12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mujri, Si Penjaja Koran: Sejak 22 Tahun Tetap Setia Berkeliling di Seririt

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
May 19, 2025
in Persona
Mujri, Si Penjaja Koran: Sejak 22 Tahun Tetap Setia Berkeliling di Seririt

Mujri

TERSELIPLAH sosok lelaki bertopi di antara sahut-riuh pedagang dan deru kendaraan di jalanan sekitar Pasar Seririt, Buleleng, Bali, pada satu pagi yang cukup hangat. Tubuh lelaki itu tegap. Sorot matanya awas, di tangannya tergenggam setumpuk koran.

Mujri, itulah panggilannya, si penjual koran yang setia pada zaman. Di usianya yang kini menginjak 54 tahun, ia tetap berdiri setia di tepi keramaian jalan. Ia setia menanti sapa pelanggan yang jumlahnya terus berkurang. Terus berkurang, dan suatu saat lagi hampir dipastikan tak akan ada lagi.

Sudah 22 tahun Mujri setia, setiap hari, berdiri di sekitar Pasar Seririt itu. Kadang ia berdiri di tepi jalan, dan lebih sering berdiri di sekitar persimpangan lampu lalu-lintas. Kadang berkeliling ke jalan lain.

Mujri di sekitar Pasar Seririt | Foto: Puja

Tas selempang hitam yang ia sandang di bahu kirinya, berisi setumpuk koran. Ia ambil selembar koran itu, lalu ia acungkan pada orang-orang yang lewat di jalan raya.

”Koran, Pak?!” kata Mujri.

Sampai hari ini, ia tetap punya harapan bahwa lembaran berita yang ia tawarkan masih memiliki daya tarik meski berita kita sudah tampil di layar HP.

Tak banyak orang menyapanya pagi itu, hanya beberapa bapak tua yang barangkali masih tetap setia mencari berita di halaman koran..

”Sekarang yang beli koran itu ya… tinggal yang sudah ubanan, yang gagap teknologi (gaptek), yang kalau disuruh buka internet malah bilang lebih pusing,” kata Mujri setelah menyerahkan koran kepada seorang lansia.

Ia terus menapaki jalanan di sekitar Pasar Seririt dari pukul 07.00 hingga 11.00 WITA. Ia menyambangi Bank BPD Bali, Warung Mustri Seririt, dan Toko Sri—tempat-tempat yang menjadi habitat terakhir pembaca koran cetak. Mujri mengambil pasokan koran dari Toko Buku Melati, membawa serta judul-judul yang akrab di telinga pembaca: Nusa Bali, Jawa Pos, dan Tribun Bali,

Namun, lesunya media konvensional yang tak terbendung ibarat air pasang yang menggerus bibir pantai telah nyata terasa dampaknya oleh Mujri. Kini, dalam sehari, hasil penjualan korannya tak jarang hanya mengantongi uang yang ia bawa pulang hanya sedikit dibandingkan masa-masa keemasan dulu

”Sekarang itu cuma dapat Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu sehari,” keluhnya.

Orang tua yang masih setia beli dan baca koran | Foto: Puja

Ia bercerita, kini ia hanya mengambil 10 eksemplar Nusa Bali yang ia jual seharga Rp 3.500 perak per lembar, 27 eksemplar Tribun Bali dengan harga Rp 2.000, dan 7 eksemplar Jawa Pos yang dibanderol Rp 3.900, sebuah jumlah yang sangat sedikit dibandingkan dengan era ketika koran masih menjadi raja informasi.

Jauh berbeda memang dengan tahun 2003, saat awal ia memutuskan untuk menekuni profesi ini, yang mana kala itu, keuntungan bersih dari berjualan koran bisa mencapai 100 ribu dalam sehari, sebuah angka yang terbilang fantastis pada masanya, namun kejayaan hanya bertahan hingga sekitar tahun 2014. Setelah itu, perlahan pasar koran cetak mulai meredup.

”Kalau dulu saya ngambil 30 eksemplar Koran Jawa Pos itu sudah laris terjual, sekarang hanya ngambil 7 eksemplar itupun masih sisa,” kata Mujri dengan nada datar, sorot matanya memancarkan sedikit kepedihan yang tersembunyi.

Mujri mengatakan betapa generasi muda saat ini seolah telah benar-benar berjarak dengan koran cetak dan beralih sepenuhnya pada informasi yang tersaji di layar.

”Langganan anak muda itu sama sekali tak ada saat ini, kecuali ada tugas buat kliping baru beli koran. Kalau untuk baca itu tak pernah,” imbuhnya.

Bagi Mujri, berjualan koran bukan sekadar pekerjaan sampingan, melainkan telah menjadi profesi utama, tumpuan hidup yang ia geluti dengan tekun. Jauh sebelum itu, tepatnya di tahun 1988, ia adalah seorang karyawan di toko bangunan, menjalani hari-hari dengan upah gaji yang hanya Rp 15 ribu per hari tanpa jatah makan.

Ia menjadi buruh toko bangunan dijalani selama 15 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk beralih kerjaan ketika anak pertamanya lahir. Saat itu ia merasa harus mencari sumber penghasilan yang lebih baik. Ia kemudian menjadi penjual koran,

Dan setelah 22 tahun, profesi itu pun kini dihadapkan pada tantangan yang tak kalah berat. Namun ia menjalaninya dengan semangat yang tak pernah padam, barangkali karena ia memang memiliki hobi membaca, sebuah kegemaran yang ironisnya kini kian ditinggalkan oleh anak-anak sekarang.

Kendati hasil jualan korannya kian merosot, nyaris tak menghasilkan keuntungan yang berarti, Mujri tak pernah berhenti bersyukur. Dari hasil menjual koran, ia bersama sang istri yang seorang guru madrasah, berhasil menyekolahkan ketiga putri mereka.

Putri sulungnya kini masih berjuang di bangku kuliah semester 8, mengambil jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di Universita Nurul Jadid (UNUJA), sementara anak keduanya masih menimba ilmu di kelas 2 SMA di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Probolinggo, dan si bungsu masih duduk di kelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Huda.  Tiga gadis kecil yang tumbuh di bawah naungan cinta dan kerja keras orang tua yang tak pernah menyerah.

Penghasilan memang tak seberapa jika dilihat dari angka, seringkali terasa mencekik, apalagi kalau lagi sepi.

”Tapi saat melihat anak-anak itu, mereka semangat belajar, semangat sekolah, meskipun kadang saya cuma bisa kasih uang jajan pas-pasan, mereka nggak pernah mengeluh,” kata Mujri.

Orang tua yang masih setia beli dan baca koran | Foto: Puja

Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan, menunjuk ke arah langit dengan dagunya, seolah mimpinya begitu luas membentang. Dengan memiliki mimpi hanya satu, melihat ketiga anak perempuannya bisa menyelesaikan pendidikan mereka setinggi-tingginya.

”Mimpi saya bukan lagi punya rezeki melimpah untuk diri sendiri, bukan lagi soal koran ini bisa laku kayak dulu, itu sudah lewat,” kata Mujri mantap.

Namun Mujri kini punya perhatian besar kepada anaknya agar ketiga anaknya bisa meraih cita-cita.

”Kalau mereka bisa berjuang meraih cita-cita, meskipun saya tetap di sini, berjualan koran dengan hasil segini, hati saya sudah tenang, sudah lebih dari cukup, itulah surga dunia bagi saya,”  lanjutnya dengan keyakinan yang kokoh.

Kata-kata Mujri sebuah mimpi sederhana namun menggetarkan, menjadi jangkar yang menahannya untuk tetap tegak berdiri di pinggir Pasar Seririt hingga kini. [T]

Penulis: Komang Puja Savitri
Editor: Adnyana Ole

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

  • BACA JUGA:
45 Tahun Rasa itu Tak Mati-mati: Ini Kisah Siobak Seririt Penakluk Hati
Sri Gunadika dari Banyuning: Kaki Patah, Tapi Tangan yang Mencukur itu Menghidupinya
Dia Dipa, Dia Barista, Dia Tunarungu: Tetes Kopi Racikan Cerita Hidupnya
Gede Alma, Mahasiswa yang Jualan Kentang Goreng: Pernah Kuliah Bawa Motor Gerobak
Timbul Suheri, Cerita Tentang Lapak dan Pasar Loak di Kreneng
Tags: bulelengkoranmedia massaSeririt
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manusia Tersekolah Belum Tentu Menjadi Terdidik

Next Post

PACALANG: Antara Jenis Pajak, Kewaspadaan, dan Pertaruhan Jiwa

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
PACALANG: Antara Jenis Pajak, Kewaspadaan, dan Pertaruhan Jiwa

PACALANG: Antara Jenis Pajak, Kewaspadaan, dan Pertaruhan Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co