24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesenggiri Festival 2025: Ketika Warisan Budaya Menjadi Jembatan Masa Depan

tatkala by tatkala
June 19, 2025
in Panggung
Pesenggiri Festival 2025: Ketika Warisan Budaya Menjadi Jembatan Masa Depan

Pesenggiri Festival 2025

Di tengah bayang-bayang modernisasi dan derasnya arus globalisasi, seni dan tradisi sering kali dianggap sebagai sesuatu yang tertinggal di belakang. Namun di Lampung, narasi itu sedang diubah.

Pada tanggal 20 dan 21 Juni 2025, tanah yang dikenal sebagai gerbang Sumatra ini akan menjadi panggung utama sebuah peristiwa budaya berskala nasional: Pesenggiri Festival. Digagas oleh Selphie Bong, desainer dan penggiat budaya yang telah malang-melintang di panggung internasional, festival ini bukan hanya perayaan—ia adalah ajakan untuk kembali ke akar.

“Pesenggiri bukan hanya tentang menampilkan budaya, tapi tentang menghidupinya. Kami ingin mengajak masyarakat—baik lokal maupun luar—untuk tidak hanya melihat, tapi mengalami, dan akhirnya terhubung dengan nilai-nilai yang membentuk siapa kita,” ujar Selphie.

Filosofi yang Menyatu dalam Denyut Acara

Nama Pesenggiri berasal dari falsafah adat Lampung, Pi’il Pesenggiri—sebuah sistem nilai yang mengajarkan kehormatan diri, keramahtamahan, semangat kebersamaan, dan keterbukaan sosial. Keempat prinsip utama tersebut: Juluk Adok, Nengah Nyappur, Nemui Nyimah, dan Sakai Sambayan, tidak hanya disebut-sebut dalam pidato, tetapi ditransformasikan menjadi pengalaman langsung dalam berbagai aktivitas festival.

Mulai dari pasar seni dan kuliner “Temu Rasa dan Rupa”, workshop seni, hingga pertunjukan musik dan tari kolaboratif, seluruh rangkaian acara dikurasi untuk menggambarkan filosofi tersebut secara hidup, kontekstual, dan kontemporer.

Jasmine Okubo dan Ritus Tubuh yang Menyatu dengan Tanah

Salah satu highlight yang paling dinanti dari Pesenggiri Festival adalah pertunjukan tari kolaboratif yang digarap oleh Jasmine Okubo, koreografer dan co-founder Kitapoleng Bali. Dalam proyek ini, Jasmine dan tim The Hurun turun tangan menggandeng penari-penari muda dari berbagai komunitas seni di Lampung untuk menciptakan karya lintas latar yang menyatukan tubuh-tubuh lokal dengan semangat kolektif.

“Gerak tubuh adalah arsip hidup. Ia menyimpan warisan, memelihara intuisi, dan membuka ruang dialog yang tidak bisa dicapai hanya dengan kata-kata,” ungkap Jasmine. “Lewat karya ini, kami ingin tubuh-tubuh Lampung berbicara—dengan irama tanahnya sendiri, dengan denyut sejarahnya, dan dengan keberanian untuk terus menari meski zaman berubah.”

Pertunjukan ini bukan sekadar pertunjukan tari, tetapi sebuah upacara gerak yang menggabungkan elemen tradisi dan kontemporer, spiritualitas dan resistensi. Sebuah ajakan untuk menyimak tubuh sebagai saksi budaya, dan tarian sebagai bentuk komunikasi paling jujur antara manusia dan tanah yang mereka pijak.

Dari Panggung ke Layar: Visual yang Bernarasi

Keutuhan narasi festival dan scenography juga disusun secara visual oleh Dibal Ranuh, yang aktif sebagai penata artistik dan sutradara video festival. Dibal mengarahkan estetika keseluruhan pertunjukan acara, menciptakan semacam sinematik ritus yang tidak hanya untuk dinikmati secara langsung, tapi juga untuk ditonton dan direnungkan ulang.

“Kami ingin menghadirkan estetika yang otentik namun tetap relevan dengan audiens global. Lewat narasi visual dan pertunjukan yang menyentuh, kami berharap nilai-nilai lokal ini dapat melintasi batas geografis dan generasi,” ujar Dibal.

Ruang Belajar, Berbagi, dan Bertumbuh

Tak sekadar tontonan, Pesenggiri juga membuka ruang interaksi dan pengembangan kapasitas lewat lokakarya dan diskusi tematik. Nama-nama besar seperti Helianti Hilman (Founder Javara) dan Dian Maya Puspitasari (Brand Consultant) akan hadir membagikan wawasan tentang keberlanjutan dan kewirausahaan berbasis budaya.

Sementara itu, kelas memasak akan diisi oleh chef lokal dan nasional, termasuk Chef Toni Azhari dari Lampung Marriott dan Devy Anastasia, finalis MasterChef Indonesia. Tak ketinggalan, sesi art talk akan menghadirkan sejarahwan budaya seperti Anshori Djausal bersama Dibal, membedah bagaimana menciptakan karya seni yang bermakna lintas waktu.

Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Event

Salah satu kekuatan utama Pesenggiri Festival adalah pendekatannya yang holistik: tidak hanya sebagai acara budaya sesaat, tetapi sebagai ekosistem berkelanjutan. Selain menggandeng pelaku UMKM lokal, festival ini juga menghadirkan Green Marketplace dan Eco-Market, dengan produk-produk ramah lingkungan, makanan organik, dan suvenir hasil kerajinan tangan lokal.

“Kami ingin meninggalkan warisan, bukan hanya ingatan. Efek jangka panjang dari festival ini adalah membangun citra Lampung sebagai pusat kebudayaan dan pariwisata yang berakar dan berwawasan ke depan,” kata Selphie.

Lokasi Strategis, Akses Global

The Hurun, sebagai lokasi penyelenggaraan, dipilih bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga aksesibilitasnya. Berlokasi tak jauh dari pusat kota Lampung, tempat ini mudah dijangkau dari Jakarta melalui jalur feri atau penerbangan singkat, menjadikannya titik temu yang ideal bagi audiens lokal, nasional, dan internasional.

Dengan pengunjung yang ditargetkan datang dari berbagai latar belakang—dari pelajar, keluarga, hingga kolektor seni dan investor—festival ini juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta membuka peluang kolaborasi jangka panjang antar komunitas budaya.

Jika di ujung festival nanti langit Lampung dipenuhi dengan tawa, tarian, dan aroma rempah yang menguar dari dapur-dapur terbuka, maka bisa dipastikan: warisan itu bukan hanya dikenang—ia sedang hidup, menari, dan berbicara kepada dunia. [T]

Reporter/Penulis: Bud/Rilis
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:

Ubud Food Festival 2025 Merayakan Potensi Lokal: Made Masak dan Bili Wirawan Siapkan Kejutan
“Follow Your Spirit”: Gerak Tubuh, Musik, dan Kesadaran Diri di BaliSpirit Festival
Fakta-fakta Unik tentang Lovina Festival yang Masuk dalam Karisma Event Nusantara 2025
Tags: festivalLampungPesenggiri Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lontar Terakhir Sang Penjaga — Mengenang Maestro I Wayan Mudita Adnyana dari Tenganan Pegringsingan

Next Post

Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa

Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co