24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pujawali Pura Gunung Payung: Ketika “Sekaa Unen Masolah”

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
February 18, 2025
in Khas
Pujawali Pura Gunung Payung: Ketika “Sekaa Unen Masolah”

Sekaa Unen Br. Sawangan Peminge masolah di Madya Mandala Pura Gunung Payung (14/2/2025 | Foto : I Ketut Lencanayasa

WAKTU seperti berpihak untuk memuliakan napak tilas perjalanan Tirtayatra Toska di Gumi Delod Ceking, Kuta Selatan, Badung, saat Siwa Ratri, 27 Januari 2025. Dalam sebulan terakhir, Hari Suci Hindu datang beruntun, mulai dari Saraswati, Banyu Pinaruh, Soma Ribek, Sabuh Mas, dan Pagerwesi (8-12 Februari 2025) hingga Tumpek  Landep (22 Februari 2025).

Saat Saraswati, misalnya pagi-pagi saya sebagai Plt. Kepala Sekolah,  melaksanakan Saraswati Puja di SMA Negeri 2 Kuta. Selanjutnya, sekitar pukul  10.00 Wita melaksanakan persembahyangan Saraswati di SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Lalu,   menjelang Pukul  12.00 melanjutkan Perjalanan Tirtayatra ke Pura Dalem Lamun, Pura Taman Sari, dan Pura Bias Tugel di Kawasan ITDC Nusa Dua, Kuta Selatan, Gumi Delod Ceking.

Teristimewa lagi, Hari Suci Pagerwesi (12 Februari 2025)  bertepatan dengan Purnama Sasih Kawulu, sebagai puncak Pujawali di Pura Dang Kahyangan Gunung Payung. Pujawali di Pura ini nyejer selama 3 hari sejak 2005. Sebelum 2005, Ida Batara nyejer sehari yang oleh krama penyungsung-nya disebut sebagai Karya Jro Mangku, sedangkan karya puncaknya di sebut  Pujawali Desa Adat Kutuh. Nyejer sehari disebut Karya Jro Mangku karena dibiayai oleh Jro Mangku kala itu, terkait ngaturang sarin taun, sarin pegaen mengelola tanah Pelaba Pura Gunung Payung yang luasnya mencapai 15 Ha lebih.

Kini, Pelaba Pura dikelola oleh Desa Adat di bawah manajemen Bhaga Utsaha Manunggal Desa Adat (BUMDA)  Unit Usaha Gunung Payung. Di Desa Adat Kutuh, terdapat sejumlah Unit Usaha Desa Adat, antara lain Unit Usaha Timbis Paragliding, Unit Usaha  Pantai  Pandawa, Unit Usaha Piranti Yadnya, Unit Barang dan Jasa. Dalam 10 tahun terakhir, BUMDA Kutuh memberikan dampak positif bagi pemenuhan hak dan kewajiban krama desa.

Kembali ke Pujawali Pura Gunung Payung yang jatuh pada Purnama Kawulu bersamaan dengan Buda Kliwon Sinta (Pagerwesi) menarik  dicermati.

Pertama, sebagian orang dari Gumi Delod Ceking menyebut Pagerwesi seperti  Galungan di Buleleng karena saat Pagerwesi mereka ngaturang punjung ke setra buat orang meninggal yang belum di-aben, sedangkan orang Bali Selatan ngaturang punjung serupa pada saat Hari Suci Galungan. Lalu, ada yang mengaitkan serba terbalik antara arah kaja-kelod. Kaja di Buleleng sama dengan Kelod di Bali Selatan, tetapi Kangin – Kauh dan Atas – Bawah sama dengan Bali Selatan umumnya. Ya, Buleleng, “Ada-ada dogen”, seperti  judul lagu A.A. Made Cakra.

Kedua, jika Galungan nemu gelang dengan Purnama disebut Galungan Nadi, maka   Pagerwesi bersamaan dengan Purnama (Kawulu) sebagai Pagerwesi Nadi juga. Hanya saja, saat Pagerwesi tradisi memasang Penjor tidak umum ada di Gumi Den Bukit, seperti dikatakan I Wayan Rasta dan Bajrayana, guru asal Buleleng.  Dulu, di Gumi Delod Ceking, Galungan nadi ditandai dengan mendirikan penjor. Belakangan, orang-orang Delod Ceking mendirikan penjor di setiap gerbang rumah saban menjelang Galungan. Budaya beragama berubah seiring zaman mengikuti elan napas ekonomi yang berkembang.

Sekaa Unen Br. Sawangan Peminge masolah di Madya Mandala Pura Gunung Payung (14/2/2025 | Foto : I Ketut Lencanayasa

Selain nemu gelang-nya Purnama Kawulu dengan Pagerwesi bersamaan dengan Pujawali Pura Gunung Payung ada catatan menarik yang perlu diketahui para pamedek.  Selama nyejer Pujawali di Pura Dang Kahyangan Gunung Payung juga diramaikan oleh  tiga Sekaa Unen : Sekaa Unen Banjar Pantigiri Kutuh, Sekaa Unen Jaba Desa Adat Bualu, dan Sekaa Unen Banjar Sawangan Desa Adat Peminge. Sekaa Unen Banjar Pantigiri Kutuh sebagai tuan rumah adalah Ratu Ayu Manik Sari yang biasanya membuka acara masolah pada Puncak Pujawali (Purnama Kawulu), sebelum Sekaa Unen dura desa masolah.

Sekaa Unen dura desa, Jaba Bualu dan Banjar Sawangan  Peminge berupa Barong dan Rangda, biasanya masolah pada saat nyejer hari pertama dan kedua. Selanjutnya, saat nyejer hari ketiga, setelah acara maprani dilanjutkan dengan ngaturang Sesayut Panglebar oleh Desa Adat Kampial dan Desa Adat Peminge. Desa Adat Kampial juga mempunyai tugas ngenterang Tabuh Rah secara turun-temurun, dari zaman ilu sampai kini tanpa putus. Sebagai tuan rumah, Desa Adat Kutuh, paling akhir juga ngaturang sesayut panyineb. Biasanya diakhiri dengan ngaturang pengaksama, terima kasih, dan permohonan maaf yang terungkap dalam puja pemangku pemuput dan kidung pengaksama.”Pengaksamane kaluhur, Manunas waranugrahane, Manawi kirang ne kaatur,Agung sinampura ugi, Canange asebit sari, Mangda ica Ida nyingak, Nonton saking luhur, Mamuptang sami”.

Menarik pula dicermati tiga Sekaa Unen yang ngayah di Pura Dang Khayangan Gunung Payung berasal dari desa adat berbeda.

Pertama, semua Sekaa Unen hadir  dengan pepatih yang pada akhir pementasan selalu dengan tradisi ngurek, ngunying, matebekan (keris dance). Semangat sekaa gong dengan pepatih biasanya mendapat respon positip dari penonton dengan segala puja-puji sebagai tari persembahan yang tulus ikhlas. Memasrahkan diri dengan Hyang Kuasa sebagai bentuk refleksi diri untuk mulat sarira, belajar ke dalam. Kata Gde Prama, “Mengetuk pintu dari dalam”.

Kedua, kehadiran Sekaa Unen di Pura Gunung Payung ibarat bunga yang mengundang datangnya lebah berlebih untuk berkerumun. Begitu Sekaa Unen menabuh gamelan, penonton merapat dan mendekat ke kalangan (panggung) pementasan, memilih tempat duduk yang strategis untuk dapat mengabadikan tarian melalui kamera HP masing-masing. Selanjutnya, para penonton zaman now beramai-ramai mengunggah di Media Sosial untuk mendapatkan follower dengan  power terbaik. Penonton yang umumnya pemedek mendapat tuntunan yang gratis.

Bila ingin mendalami kisah tarian yang ditonton, dapat bertanya langsung kepada Kelihan Sekaa Unen yang paham seluk-beluk sekaa dan informasinya natural dari narasumber utama. Kisahnya dijamin menarik dengan kecerdasan yang tak terduga bisa melampaui kemampuan analisis seorang ahli kebudayaan. Hal ini mengingatkan kita pada kenyataan teori decentering sastra bahwa pusat-pusat kemuliaan informasi tidak melulu menjadi dominasi orang-orang di pusat kekuasaan. Kemuliaan itu bisa ditemukan di pinggiran yang tak terekspose secara masif. Wacana membangun dari desa/pinggiran adalah menyiapkan tepi kekuasaan yang indah dan mulia dari orang-orang kecil yang suntuk  masolah mengolah hati dengan olah otak menyelaraskan watak dengan  rasa dan raga.

Ketiga, Sekaa Unen yang berbeda dari berbagai desa penyungsung yang berdekatan itu dapat mempersatukan aneka kepentingan untuk ngaturang ayah secara bersama-sama. Saling meminjam gamelan, saling suport antar Sekaa Unen mencerminkan guyub manyama braya. Semangat persatuan dan kesatuan yang selalu dikampanyekan para petinggi negeri, tampaknya menemukan titik kulminasinya dalam guyub Sekaa Unen. Dengan demikian, Sekaa Unen telah melaksanakan Dharma Agama sekaligus Dharma Negara.

Begitulah Sekaa Unen yang ngaturang ayah masolah, memberikan pelajaran berharga bagi sekaa dan penonton secara gratis. Kata ‘masolah’ selain berarti menari juga bermakna berperilaku secara etis (beretika). Pakem-pakem tarian mengikuti karakter dan peran yang dimainkan sesuai etika karakter tokoh protagonis dan antagonis antara Barong dan Rangda. Penari yang disebut pragina itu menempatkan diri menurut pakem wirama, wirasa, wiraga, wicara untuk penguatan soft skill. Pandangan tradisional Bali ini sesuai dengan ucapan  David Suzuki akademikus Kanada yang mengatakan,  “Literasi mental dan moral menjadi sangat penting bagi manusia pembelajar, lebih-lebih mereka di posisi pemimpin”.

Sekaa Unen Br. Sawangan Peminge masolah di Madya Mandala Pura Gunung Payung (14/2/2025 | Foto : I Ketut Lencanayasa

Begitulah Puja Wali di Pura pada umumnya, tak terkecuali di Pura Gunung Payung menyediakan teks terbuka bagi ruang tafsir modern yang dapat dipadupadankan dengan pendapat para ahli dunia. Mengapa? Sebab ritual dengan banten yang menyertainya bersumber dari energi alam semesta yang diterjemahkan oleh manusia Hindu Bali dengan aneka tetuasan simbolik yang perlu dikupas dengan teori semiotik. Sebagaimana hakikatnya, banten dapat ditelisik dari baan enten, sebagai upaya penyadaran terus-menerus (puja wali) yang menjadi dasar utama Pendidikan.

Pendidikan adalah usaha sadar memanusiakan manusia. Orang Hindu Bali melakoninya melalui Pujawali mengikuti siklus waktu sesuai dengan tradisi di masing-masing Pura. Di Pura Dang Kahyangan Gunung Payung, siklusnya setiap Purnama Sasih Kawulu yang dalam tradisi agraris tempo dulu, persis ketika padi beling menjelang berbuah. Ibarat manusia, hamil tua yang segera melahirkan anak yang suputra. [T]

enulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis  NYOMAN TINGKAT
Rahajeng Pagerwesi dari Pura Goa Peteng di Gumi Delod Ceking   
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Luhur  Uluwatu   
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Goa Selonding   
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Batu Pageh  
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Goa Gong 
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Gunung Payung
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking :  Pura Geger Dalem Pemutih dan Pura Karang Boma
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking :  Pura Taman Mumbul dan Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul
Tags: Gumi Delod Cekingkuta selatanNusa DuaPura Gunung Payung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Muri Kusnadi, Diangkat TNI di Singaraja, Pensiun di Singaraja, Bikin Tahu Lombok di Singaraja

Next Post

Teguh Fatchur Rozi dan Belajar Sejarah di Luar Sekolah

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Teguh Fatchur Rozi dan Belajar Sejarah di Luar Sekolah

Teguh Fatchur Rozi dan Belajar Sejarah di Luar Sekolah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co