6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mujri, Si Penjaja Koran: Sejak 22 Tahun Tetap Setia Berkeliling di Seririt

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
May 19, 2025
in Persona
Mujri, Si Penjaja Koran: Sejak 22 Tahun Tetap Setia Berkeliling di Seririt

Mujri

TERSELIPLAH sosok lelaki bertopi di antara sahut-riuh pedagang dan deru kendaraan di jalanan sekitar Pasar Seririt, Buleleng, Bali, pada satu pagi yang cukup hangat. Tubuh lelaki itu tegap. Sorot matanya awas, di tangannya tergenggam setumpuk koran.

Mujri, itulah panggilannya, si penjual koran yang setia pada zaman. Di usianya yang kini menginjak 54 tahun, ia tetap berdiri setia di tepi keramaian jalan. Ia setia menanti sapa pelanggan yang jumlahnya terus berkurang. Terus berkurang, dan suatu saat lagi hampir dipastikan tak akan ada lagi.

Sudah 22 tahun Mujri setia, setiap hari, berdiri di sekitar Pasar Seririt itu. Kadang ia berdiri di tepi jalan, dan lebih sering berdiri di sekitar persimpangan lampu lalu-lintas. Kadang berkeliling ke jalan lain.

Mujri di sekitar Pasar Seririt | Foto: Puja

Tas selempang hitam yang ia sandang di bahu kirinya, berisi setumpuk koran. Ia ambil selembar koran itu, lalu ia acungkan pada orang-orang yang lewat di jalan raya.

”Koran, Pak?!” kata Mujri.

Sampai hari ini, ia tetap punya harapan bahwa lembaran berita yang ia tawarkan masih memiliki daya tarik meski berita kita sudah tampil di layar HP.

Tak banyak orang menyapanya pagi itu, hanya beberapa bapak tua yang barangkali masih tetap setia mencari berita di halaman koran..

”Sekarang yang beli koran itu ya… tinggal yang sudah ubanan, yang gagap teknologi (gaptek), yang kalau disuruh buka internet malah bilang lebih pusing,” kata Mujri setelah menyerahkan koran kepada seorang lansia.

Ia terus menapaki jalanan di sekitar Pasar Seririt dari pukul 07.00 hingga 11.00 WITA. Ia menyambangi Bank BPD Bali, Warung Mustri Seririt, dan Toko Sri—tempat-tempat yang menjadi habitat terakhir pembaca koran cetak. Mujri mengambil pasokan koran dari Toko Buku Melati, membawa serta judul-judul yang akrab di telinga pembaca: Nusa Bali, Jawa Pos, dan Tribun Bali,

Namun, lesunya media konvensional yang tak terbendung ibarat air pasang yang menggerus bibir pantai telah nyata terasa dampaknya oleh Mujri. Kini, dalam sehari, hasil penjualan korannya tak jarang hanya mengantongi uang yang ia bawa pulang hanya sedikit dibandingkan masa-masa keemasan dulu

”Sekarang itu cuma dapat Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu sehari,” keluhnya.

Orang tua yang masih setia beli dan baca koran | Foto: Puja

Ia bercerita, kini ia hanya mengambil 10 eksemplar Nusa Bali yang ia jual seharga Rp 3.500 perak per lembar, 27 eksemplar Tribun Bali dengan harga Rp 2.000, dan 7 eksemplar Jawa Pos yang dibanderol Rp 3.900, sebuah jumlah yang sangat sedikit dibandingkan dengan era ketika koran masih menjadi raja informasi.

Jauh berbeda memang dengan tahun 2003, saat awal ia memutuskan untuk menekuni profesi ini, yang mana kala itu, keuntungan bersih dari berjualan koran bisa mencapai 100 ribu dalam sehari, sebuah angka yang terbilang fantastis pada masanya, namun kejayaan hanya bertahan hingga sekitar tahun 2014. Setelah itu, perlahan pasar koran cetak mulai meredup.

”Kalau dulu saya ngambil 30 eksemplar Koran Jawa Pos itu sudah laris terjual, sekarang hanya ngambil 7 eksemplar itupun masih sisa,” kata Mujri dengan nada datar, sorot matanya memancarkan sedikit kepedihan yang tersembunyi.

Mujri mengatakan betapa generasi muda saat ini seolah telah benar-benar berjarak dengan koran cetak dan beralih sepenuhnya pada informasi yang tersaji di layar.

”Langganan anak muda itu sama sekali tak ada saat ini, kecuali ada tugas buat kliping baru beli koran. Kalau untuk baca itu tak pernah,” imbuhnya.

Bagi Mujri, berjualan koran bukan sekadar pekerjaan sampingan, melainkan telah menjadi profesi utama, tumpuan hidup yang ia geluti dengan tekun. Jauh sebelum itu, tepatnya di tahun 1988, ia adalah seorang karyawan di toko bangunan, menjalani hari-hari dengan upah gaji yang hanya Rp 15 ribu per hari tanpa jatah makan.

Ia menjadi buruh toko bangunan dijalani selama 15 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk beralih kerjaan ketika anak pertamanya lahir. Saat itu ia merasa harus mencari sumber penghasilan yang lebih baik. Ia kemudian menjadi penjual koran,

Dan setelah 22 tahun, profesi itu pun kini dihadapkan pada tantangan yang tak kalah berat. Namun ia menjalaninya dengan semangat yang tak pernah padam, barangkali karena ia memang memiliki hobi membaca, sebuah kegemaran yang ironisnya kini kian ditinggalkan oleh anak-anak sekarang.

Kendati hasil jualan korannya kian merosot, nyaris tak menghasilkan keuntungan yang berarti, Mujri tak pernah berhenti bersyukur. Dari hasil menjual koran, ia bersama sang istri yang seorang guru madrasah, berhasil menyekolahkan ketiga putri mereka.

Putri sulungnya kini masih berjuang di bangku kuliah semester 8, mengambil jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di Universita Nurul Jadid (UNUJA), sementara anak keduanya masih menimba ilmu di kelas 2 SMA di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Probolinggo, dan si bungsu masih duduk di kelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Huda.  Tiga gadis kecil yang tumbuh di bawah naungan cinta dan kerja keras orang tua yang tak pernah menyerah.

Penghasilan memang tak seberapa jika dilihat dari angka, seringkali terasa mencekik, apalagi kalau lagi sepi.

”Tapi saat melihat anak-anak itu, mereka semangat belajar, semangat sekolah, meskipun kadang saya cuma bisa kasih uang jajan pas-pasan, mereka nggak pernah mengeluh,” kata Mujri.

Orang tua yang masih setia beli dan baca koran | Foto: Puja

Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan, menunjuk ke arah langit dengan dagunya, seolah mimpinya begitu luas membentang. Dengan memiliki mimpi hanya satu, melihat ketiga anak perempuannya bisa menyelesaikan pendidikan mereka setinggi-tingginya.

”Mimpi saya bukan lagi punya rezeki melimpah untuk diri sendiri, bukan lagi soal koran ini bisa laku kayak dulu, itu sudah lewat,” kata Mujri mantap.

Namun Mujri kini punya perhatian besar kepada anaknya agar ketiga anaknya bisa meraih cita-cita.

”Kalau mereka bisa berjuang meraih cita-cita, meskipun saya tetap di sini, berjualan koran dengan hasil segini, hati saya sudah tenang, sudah lebih dari cukup, itulah surga dunia bagi saya,”  lanjutnya dengan keyakinan yang kokoh.

Kata-kata Mujri sebuah mimpi sederhana namun menggetarkan, menjadi jangkar yang menahannya untuk tetap tegak berdiri di pinggir Pasar Seririt hingga kini. [T]

Penulis: Komang Puja Savitri
Editor: Adnyana Ole

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

  • BACA JUGA:
45 Tahun Rasa itu Tak Mati-mati: Ini Kisah Siobak Seririt Penakluk Hati
Sri Gunadika dari Banyuning: Kaki Patah, Tapi Tangan yang Mencukur itu Menghidupinya
Dia Dipa, Dia Barista, Dia Tunarungu: Tetes Kopi Racikan Cerita Hidupnya
Gede Alma, Mahasiswa yang Jualan Kentang Goreng: Pernah Kuliah Bawa Motor Gerobak
Timbul Suheri, Cerita Tentang Lapak dan Pasar Loak di Kreneng
Tags: bulelengkoranmedia massaSeririt
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manusia Tersekolah Belum Tentu Menjadi Terdidik

Next Post

PACALANG: Antara Jenis Pajak, Kewaspadaan, dan Pertaruhan Jiwa

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails

Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

by Angga Wijaya
February 16, 2026
0
Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

DI sebuah pementasan karya guru dan siswa SMAN 1 Kuta Selatan, Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati, pada Sabtu...

Read moreDetails

Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

by Dede Putra Wiguna
January 10, 2026
0
Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

TAHUN 2026 baru berjalan beberapa hari ketika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mencatat peristiwa penting dalam sejarah akademiknya. Rabu,...

Read moreDetails

Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

by Dede Putra Wiguna
December 29, 2025
0
Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

BERTEPATAN dengan Peringatan Hari Ibu Tahun 2025, Senin, 22 Desember 2025, di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Nyoman Wirayuni, SH.,...

Read moreDetails
Next Post
PACALANG: Antara Jenis Pajak, Kewaspadaan, dan Pertaruhan Jiwa

PACALANG: Antara Jenis Pajak, Kewaspadaan, dan Pertaruhan Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co