mengalun mengiringi dimulainya kisah. Suasana seketika berubah. Penonton yang memadati arena pertunjukan seolah diajak kembali ke masa ketika drama klasik menjadi hiburan yang dinantikan masyarakat Bali.

Pementasan “Sumpah Drupadi” oleh Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: Festival Seni Bali Jani

Meski tetap mempertahankan ciri khasnya, penampilan Sanggar Teater Mini kali ini tampil dengan skala yang jauh lebih besar. Jumlah pemain meningkat drastis, dipadukan dengan koreografi tari, tata artistik, dan iringan gamelan kolosal yang membuat pertunjukan terasa lebih dinamis sekaligus spektakuler.

Lebih dari sekadar hiburan, pementasan ini mengajak penonton merenungkan nilai-nilai kehidupan yang kian tergerus zaman. Melalui lakon “Sumpah Drupadi” yang diangkat dari epos Mahabharata, pertunjukan menghadirkan refleksi tentang keberanian melawan ketidakadilan, mempertahankan martabat, serta keyakinan bahwa dharma pada akhirnya akan mengalahkan adharma. Tak heran, penonton tetap bertahan memenuhi arena hingga kisah berakhir.

Agar alur cerita mudah dipahami, sutradara memanfaatkan teknik elidi sehingga perpindahan adegan berlangsung lebih ringkas tanpa mengurangi esensi cerita. Di sela-sela ketegangan, kelompok Celekontong Mas melalui tokoh Tompel, Sokir, dan Cedil menghadirkan humor segar yang mengundang gelak tawa. Sementara itu, kelompok Bli Ciaaattt mempersembahkan kolaborasi Gamelan Mulut (Gamut) dengan musik genggong, disusul atraksi pencak silat yang semakin memperkaya dinamika pertunjukan. Perpaduan berbagai unsur seni tersebut membuat sajian tidak hanya menghibur, tetapi juga kaya makna.

Di bawah arahan sutradara sekaligus penulis naskah I.B. Anom Ranuara, kisah dimulai dari perjudian antara Pandawa dan Korawa. Kekalahan Pandawa membuat mereka kehilangan kerajaan, harta benda, bahkan kehormatan. Bersama permaisurinya, Drupadi, mereka pun ditetapkan sebagai budak Korawa.

Konflik mencapai puncaknya ketika Duryadana, yang masih menyimpan dendam terhadap Pandawa, memerintahkan Dursasana menyeret Drupadi ke balairung Astina dan mempermalukannya dengan menanggalkan busananya di hadapan para bangsawan. Dalam keadaan tak berdaya, Drupadi memohon perlindungan Sang Hyang Widhi. Keajaiban pun terjadi. Kain yang dikenakannya terus memanjang tanpa habis meski berkali-kali ditarik Dursasana. Upaya penghinaan itu akhirnya gagal.

Pementasan “Sumpah Drupadi” oleh Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: Festival Seni Bali Jani

Peristiwa tersebut menggugah Prabu Drestarasta untuk menghentikan tindakan putranya. Raja Astina kemudian membatalkan keputusan menjadikan Pandawa sebagai budak. Sebagai gantinya, Pandawa dijatuhi hukuman menjalani pengasingan di hutan selama 13 tahun, dengan syarat apabila pada tahun terakhir mereka dikenali, masa pengasingan harus diulang dari awal.

Sebagai kesatria, Pandawa menerima keputusan itu. Namun sebelum meninggalkan Astina, Drupadi mengucapkan sumpah yang menjadi inti cerita. Ia bertekad menegakkan kembali keadilan, menghancurkan Korawa beserta sekutu-sekutunya yang adharma, sekaligus membalas penghinaan yang telah mencoreng kehormatannya.

Penyucian Jiwa

I.B. Anom Ranuara mengatakan, “Sumpah Drupadi” bukan sekadar kisah kepahlawanan. Lakon ini menjadi refleksi bahwa kezaliman tidak akan pernah menang selamanya. Kesabaran, keteguhan hati, dan keyakinan terhadap kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya.

“Awalnya kami bertolak dari tema Atma Kerthi atau penyucian jiwa. Karena ini drama klasik pewayangan, temanya sangat dekat dengan ajaran Karma Phala dan penyucian diri. Dari sana kami memilih kisah Sumpah Drupadi karena belum pernah kami pentaskan,” ujar Anom Ranuara.

Menurutnya, kisah bermula ketika Pandawa kalah berjudi sehingga seluruh kekayaan mereka dirampas dan mereka dijadikan budak. Drupadi kemudian diseret ke persidangan sebagai simbol bahwa dirinya juga menjadi milik Korawa. Rambutnya yang terurai menjadi lambang penghinaan terhadap kehormatan seorang perempuan.

Penghinaan itulah yang melahirkan sumpah Drupadi. Ia bertekad menuntut keadilan dan mencari darah Dursasana sebagai simbol penyucian atas martabat yang telah dinodai.

Pementasan “Sumpah Drupadi” oleh Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: Festival Seni Bali Jani

“Pada akhirnya, setelah mendapatkan darah Dursasana, darah itu digunakan untuk keramas sebagai simbol penyucian diri. Dalam pandangan masyarakat pada masa itu, perempuan yang telah bersuami tidak boleh disentuh laki-laki lain. Karena itu penyucian menjadi lambang pemulihan kehormatan dirinya,” jelas Anom.

Tema penyucian jiwa, lanjutnya, disisipkan hampir di setiap adegan. Salah satu yang paling kuat muncul melalui tokoh Gandari yang menyesali kegagalannya mendidik anak-anaknya sejak kecil.

“Aku menyesal tidak mampu mendidik anak-anakku. Seharusnya sejak kecil mereka dibimbing agar memiliki jiwa yang bersih. Karena itu tidak kulakukan, mereka tumbuh menjadi pribadi yang serakah dan pendendam.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini agar seseorang memiliki hati yang bersih, mampu membedakan benar dan salah, serta tidak mudah dikuasai keserakahan maupun kebencian.

Memadukan Beragam Unsur Seni

Pentas di Panggung Terbuka Ardha Candra pada penutupan PKB XLVIII sekaligus pembukaan FSBJ VIII menjadi tantangan tersendiri bagi Sanggar Teater Mini. Ruang pertunjukan yang luas menuntut garapan dengan skala yang jauh lebih besar dibandingkan pementasan reguler.

Jika biasanya drama klasik hanya dimainkan sekitar 10 hingga 12 orang, kali ini hampir 100 seniman dilibatkan. Sanggar Teater Mini menggandeng berbagai kelompok seni, mulai dari sanggar karawitan, sanggar tari, kelompok musik tradisional, hingga komunitas pencak silat. Seluruh unsur tersebut kemudian dirangkai menjadi satu kesatuan dramatik yang saling menguatkan.

Pementasan “Sumpah Drupadi” oleh Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: Festival Seni Bali Jani

Anom Ranuara menjelaskan, ritme pertunjukan sengaja dibangun naik turun agar penonton tidak merasa jenuh. Ketegangan cerita diselingi humor, tari, dan musik sehingga emosi penonton terus terjaga dari awal hingga akhir pertunjukan.

“Kalau tegang terus penonton akan jenuh. Lucu terus juga membosankan. Karena itu kami memadukan berbagai unsur seni agar pertunjukan tetap hidup, menghibur, sekaligus menyampaikan pesan moral kepada penonton,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, “Sumpah Drupadi” tidak hanya menjadi tontonan yang memikat secara visual, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai martabat manusia, pentingnya pendidikan karakter, serta keyakinan bahwa kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026Sanggar Teater MiniSumpah Drupadi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Next Post

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co