23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesenggiri Festival 2025: Ketika Warisan Budaya Menjadi Jembatan Masa Depan

tatkala by tatkala
June 19, 2025
in Panggung
Pesenggiri Festival 2025: Ketika Warisan Budaya Menjadi Jembatan Masa Depan

Pesenggiri Festival 2025

Di tengah bayang-bayang modernisasi dan derasnya arus globalisasi, seni dan tradisi sering kali dianggap sebagai sesuatu yang tertinggal di belakang. Namun di Lampung, narasi itu sedang diubah.

Pada tanggal 20 dan 21 Juni 2025, tanah yang dikenal sebagai gerbang Sumatra ini akan menjadi panggung utama sebuah peristiwa budaya berskala nasional: Pesenggiri Festival. Digagas oleh Selphie Bong, desainer dan penggiat budaya yang telah malang-melintang di panggung internasional, festival ini bukan hanya perayaan—ia adalah ajakan untuk kembali ke akar.

“Pesenggiri bukan hanya tentang menampilkan budaya, tapi tentang menghidupinya. Kami ingin mengajak masyarakat—baik lokal maupun luar—untuk tidak hanya melihat, tapi mengalami, dan akhirnya terhubung dengan nilai-nilai yang membentuk siapa kita,” ujar Selphie.

Filosofi yang Menyatu dalam Denyut Acara

Nama Pesenggiri berasal dari falsafah adat Lampung, Pi’il Pesenggiri—sebuah sistem nilai yang mengajarkan kehormatan diri, keramahtamahan, semangat kebersamaan, dan keterbukaan sosial. Keempat prinsip utama tersebut: Juluk Adok, Nengah Nyappur, Nemui Nyimah, dan Sakai Sambayan, tidak hanya disebut-sebut dalam pidato, tetapi ditransformasikan menjadi pengalaman langsung dalam berbagai aktivitas festival.

Mulai dari pasar seni dan kuliner “Temu Rasa dan Rupa”, workshop seni, hingga pertunjukan musik dan tari kolaboratif, seluruh rangkaian acara dikurasi untuk menggambarkan filosofi tersebut secara hidup, kontekstual, dan kontemporer.

Jasmine Okubo dan Ritus Tubuh yang Menyatu dengan Tanah

Salah satu highlight yang paling dinanti dari Pesenggiri Festival adalah pertunjukan tari kolaboratif yang digarap oleh Jasmine Okubo, koreografer dan co-founder Kitapoleng Bali. Dalam proyek ini, Jasmine dan tim The Hurun turun tangan menggandeng penari-penari muda dari berbagai komunitas seni di Lampung untuk menciptakan karya lintas latar yang menyatukan tubuh-tubuh lokal dengan semangat kolektif.

“Gerak tubuh adalah arsip hidup. Ia menyimpan warisan, memelihara intuisi, dan membuka ruang dialog yang tidak bisa dicapai hanya dengan kata-kata,” ungkap Jasmine. “Lewat karya ini, kami ingin tubuh-tubuh Lampung berbicara—dengan irama tanahnya sendiri, dengan denyut sejarahnya, dan dengan keberanian untuk terus menari meski zaman berubah.”

Pertunjukan ini bukan sekadar pertunjukan tari, tetapi sebuah upacara gerak yang menggabungkan elemen tradisi dan kontemporer, spiritualitas dan resistensi. Sebuah ajakan untuk menyimak tubuh sebagai saksi budaya, dan tarian sebagai bentuk komunikasi paling jujur antara manusia dan tanah yang mereka pijak.

Dari Panggung ke Layar: Visual yang Bernarasi

Keutuhan narasi festival dan scenography juga disusun secara visual oleh Dibal Ranuh, yang aktif sebagai penata artistik dan sutradara video festival. Dibal mengarahkan estetika keseluruhan pertunjukan acara, menciptakan semacam sinematik ritus yang tidak hanya untuk dinikmati secara langsung, tapi juga untuk ditonton dan direnungkan ulang.

“Kami ingin menghadirkan estetika yang otentik namun tetap relevan dengan audiens global. Lewat narasi visual dan pertunjukan yang menyentuh, kami berharap nilai-nilai lokal ini dapat melintasi batas geografis dan generasi,” ujar Dibal.

Ruang Belajar, Berbagi, dan Bertumbuh

Tak sekadar tontonan, Pesenggiri juga membuka ruang interaksi dan pengembangan kapasitas lewat lokakarya dan diskusi tematik. Nama-nama besar seperti Helianti Hilman (Founder Javara) dan Dian Maya Puspitasari (Brand Consultant) akan hadir membagikan wawasan tentang keberlanjutan dan kewirausahaan berbasis budaya.

Sementara itu, kelas memasak akan diisi oleh chef lokal dan nasional, termasuk Chef Toni Azhari dari Lampung Marriott dan Devy Anastasia, finalis MasterChef Indonesia. Tak ketinggalan, sesi art talk akan menghadirkan sejarahwan budaya seperti Anshori Djausal bersama Dibal, membedah bagaimana menciptakan karya seni yang bermakna lintas waktu.

Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Event

Salah satu kekuatan utama Pesenggiri Festival adalah pendekatannya yang holistik: tidak hanya sebagai acara budaya sesaat, tetapi sebagai ekosistem berkelanjutan. Selain menggandeng pelaku UMKM lokal, festival ini juga menghadirkan Green Marketplace dan Eco-Market, dengan produk-produk ramah lingkungan, makanan organik, dan suvenir hasil kerajinan tangan lokal.

“Kami ingin meninggalkan warisan, bukan hanya ingatan. Efek jangka panjang dari festival ini adalah membangun citra Lampung sebagai pusat kebudayaan dan pariwisata yang berakar dan berwawasan ke depan,” kata Selphie.

Lokasi Strategis, Akses Global

The Hurun, sebagai lokasi penyelenggaraan, dipilih bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga aksesibilitasnya. Berlokasi tak jauh dari pusat kota Lampung, tempat ini mudah dijangkau dari Jakarta melalui jalur feri atau penerbangan singkat, menjadikannya titik temu yang ideal bagi audiens lokal, nasional, dan internasional.

Dengan pengunjung yang ditargetkan datang dari berbagai latar belakang—dari pelajar, keluarga, hingga kolektor seni dan investor—festival ini juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta membuka peluang kolaborasi jangka panjang antar komunitas budaya.

Jika di ujung festival nanti langit Lampung dipenuhi dengan tawa, tarian, dan aroma rempah yang menguar dari dapur-dapur terbuka, maka bisa dipastikan: warisan itu bukan hanya dikenang—ia sedang hidup, menari, dan berbicara kepada dunia. [T]

Reporter/Penulis: Bud/Rilis
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:

Ubud Food Festival 2025 Merayakan Potensi Lokal: Made Masak dan Bili Wirawan Siapkan Kejutan
“Follow Your Spirit”: Gerak Tubuh, Musik, dan Kesadaran Diri di BaliSpirit Festival
Fakta-fakta Unik tentang Lovina Festival yang Masuk dalam Karisma Event Nusantara 2025
Tags: festivalLampungPesenggiri Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lontar Terakhir Sang Penjaga — Mengenang Maestro I Wayan Mudita Adnyana dari Tenganan Pegringsingan

Next Post

Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
0
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

Read moreDetails
Next Post
Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa

Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co