4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Follow Your Spirit”: Gerak Tubuh, Musik, dan Kesadaran Diri di BaliSpirit Festival

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 1, 2025
in Panggung
“Follow Your Spirit”: Gerak Tubuh, Musik, dan Kesadaran Diri di BaliSpirit Festival

Kegiatan yoga pada Road to BaliSpirit Festival di The Ambengan Tenten, Denpasar | Foto: Bud 

RUANG kreatif di The Ambengan Tenten (TAT), Denpasar-Bali, Kamis, 1 Mei 2025, tampak berbeda dari hari-hari biasa. Ruang itu didatangi para penggiat yoga atau pecinta spiritual, kebanyakan kaum perempuan.

Sejak pagi, sejak pukul 07.45 Wita, suasana spiritual sudah terasa. Pagi dibuka dengan kegiatan Morning Flow Yoga bersama Coach Tao, lalu ada pemeriksaan kesehatan oleh Bali Peduli.

Ada juga terapi akupunktur oleh Yohana, juga Kundalini Tantra Yoga with Sound Healing bersama Master Ketut Arsana dan Bootcamp Muaythai bersama Coach Atep.

Semua kegiatan itu adalah bagian dari acara BaliSpirit Festival ke-16. Festival itu sendiri sebenarnya  baru akan berlangsung di The Yoga Barn, Ubud, 7–11 Mei 2025. Dan acara di The Ambengan Tenten, Denpasar, adalah semacam acara pemanasan dengan sebutan Road to BaliSpirit Festival.

BaliSpirit Festival mengangkat tema “Follow Your Spirit” yang akan menyatukan orang-orang dari berbagai negara dalam kegiatan yang berfokus pada gerakan tubuh, musik, dan kesadaran diri.

Kegiatan pada Road to BaliSpirit Festival di The Ambengan Tenten, Denpasar | Foto: Bud 

“Saya ingin membuka ajaran tantra dari leluhur, dan di Bali banyak yang menggunakan tantra bairawa, dan banyak pula orang suci menjalankan tantra sebagai spiritual menuju moksam,” kata tokoh spiritual yoga, Ketut Arsana, saat konferensi press di sela kegiatan Roed to BaliSpirit Festival itu.

Ketut Arsana sudah mengajar yoga sejak tahun 1979. Dalam kegiatan itu ia memberikan teknik Kundalini Tantra Yoga untuk relaksasi dan keseimbangan fisik, mental, dan emosional. Kegiatan ini mendapat apresiai dari penggiat ataupun pecinta yoga. Para peserta mengikuti pengenalan Tantra Yoga ini sejak pagi.

Para peserta tampak semangat mengikuti kelas ini. Masing-masing peserta lengkap dengan busana yoga serta dilengkapi matras tempat melakukan yoga. Para peserta kelas ini tampaknya sudah biasa melakukan kegiatan yoga, sehingga setiap gerak yang diberikan bisa dilakukan. Bali begitu sangat menarik bagi melakukan kegiatan wellness.

“Bali memiliki arti mencari kesejatian dalam diri melalui yoga, sehingga festival ini memberikan vibrasi positif yang memberi ketertarikan bagi banyak orang,” imbuh pria asal Ubud ini.

Sang guru yoga itu dengan sabar memperkenalkan yoga, terutama pratek dalam pernapasan. Ia menyebutkan, melakukan pernapasan perut sangat baik untuk memasukan oksigen ke tulang, kulit juga bagian tubuh lainnya. Ia juga sempat memperbaiki posisi leher para peserta yang dianggapnya salah. Bali mampu mengubah manusia satu per satu karena orang spiritual akan memberikan vibrasi pada ratusan orang kalau dia ikut yoga dengan hati ke arah kebaikan baru di dunia, dan akan memberikan kekebahagiaan alami.

“Untuk menemukan Tuhan dalam diri mencari sumber kehidupan itulah yoga,” terang pria yang sempat memandu acara yoga di TVRI Bali itu.

Konferensi Pers BaliSpirit Festival di The Ambengan Tenten, Denpasar | Foto: Bud

Co Founder BaliSpirit Festival I Made Gunarta menyebutkan, Bali menjadi pusat pariwisata kesehatan termasuk wellness, bahkan telah menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Untuk itulah BaliSpirit Festival digelar dengan mengedepankan kegiatan yoga dan kesehatan, ang selalu ditunggu-tunggu oleh wisatawan terutama wisman asing.

“Health tourism termasuk wellness menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk ke Bali. BaliSpirit Festival menjadi ajang yang ditunggu-tunggu oleh wisatawan terutama mancanegara atau wisman,” kata Gunarta.

Festival ini akan dimeriahkan dengan 150 workshops dan 50 pertunjukan selama festival  berlangsung. Khusus untuk malam hari, acara akan dilanjutkan dengan pertunjukan musik dari musisi lokal dan internasional.

Acara workshop akan diisi oleh Ketut Arsana – Kundalini Tantra Yoga (Indonesia), Alfred Kendrick – Body Mobility (AS), Dhwani Dinakara Bahar – Tarian Salsa Kuba (Indonesia), Heeki Park – Jivamukti Yoga (Jepang), Jose Luis Jimenez – Fly High Yoga (Spanyol) serta  Ashton Szabo – Anatomi Yoga (AS).

Malam pertunjukan akan menampilkan music dan tari, terdiri dari Afrosideral – Afro-Cuban Electronic (Kuba/Brasil), Catur Hariwijaya – Komposer multi-instrumentalis (Indonesia), Adam Alydrus (Sekala) – Indonesia, dan Dos Papis & Orchestra – Iran.

“BaliSpirit Festival bukan hanya mengejar kuantitas, tetapi kualitas yang menjadi targetnya. Buat kami yang lebih penting bagaimana memposisikan Bali, bukan hanya sebagai central of tourism, tetapi wellness dan edukasi,” tegas Gunarta.

BaliSpirit Festival yang sering menjadi model festival di luar negeri ini menampilkan Dharma Fair, yakni pasar yang menjual produk ramah lingkungan, makanan sehat, dan kerajinan lokal. Pasar ini diikiti oleh 50 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Bali dan luar Bali.

Sementara kegiatan edukasi lainnya, yaitu AYO! Bicara HIV & AIDS, sebuah edukasi kesehatan reproduksi untuk remaja di Bali dan Indonesia. Ada Bali ReGreen Project, program penanaman bambu di daerah dengan tanah yang non-produktif di Bali.

Wellness conference akan mempertemukan pelaku, pakar, akademisi dan stakeholders Wellness Tourism di Bali, serta forum pertukaran ilmu dan pengetahuan serta kolaborasi antara mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dengan seniman dan musisi yang tampil di festival.

Kegiatan yoga pada Road to BaliSpirit Festival di The Ambengan Tenten, Denpasar | Foto: Bud 

Gunarta memaparkan festival ini menarik antusias 2.000 hingga 3.000 pengunjung per hari. Pascapandemi antusias pengunjung kian tinggi, terutama pada 2023 lalu yang mencapai 2.505 orang. Jumlah ini naik dari 2 tahun terakhir sebelum pandemi.

Walau demikian, Gunarta menegaskan bukan hanya sekadar kuantitas yang dikejar, tetapi kualitas yang ditargetkan pada acara yang akan berlangsung di Ubud pada 7 hingga 11 Mei nanti. “Buat kami yang lebih penting bagaimana memposisikan Bali bukan hanya sebagai central of tourism tapi wellness dan edukasi. Kami ingin BaliSpirit Festival bisa menjadi filter siapa yang akan datang dan siapa yang diundang,” tegasnya.

Pengunjung pada tahun sebelumnya didominasi oleh wisatawan asing, terutama asal Australia dan Eropa. Ada pula asal Tiongkok yang membutktikan sudah mulai mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dari total kunjungan itu, sekitar 84 persen menginap selama 2 minggu di Bali, dan 20 persen menginap 4 minggu.

Hal ini tentunya akan memberikan pengaruh positif bagi okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Bali. “Selama lebih dari 16 tahun, BaliSpirit Festival menjadi tempat bertemunya orang-orang dari seluruh dunia untuk berbagi pengalaman, budaya, dan gaya hidup yang lebih sadar dan sehat,” kata Gunarta. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Yoga, Spiritualitas, dan Adiksi Internet pada Remaja
Pagi di Sanur, Yoga Pagi yang Hening
Catatan Harian Sugi Lanus: Yoga & Uga – Tentang Yoga Para Petani
Tags: balifestival yogaSpiritualUbudYoga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selamat Hari Buruh, Bapak! Kau Pahlawanku

Next Post

Pendidikan Kita Sedang Tersesat?

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

Pendidikan Kita Sedang Tersesat?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co