2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
in Panggung
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

Suasana Indonesia Flair Tandem 2026 yang digelar Himpunan Bartender Indonesia (HBI) di Golden Tulip Jineng Resort Bali, Minggu (12/7/2026) | Foto: Istimewa

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang bartender. Sorak penonton pun pecah setiap kali dua bartender saling melempar botol dengan presisi nyaris tanpa cela. Begitulah suasana Indonesia Flair Tandem 2026 yang digelar Himpunan Bartender Indonesia (HBI) di Golden Tulip Jineng Resort Bali, Minggu (12/7/2026).

Malam itu, atraksi flair bartending menjelma lebih dari sekadar kompetisi meracik minuman. Gerakan juggling, lemparan botol, permainan shaker, koreografi, tata cahaya, musik, pola lantai, hingga kostum artistik berpadu menjadi sebuah pertunjukan yang memikat. Para bartender bukan hanya menyajikan koktail, tetapi juga menghadirkan tontonan yang menyerupai seni pertunjukan.

Suasana Golden Tulip Jineng Resort Bali pun semakin semarak. Atraksi para bartender tidak hanya menarik perhatian pelaku industri bartending, tetapi juga wisatawan yang sedang menikmati suasana Pulau Dewata. Format tandem yang mengharuskan dua bartender tampil sebagai satu kesatuan membuat setiap penampilan terasa lebih dinamis, penuh kejutan, sekaligus sarat hiburan visual.

Suasana Indonesia Flair Tandem 2026 yang digelar Himpunan Bartender Indonesia (HBI) di Golden Tulip Jineng Resort Bali, Minggu (12/7/2026) | Foto: Istimewa

“Kompetisi ini sengaja kami rancang untuk mendobrak batas kreativitas para peracik minuman, baik di Bali maupun luar Bali. Melalui tema One Team, One Passion, Flair Without Limit, ajang ini menyoroti bagaimana dua individu dapat menyatu menjadi satu kesatuan yang harmonis di atas panggung,” ujar Advisor HBI, Agung Darmawan, dalam konferensi pers sebelum kompetisi dimulai.

Tahun ini, kompetisi diikuti enam pasangan bartender terbaik dari Bali. Mereka merupakan bartender berprestasi yang pernah menjuarai berbagai kompetisi maupun menjadi pengajar di sejumlah sekolah pariwisata. Salah satu peserta yang mencuri perhatian ialah Rico, peraih predikat world runner-up pada kompetisi flair bartending di Thailand.

Selama kompetisi berlangsung, penonton dibuat terpukau oleh kekompakan setiap pasangan. Botol dan shaker melayang silih berganti, bahkan dilempar kepada rekan satu tim dengan tingkat akurasi tinggi. Seluruh rangkaian gerak dirancang layaknya koreografi, dipadukan dengan unsur teatrikal yang mengikuti irama musik sehingga menghadirkan pengalaman visual yang dramatis.

Salah satu pasangan bahkan tampil mengenakan tapel Hanoman dan Sugriwa yang terinspirasi dari kisah Ramayana. Meski tidak membawakan lakon pewayangan secara utuh, pilihan kostum tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap budaya Bali sekaligus memperkuat karakter artistik penampilan mereka. Sentuhan tersebut membuat format tandem terasa jauh lebih spektakuler dibandingkan penampilan solo.

Suasana Indonesia Flair Tandem 2026 yang digelar Himpunan Bartender Indonesia (HBI) di Golden Tulip Jineng Resort Bali, Minggu (12/7/2026) | Foto: Istimewa

“Kami ingin menghadirkan event yang masih sangat jarang digelar di dunia karena menggabungkan dua individu dalam satu atraksi flair. Saat ini dunia flair berkembang sangat pesat, hampir setiap bulan selalu ada turnamen di berbagai negara,” kata Agung.

Menurut Agung, Indonesia Flair Tandem sekaligus menandai babak baru perjalanan HBI dalam mengembangkan flair bartending di Indonesia. Seluruh peserta telah melalui proses seleksi yang ketat. Namun, jumlah peserta masih terbatas karena sulitnya menyatukan jadwal latihan di tengah kesibukan bekerja. Perwakilan dari Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta pun belum dapat bergabung akibat kendala penentuan waktu.

Meski demikian, HBI berkomitmen menjadikan Indonesia Flair Tandem sebagai agenda tahunan dengan skala yang lebih besar mulai 2027.

Selain menguji kemampuan atraksi, kompetisi juga menantang setiap pasangan meracik dua jenis koktail menggunakan dua bahan dasar (base spirit) lokal berkualitas global, yakni Iceland Vodka dan tequila produksi dalam negeri. Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan industri minuman nasional sekaligus bagian dari upaya memperkenalkan Arak Bali ke panggung internasional sebelum akhir 2026.

“Penilaian dilakukan secara profesional dengan mempertimbangkan aspek kreativitas, difficult move, showmanship, hingga deduction apabila terjadi botol jatuh (drop), minuman tumpah (spill), atau ada bahan yang terlewat (missing ingredient),” jelas Agung.

Suasana Indonesia Flair Tandem 2026 yang digelar Himpunan Bartender Indonesia (HBI) di Golden Tulip Jineng Resort Bali, Minggu (12/7/2026) | Foto: Istimewa

Lebih jauh, penyelenggaraan kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak untuk mendorong para praktisi bar terus berkreasi dan berinovasi. “Melalui kolaborasi ini diharapkan lahir generasi baru yang berbakat, khususnya di bidang flair bartending,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Harian HBI, I Gede Adijaya atau yang akrab disapa De Bean, menegaskan bahwa konsep tandem sangat dekat dengan realitas dunia hospitality. Menurutnya, bekerja di balik bar tidak pernah mengandalkan kemampuan individu semata, melainkan kerja sama tim yang solid, komunikasi yang baik, serta kerendahan hati.

Menurut De Bean, lahirnya konsep Flair Tandem juga bertujuan menantang ego masing-masing bartender agar mampu bekerja sebagai sebuah tim. Dalam dunia kerja, interaksi antarkaryawan menjadi faktor penting sehingga kompetisi ini menguji apakah para peserta mampu mengesampingkan ego, tetap sinkron, dan saling mendukung saat tampil di atas panggung.

“Pariwisata Bali bukan hanya soal pelayanan dan produk, tetapi juga entertainment. Flair merupakan keahlian profesional yang dilatih bertahun-tahun untuk memberikan pengalaman interaktif yang berkesan bagi wisatawan,” paparnya.

Suasana Indonesia Flair Tandem 2026 yang digelar Himpunan Bartender Indonesia (HBI) di Golden Tulip Jineng Resort Bali, Minggu (12/7/2026) | Foto: Istimewa

Karena itu, kemampuan membangun kolaborasi menjadi salah satu aspek utama yang ingin ditonjolkan dalam kompetisi ini. Gagasan penyelenggaraan Flair Tandem pun lahir dari keinginan melihat sejauh mana para bartender mampu bekerja sebagai satu kesatuan, baik dalam aspek teknis maupun artistik.

General Manager Golden Tulip Jineng Resort, Baramukti, menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari komitmen hotel dalam mendukung perkembangan industri pariwisata Bali.

“Kami sangat antusias dengan kemitraan ini karena sejalan dengan program kami untuk merangkul seluruh elemen penggerak pariwisata di Bali. Kompetisi tandem ini luar biasa karena memadukan kreativitas visual, kerja sama, dan semangat yang menjadi ciri khas seorang bartender,” ujarnya.

Penyerahan hadiah Indonesia Flair Tandem 2026 yang digelar Himpunan Bartender Indonesia (HBI) di Golden Tulip Jineng Resort Bali, Minggu (12/7/2026) | Foto: Istimewa

Indonesia Flair Tandem juga menjadi wadah bagi para bartender untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan publik sekaligus memperluas jejaring profesional. Momentum tersebut dimanfaatkan pula untuk memperkenalkan jajaran pengurus baru Himpunan Bartender Indonesia sebagai penanda babak baru perjalanan organisasi.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, pasangan Rico dan Eka berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II ditempati Nopa Yana dan Chandra, sedangkan Juara III diraih Yoga Diasa dan Rino. Sementara itu, penghargaan Best Cocktail juga diberikan kepada Yoga Diasa dan Rino. Masing-masing pemenang menerima piala berdesain modern dan hadiah uang tunai, yakni Rp7 juta untuk Juara I, Rp5 juta untuk Juara II, Rp3 juta untuk Juara III, serta Rp1,5 juta untuk kategori Best Cocktail.

Dalam kepengurusan HBI periode terbaru, I Gede Adijaya menjabat sebagai Ketua Harian, didampingi Ni Koming Arlin Widiastuti sebagai Wakil Ketua I dan I Gede Bayu Krisnawan (Bayu Alexander) sebagai Wakil Ketua II. Kehadiran Koming Arlin menjadi catatan penting karena menghadirkan representasi perempuan dalam kepengurusan HBI. Kehadirannya diharapkan dapat menginspirasi semakin banyak bartender perempuan untuk berkiprah dan berkembang di industri bartending Indonesia.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Himpunan Bartender IndonesiaIndonesia Flair Tandem 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

Next Post

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co